Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ekstra Part [Pertemuan Raja dan Haikal]


__ADS_3

Acara pernikahan Raja dan Laila masih berlangsung. Kali ini Laila yang gugup saat sebuah keluarga kecil naik ke atas panggung. Janda yang baru saja berganti status istri orang itu pun langsung bangkit berdiri. Menyambut kedatangan Haikal dan Siska beserta anak-anaknya.


"Hai, Mbak! Selamat yah!" Siska tampak anggun dengan baju syar'i nya. Wajah cantik Sidja tertutupi oleh cadar. Dia menyalami tangan Laila dengan sopan. Keduanya pun berpelukan, Laila tak bisa menahan air matanya untuk tak jatuh.


"Mbak, maafkan aku!" Laila menangis, meminta maaf kada Siska, karena dulu dia telah jahat pada wanita ini. Dia telah menyakiti Siska sangat dalam.


Wanita Sholehah itu tersenyum lembut di balik cadarnya. Dia menepuk punggung badan Laila yang bergetar karena menangis sesenggukan.


"Apa nggak bosan kamu minta maaf terus-terusan sama aku?" tanya Siska lembut membuat Laila semakin sedih.


"Aku dulu pernah nyakitin, Mbak. Aku udah jahat sampai menggoda suami, Mbak," cicit Laila pelan membuat Sidja tersenyum geli.


"Semua yang terjadi, baik atau buruk, tidak lepas dari campur tangan Allah. Berkat kamu juga, hubungan ku dengan Mas Haikal bisa membaik dan hangat! Kamu adalah ujian bagi rumah tangga kami, aku dan Mas Haikal berhasil menghadapi kamu. Makanya, rumah tangga kami semakin sakinah, mawadah warahmah!"


Siska menyikapi kesalahan yang dilakukan oleh Laila di masa lalu dengan bijak. Membuat Haikal yang mendengarnya tersenyum tipis.


"Istriku memang spek bidadari, bawaannya adem, kayak adem sari!" batin Haikal tersenyum bangga.


Dasar kadal buntung, dulu saja dia mencak-mencak punya istri Siska. Sekarang, saat wanita itu berubah dan sikapnya lebih cuek meski cinta, membuat Haikal seperti kebakaran jenggot.


Kembali lagi pada Laila, wanita itu bersyukur sekali karena Siska mau memaafkannya.

__ADS_1


Coba saja kalau orang yang ia sakiti dulu adalah tipikal pendendam. Sudah dipastikan tidak akan tenang hidup Laila.


Giliran Haikal yang memberi selamat pada Raja.


"Selamat!" ucap Haikal singkat membuat Raja mendengus sinis.


"Anda benar-benar jahat! Padahal anak yang dulu Anda gendong itu adalah Riska, anak kandung saya. Tapi, kenapa untuk sekedar menyentuhnya saja, Anda tidak memberi izin! Kenapa Anda tega?!" Raja mengoceh membuat Haikal memutar bola matanya malas.


"S3!" balas Haikal datar membuat Raja bingung.


"Maksudnya?" tanya Raja heran.


"S3, suka-suka saya!" balas Haikal datar lalu segera mengikuti langkah Siska, pasutri itu turun dari atas panggung.


"Tuh orang punya mulut, tapi nggak guna. Ngomong nya singkat banget. Kita ngoceh panjang lebar, dia cuma jawab, S3, S3, suka-suka saya!" omel Raja membuat Laila terkikik geli.


"Mas, udah dong cerewetnya, nanti kamu cepat keriput loh!" tegur Laila membuat Raja langsung menoleh ke arahnya.


"Tenang, aku punya banyak uang! Kalau keriput muncul di wajahku, aku bakal terbang ke Korea buat perawatan kulit!* jawab Raja santai membuat wanita itu memutar bola matanya malas.


Sang suami memang sangat menyebalkan.

__ADS_1


*


*


Sedangkan di sisi lain, si kembar bersama Mamat Cs duduk di pojokan, tepat di meja yang punya banyak makanan manis.


"Wahh … Bapak mu benar-benar sultan, Ky! Lihatlah gedung ini cantik sekali, makanannya juga enak Banget, gratis lagi!" puji Farid membuat Risky mengernyitkan keningnya.


"Nama ayahku Raja, bukan Sultan, Rid!" balas Risky polos membuat Farid menepuk jidatnya.


"Sama aja, Ky. Mau sultan atau Raja, yang jelas sama-sama kaya! Eumm … kue coklat nya enak banget!" ujar Mamat menyantap kue tart di hadapannya.


"Enak karena gratis, Mat. Coba kalau bayar! Enak nya langsung hilang!" celetuk Fatimah membuat Mamat nyaris tersedak.


*


*


Wkwkwkwk 🤣🤣🤣 setuju apa kagak? Makanan akan terasa nikmat kalau gratis?


Gimana kalau boncap nya banyak?? 🤭🤭

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2