
Setelah memantau perkembangan pembangunan resort dekat penggunaan di kampung tempat Laila tinggal. Raja pun bergetar pulang ke rumah yang telah ia sewa dari penduduk lokal.
Rumah tersebut lumayan besar dan nyaman untuk ditempati. Saat ini dia sedang duduk termenung di kursi goyang, teringat dengan anak kecil yang sangat mirip dengannya.
Ingin sekali Raja bermain lebih lama dengan mereka tadi pagi. Tetapi, tidak bisa, karena Raja harus segera berangkat pergi ke resort nya.
Terbayang senyuman Riska dan Risky tampak sangat menggemaskan baginya. Baru kali ini dia menyukai anak-anak lagi, karena dulu sempat trauma akibat terlanjur menyayangi Pangeran– anak istrinya dengan selingkuhannya.
Namun, saat bertemu dengan Risky tadi pagi, membuat sesuatu dalam hatinya memberontak ingin berdekatan dengan anak itu. Apalagi, saat Riska datang dan ia melihat dengan mata kepala sendiri ada anak kecil yang sangat mirip dengannya.
"Bahkan dia tidak suka kacang dan alasannya juga sama sepertiku," gumam Raja pelan.
Flashback on.
Anak buah Raja membelikan beberapa cemilan untuk mereka. Termasuk kacang kacang kulit.
"Riska nggak mau kacang?" tanya Raja melihat gadis kecil itu memilih coklat.
"Nggak, Paman." Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya polos.
"Adek nggak boleh makan kacang, Paman. Dia alergi! Kalau makan kacang bisa sesak!" jelas Risky menceritakan tentang alergi yang dipunyai oleh adiknya.
Raja pun terkejut mendengarnya. Ternyata bukan hanya wajah, bahkan, alergi mereka sama. Yaitu tidak bisa makan kacang.
"Wah, berarti kita sama, dong. Paman juga nggak bisa makan kacang, karena alergi juga!" Raja tersenyum cerah, dia ingin mencium kening Riska, tetapi Risky langsung menarik Riska ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Dia memasang wajah waspadalah dan tak suka pada Raja.
"Paman, tidak boleh cium, Adek. Bukan muhrim!" sentak Risky membuat Raja menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Rupanya anak-anak jaman sekarang sudah mulai pintar menjaga diri mereka.
"Baiklah, paman minta maaf. Tadi, paman gemas saja melihat Riska, dia sangat cantik dan imut!" jawab Raja jujur membuat Risky paham.
Karena memang banyak orang yang sangat gemas dengan mereka berdua. Pipi Riska pernah lebam, sebab terlalu banyak orang yang mencubit pipinya.
Flashback off
Bram datang untuk membawakan teh melati untuk Raja. Dia meletakkan nya di atas meja.
"Bram, apa menurutmu bocah perempuan yang ku temui tadi mirip denganku?" tanya Raja pada anak buahnya, membuat pria itu menganggukkan kepalanya cepat.
Dia juga merasa tak asing dengan dua bocah itu, melihat wajah dan gaya mereka berbicara sangat mirip dengan Raja. Terlebih lagi bocah perempuan, bukan hanya wajah, tetapi juga alerginya sama dengan Raja.
Bram menjawab dengan jujur. Raja pun semakin berpikir keras, rasanya tak mungkin dia punya anak dari wanita lain, sebab sudah lama dia tidak bermain dengan wanita.
"Tuan, apakah saya boleh bertanya sesuatu?" tanya Bram hati-hati.
Raja mengalihkan atensinya pada anak buahnya. Dia memandangi Bram yang tampak penasaran akan sesuatu.
"Silahkan."
"Apa Anda masih ingat dengan Nona Laila?" tanya Bram serius menatap lekat wajah Raja yang tampak terkejut bukan main.
__ADS_1
Raut wajah Raja menegang. Ingatan tentang masa lalu telah lama terkubur di dalam kepalanya, tiba-tiba berputar kayaknya film.
"Aku hamil, Mas."
"Aku hamil anak kamu."
"Kita jadi menikahkan?"
"Kamu bilang pernikahan mu sudah berakhir?"
"Mas, kamu harus tanggung jawab."
Bayangan wajah Laila tersenyum manis. Masa-masa dia bersama Laila berputar begitu saja. Bagaimana dengan liciknya Raja menggoda Laila agar menjadi simpanan nya. Dia menjadikan Laila sebagai pelarian nya saja.
Karena istrinya tak memberikan nafkah lahir dan batin padanya. Apalagi saat itu dia mengetahui fakta sang istri telah selingkuh. Hingga akhirnya Raja stres dan bermain gila dengan Laila.
Berlanjut pada masa di mana dia dengan tega mengusir Laila dari apartemennya saat wanita itu mengaku hamil anaknya.
"Laila," gumam Raja pelan.
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏