Ketika Istriku Tak Lagi Manja

Ketika Istriku Tak Lagi Manja
Ekstra Part: Keterkejutan Diko


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain. Para karyawan perusahaan Bumi Gas terheran-heran. Saat sang atasan mengadakan rapat dadakan.


"Baik, semuanya sudah berkumpul? Dari mulai OB, kepala divisi Humas, Divisi utama, divisi keuangan dan yang lainnya?" tanya seorang pria tampan yang wajahnya mirip dengan Raja.


"Sudah, Pak!" jawab mereka serempak termasuk Diko.


"Baik, kalau begitu langsung saja ke intinya. Saya sengaja mengumpulkan kalian di sini untuk memberitahukan, kalau pemegang saham terbesar perusahaan Bumi Gas akan datang bersama istri dan anak-anaknya kemari. Saya harap kalian bisa jaga sikap dan tidak berbuat aneh. Bila tidak, siap-siap ambil uang pesangon dadi saya!" tegas Dimas dengan penuh penekanan membuat mereka mengerti.


Para karyawan yang mendengarnya bingung. Mereka tidak tahu kalau ada orang lain yang menjadi pemegang saham terbesar. Semua mengira kalau Dimas adalah atasan sekaligus pemegang saham terbanyak.


Nyatanya salah. Gugup pastinya, karena akan berhadapan dengan orang penting di perusahaan tempat mereka mencari uang. Takut berbuat salah. Tidak sedikit pula yang senang, karena ingin mencoba cari muka agar naik pangkat.


Termasuk seorang pria tampan, namun tak setampan Raja maupun Dimas. Pria itu merapikan dasinya, senyuman licik terpasang di wajahnya.


"Waktu yang bagus untuk jadi penjilat," gumam Diko pelan.


Kinerja mantan suami Laila itu memang sangat bagus. Tetapi, karakternya yang songong membuat para rekan kerjanya tidak menguji Diko.


"Kalian semua mengerti?" tegas Dimas membuat semuanya menjawab serempak.


"Mengerti, Pak!" jawab mereka semua.


Dimas menatap jam yang melingkar di tangannya. Pria itu menggerutu kesal dalam hati.

__ADS_1


"Dasar Abang sialan, bilangnya datang jam delapan. Sekarang udah mau jam sepuluh belum juga datang. Heran kenapa orang yang suka ngaret seperti dia bisa sukses dan sekali tembak punya anak kembar."


"Entah peluru apa yang dia pakai."


Dimas menggerutu kesal dalam hati. Dia sangat kesal pada kakaknya yang datang terlambat. Para karyawan yang berada di sana juga sudah lelah berdiri.


Tidak berselang lama, sebuah mobil Van berwarna hitam seperti yang dipakai para idol terparkir di depan perusahaan. Body mobilnya tampak mengkilat dan bersih.


Mata para karyawan memandang iri. Mereka sangat ingin punya mobil mahal itu.


"Beliau sudah datang," ujar Dimas datar.


Pria itu segera berjalan ke depan. Semua orang menunggu pemilik mobil itu turun. Penasaran siapa yang menjadi pemegang saham, dan para karyawan wanita juga penasaran siapa wanita beruntung yang mendapatkan suami kaya raya seperti orang penting bagi perusahaan Bumi Gas.


"Paman!" teriak Risky dan Risky ceria merentangkan tangan minta digendong pada Dimas.


Dima tersenyum lebar. Rasa kesalnya menguap saat melihat wajah keponakan nya. Buru-buru dia membawa Riska dan Risky ke dalam gendongan nya.


"Muah .. muah … keponakan, Paman. Cantik dan tampan sekali! Mirip sama Bunda kalian dan tampan nya mirip paman!" puji Dimas membuat seorang pria dewasa turun dari mobil yang mendengarnya, langsung menampar bokong Dimas.


Plak.


"Anjing eh anjing!" Dimas latah membuat semua karyawan berusaha menahan tawa.

__ADS_1


"Mana anjing nya, Paman?" tanya Riska polos.


"Itu di belakang!" tunjuk Dimas kesal dengan dagunya ke arah sang ayah, membuat Riska dan Risky menoleh ke arah sang ayah.


"Ayah anjing?" tanya Riska polos membuat Raja nyaris tersedak. Semua orang tertawa, tak sanggup lagi menahan tawa mereka menyaksikan kebobrokan keluarga kecil di hadapan mereka.


Terkecuali seorang pria, wajahnya pucat pasi sedari melihat bocah kembar turun dari mobil dan memanggil atasannya Paman.


"Mati aku," gumam pria itu gemetar ketakutan.


*


*


Mau lagi? Komentar tembus 100 author gas lagi.🏃🏃🏃


Wkwkwkwk 🤣🤣🤣


Hati-hati kalau latah ya, Bun. Anak kecil tuh pintar meniru 🤭 .


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2