
Wkwkwkwk 🤣 maaf yah kalau bab sebelumnya sama. Ya Allah, padahal semalam rasanya udah up bab beda, maklum saja author up jam Kunti semalam.
Sepertinya author butuh kopi wkwkwkwk 🤣
Silahkan baca bab sebelumnya, karena author udah revisi. Dan isinya beda.
*
*
Haikal merasa sangat bahagia bertemu dengan putri kecilnya. Dia tidak membiarkan siapapun menggendong anaknya selama ada dia di sana. Tak pernah bosan ia pandangi wajah putri kecilnya yang tampak sangat menggemaskan. Mirip sekali dengan wajahnya.
"Apa nggak bosan lihatin Beby seperti itu?" tanya Siska saat melihat sang suami asik memandangi wajah putrinya, tangan Haikal menepuk bokong balita cantik itu.
"Mana mungkin aku bosan lihatin buah cinta kita?" Haikal malah bertanya balik pada Siska, sesaat dia melihat istrinya lalu kembali melihat putrinya.
"Dia sangat mirip denganku, Sayang. Bahkan, senyum nya pun mirip denganku. Beda sekali sama Reihan yang hanya wajahnya mirip denganku, tapi saat dia tersenyum akan sangat mirip denganmu!"
Haikal merasa sangat bangga. Ternyata benih nya sangat hebat, mampu membuat bayi kecil yang sangat mirip dengannya. Siska pun mendengus kesal, dia tidak bisa berkata-kata lagi.
Namun, dalam hati dia merasa bahagia, karena sang suami sangat perhatian dan menyambut dengan gembira kehadiran putri mereka.
Tiba-tiba wajah Haikal berubah sendu. Teringat dirinya tidak berada di sisi Siska saat melahirkan.
"Kenapa, Mas? Kok, tiba-tiba murung?" Siska bertanya serius ketika melihat perubahan raut wajah suaminya.
"Aku hanya kepikiran kamu saat berjuang melahirkan Beby ke dunia. Tapi, tidak ada aku di sisimu," ujar Haikal pelan dengan rasa bersalahnya.
__ADS_1
Siska langsung mengusap bahu suaminya. Dia juga merasa bersalah, karena egois dan amarahnya membuat Haikal tak bisa melihat putri kecilnya saat pertama kali lahir ke dunia ini.
"Semuanya sudah berlalu, sekarang kamu sudah bisa menggendong dan bermain dengan Beby sesuka mu. Kamu banyak salah di masa lalu, sampai aku kabur dari rumah. Bukan berarti aku juga tidak punya salah. Di sini kita berdua sama-sama pernah bersalah! Jadi, mulai sekarang mari kita belajar dari kesalahan-kesalahan yang sudah kita perbuat di masa lalu, agar kedepannya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama!"
Siska berkata dengan bijak. Saat ini pola pikirnya sudah dewasa, wanita itu sudah berlapang hati mengakui kesalahannya di masa lalu. Bukan hanya Haikal yang tak baik memerankan peran suami.
Tetapi, dia juga.
Haikal menganggukkan kepalanya. Dia sependapat dengan Siska, kalau sudah waktunya mereka berbenah.
Saat ini mereka berdua sedang berada di kamar Beby. Sedangkan Reihan di luar kamar, bermain dengan kakek dan neneknya. Mereka sengaja memberi waktu untuk Haikal, Siska dan Beby.
Balita itu merengek, karena kehausan. Membuat Haikal yang tak mengerti pun panik.
"Sutt … Sayang, jangan nangis! Ada papa di sini! Siska, kenapa anak kita menangis?" tanya Haikal panik bercampur khawatir.
"Beby, sepertinya haus, Mas. Sini sama aku!" Siska segera mengambil alih gendongan putri tercintanya, dengan santai dia membuka jilbab nya, lalu membuka resleting gamisnya.
Ia keluarkan sumber air anak-anaknya. Tentu saja para ibu-ibu tahu maksud dari sumber air anak-anak. Dengan lahap Beby menyesap sumber air milik nya.
Gleg.
Jakun Haikal naik turun melihat keindahan aset gunung kembar milik istrinya. Pria itu menelan ludahnya kasar, entah mengapa tiba-tiba dia merasa haus dan celana nya sesak.
"Aku juga haus," ujar Haikal tiba-tiba membuat Siska bengong.
"Hah?"
__ADS_1
"Aku juga haus, apa boleh aku ikutan minum bareng, Beby?" tanya Haikal penuh harap, tangannya tergerak ingin menyentuh dada Siska.
Dengan gerak cepat wanita mencekal tangan suaminya. Ada-ada saja Haikal, tak mau kalah dengan putrinya.
"Ih, apaan sih, Mas? Kok kamu jadi m*sum gini?" Siska terheran-heran dengan tingkah laku suaminya yang ternyata sangat liar aslinya. Dulu saja dia sok jual mahal, sekarang Haikal tak segan meminta jatah.
"Halal hukumnya m*sum sama istri sendiri!" balas Haikal dengan mata yang tertuju pada mulut Beby.
Pipi Siska merona mendengarnya. Tidak munafik, dia juga sangat menginginkan Haikal, tetapi dia rasa mereka harus melakukan nya secara bertahap. Agar mereka bisa menikmati puncak hasrat panas mereka.
Di tengah-tengah suasana canggung itu. Suara ponsel Haikal berbunyi, membuat pria itu mengeluarkan ponsel dari saku nya.
Mata Siska melebar sempurna saat melihat nama yang tertera di layar ponsel suaminya.
"Laila? Kamu masih berhubungan dengan pelakor itu, Mas?" tanya Siska tak terima menatap tajam sang suami seolah ingin melahapnya hidup-hidup.
Satu hal yang di sadari oleh Haikal. Siska yang dulunya hanya kucing menggemaskan, kini telah berubah menjadi singa betina.
*
*
Tenang aja … aman kok Siska dan Haikal.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
__ADS_1
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️