
Hari sudah pagi, mentari telah terbit. Cahayanya sudah masuk ke dalam celah-celah jendela kamar hotel. Tak membuat pengantin baru itu bangun, mereka meresapi nikmatnya tidur bersama.
Setelah mandi besar dan sholat subuh, keduanya memilih tidur lagi. Baik Laila maupun Raja sama-sama lelah, tubuh wanita itu terasa sangat remuk, Raja benar-benar menghajar Laila habis-habis.
Lebih tepatnya, menghajar dalam artian membuat Laila merintih kenikmatan di bawah tubuhnya. Berbeda dengan Raja yang pinggang nya terasa sakit, karena terlalu lama tidak olahraga dan belah duren. Otot-otot dalam tubuhnya masih terasa sangat kaku.
Perlahan Laila membuka matanya, dia tak bisa tidur lagi, karena sedari tadi tangan Raja masuk ke dalam bajunya. Wanita itu menoleh ke belakang, tampak Raja masih memejamkan matanya.
"Mas, tangan kamu nakal banget sih?" Laila merengek manja, tubuhnya sudah sangat lelah. Dipancing oleh Raja membuat bagian bawah terasa lengket. Laila tak sanggup lagi melakukan nya, takut tak bisa berjalan.
"Tapi, kamu suka, 'kan?" Raja balik bertanya seraya mengeratkan pelukannya. Pipi Laila merah merona, wanita itu bungkam seribu bahasa. Dia tidak tahu harus membalas pertanyaan Raja bagaimana.
Raja segera menarik tangannya ke atas. Dia langsung memeluk Laila erat. Pria itu mencium leher jenjang Laila dengan lembut penuh kasih sayang.
"Terima kasih, karena sudah mau balikan denganku!" Raja berbisik pelan di telinga Laila.
Wanita itu tersenyum lembut. Dia mengelus lengan Raja yang melingkar di pinggangnya.
"Terima kasih, karena sudah bersabar dan mau memperjuangkan ku," balas Laila lembut membuat Raja langsung tersenyum cerah.
__ADS_1
"Tentu aku harus berjuang, bukan berjuang untuk dapetin kamu aja, tapi, berjuang demi dapat maaf kamu juga! Aku sadar kalau punya banyak salah sama kamu di masa lalu, dan aku ingin menebus nya!"
Raja menjelaskan panjang lebar. Laila yang mendengarnya pun tersenyum tipis. Mereka berdua tak menyangka garis takdir akan membuat mereka bersatu lagi.
Jalan merdeka untuk bersama sangat penuh lika-liku. Baik di masa lalu atau masa sekarang, sama-sama sulit.
Laila berbalik badan, giliran wanita itu yang memeluk pinggang Raja. Dia mengecup bibir sang suami.
"Yang jelas, sekarang kita berdua sudah bersama, untuk kedepannya mari saling melengkapi, saling menyayangi, menghargai, kalau ada yang salah, baik aku dan kamu, langsung tegur dengan kata-kata yang baik. Agar aku atau kamu tidak tersinggung!"
Laila berbicara dengan bijak. Dia mengusap rahang tegas suaminya. Laila pun tersenyum manis, begitupun Raja yang sangat terharu.
Tidak ada lagi yang condong sebelah. Mereka seimbang dan sejalan.
"Kalau masalah jatah gimana, La? Aku maunya tiap malam, tapi, kamu pasti capek! Jadi, kalau seminggu tiga kali gimana?"
Yang ada dipikiran Raja saat ini adalah jatah. Membuat Laila yang mendengarnya nyaris tersedak. Mengapa hanya tentang jatah yang terbersit di benak Raja?
Ah … pria itu benar-benar sangat menjengkelkan.
__ADS_1
"Mas, kamu ini! Aku lagi coba bikin suasana romantis, malah jadi m*sum gara-gara kamu bahas jatah!" sungut Laila dengan nada kesal.
Wajahnya merah merona membuat Raja terkekeh geli. Pria itu mengecup kening istrinya lembut.
"He he … maklum, La. Udah 6 tahun si Jeki tidur, jadi, sekalinya bangun dia nggak sabar buat menjelajah cakrawala!" celetuk Raja santai membuat pipi Laila merona.
Kedua insan itu mengobrol ringan, sesekali mereka ciuman dan bercanda. Suasana hangat tercipta dalam kamar hotel itu.
Mereka sangat bahagia, akhirnya perjuangan Raja berbuah hasil. Begitupun Laila mendapatkan Raja versi terbaik, lebih baik dari masa lalu.
*
*
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
Boncap nya bakal tetap ada. Tapi, nggak setiap hari ya, karena ini novel udah tamat dan author mau fokus sama novel yang ongoing 🌹🥰❤️
__ADS_1