KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
(SS 2) BAB 101. UNTUK TERAKHIR KALINYA


__ADS_3

Reyhan menekuni lagi hobi motor crossnya. Setiap akhir pekan, Reyhan mengajak Erika untuk melihatnya beraksi di medan yang penuh aral rintangan, bahkan jalanan ekstrem yang becek dan naik turun.


Erika sebenarnya tidak menyukai motor cross, tapi ia hanya memberikan dukungan pada tunangannya itu untuk menyalurkan hobinya dan menyalurkan emosinya yang akhir-akhir ini agak naik karena kemunculan Ayah kandungnya.


Cup!


Sebuah kecupan mendarat di kening Erika dari bibir Reyhan. Erika hanya tersenyum sambil menyodorkan sebotol air mineral. Reyhan menerimanya, kemudian segera menenggak air mineral itu.


Reyhan telah menyelesaikan dua putaran medan motor cross. Cukup lama Erika menemani Reyhan di sana. Reyhanpun mengajak Erika pulang. Tapi sebelum.pulang, Reyhan membersihkan badan dulu disebuah rumah yang disewanya dekat lokasi motor cross untuk tempat beristirahat dan membersihkan diri setelah berkotor-kotor ria di arena motor cross.


Di rumah itu sudah ada ART laki-laki yang sudah siap membersihkan motor Reyhan yang penuh tanah. Sementara itu Reyhan yang sudah selesai membersihkan badan, tampak segar dengan T-Shirt warna putih dan celana jeans biru.


Reyhan kemudian mengajak Erika naik ke mobilnya. Mobilpun melaju menuju rumah makan. Mereka akan makan dulu sebelum pulang.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Saya ini Ayah kandungnya! Saya ingin bertemu Reyhan, CEO Perusahaan ini!" kata Tuan Aji.


"Maaf, Pak. Bapak sudah buat janji belum? Kalau belum, maaf sekali, tidak bisa bertemu Pak Reyhan," jawab bagian resepsionis.


"Beritahu Bosmu! Ayah kandungnya ingin bertemu! Cepat!" bentak Tuan Aji.


Karena takut, petugas di bagian resepsionispun segera menghubungi sekretaris. Sekretaris memberitahukan perihal Ayah kandung Bosnya yang ingin bertemu.


"Ada apa?" Gery yang kebetulan ada di ruangan bersama Reyhan, jadi tergelitik ingin tahu.


"Ada orang yang mengaku ayah kandung Pak Reyhan, memaksa ingin bertemu," jawab Revan, sang sekretaris.


"Usir dia! Suruh security menyeret orang itu!" kata Gery.


"Sudah, Pak! Tapi katanya susah. Karena dia bersama seorang pemuda yang menghalangi Security untuk menyeret orang itu. Orang itu duduk di kursi roda, Pak!" jawab Sekretaris.


"Hal sepele begitu saja, tidak bisa! Biar aku turun tangan! Orang br*ngsek itu harus dibuktikan ucapanku dahulu!" kata Gery.


"Kau diam saja disini! Biar Ayah yang bertemu dia! Ayah ingin tahu, apa dia punya malu atau tidak," kata Gery. Reyhan mengangguk. Gery kemudian bergegas menuju lift untuk ke lantai dasar, ke tempat resepsionis.


Benar saja! Di tempat resepsionis sudah menunggu Tuan Aji dan Gilang. Gery dengan langkah perlahan segera menghampiri mereka.


"Mau apa kamu?!" hardik Gery.


Tuan Aji terperanjat. Ia tak menyangka kalau Gery masih berada di perusahaan. Karena menurut yang ia dengar, Gery telah menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan pada Reyhan.


"Aku ingin bertemu Reyhan!" jawab Tuan Aji menyembunyikan kegugupannya.

__ADS_1


"Aku pernah berkata padamu dulu, akulah orang pertama yang akan membunuhmu kalau sampai kamu ingin bertemu Reyhan! Dan kamu dengan sombong menjawab , tidak akan pernah! Sekarang, kamu mau mati?!" bentak Gery.


"Tuan Gery, berilah Ayah kesempatan untuk bertemu Kak Reyhan. Kesehatan Ayah sudah menurun akibat penyakit Leukimianya," jawab Gilang.


"Oh, jadi ini anak kesayanganmu, Aji?! Reyhan tidak perduli kau mau sakit Leukimia atau mati sekalipun! Bukankah sudah ada dia, anak selingkuhanmu?! Kau tidak usah mencari Reyhan, anak yang tak kau anggap sejak dulu!"


"Gilang anak istriku, bukan selingkuhanku!" jawab Tuan Aji.


"Ha ha ha .... kau pikir aku tidak tahu? Setelah kau menuduh Kak Santi selingkuh, justru kau berselingkuh dengan sekretarismu itu! Sekretarismu sampai bercerai karena perselingkuhan kalian!"


"Security! Seret dua orang ini! Bawa jauh dari sini!" teriak Gery.


Dua orang security menghampiri dua orang itu lagi.


Gilang mendorong security itu. Terjadilah perkelahian antara Gilang dan dua orang security.


Gery mendorong kursi roda Tuan Aji hingga Tuan Aji terjatuh. Gilang segera menghentikan perkelahiannya dan membantu Tuan Aji duduk di kursi roda lagi


"Pergilah kalian dari sini! Kalian hanya mengganggu ketentraman kantor ini! Kalau kau punya malu, kau tidak akan datang ke sini lagi, Aji!" teriak Gery.


"Aku masih berbaik hati, tidak membuatmu mati, Aji! Jadi , jauhi Reyhan! Jangan ganggu dia lagi, kalau memang kau ingin Reyhan bahagia!" kata Gery dengan suara keras.


Tanpa berkata apa-apa, Gilang membawa Tuan Aji pergi. Tuan Ajipun tidak ingin membalas ucapan Gery. Karena sesungguhnya ia malu pada Gery atas sikapnya dulu pada Santi dan Reyhan.


Seminggu setelah kejadian di kantor itu, kesehatan Tuan Aji semakin memburuk. Ia tak segera dioperasi sumsum tulang belakang karena tidak adanya pendonor sumsum tulang belakang dari keluarga dekat Tuan Aji.


Flashback


Dulu, Tuan Aji memiliki perusahaan yang cukup maju. Karena ketampanan dan kekayaan Tuan Aji, Alexa, sang sekretaris terpikat. Padahal ia sedang hamil anak suaminya. Mereka semakin dekat dan menjalin hubungan terlarang karena sama-sama terikat perkawinan.


Tuan Aji yang benci pada Santi, malah memperlakukan Alexa yang tengah hamil seperti istrinya saja. Penuh perhatian dan mesra. Puncaknya, setelah melahirkan, beberapa bulan kemudian, Alexa meminta cerai dari suaminya dengan alasan sudah tidak cocok.


Suaminya meradang setelah mengetahui perselingkuhan Alexa dan Tuan Aji. Setelah bercerai, Suami Alexa pergi ke luar negeri. Ia mengambil tawaran kantornya untuk bertugas di luar negeri. Ia bawa luka hatinya pergi jauh dari orang yang telah mengkhianatinya.


Setalah pernikahan Tuan Aji dan Alexa, semula mereka hidup berbahagia. Tapi di saat Gilang SMP, usaha Tuan Aji mengalami kemunduran. Ia banyak mengalami kerugian akibat penyelewengan keuangan yang dilakukan kepala divisi keuangan.


Karena kerugiannya yang sangat besar dan baru ketahuan setelah perusahaan mengalami colaps, menyebabkan perusahaan Tuan Aji tidak bisa menutupi hutang-hutang dan membayar gaji karyawan.


Apalagi Alexa mulai terkena kanker serviks, yang menyebabkan Alexa harus sering berobat ke rumah sakit dengan biaya yang tak sedikit. Bertambah terpuruklah perekonomian keluarga itu.


Alexa juga sebelumnya sering mengalami keguguran saat hamil anak Tuan Aji. Hal itu pula menjadi banyaknya pengeluaran yang harus Tuan Aji keluarkan untuk pengobatan dan proses penyembuhan Alexa dari mulai di kuret hingga pemulihan pasca kuret.


"Mulai hari ini, kita hidup sederhana. Kita pindah ke rumah yang lebih kecil, karena rumah besar ini harus dijual untuk menutupi hutang-hutang perusahaan. Kita juga harus hidup hemat. Karena usaha baru yang sedang dirintis Ayah belum menampakkan hasil," kata Tuan Aji pada Alexa dan Gilang.

__ADS_1


Alexa dan Gilang hanya tertunduk lesu mendengar penuturan Tuan Aji.


Flashback Off


"Kak Reyhan ... tolonglah! Sekali ini saja. Temui Ayah di rumah sakit D. Hidupnya tak akan lama lagi. Maafkanlah segala kesalahan Ayah. Itu semua karena kebohongan Ibuku. Kakak boleh memukulku atau membunuhku kalau itu membuat hati Kak Reyhan puas!" kata Gilang memohon yang mencegat mobil Reyhan. Motor Gilang menghalangi mobil Reyhan di tengah jalan.


"Huh, buang-buang energi saja! Kamu menangis darahpun aku tidak mau menemui orang tua itu!" kata Reyhan.


"Aku mohon, Kak! Aku mohon! Biarkan Ayah meninggal dengan tenang! Dia saat ini sekarat! Ayah menunggumu! Kasihanilah Ayah!" Gilang menangis sambil bersujud di dekat pintu mobil Reyhan.


"Pak! Mundur saja mobilnya! Kita ke perusahaan Erika saja!" perintah Reyhan pada supirnya.


Mobilpun mundur dan berbalik arah. Mobil yang Reyhan tumpangi meninggalkan Gilang yang masih bersimpuh di jalan.


Setibanya di kantor Erika, Reyhan dipersilahkan masuk ke kantor Erika. Karyawan-karyawan di sana sudah mengenal Reyhan sebagai calon suami Erika. Apalagi Astin, sekretaris Erika. Astin langsung mempersilahkan Reyhan masuk ke ruangan Erika.


Setelah mengetuk pintu, Reyhan masuk ke ruangan Erika. Erika merasa terkejut karena mendapat kunjungan Reyhan pagi-pagi.


"Kamu tidak ngantor, sayang?" tanya Erika.


Wajah Reyhan yang terlihat bete, membuat Erika mengerti walau Reyhan tidak menjawab pertanyaannya.


"Aku bingung harus bagaimana?" kata Reyhan kemudian Iapun menceritakan tentang perkataan Gilang tadi.


"Aku pernah mengalami hal yang sama. Membenci Papa kandungku. Tapi bagaimanapun ia adalah Papaku. Aku tidak akan pernah ada di dunia ini tanpa dia. Maafkan Ayahmu, Mas. Dengan memaafkan Ayahmu, pertanda kamu itu berjiwa besar. Dengan memaafkan, hatimu akan tenang. Biarkan dosa yang telah diperbuat Ayahmu itu menjadi urusan Allah. Kita sebagai anak hanya bisa berdo'a semoga Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya. Kita mendapatkan pahala karena kita telah memaafkan orang yang telah mendzolimi kita," nasehat Erika.


"Ayo, aku antar Mas Rey menemui Ayah," ajak Erika.


Reyhan yang tampak malas, terpaksa menuruti ajakan Erika.


"Jangan sampai Mas menyesal dikemudian hari karena Mas datang terlambat," kata Erika lagi.


Ketika sampai di rumah sakit D. Tampak Tuan Aji sudah terlihat susah bernafas. Gilang merasa senang, melihat Reyhan datang.


"Ayah! Kak Rey datang! Kak Rey ada disini!" bisik Gilang pada telinga Tuan Aji.


Tuan Aji tampak ingin menoleh melihat Reyhan. Erika memberi kode pada Reyhan agar Reyhan memegang tangan Ayahnya.


Reyhanpun memegang tangan Tuan Aji. Mata Tuan Aji berlinang air mata. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi tak bisa.


"Ayah, aku memaafkan Ayah! Maafkan sikapku selama ini," bisik Reyhan pada telinga Tuan Aji.


Tuan Aji tampak tersenyum sambil berlinang air mata. Tak lama kemudian, Tuan Aji menghembuskan nafas terakhir. Gilang menangis. Sedangkan Reyhan tertegun. Merasa shock melihat pertama kalinya orang yang meninggal dihadapannya. Apalagi itu adalah Ayahnya. Ia tak menyangka Ayahnya akan pergi secepat itu setelah ia memaafkan Ayahnya.

__ADS_1


TO BE CONTINUED


Hai Readers! Menjelang akhir tahun ajaran di sekolah, Othor sangat sibuk. Jadi tidak bisa selalu tepat waktu up date novel. Semoga kita semua diberi kesehatan dan umur yang panjang agar dapat mengisi hidup ini dengan hal-hal yang berguna. I LOVE YOU ALL!


__ADS_2