KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
(SS 2) BAB 76. JATUH CINTA


__ADS_3

Erika POV


Cinta datang tak terduga


Dia menyapa hati dengan seketika


Anganku terbang ke nirwana


Dan hatiku terasa berbunga-bunga


Oh indahnya cinta ....


Jatuh cinta pada pandangan pertama! Itulah yang terjadi padaku. Sudah lima hari ini, aku melihat laki-laki itu di rumah makan ini. Dia pun sepertinya sama, makan siang di jam istirahat kantor. Aku sudah satu bulan bekerja di kantor cabang orangtuaku, tapi baru lima hari ini aku melihatnya makan di rumah makan ini.


Tubuhnya atletis. Kulitnya putih. Wajahnya tampan seperti aktor Korea. Orangnya juga kelihatan ramah. Terlihat dari caranya tersenyum dan mengucapkan terimakasih pada pelayan yang mengantarkan pesanannya.


Astin, sekretarisku menyenggol lenganku. Sejak diperkenalkan sebagai sekretarisku, entah mengapa aku langsung merasa cocok dengan Astin. Orangnya cerdas dan peka. Dia tahu apa yang aku mau. Usia kami yang seumuran, membuat.huhungan kerja kami lebih enjoy, tidak kaku. Dia seperti sahabatku saja. Tapi dia mengerti dan bisa menempatkan batasan kapan waktunya ngobrol seperti sahabat, kapan sebagai bawahan dan atasan.


"Naksir?" tanya Astin tanpa basa-basi.


"Di London emangnya gak ada cowok keren waktu kuliah?" tanyanya lagi.


"Sialan lu! Emangnya aku sekuper itu?! Ya banyak lah!" jawabku sambil minum untuk menutupi kegugupanku karena ketahuan Astin menatap laki-laki itu.


"Lalu? Kenapa.menatap cowok itu sampai segitunya?!"


"Mata mata gue! Ya suka suka gue lah!" jawabku.


"Ceileee .... sejak kapan ngomongnya jadi elo gue?" Astin tertawa.


"Sejak bertemu orang aneh macam elo!" jawabku menyentuh dagunya.


Astin terkekeh. Astin memberi kode kalau laki-laki itu menghampiri kami. Aku reflek menoleh.


"Hai, sepertinya seru bicara dengan kalian. Boleh ikut gabung?" laki-laki itu membawa makanan dan minumannya.


"Boleh," jawabku.


Laki-laki itu tersenyum. Ia lalu duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Astin.


"Perkenalkan, nama saya Andra," kata laki-laki itu sambil menjulurkan tangannya padaku.


Oooh .... Andra namanya!


"Aku Erika."


"Aku Astin."


"Aku bekerja di bagian Marketing di Cahaya plaza. Kalian bekerja di mana?" tanya Andra.


"Aku ....," Astin yang akan menjawab segera ku injak kakinya tanpa sepengetahuan Andra. Ia meringis.


"Aku bekerja di staf keuangan kantor cabang Edkatama group. Sama dengan dia," jawabku. Aku sengaja berbohong karena aku khawatir kalau aku jujur, dia akan minder. Soalnya posisi pekerjaan kami kan menempati posisi atas di perusahaan.


"I-iya. Sama. Di divisi keuangan," Astin ikut mengiyakan perkataanku. Syukurlah dia peka.


"Wah .... hebat! Perusahaan besar kan ya? Cabangnya ada hampir di seluruh kota besar Indonesia," komentar Andra.


"Ya .... begitulah," sahutku sambil menatap tajam pada Astin karena Astin matanya berkedip-kedip menggodaku.


"Sorry, jadi ngomong terus. Ayo kita makan," ajak Andra.


Kamipun menikmati makan siang kami tanpa bicara lagi. Setelah selesai, Andra mulai bicara lagi.


"Btw boleh gak aku minta nomor hp kalian?" tanyanya.


"Oh, nomor hp dia aja. Kalau nomor hpku mau ganti. Soalnya sering ditelepon orang iseng," kata Astin beralasan.


"Oh iya, enggak apa-apa," Andra tersenyum ramah. Duh manisnya! OMG! kalau begini terus, aku bisa kena diabetes karena sering melihat senyum manisnya!


Kamipun bertukar nomor hp. Yes! Mulai hari ini, kami bisa lebih dekat dengan punya nomor hpnya.


"Maaf, saya duluan ya! Karena saya harus menemui bos besar!" kata Andra sambil melihat hpnya.


"Oke, silahkan," jawab Erika


"Sampai jumpa nanti. Nanti saya telepon kamu kalau urusan saya beres," ucap Andra sambil berlalu.


Aku mengangguk sambil tersenyum. Astin menatapku dengan tatapan menyelidik


"Kenapa sih lu?" tanyaku.


"Bos serius suka sama dia?" Astin balik nanya.


"Kenapa memangnya?"


"Bos kan belum tahu dia. Latar belakang dia," Astin mengingatkan.


"Ya, makanya, aku kasih kamu tugas buat menyelidiki dia," ujarku.


"Hah? Pekerjaan kantor banyak! Ditambah tugas jadi detektif! Bisa-bisa aku ngejomblo terus enggak sempat cari pacar," seloroh Astin.


"Tenang aja! Kamu dapat bayaran yang pantas buat tugas itu!" kataku enteng.


"Wah serius? Cihuy ! Oke, siap, siap?! Mulai kapan aku memulai penyelidikan?" tanya Astin semangat.


"Mulai hari ini boleh. Besok juga boleh," jawabku.


"Ya udah, besok aja ya! Aku kan perlu menyusun strategi,"


"Terserah deh!" ucapku.


❤️❤️❤️❤️❤️


Nama : Andra Septian

__ADS_1


Usia : 22 tahun


Pekerjaan : Karyawan


Divisi : Marketing


Unit Kerja : Cahaya Plaza


Alamat : Rumah Kosan Jl. XXX No. 90 Jakarta Selatan


Status : Belum menikah


Pacar : -


Aku membaca info yang dikirim Astin. Lumayan juga sebagai info awal, pikir Erika. Selanjutnya aku akan memikirkan cara supaya bisa dekat dengan Andra.


Astin, coba nanti cari tahu hobinya, tempat nongkrongnya, dan makanan kesukaannya biar bisa PDKT.


Kukirim chat pada Astin. Tak lama, Astin membalas.


Siap, Bos! Laksanakan!


Aku tersenyum membaca balasan dari Astin. Entah bagaimana caranya Astin mencari tahu malam-malam begini. Di saat aku sedang beristirahat di kamar setelah makan malam, mungkin Astin sedang berkeliaran di sekitar tempat kosan Andra.


Erika POV off


"Erika. kita diundang tetangga depan. Tetangga baru pindahan. Ayo kita ke sana. Kamu kalau tidak malam kan tidak bisa," ajak Ronald dipintu kamar Erika yang terbuka.


"Baik, Pa. Gini aja kan, enggak usah ganti baju?" Erika bangkit dari rebahan.


"Ya, cukup. Gitu juga cantik kok," sahut Ronald sambil tersenyum.


Merekapun pergi berkunjung ke rumah tetangga depan rumah Ronald yang tadi siang baru pindah. Tampak tetangga-tetangga sekitar rumah Ronald baru keluar dari rumah itu.


"Wah, Pak Ronald, ini siapa?" Pak Giri tetangga jauh Pak Ronald berpapasan dengan Ronald.


"Oh, ini anak saya dari London. Sekarang tinggal dengan saya di sini," jawab Ronald.


"Saya baru tahu ya. Saya baru lihat," kata Pak Giri.


"Iya, soalnya pagi-pagi berangkat kerja. Pulangnya sore. Sudah satu bulan lho, Pak Giri," jawab Ronald lagi.


"Oh ya. Sekarang ada yang ngurus dong Pak Ronald. Tinggal cari istri, he he he ....,"


"Ha ha ha .....! Belum kepikiran nikah lagi Pak. Masih betah sendiri,"


"Tetangga baru Pak Ronald ini janda lho!" Pak Giri berbisik pada Ronald sambil tersenyum, "Ya sudah, saya duluan ya Pak Ronald. Istri saya sedang nungguin Kakaknya di rumah sakit. Saya harus cepat pulang. Anak-anak saya sudah menunggu," apak Giri menepuk pundak Ronald.


"Silahkan Pak Giri," Ronald juga menyentuh pundak Pak Giri.


Ketika mereka berada didepan pintu rumah tetangga baru itu, pemilik rumah menyambut mereka dengan ramah.


"Silahkan masuk. Mbak, Pak,"


Mereka bersalaman, kemudian duduk di karpet yang sudah disediakan.


"Kenapa pindah Mbak?" tanya Erika.


"Pemilik kontrakan tidak akan memperpanjang rumah kontrakan yang bekas saya tempati itu. Katanya buat anak dan menantunya yang akan tinggal di sana," jawab wanita bernama Tika.


"Oh begitu ya," Erika mengangguk-angguk.


"Mbak ini, istri atau anaknya Bapak ini ya?" seorang wanita paruh baya yang bersama mereka bertanya. bertanya. Sepertinya laki-laki dan wanita paruh baya itu suami istri.


"Ini anak saya, Bu" Ronald yang menjawab.


"Ooh ...., kalau istri bapak enggak ikut?" Wanita yang bernama Tika bertanya.


"Saya sudah lama berpisah dengan istri saya, Mbak."


"Maaf Pak. Saya tidak tahu," Tika jadi merasa tidak enak karena bertanya hal pribadi.


"Tidak apa-apa, Mbak," jawab Ronald.


"Silahkan diminum, Pak, Mbak. Ini juga ada pisang raja dikirim dari kampung. Kemarin saudara saya bawa pisang banyak. Silahkan dinikmati,"kata Tika ramah. Ada beberapa jenis makanan yang dihidangkan di ruang tamu itu.


"Saya titip nak Tika ini ya Pak, Mbak. Maklum, dia tinggal sendiri. Kalau ada apa-apa, mohon dibantu," Wanita paruh baya itu terlihat sangat sayang pada Tika.


"Iya, Pak, Bu," jawab Ronald


"Mbak masih muda. Kayak seumuran ya sama saya?" Erika menatap Tika.


"Umur saya 25 tahun, Mbak. Maklum dikampung, menikah muda. Jadi saya udah janda umur segini," jawab Tika.


"Saya 24 tahun, mbak. Kita bisa jadi tetangga yang klop nih. Saya belum punya teman di sini. Saya juga baru sebulan tinggal di sini sama Papa saya," Erika terlihat bersemangat ada tetangga yang usianya tak jauh dari dirinya.


Terdengar notifikasi masuk diponsel Erika. Erika melihat chat masuk.


"Ayo silahkan dinikmati Pak, Mbak," Tika mempersilahkan lagi pada tamunya untuk menikmati suguhan darinya.


"Pak, Mbak, Bu, Pa, maaf saya mau nelpon dulu. Ada urusan sedikit," Erika meminta ijin pada Papa dan tetangga barunya. Merekapun mengangguk.


Erika keluar. Ia tampak sedang berbicara dengan seseorang. Sedangkan Ronald melanjutkan mengobrol dengan tetangga barunya itu.


Setelah Erika selesai menelepon, ia masuk ke dalam rumah lagi.


"Sudah semakin malam nih, saya dan anak saya pamit pulang, Mbak. Terimakasih atas makanannya," Ronald bangkit dari duduknya. Erikapun ikut pamit.


Dijalan Erika berpegangan tangan pada lengan Papanya.


"Tika cantik ya Pa," kata Erika jahil.


"Ck. Kamu tuh apa sih maksudnya?" kata Ronald tak suka diledek.


"Jangan marah dong Pa. Erika kan cuma bilang Tika cantik," jawab Erika ngeles

__ADS_1


Ronald tidak menjawab. Mereka setelah tiba di rumah, masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Besok mereka harus bekerja.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Erika? Astin? Kalian ada di sini?" sebuah suara yang sangat familiar mendekati Erika dan Astin yang sedang menikmati hidangan cafe yang telah mereka pesan.


"Andra?" Erika pura-pura terkejut.


"Kamu ada disini juga?" Astinpun pura-pura terkejut.


"Iya. Saya ngisi acara di cafe ini kalau malam minggu," jawab Andra.


"Oh ya? Kamu nyanyi di sini?" Erika membulatkan matanya.


"He he he ... ya begitulah. Nyanyi sambil ngegitar. Itu teman-teman band saya," Andra menunjuk teman-temannya di panggung kecil. Suasana di cafe sudah mulai ramai pengunjung.


"Selamat menikmati suasana cafe ya. Saya ke sana dulu. Kami mau mulai perform," kata Andra.


"Oke, silahkan. Semangat ya!" kata Erika.


Tak lama pertunjukan live musik pun dimulai. Andra tampak berdiri paling depan dengan memegang gitar. Lagu pertama "Perfect" milik Ed Sheeran pun mulai mengalun. Semua pengunjung bertepuk tangan melihat pertunjukkan dimulai Merekapun kemudian menikmati pertunjukan musik dari band nya Andra.


Tiba pada lagu kedua, tiba-tiba Andra turun dari panggung dan mengajak Erika naik ke panggung. Tentu saja Erika merasa deg-degan sekaligus tersanjung diperlakukan istimewa oleh Andra. Lagu "At my worst" dari Pink Sweat pun dinyanyikan Andra dengan sangat romantis. Andra menggenggam tangan Erika sambil menatap Erika.


I need somebody who can love me at my worst


(Aku butuh seseorang yang bisa mencintaiku dalam keadaan terburukku)


No, I'm not perfect, but I hope you see my worth


(Tidak, aku tidak sempurna, tapi aku berharap kamu melihat nilaiku)


'Cause it's only you, nobody new, I put you first


(Karena hany kamu, tidak ada orang baru, aku mengutamakanmu)


And for you, girl, I swear I'll do the worst


(Dan untukmu, gadis, aku bersumpah aku akan melakukan yang terburuk)


If you stay forever, let me hold your hand


(Jika kamu tinggal untuk selamanya, biarkan aku mengenggam tanganmu)


I can fill those places in your heart no else can


(Aku bisa mengisi tempat-tempat di hatimu, dan tidak ada orang lain yang bisa)


Let me show you love, oh, I don't pretend, yeah


(Biarkan aku menujukkan mu cinta, aku tidak berpura-pura, yeah)


I'll be right here, baby, you know I'll sink or swim


(Aku akan disini, sayang, kamu tahu aku akan tenggelam dan berenang)


Oh, oh, oh, don't


(Oh, oh, oh jangan)


Don't you worry


(Jangan khawatir)


I'll be there, whenever you want me


(Aku akan di sana, kapanpun kau menginginkan ku)


I need somebody who can love me at my worst


(Aku butuh seseorang yang bisa mencintaiku dalam keadaan terburukku)


No, I'm not perfect, but I hope you see my worth, yeah


(Tidak, aku tidak sempurna, tapi aku berharap kau melihat nilaiku)


'Cause it's only you, nobody new, I put you first (put you first)


(Karena hanya kamu, tidak ada orang baru, aku mengutamakanmu (mengutamakanmu)


And for you, girl, I swear I'll do the worst


(Dan untukmu, gadis, aku bersumpah akan melakukan yang terburuk)


I need somebody who can love me at my worst


(Aku butuh seseorang yang bisa mencintaiku dalam keadaan terburukku) 


No, I'm not perfect, but I hope you see my worth


(Tidak, aku tidak sempurna, tapi aku berharap kamu melihat nilaiku)


'Cause it's only you, nobody new, I put you first


(Karena hany kamu, tidak ada orang baru, aku mengutamakanmu)


And for you, girl, I swear I'll do the worst


(Dan untukmu, gadis, aku bersumpah aku akan melakukan yang terburuk)


Lagupun berakhir. Andra masih menggenggam tangan Erika. Lalu dikecupnya punggung tangan Erika sebelum Erika turun dari panggung. Erika tempak tersipu. Para penonton wanita menjerit melihat perlakuan manis Andra pada Erika. Tepuk tangan riuh pun terdengar memenuhi cafe itu.


Erika tidak akan bisa tidur sepulang dari cafe itu. Selamat terbayang-bayang selalu .....


Cinta oh cinta ....

__ADS_1


TO BE CONTINUED


__ADS_2