KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
(SS 2) BAB 97. SENJATA MAKAN TUAN


__ADS_3

Acara pertunangan antara Reyhan dan Erika dilaksanakan seperti yang sudah direncanakan. Mereka hanya mengundang teman dekat dan keluarga dekat saja. Acara itu diselenggarakan di sebuah hotel bintang lima.


Keluarga Mamanya Erika dan Keluarga baru Papanya bertemu di sana. Juga bertemu calon besan mereka yaitu keluarga Gery, yaitu keluarganya Reyhan.


Acara berlangsung dengan khidmat ketika acara tukar cincin. Semua bertepuk tangan menandai hubungan pertunangan yang resmi antara Erika dan Reyhan.


Lalu tiba-tiba Reyhan melihat Karin dan Andra masuk ke ruangan. Mereka tampak percaya diri bergabung dengan para undangan lainnya. Reyhan merasa tidak mengundang mereka.


"Erika! Apa kamu mengundang Karin dan Andra?" bisik Reyhan.


"Enggak!" jawab Erika.


""Lihat! Mereka bisa hadir ke sini," bisik Reyhan lagi.


"Kok mereka bisa masuk ya? Padahal hanya yang memiliki undangan dan membawanya ke sini, baru bisa masuk. Kok mereka bisa masuk ya?" Reyhan merasa heran.


"Mungkin mereka mendapatkannya dari orang lain yang diundang ke sini," jawab Erika berbisik di telinga Reyhan.


"Bisa jadi," Reyhan mengangguk setuju.


Diam-diam Karin memberi kode pada seorang pelayan hotel yang sudah disuapnya untuk memasukkan sebuah bubuk kedalam minuman yang akan disajikan untuk Reyhan. Untungnya ada pelayan hotel yang lain yang melihatnya.


Pelayan yang baik hati itu segera menukar minuman untuk Reyhan dengan gelas yang lain. Sedangkan gelas yang sudah berisi serbuk itu dibawanya untuk disajikan pada Karin, orang yang telah berniat licik.


"Pak Reyhan. wanita itu berniat tidak baik pada anda. Dia telah menyuruh seseorang untuk menaruh serbuk pada minuman anda. Tapi saya sudah menukarnya untuk minuman dia," kata pelayan laki-laki itu pelan.


"Oke. Terimakasih. Kita lihat apa yang akan terjadi padanya," jawab Reyhan.


Selagi acara ramah tamah sambil menikmati hidangan berlangsung. Reyhan melihat Karin seperti mulai terlihat gelisah dan gerah.


"Andra, kita pulang saja! Aku sudah tidak nyaman," ajak Karin.


"Kok pulang sih? Kita belum beraksi, belum mengucapkan selamat pada mereka," kata Andra sambil menenggak minuman keras yang dibawanya di balik jasnya. Rencananya Andra akan membuat keributan pada acara itu sehingga semua orang akan panik dan pulang dari acara pertunangan itu.


Ternyata Karin tidak memberitahu Andra, kalau Karin punya rencana lain. Di saat orang sibuk menenangkan Andra dan suasana kacau, Karin akan 'menculik' Reyhan. Karin sudah menyuruh seseorang untuk membubuhkan obat p*rangsang pada minuman untuk Reyhan.


Tapi sial, ternyata ada yang mengetahui niat jahatnya. Minuman itu ditukar. Tak tahu minumannya telah ditukar, Karin meminum minuman yang dibubuhi obat p*rangsang itu. Senjata makan tuan. Kejahatannya berbalik padanya.


Kini Karin sudah gelisah dan sudah tidak fokus. Keringat sudah membanjiri tubuhnya menahan gejolak dalam dirinya.


"Cepatlah, Andra! Aku sudah enggak kuat!" Karin menarik tangan Andra.


Dengan tergesa-gesa Karin mengajak Andra ke kamar hotel yang telah ia booking. Di saat naik lift, Karin sudah terlihat sangat gelisah. Satu kancing baju nya bagian atas telah dibukanya. Ketika akan membuka kancing kedua, Andra mencegah tangan Karin. Walau Andra mulai terlihat mabuk, tapi ia masih agak sadar.


"Kamu itu kenapa? Apa tidak malu di lift ini banyak orang?" kata Andra kesal.

__ADS_1


"Aku gerah," jawab Karin.


Setelah lift terbuka, Karin segera menarik tangan Andra menuju kamar hotel itu. Setelah menutup pintu kamar, Karin langsung melucuti gaunnya.


"Kamu itu apa-apaan, Karin?" hardik Andra sambil memalingkan wajahnya.


"Andra! Aku sudah tidak tahan! Puaskan aku Andra! Puaskan aku!" kata Karin memohon. Tubuhnya telah polos tanpa sehelai benangpun.


"Apa yang terjadi? Kenapa kamu begini?!" Andra semakin heran. Ia menahan gejolak jiwanya yang meronta-ronta melihat tubuh mulus Karin.


"Andra, aku mohon! Pel*k aku! Ci*m aku!" pinta Karin.


"Kamu sepertinya telah minum obat perangsang Karin? Siapa yang melakukannya?!" Andra kewalahan menahan tubuh Karin yang menyosor padanya. D*d*nya yang kenyal menempel pada punggungnya. Karin memeluknya dari belakang.


"Ehmmm ..., Andra ...., Mmmmm .....," Karin menci*umi wajah Andra.


Kemudian Andra dihempaskan ke ranjang oleh Karin. Karin langsung menduduki tubuh Andra. Karin melucuti pakaian Andra.


"Karin, Kamu sadar apa yang akan kamu lakukan?!" Andra masih berontak. Dua bukit kembar berayun-ayun di depan matanya.


"Kita pikirkan hal lainnya itu nanti! Sekarang, aku ingin kamu!" g*irah Karin sudah tidak terbendung. Karin sudah siap memasukkan miliknya pada milik Andra yang sudah berdiri tegak.


"Ah, ah, ah .... Andraaaa .....!" Karin memde*sah dengan *rotis kala hasratnya tercapai.


"Hmmm .... Kariiin .....," Andrapun mengerang menerima hentakan dari Karin yang turun naik.


Mimpi apa Andra semalam. Dapat merasakan tubuh Karin yang putih mulus dan sintal dengan suka rela. Apalagi ternyata Karin masih perawan, Andra jadi merasa bangga telah merasakan Karin yang pertama. Mereka berduapun jatuh tertidur karena kecapekan.


Ketika hari sudah pagi, tiba-tiba mereka terbangun karena dikejutkan dengan suara gaduh orang-orang yang masuk ke kamar hotel mereka. Ternyata para kuli tinta dan awak media yang memotret mereka ketika mereka masih tertidur dalam satu selimut. Karin dan Andra terkejut dan menyembunyikan wajah mereka dengan menutupinya menggunakan pakaian yang ada di dekat mereka.


"Apa-apaan ini?! Pergi kalian semua! Pergi!" Seorang laki-laki paruh baya mengusir orang-orang itu. Tampak juga seorang wanita paruh baya yang membelalakkan mata melihat dua orang yang ada di depannya.


"Karin! Apa yang telah kamu lakukan?!" bentak wanita itu yang ternyata Mamanya.


Papanya Karin yang telah mengusir awak media dan mengunci pintu kamar, segera menghampiri mereka lagi.


"Kamu itu bikin malu keluarga! Siapa pula laki-laki br*ngsek ini?!" bentak Papa Karin.


Karinpun menangis tersedu-sedu. Ia tadi begitu bingung dan kaget. Kini kesadarannya telah terkumpul. Ternyata semalam ia rupanya telah meminum obat perangsang yang tadinya dimaksudkan untuk Reyhan. Ia berniat menculik Reyhan kala Andra membuat keributan. Lalu menjebak Reyhan dengan menyuruh seseorang untuk membawa para awak media pada pagi harinya, dan menelepon kedua orangtuanya juga agar menyaksikan Karin dan Reyhan berada dalam kamar tanpa busana. Tapi ternyata rencananya gagal total. Ia yang justru yang jadi korban rencananya sendiri. Malah Andra yang telah merenggut kehormatannya.


"Kenapa kamu disini?! Kenapa kamu?! Kamu juga yang telah merenggut kehormatanku! Aku mau hanya Pak Reyhan! Aku mau Pak Reyhan! Hu hu hu ....!" Karin menangis tersedu.


Andra kebingungan. Ia juga belum sepenuhnya terkumpul kesadarannya karena baru bangun tidur.


"Hei b*jingan! Jangan diam saja! Kamu harus bertanggungjawab! Kamu harus menikahi anakku!" sebuah bogem mentah melayang mengenai wajahnya.

__ADS_1


Andra meringis kesakitan. Ia segera berpakaian dengan tergesa-gesa


"Iya, Pak! Tenang! Sabar! Iya, iya, saya akan bertanggungjawab!" jawab Andra.


"Aku mau Pak Reyhan! Aku mau Pak Reyhan!" teriak Karin.


"Karin! Jangan gila kamu! Sebenarnya siapa orang yang menelepon Mama sama Papa? Kenapa orang tak dikenal itu punya nomor Mama Papa?" Papa Karin menghampiri Karin.


"Jangan-jangan, kamu yang merencanakan penggerebekan ke kamar ini ya?! Kamu akan menjebak Reyhan?!" bentak Papanya.


Karin terdiam. Andra terperangah.


"Dasar sundal! Kamu mempermalukan diri sendiri! Jawab Karin! Apa kamu yang yang merencanakan awak media dan Mama Papa supaya ke sini?!" bentak Papa Karin.


Plak!


Sebuah tamparan dilayangkan Papanya. Mamanya Karin sampai memekik tak terima.


"Papa!"


Karin menangis tersedu lagi. Mama Karin memeluk Karin.


"Papa tega sama anak sendiri!" jerit Mamanya.


"Itu akibatnya kalau kamu selalu memanjakan Karin! Sekarang pasti sudah viral di medsos dan internet, 'pasangan bukan suami istri tertangkap basah berbuat asusila di hotel!' Mau ditaruh dimana muka Papa?!" Papa Karin sangat marah.


"Apalagi kalau caption-nya yang lebih jelas lagi, 'Sekretaris Cahya Plaza telah tertangkap basah berbuat asusila dengan seorang laki-laki di sebuah hotel!' Papa sungguh malu! Malu, Karin!"


"Dan kamu, cepat, sekarang telepon keluargamu! Kamu harus segera menikahi Karin! Kalau tidak, kamu akan ku bikin perkedel!" bentak Papa Karin pada Andra.


"I-iya Om!" jawab Andra takut. Papa Karin terlihat menyeramkan ketika sedang marah.


Andrapun menelepon ibunya. Tapi tak juga diangkat.


""Enggak diangkat-angkat, Om!" kata Andra kemudian.


"Ya sudah, nanti telepon lagi! Sekarang, cepat kalian berkemas! Karin, pakai pakaianmu!" kata Papa Karin masih marah.


Setelah berkemas, mereka pun keluar dari kamar hotel itu dengan tergesa-gesa. Awak media yang menunggu di luar hotel, mengejar mereka.


Tapi Papa dan Mama , Andra dan Karin yang telah masuk mobil segera berlalu untuk menghindari keingintahuan wartawan. Mobil Karin ditinggalkan di tempat parkir hotel. Sekarang yang penting meninggalkan hotel itu dahulu.


Setelah sampai rumah, Mama dan Papa Karin menatap tajam pada Andra dan Karin. Karin dan Andra duduk tertunduk seperti terdakwa.


"Sekarang bicarakanlah langkah apa yang akan kalian lakukan?! Nanti kita harus membahasnya serius! Mama sama Papa kedalam dulu," kata Mama Karin. Mama dan Papa Karin masuk ke kamar.

__ADS_1


Andra dan Karin saling pandang. Mereka merasa bingung dan terintimidasi oleh orangtua Karin yang menyuruh mereka untuk menikah.


TO BE CONTINUED


__ADS_2