
Ronald mendahului mobil yang dikendarai supir Erika. Mobil Ronald kemudian sengaja berhenti dengan menghalangi mobil supir Erika.
Mobil yang dikendarai supir Erikapun berhenti. Ronald keluar dari mobil. Ronald mengetuk kaca jendela mobil. Supir dengan cemas, membuka kaca jendela mobil.
"A-ada apa Tuan?"
"Aku ingin bicara dengan Erika," kata Ronald.
"Om Ronald!" pekik Erika.
Supir baru Mila yang bernama Pak Dadi menoleh. Rupanya Erika mengenal laki-laki itu. Pak Dadi takut kalau yang memberhentikan mobilnya adalah orang jahat.
Erika keluar dari mobil dan langsung memeluk Ronald.
"Om kangen sama Erika," kata Ronald.
"Erika juga," jawab Erika. Sudah dua Minggu mereka tak bertemu.
"Apa yang Om bawa?"
"Oh, ini boneka untuk Erika," Ronald menyodorkan paper bag berisi boneka.
Erika menerimanya dengan senang. Dikeluarkannya. boneka dari paper bag itu. Dipeluknya boneka Teddy bear itu.
"Thankyou, Om," kata Erika. Ronald mengangguk.
"Om ingin bicara sama Erika. Boleh?"
Erika mengangguk.
"Yuuk duduk dulu di sana ada bangku," Ronald menunjuk sebuah bangku panjang di pinggir jalan. Itu adalah bangku warung yang rupanya pemiliknya tidak sedang berjualan.
Setelah duduk, Ronaldpun menghela nafas. Mengumpulkan keberaniannya. Pak Dadi hanya melihat mereka dari jauh
"Erika ..., sebenarnya Om ini adalah Papa kandung Erika," kata Ronald lirih.
Erika membulatkan netranya merasa terkejut.
"Om bohong!" teriak Erika.
"Itu benar, Erika!" jawab Ronald.
"Tapi Papa Erika sudah meninggal! Papa Erika sudah di surga!" teriak Erika.
"Itu tidak benar! Mama Erika berbohong pada Erika," Ronald tidak ingin putrinya tetap beranggapan salah.
"Tidak! Mama Erika tidak bohong! Om jahat! Om tidak sayang Mama Erika! Erika benci sama orang yang jahat ke Mama!" Erika berteriak histeris.
"Erika benci Om! Erika tidak mau hadiah dari Om!" Erika melempar boneka Teddy bear pemberian Ronald itu ke tanah. Erika kemudian berlari ke arah mobil dimana ada Pak Dadi yang menunggunya. Kemudian mobil itu segera melaju pergi.
Ronald terpaku. Seketika ingatan Ronald melayang ke masa silam. Dimana ia melempar makanan yang dibawa Mila untuknya di kantor sambil menghardik Mila.
__ADS_1
Ronald memejamkan matanya. Ternyata sesakit ini rasanya! Pemberiannya dicampakkan begitu saja oleh putrinya.
"Maafkan perlakuanku dulu padamu, Mila! Aku dulu sungguh jahat! Aku sudah mendapatkan balasannya dari putriku sendiri!" tetesan bening mengalir dari sudut matanya.
"Aku mungkin terlalu cepat memberitahu Erika. Aku salah perhitungan! Aku terlalu memaksakan diri. Seharusnya aku pelan-pelan memberitahunya. Arrgh .... ! Sial!" gerutu Ronald frustasi
Diambilnya boneka yang dilempar Erika. Boneka itu kotor terkena tanah. Ronald menepuk-nepuk boneka itu agar tanah yang menempel berjatuhan..Kemudian, ia memberikan boneka itu pada seorang balita anak pemulung yang kebetulan lewat di dekatnya.
"Ini buatmu," kata Ronald.
Anak itu tersenyum senang. Orangtuanya mengucapkan terimakasih. Hati Ronald sedikit terobati melihat reaksi anak pemulung itu yang kelihatan gembira mendapat boneka itu.
Dengan sendu, Ronald kembali ke kantornya. Ronald mengatakan pada sekretarisnya agar saat ini Ronald tidak ingin diganggu oleh tamu atau berkas apapun. Ronald ingin mengurung diri di ruangannya.
Sorenya Ronald mencegat Mila yang akan pulang dari butik Ya, Mila melanjutkan usaha butiknya setelah beberapa bulan ditinggalkannya karena kesibukannya menyelesaikan urusan pribadinya.
"Mau apa kau?!" sentak Mila.
"Dengar! Aku sudah melakukan tes DNA Erika! Dia benar-benar anakku! Kau tidak bisa mengelak lagi!" kata Ronald sambil mengacungkan surat hasil tes DNA.
"Oh ya? Lalu kamu mau apa? Kamu mau mengambil Erika?!" Mila terlihat marah.
"Ya! Aku mau mengambil Erika! Dia anakku satu-satunya!"
Mila tertawa sinis.
"Siapa yang mengandungnya selama 9 bulan? Siapa yang mempertahankannya disaat aku hampir saja kehilangan nyawa karena kebakaran di London?" Mila berkata dengan tajam.
"Kamu kemana, disaat aku hamil? Kamu malah sedang memproses sidang cerai! Aku tidak diterima bekerja dimanapun karena video viral itu! Kalau aku tidak bisa melanjutkan hidupku, Erika tidak akan pernah ada di dunia ini!"
"Kenapa diam? Kamu baru ingat anakmu setelah kamu tidak bisa punya anak lagi, iya kan? Kalau kau masih bisa punya anak, aku yakin kau tidak akan ingat Erika! Apalagi kalau Susy tidak ketahuan selingkuh, kau akan tetap bersama Susy hingga punya anak lagi, kau tak akan ingat akibat perbuatanmu padaku!" teriak Mila.
"Itu tidak benar! Aku akan tetap ingat anakku kalau aku tahu punya anak darimu," jawab Ronald.
"Maafkan aku atas semua yang kau alami. Aku sebenarnya waktu itu bimbang untuk menceraikanmu. Aku ingin membatalkan perceraian, tapi pengacaraku dan Susy ....," Ronald berusaha menjelaskan.
"Sudah basi! Walau kamu menjelaskan sampai mulutmu berbusa pun, itu semua tidak ada artinya lagi! Kamu tetap laki-laki kejam yang pernah kukenal," Mila memotong perkataan Ronald.
"Mila, ijinkan aku merawat Erika sebagai penebus dosaku padamu. Kamu bisa punya anak lagi dengan Richard," kata Ronald.
"Sekali tidak, tetap tidak! Enak saja! Aku melewati banyak hal buruk selama mengandung Erika. Dengan status tak bersuami. Kamu dengan entengnya mau mengambil Erika dariku? Jangan mimpi!"
"Kita bertemu di pengadilan!"
"Oke! Siapa takut?!" Mila kemudian masuk ke mobilnya. Ia segera melajukan mobilnya meninggalkan Ronald yang masih berdiri di sana.
"Anda Ronald Ricardo?" seorang berbadan tegap menghampiri Ronald. Tiga orang temannya sudah bersiap menghampiri Ronald juga keluar dari mobil.
"Ya. Siapa kalian?" Ronald merasa curiga.
"Kami polisi! Anda ditangkap! Anda dilaporkan oleh seseorang dengan tuduhan penyiraman air keras!" kata orang itu.
__ADS_1
"Borgol dia!" perintah orang itu pada teman-temannya.
Ronald diapit oleh tiga orang. Dua orang memegang tangan kanan dan kirinya agar tidak bisa kabur, satu orang memasangkan borgol pada pergelangan tangan Ronald.
"Hei, apa yang kalian lakukan! Aku tidak tahu apa-apa! Aku tidak bersalah!" teriak Ronald.
"Jelaskan nanti di kantor polisi!" kata salah atau dari mereka.
"Sini kunci mobilmu!" salah satu dari mereka merogoh saku jas Ronald. Setelah kunci mobil Ronald ditemukan, orang itu masuk ke mobil Ronald untuk dibawa ke kantor polisi.
Ronald digiring masuk ke mobil mereka. Rupanya mereka polisi yang berpakaian preman. Mereka menangkap Ronald karena ada laporan tindakan kriminal yang dilakukan Ronald.
'Susy! Berani-beraninya dia melaporkanku!' gumam Ronald dalam hati. Ia sangat geram pada Susy.
Ketika Mila tiba di rumah, . Erika menyambutnya dengan antusias.
"Ma! Papa Erika sudah di surga kan Ma?!" tanya Erika tiba-tiba setelah memeluk Mila.
Mila agak bingung menjawabnya. Karena Mila heran tiba-tiba Erika menanyakan hal itu.
"Memangnya kenapa? Ada apa?"
"Masa Om Ronald bilang, Om Ronald itu Papa Erika! Mama tidak bohong kan? Masa Om Ronald bilang Mama yang bohong pada Erika!"
Mila kebingungan untuk menjawabnya. Erika berhak tahu siapa Papanya. Tapi bila mengingat perlakuan-perlakuan Ronald pada dirinya di masa silam, dan hal-hal yang dialaminya akibat perbuatan Ronald, Mila merasa tidak sudi memberitahu Erika.
"Ma?" Erika menggoyangkan lengan Mila. Mila terperanjat dari lamunannya.
"Kenapa Erika tanya itu? Kan sekarang sudah ada Papa," Richard tiba-tiba muncul dan masuk ke rumah.
"Tapi Erika bingung," jawab Erika.
Erika diangkat kemudian digendong Richard.
"Erika jangan terlalu memikirkan perkataan Om Ronald. Yang terpenting sekarang, Erika punya Papa Richard yang menyayangi Erika. Suatu saat, kalau Erika sudah dewasa, Erika akan tahu siapa Papa yang benar-benar sayang pada Mama dan Erika," kata Richard.
"Erika tidak perlu lagi bicara dengan Om Ronald. Erika juga harus menjaga Mama," kata Richard.
"Memangnya kenapa? Apa Om Ronald jahat?" tanya Erika.
"Papa dan Mama tidak tahu, Om Ronald ada niat jahat atau tidak, mendekati Erika. Yang pasti, dulu Om Ronald menyakiti Mama," kata Mila, "Makanya Mama tidak mau Erika akan celaka kalau dekat-dekat Om Ronald."
"Kalau begitu, Erika tidak mau kalau Om Ronald ingin ketemu Erika! Erika takut!"
"Tenang! Erika aman. Kan ada Pak Dadi sama Pak Satpam di sekolah Erika. Mereka akan menjaga Erika selama di sekolah," kata Richard.
🌼🌼🌼🌼🌼
Di tempat lain, di kantor polisi. Ronald akan menjalani pemeriksaan terkait tuduhan Susy. Ronald menghubungi pengacaranya agar ia didampingi pengacara selama menjalani pemeriksaan.
Susy pun mendapat pemberitahuan dari pihak kepolisian kalau Ronald sudah ditangkap. Susy merasa bersyukur, laporannya ditindaklanjuti oleh kepolisian.
__ADS_1
TO BE CONTINUED
Maaf ya Readers. Baru bisa up. Habis ada kegiatan.