
Koko POV
Flashback
Sejak aku bercerai dengan Tika, hidupku rasanya ada yang kosong. Ada sesuatu yang hilang dari diriku. Tika selama 3 tahun sudah melengkapi hidupku.
Dia masih muda tapi sudah menyandang status janda waktu aku menikahinya. Hal itu tak masalah buatku. Justru pengalamannya berumahtangga membuat ia lebih hati-hati dan lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada suami.
Tapi rupanya kehadiran Ibuku di rumah kami, membuat hubungan kami jadi runyam. Ibu selalu mempermasalahkan Tika yang belum juga hamil. Entah mengapa, Ibuku kelihatan tidak suka pada Tika. Mungkin karena ia janda dan aku bujangan waktu kami menikah dulu. Ibu merasa aku tidak layak mendapat janda. Masih banyak gadis perawan yang bersedia menikah denganku.
Puncaknya, Ibu menyuruhku menikahi Sukma, gadis yang dikenalkan Ibuku. Awalnya aku tidak mau. Tapi lama-lama, aku tergiur juga oleh kemolekan tubuhnya. Ia sangat s*xy. Ia juga manja. Hal yang bertolak belakang dengan Tika. Tika wanita yang mandiri.
Ternyata sikap manja Sukma lama-lama jadi boomerang bagi diriku. Aku jadi kerepotan memenuhi keinginannya. Aku jadi kurang perhatian pada Tika karena aku sibuk melayani keinginan-keinginan Sukma. Aku bersikap tidak adil dalam melakukan 'gilir' bermalam dengan Tika. Ditambah lagi, Sukma yang tidak biasa melakukan pekerjaan rumah tangga, melimpahkan semua pekerjaan rumah tangga pada Tika. Jadilah Tika seperti seorang ART saja di rumah kami.
Bodohnya aku membiarkan hal itu terjadi. Tika, wanita pertama yang kucintai, mendapat perlakuan. tidak adil dari aku, Ibu dan Sukma. Aku selalu dipengaruhi Ibu agar bersikap cuek pada Tika. Aku kini sangat menyesalinya. Aku lelaki yang tidak punya pendirian. Mau saja dipengaruhi Ibu dan Sukma.
Akhirnya Tika mungkin sudah melewati batas kesabarannya. Sewaktu Ia protes tentang ketidakadilanku, atas pengaruh Ibuku, aku menalaknya. Ia langsung pergi dari rumah kami. Semalaman aku tidak dapat tidur karena memikirkan keputusanku yang tergesa-gesa. Aku menyesali ucapan talakku. Aku masih mencintainya.
Walau aku enggan, tapi Ibu yang banyak mengurus perceraianku dengan Tika. Ibu ingin aku segera meresmikan pernikahanku dengan Sukma. Setelah melahirkan, aku menikah resmi dengan Sukma.
Rupanya bau bangkai busuk, walau disembunyikan serapi mungkin, akhirnya tercium juga. Akhirnya kelakuan busuk Sukma ketahuan. Ternyata Ia selingkuh dengan Bos pemilik restoran tempat Sukma bekerja. Dan itu sudah berlangsung dari sebelum aku dan Sukma menikah. Bahkan yang membuat aku sangat terkejut, ternyata anak yang dilahirkan Sukma adalah anak dari Bosnya. Bukan anakku. Sukma membohongiku. Pernikahan kami hanya dijadikannya sebagai kedok untuk menutupi hubungannya dengan Bosnya dari istri Si Bos agar tak menaruh curiga.
Suatu siang, aku kedatangan tamu seorang wanita cantik yang terlihat kaya. Itu terlihat dari gaya dandanannya dan adanya seorang pengawal yang mendampinginya. Ternyata Ia adalah istri Bos tempat Sukma bekerja.
"Kamu sebagai suami Sukma harus tahu. Bagaimana kelakuan istrimu di luar. Dia selalu menggoda suamiku," kata Nyonya Windy, nama wanita itu.
Ia membeberkan perselingkuhan suaminya dan Sukma. Ia perlihatkan bukti-bukti screenshoot chat suaminya dengan Sukma. Yang paling membuatku shock adalah chatan mereka yang membicarakan soal anak mereka. Ternyata Fiqi, anak mereka. Bukan anakku. Chatan dari Sukma jelas menyebutkan tumbuh kembang Fiqi pada Bosnya yang dibilangnya Papa Fiqi.
__ADS_1
Lebih membuatku geram, Sukma membeberkan rahasiaku. Ia bilang pada Bos kesayangannya, bahwa aku sebagai suami Sukma, hanyalah tameng dirinya agar perselingkuhan mereka tidak terbongkar. Karena aku katanya, hanya suami diatas kertas. Sebagai suaminya, aku tak ada apa-apanya. Aku lemah diatas ranjang. Aku sering KO duluan sebelum bertempur. Dari segi ekonomipun, aku dianggap kurang mampu memenuhi kebutuhannya pada barang-barang mewah.
Harga diriku seakan diinjak-injak setelah mengetahui anggapan Sukma padaku. Ia membocorkan rahasiaku pada lelaki lain. Dulu, tak pernah sekalipun Tika mempermasalahkan ataupun mengeluh tentang kekuranganku itu. Juga tak pernah memberitahukan Ibu walau Tika dihina mandul oleh Ibu.
Tika malah selalu menyemangatiku agar aku bersabar dan mengajakku untuk Terapy pada tabib-tabib pengobatan alternatif untuk menyembuhkan kekuranganku itu.
Akupun diajak oleh Nyonya Windy untuk menggerebek suaminya dan Sukma di sebuah hotel. Benar saja, dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat, Sukma berada di sebuah kamar hotel bersama Bosnya dengan berbalut handuk saja waktu kami menggerebeknya, sedangkan Bosnya hanya memakai celana boxer.
Suami Nyonya Windy dihajar habis-habisan oleh pengawal Nyonya Windy. Sedangkan aku menghajar Sukma.
Suami Nyonya Windy sampai memohon-mohon pada Nyonya Windy agar memaafkan kekhilafannya. Ia seperti harimau yang kehilangan taring dan cakarnya dihadapan istrinya. Nyonya Windy mengancam mengambil alih restoran dan mendepak suaminya dari bisnis dan dari rumahnya. Ternyata pemilik bisnis sebenarnya adalah Nyonya Windy. Tuan Nathan hanya menumpang hidup dari kekayaan istrinya.
Dalam keadaan babak belur, Tuan Nathan mengejar istrinya dan memohon maaf tanpa kenal lelah. Sedangkan aku meninggalkan Sukma yang masih menangis di kamar hotel itu setelah aku puas memaki dan menghajarnya. Keributan itu membuat pihak hotel menyuruh kami secepatnya pergi dari hotel itu.
Sukmapun pulang ke rumah dengan sikap takut. Aku yang sudah menceritakan kejadian yang terjadi di hotel dan tentang perselingkuhan Sukma selama ini pada Ibu, membuat sikap Ibupun berubah pada Sukma.
Sukma memohon-mohon pada Ibu dan aku agar memaafkannya dan tidak mengusirnya. Tapi kami sudah telanjur sakit hati. Detik itu juga aku mentalaknya. Aku juga segera mengurus perceraianku dengan Sukma.
Mulai saat itu aku dan Ibuku tak perduli lagi pada nasib Sukma dan Fiqi. Walau aku dan Ibuku menyayangi Fiqi, tapi perasaan sayang itu kami buang jauh-jauh. Karena kami tidak sudi melihat anak hasil perselingkuhan Sukma dengan Tuan Nathan.
Menurut kabar yang aku dengar, Sukma dan Fiqipun ditolak oleh Tuan Nathan. Tuan Nathan lebih memilih tetap dengan istrinya. Walau Tuan Nathan dialihkan pada cabang restoran lain dan hanya dijadikan sebagai karyawan restoran oleh Nyonya Windy, tapi Tuan Nathan tetap mau bertahan dengan istrinya. Ia masih berharap hukuman itu hanya sementara dan istrinya suatu saat mau memaafkannya.
Rupanya ia takut miskin. Ia menjual harga dirinya sebagai lelaki demi harta. Walau sudah tak dianggap suami dan diperlakukan dengan buruk oleh istrinya, Tuan Nathan memilih bertahan dan tak mau bercerai dengan Nyonya Windy. Tuan Nathan pun mengusir Sukma agar pergi dari hidupnya. Tuan Nathan tidak mau merawat ataupun membiayai Fiqi. Tuan Nathan masa bodoh dengan dua orang yang telah membuatnya apes. Ia tak mau kehilangan segala kemewahan dan fasilitas yang dari dulu diberikan Nyonya Windy.
Ibuku yang berusaha menghilangkan duka laraku atas perselingkuhan Sukma, mengenalkanku pada beberapa gadis yang dikenal Ibuku. Tapi ternyata, Tuhan masih berbaik hati padaku. Mereka ketahuan hanya mengincar uangku. Aku yang kini menjabat sebagai manager di sebuah Supermarket, menjadi incaran cewek-cewek matre agar menjadi kekasih ataupun istriku. Mereka sudah punya kekasih hanya saja pekerjaan mereka kurang menghasilkan uang yang mereka harapkan. Jadi mereka akan memanfaatkan diriku untuk memenuhi biaya hidup mereka dan kekasihnya.
Aku meradang. Aku marah pada Ibuku yang hampir saja menjerumuskanku pada kepahitan hidup. Aku bisa saja hancur dan bangkrut.
__ADS_1
Pertemuanku tempo hari dengan Tika, membuatku terkenang lagi masa-masa indah dulu bersama Tika. Aku sangat senang ketika tanpa sengaja kami bertemu. Sudah lama aku mencarinya. Tapi ternyata ia sudah menikah lagi bahkan sedang mengandung.
Suaminya memang tua. Sepertinya usia mereka terpaut jauh. Tapi Tika terlihat sangat mencintainya. Suaminyapun sangat perhatian dan romantis pada Tika. Suaminya sangat melindungi Tika. Tampaknya tak ada lagi harapan bagiku untuk bersama Tika lagi. Aku sangat kecewa.
Ulah Ibuku yang menghina dan meremehkan Tika, membuat Tika bereaksi melawan Ibu.
"Wah, Ibu makin tua makin pedas mulutnya! Mana cucunya Bu? Udah enggak ngasuh cucu lagi ya Bu? Sayang banget, tak disangka ternyata cuma numpang diasuhin. Capek-capek jadi baby sitter, ternyata anak orang lain!" kata Tika tertawa sinis sewaktu Ibu dengan sinis menghinanya.
"Kalau enggak salah, Ibu yang sudah merekomendasikan Sukma jadi istri kedua anak Ibu ya? Ternyata dia yang j*l*ng! Kasihan, anak ibu cuma dimanfaatin buat menutupi kedoknya!" balas Tika lagi karena Ibuku memang bermulut pedas pada Tika.
"He jangan salah! Aku menikah dengan Bang Ronald bisa hamil! Sukma menikah dengan anakmu, tapi hamil anak Bosnya? Jadi siapa yang m*ndul Bu?!" bisik Tika sinis.
Tika tak kusangka bereaksi begitu marah. Ia yang dari dulu tak pernah membeberkan kekuranganku, kali ini mengejek Ibu dengan kekuranganku. Aku terus terang sakit hati. Tapi tak dapat disalahkan juga reaksi Tika. Ibuku sangat keterlaluan. Ibuku selalu mengejek Tika. Makanya Tika sekarang tak mau ditindas.
Aku menyeret Ibu agar menjauh dari Tika dan suaminya. Aku memarahi Ibu. Maka keluarlah ucapan segala kekesalku pada Ibu selama ini. Ibu hanya diam sambil menangis tertahan. Akupun berbicara pada Ibu sambil terisak. Aku hancur karena Ibu. Ibu selalu ikut campur rumah tanggaku selama ini. Ibu juga menjadi orang yang konsumtif dan banyak berhutang untuk memenuhi nafsu belanjanya. Ibu harus kembali ke Desa agar menjadi wanita sederhana lagi dan tidak terbawa gaya hidup hedonis seperti wanita kota.
Aku memulangkan Ibu kembali Jawa, agar Ibu introspeksi dan menyadari kesalahannya. Aku ingin menata hidupku. Aku ingin hidup tanpa diatur Ibuku lagi. Aku sudah dewasa dan berhak menentukan sendiri masa depanku.
Aku berharap, akan menemukan sosok pengganti seperti Tika, yang tulus mencintaiku. Dan aku berdo'a semoga Tika bahagia dengan rumah tangganya yang baru. Mungkin kami tidak berjodoh. Biarlah masa lalu yang kami lewati kini hanya menjadi kenangan yang akan kuingat sampai akhir hidupku. Rumah tanggaku dimasa lalu menjadi pelajaran berharga dalam hidupku agar aku menjadi lelaki yang lebih baik lagi.
Koko POV off
Flashback Off
TO BE CONTINUED
Hai Reader! Cerita ini tinggal berapa Bab lagi menuju tamat. Semoga bisa tepat sesuai rencana. Jangan lupa selalu dukung dan tinggalkan jejakmu ya! Maafkan Othor yang sering tak bisa Up setiap hari dikarenakan kesibukan di dunia nyata.
__ADS_1