
Setelah acara akad nikah, pasangan pengantin baru itu segera dibawa ke tempat resepsi. Resepsi pernikahan Richard dan Mila digelar secara terbatas. Hanya untuk kalangan keluarga, dan orang-orang terdekat saja. Itu semua memang keinginan kedua pengantin itu. Mereka lebih suka pesta sederhana, dan membagi kebahagiaan mereka dengan membagi-bagikan paket sembako dan paket alat-alat sekolah dan lainnya ke panti-panti asuhan, panti sosial dan panti- panti jompo. Karena itu lebih bermanfaat dan membuat orang lain berbahagia, dari pada membuat pesta mewah. Itu menurut mereka.
Karena kebahagiaan mereka itu sudah ada di dalam hati mereka. Dengan menautkan dua hati menjadi satu, cukup membuat mereka bersyukur.
Erika juga senang melihat Mamanya menjadi pengantin. Apalagi Om ganteng yang selama ini dekat dengannya telah menjadi Papanya. Erika lebih bersuka cita lagi, keluarga Mama dan Papa angkatnya datang. Mereka melepas rindu dengan haru. Erikapun ikut menginap dengan keluarga Nova, untuk melepas rindu.
Mila dan Richard diberi kesempatan untuk berdua. Menikmati malam pengantin mereka. Ada kecanggungan diantara keduanya setelah mereka membersihkan diri. Segala lelah dan gerah seharian di acara resepsi telah terbayar dengan sejuknya air yang membasahi tubuh mereka ketika membersihkan diri.
Setelah makan malam di kamar, mereka mulai bersiap-siap untuk beristirahat. Mila yang sedang memakai skincare malam tiba-tiba dipeluk dari belakang oleh Richard.
"Sayang, kamu harum," kata Richard sambil kepala Richard masuk ke ceruk leher Mila. Tangan Richard memeluk perut Mila.
"Geli," kata Mila.
Richard semakin mengeratkan pelukannya. Ia tak segan menciumi leher Mila.
"Aku suka semua yang ada pada dirimu," bisik Richard.
"Jujur, kamu lebih suka Mila yang dulu atau sekarang?"
"Aku suka Mila yang dulu. Tapi aku suka juga Mila yang sekarang," jawab Richard diplomatis.
Mila mencebik
"Kamu bohong. Kamu suka wajah Mila yang dulu ya?" tanya Mila.
"Sudahlah sayang. tak ada gunanya mempermasalahkan itu. Dulu atau sekarang, yang penting itu dirimu, aku suka," tangan Richard mulai bergerilya.
Mila membuka soft lens nya. Tampaklah mata Mila yang berwarna hitam. Richard terpana.
"Aku suka kamu begini. Rambutmu juga lebih baik hitam, seperti dulu. Itu dirimu. Bukan Monica.," kata Richard.
"Baiklah, besok aku akan ke salon untuk membuat hitam rambutku lagi," jawab Mila.
"Oke. Panggilan juga harus berubah dong."
"Maumu aku panggil apa?" Mila menatap Richard dari cermin.
"Hubby, sayang atau apa, terserah. Yang penting jangan Kakak. Kamu menyebut Ronald Kakak kan? Aku tidak mau sama," tegas Richard.
__ADS_1
"Kamu masih cemburu sama orang itu?" Mila tersenyum tertahan.
"Ya. Aku cemburu. Dia orang pertama yang menyentuhmu," kata Richard.
"My hubby, Sebenarnya, selama pernikahan kami, aku tak pernah berhubungan dengannya. Dia hanya berhubungan dengan Susy. Hanya saja dia memperkosaku dua kali ketika kami sedang proses cerai. Rupanya dia tak mau rugi," mata Mila mulai berkaca-kaca. Hatinya sakit mengingat itu semua.
"Sttt....! Maafkan aku telah mengingatkanmu pada masa lalu. Sudahlah. Lupakan masa lalumu. Kita sekarang fokus pada masa depan, oke? Kamu milikku sekarang. Aku akan memperlakukanmu dengan baik. Menjadi suami yang baik untukmu," bisik Richard.
Lalu Richard menarik piyama Mila hingga terlepas dari tubuhnya. Terpampanglah tubuh indah Mila. Richard menggendong Mila ala bridal style menuju ke ranjang. Di baringkannya Mila diranjang. Richard segera membuka pakaiannya. Mila memalingkan muka merasa malu melihat tubuh indah Richard yang kekar dan berotot. Apalagi perut six packnya.
Merekapun kemudian larut dalam c*mbuan Richard. Baru kali ini Mila merasakan benar-benar punya suami yang mencintainya dan menginginkannya. Mila merasa bahagia telah dipertemukan dengan Richard. Mila melayani keinginan suaminya dengan suka cita.
Hingga menjelang dini hari, pergumulan keduanya baru berhenti. Entah sudah berapa kali mereka melakukannya. Yang jelas, mereka terkulai lemas dengan perasaan puas.
Di tempat lain, Ronald tidak bisa tidur. Pikirannya melayang ke masa-masa silam. Di mana Mila masih menjadi istrinya. Ronald menyadari dirinya laki-laki br*ngsek. Ia memilih menghabiskan malam pengantinnya dengan Susy, sedangkan Mila ditinggalnya di rumah. Apalagi perlakuan-perlakuannya pada Mila selama menjadi istrinya. Tak ada yang lebih brengsek selain dirinya yang memperlihatkan dirinya berhubungan *ntim dengan Susy di kamar sebelah Mila padahal itu waktu bulan madu Ronald dan Mila.
Ronaldpun telah menjauhkan laki-laki yang dekat dengan Mila. Pertama, Ronald telah menyuruh seseorang untuk membunuh Fathir dengan cara tabrak lari. Kedua, Ronald telah membuat Arga dan Mila malu dengan video rekayasa penggerebekan perbuatan asusila, hingga mereka dipenjara.
Flashback
"Tuan, dua orang yang anda cari sedang berada di daerah Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Mereka sedang berhenti membeli minuman dan camilan," kata seseorang yang memata-matai Mila dan Fathir.
Dan seseorang suruhan Ronald itu melajukan mobil pick up itu dengan kecepatan tinggi. Fathir pun ditabraknya hingga terseret beberapa meter. Tanpa rasa belas kasihan, mobil itu tetap melaju tak perduli banyak orang yang menolong korban dan teman wanita korban yang berteriak histeris.
Setelah jauh dari tempat kejadian, orang itu segera pergi ke bengkel langganannya. Mobil itu dijualnya dengan cara dipreteli bagian-bagian bodi dan onderdilnya untuk menghilangkan jejak.
Setelah memperoleh uang hasil penjualan mobil itu, orang itu melapor lagi pada Ronald.
"Tuan, mobil sudah dijual dengan cara terpisah-pisah bagian mobilnya. Selanjutnya apa yang harus saya lakukan?"
"Kau transfer uang hasil penjualan mobil itu. Nanti kamu akan dapat bagiannya," jawab Ronald.
"Terimakasih Tuan,"
"Bagaimana keadaan kedua orang itu?" tanya Ronald di telepon.
"Yang laki-laki sepertinya meninggal di tempat. Yang perempuan histeris. Mungkin pingsan," jawab orang itu.
Ronald tersenyum puas
__ADS_1
"Oke. Tugasmu di sana sudah selesai. Sekarang saya akan menugaskan orang lain untuk memantau perkembangan mereka. Untuk memastikan bahwa teman Mila itu sudah mati."
Setelah telepon terputus. Ronald menyuruh seseorang untuk memantau keadaan Fathir dan Mila. Beruntung, polisi tidak dapat melacak si penabrak lari karena minimnya saksi dan informasi.
Setelah dipastikan Fathir tewas. Orang suruhan Ronald melaporkan bahwa Mila akan pergi dengan mantan supir Tuan Edwin. Ronald sangat marah karena Arga ternyata masih perhatian dengan Mila. Akhirnya, Ronaldpun membuat rekayasa penggerebekan di hotel dengan mengundang banyak wartawan dan stasiun TV untuk memviralkan jebakannya terhadap Arga dan Mila dengan tuduhan perbuatan perzinahan kerabat Tuan Edwin dengan mantan supir Tuan Edwin.
Video penggerebekan itupun viral. Arga dan Mila berhasil diadili dan dijatuhi hukuman 9 bulan penjara dengan kasus perzinahan.. Karena mereka tidak ada yang membela, tidak ada CCTV, dan semua orang yang melihat kejadian telah disuap oleh Ronald agar memberi kesaksian palsu.
Ketika masa hukuman Mila masih tersisa 5 bulan, Ronald membebaskan Mila dengan memberi jaminan. Itu semua karena Ronald sudah merasa puas telah memenjarakan Mila. Dan saatnya Ronald memberi hukuman lain pada Mila, yaitu menodai Mila di saat proses cerai sedang berlangsung. Ronald merasa puas telah menghancurkan hidup Mila. Orang yang dibencinya dulu.
Flashback off
Ronald merenungi kejadian demi kejadian yang telah diperbuatnya. Pantaslah Mila membencinya hingga menyamar sebagai Monica untuk membalas dendam padanya.
"Dulu aku bahagia karena telah membuatmu menderita. Kini berbalik, kamu berbahagia, aku yang berduka. Semuanya berbalik. Roda dunia memang berputar. Aku mungkin pantas menerima ini. Tapi aku tak menyangka, kamu akan menikah dengan Richard, Mila," bulir-bulir air mata penyesalan membasahi pipi Ronald.
"Apakah masih ada harapan untukku untuk memperbaiki kesalahanku padamu, Mila?" gumam Ronald hingga tak terasa jatuh tertidur karena begadang semalaman.
💔💔💔💔💔
"Selamat pagi, honey," Richard memberinya morning kiss ketika Mila baru saja membuka matanya.
"Pagi juga, sayang," jawab Mila. Aroma segar sabun dan shampo menyeruak di kamar mereka.
Richard tampak sudah mandi. Rambutnya basah. Mila terpana melihat ketampanan Richard serasa bertambah setelah melihat Richard dengan rambut yang basah sehabis mandi. Hanya handuk yang melilit sampai pinggangnya. Mila melihat tubuh six pack itu lagi.
"Cepatlah mandi. Kita shalat subuh berjamaah," kata Richard.
Mila mengangguk. Ia segera bangun dari tidurnya. Tapi ada sesuatu yang membuatnya menjerit. Ternyata ia tak berpakaian. Richard terkekeh melihatnya.
"Tak apa. Aku sudah melihat semuanya semalam.," kata Richard. Mila jadi merona mendengarnya.
Mila melilitkan selimut itu ditubuhnya. Dengan susah payah ia berjalan ke kamar mandi. Tubuhnya serasa remuk mengimbangi permainan Richard semalaman. Tapi Mila merasa ikhlas dan senang melakukannya. Richard sangat romantis di balik sikap pendiam dan dinginnya.
Setelah Mila selesai melakukan mandi junub, Richard dan Mila pun mengambil wudhu untuk bersiap shalat shubuh hari pertama mereka sebagai suami istri.
"Ya Allah ...,jadikanlah rumah tangga kami sakinah, mawadah dan warohmah. Semoga kami saling melengkapi. Saling menerima segala kekurangan dan kelebihan kami. Menghadapi segala ujian dan cobaan bersama. Semoga kami tetap bersama dan bahagia sampai Jannah - Mu," do' a Richard setelah shalat shubuh yang kemudian di aminkan oleh Mila.
Richard dan Milapun sepakat untuk menutup lembaran masa lalu yang kelam dengan lembaran baru yang cerah.
__ADS_1
TO BE CONTINUED