
Malam ini malam terakhir keluarga Ronald di London. Tuan Brian, Nyonya Jeny, Ronald dan Susy akan makan malam di sebuah restoran mewah sebagai penutup kegiatan mereka di London. Karena esok hari mereka harus sudah pulang ke tanah air.
Tanpa diketahui yang lain, Ronald setiap jam istirahat menemui seseorang. Ronald sedang menjalankan misi mencari Mila dengan menyuruh seorang detektif untuk mencari Mila. Tapi sampai waktu kepulangan hampir tiba, detektif itu belum juga melaporkan kabar yang menggembirakan. Mila masih belum ditemukan. Hal itu karena minimnya informasi mengenai Mila. Mila datang ke London secara ilegal.
Walau demikian, Ronald masih menyimpan harapan. Ia masih tetap menyuruh detektif itu untuk terus mencari Mila.
Tuan Brian dan Ronald berangkat dengan satu mobil, sedangkan Susy dan Nyonya Jeny berada di mobil yang lain. Hal itu karena Susy berdandan lama sekali, sehingga para pria berangkat duluan dengan mobil pertama. Sedangkan para wanita menyusul.
Ketika mereka sedang melaju di jalanan, tak sengaja mata Susy melihat seorang wanita yang sedang berjalan ke mobil dengan digiring oleh lelaki berwajah cukup sangar.
"Sir! Slow down the car!" perintah Susy kepada supir.
"Ada apa, Sus?" Nyonya Jeny merasa heran. Mobilpun diperlambat.
Susy menunjuk ke arah luar jendela disamping kirinya.
Jeny membelalakkan mata melihat seseorang yang ditunjuk Susy.
"Mila! Itu Mila!" seru Nyonya Jeny.
"Stttt....!" Susy mengacungkan jari telunjuk didepan dibibirnya.
"Speed it up again, Sir!" perintah Susy lagi.
Mobilpun tancap gas, untuk melanjutkan perjalanan untuk menyusul ketertinggalan mobil mereka.
"Entah apa yang sedang terjadi pada Mila. Aku tak perduli. Tapi setidaknya ada titik terang, Ma. Dia berada di gedung itu. Dia memang berada di London!" kata Susy.
"Kita harus cepat bertindak! Kita harus cepat jalankan misi kita!" ujar Mama Jeny pelan.
"Mama punya kenalan preman, gangster apa penjahat gak? Mama suruh mereka. Biar aku nanti yang akan membayar mereka!" bisik Susy.
Mama Jeny mengangguk. Ia kemudian menelepon seseorang. Mama Jeny menjelaskan rencana, kemudian memberitahu tempat bangunan itu. Mama Jeny juga mengirim foto Mila.
Setelah perintah cukup jelas, teleponpun ditutup dari sana. Seorang penghubung yang akan menyerahkan urusan Mama Jeny dan Susy pada seorang kelompok gangster yang ditakuti di Inggris itu sudah menerima uang muka dari Nyonya Jeny.
__ADS_1
"Kamu tenang saja. kita akan terima beres. Mereka yang akan bekerja. Setelah misi berhasil, kamu boleh transfer ke orang itu sisanya." kata Nyonya Jeny.
Mereka berdua tersenyum. Susy merasa akan hidup tenang bila Mila dilenyapkan. Jeny juga merasa akan hidup makmur tanpa terganggu. Pikirnya, setelah kematian Mila, harta warisan dari Tuan Edwin akan jatuh ke tangan Ronald.
Sementara itu, Mila yang tak sadarkan diri, ditemukan oleh sepasang suami istri yang akan mengunjungi rumah orangtua mereka. Di belakang rumah tua yang terbakar itu ada sebuah jalan menuju perumahan para pensiunan tenaga kesehatan.
Mulanya Nova dan Keane turun dari mobil mereka untuk melihat rumah yang terbakar itu. Belum sampai mereka ke rumah terbakar itu, mereka melihat sesosok tubuh tergeletak. Merekapun memeriksanya. Ternyata seorang wanita hamil dengan luka bakar dan luka-luka yang sangat mengerikan. Wajahnya tidak dapat dikenali.
Nova yang merupakan seorang dokter, memeriksa denyut nadi wanita itu. Ternyata masih hidup! Akhirnya Nova dan Keane menggotong wanita itu ke mobil mereka. Wanita itu dibawanya ke rumah orangtuanya.
Di rumah orangtua Nova, sedang terjadi sesuatu. Ibu Mayang, nama dari ibunya Nova sedang menangis histeris. Suaminya yang bernama Alfred, berusaha menenangkan istrinya. Clark, kakak ipar Nova sudah memeriksa keadaan adik iparnya yang bernama Monica. Monica dinyatakan meninggal setelah ditemukan overdosis di kamarnya.
Melihat kedatangan anak keduanya, Ibu Mayang memeluk Nova sambil terisak. Nova juga ikut menangis mendengar Monica, adiknya telah meninggal.
"Maaf semuanya. Aku menemukan seorang wanita hamil yang terluka parah. Demi rasa kemanusiaan, kami membawanya kemari. Bolehkah dia dirawat dulu di sini? Sambil kita mencari informasi atau melakukan langkah selanjutnya." kata Nova.
"Kau itu, di sini sedang kalut, malah membawa orang lain yang tidak jelas. Kamu jangan cari penyakit!" bentak Ayah Nova yang merupakan orang Inggris. Ibu Mayang adalah orang Indonesia yang sudah lama menetap di London. Nova juga bersuamikan orang Inggris.
"Sabar, Papi! Nova benar! Kita harus menolongnya!" kata Clark. Clark lalu mengajak Keane untuk menggotong tubuh wanita itu masuk ke rumah mertua mereka.
"Luka ditangan dan wajah wanita ini sangat parah! Terutama wajahnya. Rusak hampir delapan puluh persen!" kata Clark.
"Kak! Kasihan wanita ini. Apa kita akan melapor pada yang berwajib? Tampaknya ia korban rumah terbakar itu!" kata Nova.
"Rumah terbakar?" Clark tidak mengerti.
Nova pun menceritakan waktu perjalanan ke rumah ibunya, Ia dan suaminya melihat rumah tua yang terbakar. Ia akan mengecek rumah terbakar itu. Tapi ia melihat ada sesosok tubuh tergeletak dengan penuh luka.
"Karena wanita ini masih hidup. Aku bawa saja ke sini." terang Nova.
Tiba-tiba tubuh wanita itu bergetar. Kedua mata wanita itu terpejam. Tapi tubuhnya bereaksi. Tampaknya ia akan melahirkan!
"Ia sepertinya akan melahirkan! Bawa ia ke rumah sakit ku! Dia harus di operasi Caesar! Tubuhnya lemah! Tidak mungkin dapat melahirkan normal!" kata Clark.
Lalu merekapun membawa wanita itu ke rumah sakit. Sedangkan istri Clark, kakaknya Nova menemani kedua orangtuanya di rumah itu. Mereka bersiap mengurus jenazah Monica esok pagi.
__ADS_1
Nova yang merupakan dokter bedah, segera melakukan tindak operasi Caesar pada wanita itu dibantu para perawat segera setelah tiba di rumah sakit.
Seorang bayi perempuan telah lahir. Nova sangat gembira dengan kelahiran bayi itu. Para perawat membawa bayi yang masih prematur itu ke ruangan inkubator.
Setelah itu Nova beristirahat. di ruangannya. Tiba- tiba terlintas dipikirannya sebuah ide. Iapun segera pergi keruangan kakak iparnya.
"Kak, kasihan wanita itu. Wajahnya rusak. Aku ingin menolongnya. Aku juga ingin masih melihat wajah Monica. Bagaimana kalau wajah Monica didonorkan pada wanita ini?" Nova minta pendapat Clark.
"Kita harus minta persetujuan Papi dan Mami. Kita juga harus menunggu wanita ini siuman. Ia juga harus ditanya kesediaannya untuk menerima donor wajah," kata Clark.
"Ya. Aku hanya kasihan. Wajahnya tidak mungkin dapat dipulihkan tanpa operasi. Untuk operasi Face off pun tidak mungkin karena wajahnya rusak parah akibat terbakar dan benturan benda keras," kata Nova.
Keduanya lalu terdiam, memikirkan langkah apa yang terbaik yang harus diambil. Mereka harus memperhitungkan segala resikonya. Karena mereka tidak mau timbul masalah dikemudian hari. Wanita ini juga tidak membawa kartu identitas atau apapun yang dapat menerangkan tentang jati diri wanita itu.
🌼🌼🌼🌼🌼
Susy tersenyum lebar setelah setibanya di tanah air, ia mendengar berita tentang kejadian kebakaran di sebuah rumah tua di London. Menurut berita, ditemukan dua jenazah laki-laki dan satu jenazah wanita terpanggang api di dalam rumah itu.
Rumah itu baru diketahui adalah markas sebuah Genk. Untungnya sedang tidak banyak orang di sana sewaktu terjadi kebakaran itu. Dugaan sementara pihak kepolisian, kebakaran itu adalah ulah Genk lain yang berseteru dengan Genk itu.
"Ma, sudah mendengar berita dari London?" telepon Susy pada Nyonya Jeny.
"Belum," jawab Nyonya Jeny.
"Coba Mama nyalakan Tv. atau bisa cari di internet. Ada kabar gembira. Katanya ditemukan juga jenazah wanita yang terpanggang api di dalam rumah itu. Itu pasti dia! Aku nanti akan mentransfer uang pada orang suruhan Mama itu. Dia sudah bekerja sangat bagus!" kata Susy merasa puas.
"Wah, Mama juga sangat senang! Misi kita berhasil untuk melenyapkan dia! Ya sudah, cepat kau transfer pada orang itu!" kata Nyonya Jeny.
"Kita nanti merayakannya ya Ma! Kita bertemu di Bar X. Aku traktir Mama, pokoknya!" ujar Susy.
"Oke...! Nanti jam 7 malam Mama kesana!" jawab Nyonya Jeny senang.
TO BE CONTINUED
Maaf segini dulu. Nanti disambung lagi.
__ADS_1