KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
(SS 2) BAB 85 UNGKAPAN CINTA REYHAN


__ADS_3

Erika mengambil cuti 1 minggu untuk menghibur diri setelah urusan proyek tinggal menunggu pelaksanaan saja. Banyaknya meeting persiapan untuk proyek ditambah persoalan pribadinya membuatnya butuh hiburan. Ia ingin menghibur diri. Urusan kantor dan bila ada urusan proyek yang perlu dibicarakan, ia serahkan dulu pada Astin, sekretarisnya. Dan bila ada permasalahan yang tak dapat diselesaikan oleh sekretarisnya, barulah menghubungi Erika.


Erika pergi ke Situ Cileunca Pangalengan, di Kabupaten Bandung. Di tempat itu ada penginapan yang menawarkan penginapan camping, yang menghadap ke danau, yang bisa disesuaikan dengan budget, wisatawan tinggal memilih paket camping yang sesuai dengan budgetnya. Di sana ada arena outbond yaitu Flying Fox, Painball, Panahan, dan Tour Pangalengan. Wisatawan juga bisa naik perahu menyusuri danau atau Situ Cileunca. Ada jembatan Cinta untuk foto-foto, ada kebun stroberi dan murbei dimana pengunjung bisa memetik sendiri untuk membelinya. Dan yang tak kalah menarik adalah ada wahana arung jeram (rafting).


Erika tidak pergi sendiri. Ia mengajak Tika untuk menemaninya berlibur. Dengan mengendarai mobil *vanza, ia menuju ke Pangalengan, Kabupaten Bandung. Ronald mengijinkan Erika pergi karena ada Tika yang menemani. Ronald percaya, Tika dapat menjadi teman yang baik untuk menemani Erika.


Reyhan yang mengetahui Erika tidak masuk kantor karena cuti, menanyakan pada Astin Erika pergi kemana. Astinpun memberitahu Reyhan bahwa Erika pergi berlibur ke Situ Cileunca, Pangalengan, Kabupaten Bandung.


Dengan tergesa, Reyhan mengajukan cuti pada Ayahnya. Mulanya Ayahnya tidak mengijinkan ia cuti. Tapi setelah diberitahu bahwa ia akan menyusul Erika berlibur, barulah Ayahnya mengijinkan. Ayahnya sangat setuju kalau Reyhan mengejar cinta Erika. Iapun menyusul Erika. Pertemuan Ayahnya dan Papa Erika yang semula akan dilakukan besok, ditunda hingga minggu depan karena Ayahnya sedang banyak urusan.


Sesampainya disana, Reyhan pun menyewa tenda camping untuk tempat ia beristirahat. Ia melihat Erika dan temannya dari jauh. Reyhan selalu memperhatikan segala aktivitas Erika. Reyhan ingin memastikan kalau Erika aman.


Esok harinya ketika Erika dan Tika akan bermain arung jeram, Reyhanpun ikut tapi dengan naik perahu karet yang lain dan agak jauh. Sebisa mungkin Reyhan menjaga jarak agar keberadaannya tidak diketahui Erika.


Ketika Reyhan sedang menikmati bermain arung jeram dengan kelompok satu timnya, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kehebohan perahu karet tim lain yang berada beberapa meter darinya.


Rupanya perahu karet itu terbalik dan menyebabkan penumpangnya berhamburan terseret arus air sungai. Walau memakai pelampung, tak urung kejadian itu cukup membuat sibuk petugas pemandu arung jeram dan tim penyelamat kegiatan arung jeram. Ketika Reyhan melihat Tika yang sedang hanyut dan dibantu petugas untuk menepi, Reyhan mencari keberadaan Erika.


Dan benar saja, Erika sedang terkatung-katung di sungai dan sedang berusaha untuk menepi. Karena Erika cukup jauh terhanyut dari timnya, ia belum ada yang menolong. Dengan sigap Reyhan menceburkan diri dan berenang untuk menyelamatkan Erika.


Dengan susah payah, Reyhan berhasil menolong Erika. Karena arus sungai cukup deras, membuat Erika yang tadi hanyut terseret arus, membuat Erika kehabisan tenaga untuk berenang. Iapun pingsan ketika Reyhan berhasil meraihnya.


Dengan perjuangan yang cukup keras, Reyhan berhasil menepi dengan dibantu petugas yang datang membantunya. Erika di gendong ala bridal style oleh Reyhan ke tepi sungai. Tika yang melihat Erika telah berhasil ditolong merasa lega. Ia cuma heran dengan laki-laki yang tampak perhatian dan telaten mengurus Erika.


'Siapakah dia? Ada hubungan apakah dengan Erika?' batin Tika bertanya-tanya.


Apalagi ketika laki-laki itu dengan sigap melakukan pertolongan dengan melakukan resusitasi jantung paru (CPR). Air cukup banyak yang keluar dari mulut Erika. Karena belum sadar juga, Reyhan melakukan nafas buatan ke mulut Erika. Setelah Reyhan melakukan nafas buatan, barulah Erika tersadar. Tika dan Reyhan merasa lega.


Mata Erika beradu dengan Reyhan ketika Erika sudah sadar. Tapi Erika tidak cukup tenaga untuk bertanya mengapa Reyhan ada di sana. Erika sangat lemas dan letih. Dengan sigap, Reyhan menggendong Erika lagi menuju ke tenda Erika dengan dipandu Tika. Erika mengalungkan tangannya pada leher Reyhan. Mata Erika tampak malu-malu melihat Reyhan. Reyhan yang merasa ditatap Erikapun melihat pada Erika. Jadilah Mereka saling tatap.


"Kau sudah aman sekarang," kata Reyhan sambil tersenyum. Erika balas tersenyum. Bagi Erika, ini adalah pertama kalinya ia melihat ke gentle an laki-laki itu. Erika terpesona oleh sikap Reyhan yang sigap telah menolongnya dari derasnya aliran sungai.


Dengan perlahan, Reyhan merebahkan Erika di tendanya. Tadi pihak pengelola menawarkan agar Erika mendapat perawatan di ruang perawatan. Tapi Erika menolak dan memilih untuk beristirahat ditendanya saja.


"Tolong gantilah pakaian Erika yang basah ini. Setelah itu selimuti dia. Aku juga akan ganti baju dulu. Nanti aku akan kembali lagi ke sini," kata Reyhan pada Tika. Tika mengangguk.


Tika segera membantu Erika mengganti baju. Begitupun Tika. Ketika mereka selesai ganti baju, Reyhan datang sambil membawa minuman hangat untuk mereka bertiga.


"Kalau boleh tahu, Anda siapa ya?" Tika yang penasaran bertanya pada Reyhan karena merasa asing tapi begitu perhatian pada Erika.


"Aku temannya Erika. Perusahaan kami sedang melakukan proyek bersama," jawab Reyhan sambil melihat pada Erika.


Tika yang merasa ada gelagat aneh pada kedua orang didepannya, memilih beralasan untuk memesan makanan untuk makan siang mereka. Tika pun pergi untuk membiarkan kedua orang itu mengobrol.


"Terimakasih ya atas pertolonganmu," kata Erika setelah Tika pergi.


"Sama-sama. Saya khawatir dengan keadaan kamu," jawab Reyhan.


"Kamu kok bisa ada di sini juga?" tanya Erika.


"Saya tiba-tiba ingin ke sini. Kok bisa sehati ya? Jodoh kali," jawab Reyhan sambil menyentuh tengkuknya. Ia malu mengakui kalau ia telah bertanya pada Astin.


Mereka pun mengobrol hingga Tika datang bersama dua pelayan yang membawa makanan dan minuman. Merekapun makan siang di depan tenda Erika.


"Nanti malam, biar aku yang masak untuk makan malam," kata Reyhan di sela-sela makannya.


"Emang bisa masak?" tanya Erika.


"Bisa dong! Ayah dan aku sering masak bersama bila ibu sedang ada kegiatan di luar. Biasa, ibu-ibu suka pergi arisan atau ikut kegiatan sosial," jawab Reyhan.


Erika dan Tika hanya tersenyum mendengarnya. Mereka menikmati makan siang mereka hingga tak tersisa. Kegiatan arung jeram tadi cukup menguras tenaga mereka, sehingga perut mereka perlu asupan makanan untuk memulihkan tenaga mereka.


Hari selanjutnya, Erika dan Reyhan semakin akrab. Mereka melakukan aktivitas bersama. Di tempat bermain outbond, mereka tampak mesra. Reyhan selalu membantu Erika entah itu memasangkan helm untuk pengaman kegiatan Outbond, ataupun membantu naik dan turun di wahana outbond. Tika cukup tahu diri menempatkan dirinya. Sebisa mungkin dia tidak mengganggu kedua insan yang sepertinya sedang jatuh cinta itu.


Ketika sore tiba, Reyhan akan dengan sigap memasak untuk makan malam mereka. Dibantu Erika dan Tika, mereka menikmati makan malam buatan mereka dengan lahap. Mereka lebih suka memasak masakan mereka dari pada memesan makanan dari restoran yang ada di tempat wisata itu. Karena pihak pengelola telah menyediakan peralatan masak dan bahan-bahan yang diperlukan untuk memasak para penginap di tempat camping itu.

__ADS_1


Paginya, mereka naik perahu keliling danau. Setelah itu mereka berfoto ria di jembatan cinta.


"Mas, kita foto-foto sebelah sana, yuuk!" kata Erika tanpa memperhatikan kalau Reyhan sudah ada disebelahnya. Ia kira Reyhan berada jauh dari tempatnya berdiri. Sehingga ketika dia menoleh, tak sengaja bibirnya menabrak dada bidang Reyhan. Erikapun mendongkak karena terkejut. Mata mereka beradu pandang beberapa detik. Ketika perlahan-lahan, Reyhan akan mendaratkan bibirnya pada bibir Erika, Tika datang membuyarkan momen romantis itu. Erika dan Reyhan tidak jadi berc*uman. Tika merutuki dirinya sendiri karena tanpa sengaja telah mengganggu momen romantis kedua insan itu.


"Waduh, sial! Aku mengganggu mereka!" rutuknya dalam hati.


Ketika malam ke 6yang merupakan malam terakhir mereka menginap di tempat camping itu, karena mereka akan memanfaatkan waktu satu hari tersisa untuk beristirahat di rumah, ada acara api unggun yang diadakan pihak pengelola. Semua penginap di sana boleh mengisi acara untuk memeriahkan acara api unggun.


Reyhan yang telah mendaftarkan dirinya untuk mengisi acara, dipanggil oleh MC untuk unjuk kebolehan. Dengan meminjam gitar dari pengunjung lain, Reyhan pun membagikan sebuah lagunya Armada. Lagu 'Awas jatuh cinta' cukup apik dinyanyikan oleh Reyhan dengan permainan gitar yang apik pula.


🎵Aku punya niat yang baik


Coba kuungkapkan padamu


Berharap kamu 'kan menjadi


Rencana besar dihidupku🎶


🎵Tapi kau bilang


"Pergi sana"


Kamu tak mau melihat diri ini selamanya🎶


🎵Awas nanti jatuh cinta


Cinta kepada diriku


Jangan-jangan ku jodohmu


Kamu terlalu membenci


Membenci diriku ini


Awas nanti jatuh cinta padaku🎶


🎵Aku punya niat yang baik


Kau tetap bilang


"Pergi sana"


Kamu tak mau melihat diri ini selamanya🎶


🎵Awas nanti jatuh cinta


Cinta kepada diriku


Jangan-jangan ku jodohmu


Kamu terlalu membenci


Membenci diriku ini


Awas nanti jatuh cinta padaku🎶


🎵Awas nanti jatuh cinta


Cinta kepada diriku


Jangan jangan kujodohmu


Kamu terlalu membenci


Membenci diri ku ini🎶

__ADS_1


🎵Awas nanti jatuh cinta padaku


(Awas jatuh cinta)


(Cinta kepada diriku)


Jangan-jangan kujodohmu


Kamu terlalu membenci


Membenci diriku ini🎶


🎵Awas nanti jatuh cinta


Awas nanti jatuh cinta


Awas nanti jatuh cinta


Padaku🎶


Tepuk tangan riuh dari para penginap yang mengikuti acara api unggun itu membuyarkan lamunan Erika yang terhanyut mendengar lantunan lagu dan gitar dari Reyhan. Ia merasa tersindir mendengar lagu itu. Erika segera bangun dari duduk nya sebelum Reyhan menghampirinya.


Erika pergi ke taman yang berada di dekat area camping itu. Reyhan yang melihat Erika pergi, segera menyusul Erika. Sedangkan Tika membiarkan saja kedua orang itu pergi. Tika sedang asyik menikmati acara api unggun selanjutnya.


"Erika!" panggil Reyhan.


Erika yang sedang berjalan pun berhenti dan menoleh.


"Kanapa kamu meninggalkan acara? Acaranya belum selesai," kata Reyhan.


Erika diam saja. Ia malah melangkahkan kakinya lagi. Buru-buru Reyhan mencekal tangan Erika agar tidak pergi


"Tunggu!" katanya.


"Kamu marah padaku?" tanya Reyhan setelah berhasil menghentikan Erika. Ditatapnya manik mata Erika.


"Kenapa harus marah? Itu terserah kamu! Aku memang konyol ya!" sinis Erika.


"Tolong, jangan marah. Itu hanya lagu," kata Reyhan.


"Hanya lagu? Kamu itu menyindir aku kan?" kata Erika tajam. Reyhan mendesah. Ia salah lagi.


"Maaf kalau aku menyinggungku. Tapi aku tidak bermaksud apa-apa. Aku cuma suka lagu itu. Lagu itu pula lagu yang mengingatkan awal mula kita bertemu," kata Reyhan.


"Aku mencintaimu," kata Reyhan kemudian.


Erika tampak terkejut. Erika membuang muka ketika pandangannya bertemu dengan Reyhan.


"Aku selalu teringat padamu sejak pertama bertemu hingga terakhir kita bertemu di restoran tempat temanku ngedate. Aku ingin minta maaf, tapi tidak ada keberanian. Jadi aku selalu melihatmu dari jauh, sampai aku pindah ke Kanada."


"Setelah kita bertemu lagi tanpa sengaja, aku senang karena kita bisa bekerja bersama melakukan proyek bersama. Aku senang kita bisa sering bersama. Semakin lama, aku memendam perasaan ini, aku semakin tersiksa. Makanya malam ini, aku ingin kamu tahu, bahwa aku mencintaimu sejak lama," ucap Reyhan.


"Aku ingin jawaban darimu," kata Reyhan.


"Maaf. Aku butuh waktu untuk menjawabnya," jawab Erika datar.


"Baiklah. Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Aku tunggu jawabanmu kalau kamu sudah siap," kata Reyhan.


"Kembalilah ke tendamu. Malam sudah semakin larut. Kita harus bersiap-siap pulang besok pagi," kata Reyhan.


Erikapun menurut. Ia segera berjalan. ke arah tendanya tanpa menoleh pada Reyhan. Reyhan mengikutinya di belakang.


"Selamat malam. Semoga mimpi indah," kata Reyhan ketika Erika akan masuk ke tendanya. Reyhan pun segara berlalu untuk kembali ke tendanya.


Erika menoleh menatap kepergian Reyhan. Hatinya masih bimbang. Apakah ia benar-benar telah jatuh cinta pada Reyhan atau hanya terbawa suasana saja? Sejujurnya, Erika belum benar-benar move on dari Andra. Tapi ia sedang berusaha kertas untuk menghapus Andra dari hatinya. Laki-laki pengeretan dan tak setia tidak layak mendapat cintanya. Ia bertekad harus bisa mencari sosok pengganti Andra. Tentu saja yang benar-benar tulus mencintainya dan juga setia. Apakah Reyhan laki-laki yang tepat untuknya?

__ADS_1


TO BE CONTINUED


__ADS_2