
Sejak putus dengan Erika, hidup Andra kian terpuruk. Tak ada lagi orang yang membantu menopang kehidupannya untuk biaya hidup sehari-hari ataupun untuk sekedar bergaya.
Andrapun mulai mencari cara agar ia dapat memanasi Erika. Ia ingin Erika menyesal telah mencampakkannya. Malah bila perlu minta balikan lagi. Tentunya nanti dia akan merasa di atas angin.
Andrapun mulai mencari wanita yang sekiranya mau padanya. Tapi ternyata kini ia sulit mendapat wanita yang mau menerima kekurangannya. Ternyata lebih banyak wanita yang matre daripada wanita yang mau melakukan apa saja demi cinta.
Tebar pesona sudah ia lakukan. Andra yang punya kemampuan menyanyi, ia gunakan lagi untuk menjerat para wanita kaya. Ketampanan dan suaranya yang merdu menjadi senjata pamungkas untuk memikat wanita.
Karin, sekretaris di Cahaya Plaza, merasa tertarik pada Andra. Tapi bukan tertarik untuk menjalin cinta. Karin berniat menjadikan Andra pacar pura-puranya untuk memanasi Reyhan, pujaan hatinya yang selalu acuh padanya. Karin mengenal Reyhan sewaktu, Bosnya ada meeting dengan beberapa perusahaan, termasuk perusahaan Ayahnya Reyhan. Sejak saat itu Karin selalu mengejar Reyhan. Tapi Karin sering dibuat kecewa karena Reyhan selalu menghindar dan tak menggubris perhatiannya.
"Hai, aku ada penawaran bagus untukmu'," kata Karin setalah Andra turun dari panggung.
'Senangnya mendapat perhatian dari Bu Karin. Sekretaris Cahaya Plaza,' kata bathin Andra.
"Penawaran apa, Bu?" tanya Andra sambil duduk di dekat Karin.
"Jangan panggil aku Bu dong! Panggil aku Karin saja! Ini kan di luar kantor!" kata Karin tak senang karena kesannya tua kalau di panggil Bu.
"Oh, maaf, maaf. Tapi kan tak sopan," jawab Andra.
Karinpun menggenggam tangan Andra,"Aku ingin kau menjadi pacar pura-puraku!" kata Karin.
"Pacar pura-pura?!" mata Andra membelalak.
"Ya. Mau kan?" Karin tersenyum genit.
"Kenapa harus pura-pura? Kenapa tidak pacaran beneran saja?" Andra malah berani.
"Karena aku mencintai seseorang, tapi dia acuh padaku," jawab Karin.
"Lalu apa keuntungannya kalau aku jadi pacar pura-puramu?"
"Aku punya mobil dua, kamu boleh pinjam mobilku. Kau akan mendapat perlakuan istimewa di Cahaya Plaza, sama sepertiku, atas rekomendasi dariku."
Andra tampak berpikir. Karin ketar-ketir takut Andra menolak tawarannya.
"Kalau kau mau uang, aku bisa memberimu sejumlah uang setiap bulannya," Karinpun menyebutkan jumlah uang yang akan Andra terima.
"Oke. Deal!" jawab Andra mantap. Karin merasa lega. Mereka berjabat tangan tanda persetujuan.
"Besok malam ada acara syukuran pergantian pimpinan perusahaan SUMBER RAYA Tbk. Aku dan Bos diundang ke acara itu. Aku akan mengajakmu. Kamu harus berdandan maksimal dan bersikap maksimal sebagai pacarku. Aku ingin dia menyesal telah mengacuhkanku."
"Memangnya siapa dia?"
"CEO SUMBER RAYA Tbk yang baru,"
"Oke. Kamu jangan khawatir. Aku tidak akan mengecewakanmu," Andra merasa optimis sandiwaranya akan membuat orang yang disukai Karin akan menyesal telah mengacuhkan Karin.
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Acara syukuran itupun tiba. Malam itu, dengan memakai jas rapi, Andra menggandeng Karin memasuki hotel tempat syukuran itu digelar. Beberapa pasang mata memperhatikan mereka. Andra semakin percaya diri karena merasa tampan dan menggandeng sekretaris CAHAYA PLAZA. Siapa yang tak kenal sekretaris CAHAYA PLAZA. Karena Karin termasuk dalam tingkatan atas dalam posisi jabatan di perusahaan.
Ketika mata Andra tertumbuk pada sosok orang yang selama ini yang ingin ditemuinya, Andra semakin mengeratkan tangannya pada Karin. Ia ingin tampil mesra dan membuat orang itu menyesal telah mencampakkannya.
Erika melihat Andra menggandeng mesra seorang wanita. Erika merasa masa bodoh, ia pura-pura tidak melihat mereka. Ia tak ingin membuat Andra besar kepala kalau sampai ia memperhatikan mereka.
Tapi ketika Andra lewat di dekat Erika, dengan sengaja, Andra menyapa Erika. Mau tak mau, Erika harus melihat mereka.
"Hai, Erika! Kamu juga ada di sini? Kenalkan, pacar baruku, Karin, sekretaris CAHAYA PLAZA," kata Andra ingin menyombongkan diri. Seolah-olah berkata, 'Walau aku kau campakkan, aku dapat yang lebih baik darimu. Aku dapat pacar sekretaris. Kau hanya staf biasa.'
Erika terpaksa tersenyum pada mereka berdua. Karin yang tidak tahu apa-apa, mengulurkan tangannya pada Erika, mengajak berjabat tangan. Erika pun membalas jabatan tangan Karin dan Andra.
"Karin,"
"Erika,"
"Oh, ya. Selamat atas hubungan kalian!" jawab Erika.
Andra membisikkan sesuatu pada Karin. Karin melihat Erika dan mengangguk mendengar bisikan dari Andra. Erika merasa geram karena Andra sudah bertindak tidak sopan dengan berbisik-bisik sambil melihatnya.
"Ooh ..., jadi ini mantan pacarnya Andra?" Karin dengan pandangan meremehkan melihat penampilan Erika dari atas ke bawah.
"Selera berpakaiannya cukup bagus untuk sekelas staf biasa," kata Karin.
Ketika Erika ingin membalas perkataan Karin, Astin datang dengan membawa dua gelas Syrup.
Dengan sengaja, Karin menyenggol lengan Astin, sehingga syruppun tumpah mengenai baju Erika.
"Maaf," kata Karin tanpa rasa bersalah. Ia menutup mulutnya menahan tawa. Andrapun tampak menahan tawa.
"Kau ...!" Astin melotot melihat bosnya diperlakukan semena-mena. Erika juga tampak marah.
Tiba-tiba dari arah belakang Andra dan Karin, seseorang menerobos untuk mendekati Erika. Sebuah jas yang dipakainya dilepaskan oleh laki-laki itu, kemudian di pakaikan pada tubuh Erika.
"Pakailah ini. Supaya kau tidak masuk angin," kata laki-laki itu yang ternyata Reyhan. Kemudian ia menatap tajam pada Karin.
"Kamu tidak berhak mengganggu tamuku! Kalau kau bertindak tidak sopan lagi, kau lebih baik keluar dari tempat ini!" kata Reyhan marah.
"Rey ...., aku ....," Karin tercekat.
Reyhan tidak mau mendengar perkataan Karin. Ia membawa Erika ke depan acara. Disana sudah ada Gery dan para petinggi perusahaan. Erika cium tangan pada Gery. Gery tersenyum tapi ketika melihat baju Erika basah, iapun menanyakan pada Reyhan.
"Apa yang terjadi?"
"Ada sedikit masalah. Ada orang yang cari gara-gara. Dia harus diberi pelajaran," jawab Reyhan.
"Ya! Kau atasi saja! Biar dia kapok!" Gery memberi semangat.
"Acara akan segera dimulai, Pak!" Sekretaris Reyhan memberitahu.
__ADS_1
"Ya. Mulai saja!" jawab Reyhan.
Acara pun segera dimulai. Para tamu undangan sudah menempati kursinya masing-masing. Karin tampak duduk di jajaran sekretaris perusahaan-perusahaan yang diundang oleh SUMBER RAYA Tbk. Setelah pembukaan, selanjutnya sambutan dari CEO yang lama. Karin duduk paling depan dengan Andra. Tangan mereka bertaut. Mereka pun berbiisik-bisik mesra. Reyhan melihatnya karena Karin memang sengaja melakukannya. Dalam hati Reyhan tertawa. Karena hal itu sama sekali tak berarti baginya.
Tepuk tanganpun membahana mengakhiri sambutan dari Gery selaku CEO lama. Selanjutnya Revan, sang sekretaris yang bertindak sebagai pembawa acara, mempersilahkan Reyhan untuk memberi sambutannya sebagai CEO yang baru.
Reyhanpun memberikan sambutannya. Tiba-tiba, ia menghentikan sambutannya dan pandangannya tertuju pada Erika.
"Pada kesempatan ini, saya juga akan melamar seseorang yang sangat saya cintai. Dia adalah CEO Edkatama group. Perkenalkan inilah calon istri saya, Erika Pramudita!"
Tepuk tanganpun riuh terdengar dengan pengumuman yang disampaikan Reyhan. Apalagi Andra dan Karin. Mereka sangat shock mendengar penuturan dari Reyhan. Andra sangat shock setelah mendengar bahwa Erika adalah CEO Edkatama group. Sedangkan Karin selain terkejut dengan jabatan wanita yang diremehkannya tadi, ia juga sangat shock karena wanita itu calon istri Reyhan.
"Kalian pasti tahu. Edkatama group adalah perusahaan besar! Erika ini adalah buyut dari mendiang Tuan Edwin, seorang pengusaha yang sudah terkenal di seluruh Indonesia. Dia adalah cucu Tuan Brian!"
Tepuk tanganpun kembali riuh terdengar. Andra dan Karin bertambah shock. Mereka pernah mendengar kebesaran nama konglomerat legendaris itu yang banyak berkiprah di dunia bisnis dan acara-acara sosial. Termasuk anak-anak Tuan Edwin.
Sorot mata Andra meredup. Kesombongannya tadi mendadak lenyap, berganti dengan raut wajah penyesalan. Ia sangat menyesal telah mengkhinati Erika. Ia telah menyia-nyiakan berlian berharga. Erika gadis yang baik, setia, tulus mencintainya dan ternyata seorang CEO! Hal yang tak disangka-sangkanya. Karena Erika tidak menyombongkan jabatannya. Andra juga tidak menyangka kalau Erika keturunan dari keluarga konglomerat sekelas Tuan Edwin yang kekayaannya sangat banyak karena mempunyai banyak anak perusahaan atau cabang di berbagai kota di Indonesia. Sungguh keturunan bibit unggul yang dapat mengangkat harkat dan martabat dirinya bila menjadi pasangan Erika.
Sedangkan Karin, jadi merasa ciut dan rendah diri. Untuk bersaing mendapatkan Reyhan, rasanya tidak mungkin! Dalam hati kecil Karin mengakui kalau Erika sangat cantik. Apalagi keturunan keluarga konglomerat, dan punya jabatan yang setara dengan Reyhan. Sungguh pasangan yang serasi dan sepadan. Mana mungkin Reyhan akan berpaling padanya, apalagi dengan sikapnya tadi yang bikin gara-gara pada Erika. Tentu Reyhan akan bertambah menjauhinya.
"Untuk gadisku yang sangat cantik, cincin ini aku persembahkan untukmu. Maukah kau menikah denganku?" Reyhan berlutut di hadapan Erika sambil membuka kotak cincin.
Erika sangat terharu mendapat kejutan romantis dari Reyhan. Perlakuan dan ucapan Reyhan juga membantunya membungkam mulut Andra dan Karin yang telah meremehkannya.
Dengan mata berkaca-kaca, Erika mengangguk. Ini adalah lamaran pribadi Reyhan. Keluarga Reyhan akan melamar Erika kurang dari sebulan lagi.
Reyhan menyematkan cincin berlian pada jari manis Erika. Tepuk tanganpun membahana dengan selesainya penyematan cincin pada jari manis Erika.
"Cium, cium, cium!" teriak suara-suara dari para undangan.
Reyhanpun mengecup kening Erika. Tepukan tangan dan suitan terdengar riuh. Semua merasa senang atas lamaran Reyhan pada Erika. Kecuali dua orang itu. Andra dan Karin. Sandiwara yang telah mereka rencanakan gagal total sebelum dilaksanakan.
Dengan muka masam mereka ikut bertepuk tangan. Reyhan diam-diam memperhatikan Karin dan Andra. Reyhan ingin tertawa dalam hati melihat raut muka Karin dan Andra. Reyhanpun berbisik pada Erika.
"Bagaimana aksiku? Bagus bukan? Sekali tepuk, dua lalat KO!" bisik Reyhan.
Erika membelalakkan matanya. Dirinya tak menyangka kalau Reyhan tahu tentang Andra. Erika tersenyum. Inilah yang dibutuhkan Erika! Sosok yang menjadi pelindung dan pembelanya. Juga yang tulus mencintainya.
Setelah itu pembawa acara mempersilahkan Reyhan dan Erika untuk berdansa dengan disaksikan seluruh tamu undangan dan para petinggi SUMBER RAYA Tbk. Mereka tampak serasi dan mesra. Membuat siapapun iri melihat pasangan itu.
Maksud hati ingin membuat dua orang itu cemburu dan menyesal, tapi ternyata keadaan berbalik. Justru Andra dan Karin yang merasa cemburu dan menyesal telah hadir di acara itu.
Setelah Reyhan dan Erika berdansa, atas nama CEO baru , pembawa acara mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.
Andra dan Karin yang merasa malu, langsung pulang sebelum acara selesai. Berbagai macam rasa berkecamuk dalam hati mereka. Mereka benar-benar merasa kecewa, cemburu, kesal, iri dan lain-lain. Mereka pulang dalam diam walau dalam satu mobil. Masing-masing berada dalam pikirannya masing-masing.
TO BE CONTINUED
Selamat bersilaturahmi dengan keluarga. Othorpun masih bersilaturahmi dengan keluarga besar. Jadi maaf kalau baru bisa Up. Happy holiday!
__ADS_1