KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
BAB 49 KARMA UNTUK SUSY PART 2


__ADS_3

Susy siuman. Tenggorokannya terasa kering.


"Haus ...., haus ...., mau minum, mau minum," Susy merintih.


Mama Susy terbangun dari tidurnya mendengar Susy yang sudah siuman.


"Kamu haus? Sebentar, Mama ambilkan minum," Mama Susy mengambilkan air mineral botol. Susy dibantunya untuk duduk. Kemudian botol air mineral itu didekatkan ke mulut Susy. Susy segera meminumnya dari sedotan yang sudah ada didalam botol itu.


Setelah hausnya hilang. Susy merebahkan lagi tubuhnya.


Mama Susy mengangkat kursi agar lebih dekat dengan ranjang dimana Susy berada.


"Nak. Papamu sedang lapor polisi. Nanti mungkin ada polisi yang akan ke sini untuk meminta keterangan darimu. Kamu harus memberikan bukti-bukti tentang siapa yang menyiram air keras pada wajahmu."


Seketika Susy teringat lagi wajahnya yang hancur. Ia meraba wajahnya.


"Jadi ini bukan mimpi Ma? Ini nyata? Aku jadi seperti monster?!" Susy mulai terisak lagi.


"Sabarlah, sayang! Kalau tertangkap pelakunya, kamu bisa minta ganti rugi untuk operasi Face off wajahmu," kata Mama Susy prihatin mencoba menghibur anaknya.


"Aku tahu pelakunya! Aku mengenalnya!" Susy berteriak marah.


"Siapa pelakunya?"


"Mas Ronald si*al*n!"


"Apa??!" Mama Susy sangat terkejut.


"Apa kamu punya bukti? Kamu benar-benar melihatnya dengan jelas?"


"Aku cuma tahu suaranya. Wajahnya memakai masker dan kacamata hitam. Tapi aku tahu itu Mas Ronald!"


"Mengapa dia tega sekali! Dia dulu sangat mencintaimu!"


"Dia marah! Atau mungkin cemburu. Karena ....,"


"Ya, kau banyak main dengan lelaki lain! Susy, Susy ...., apa sih yang kau cari?! Kamu sudah punya suami kaya raya. Kamu malah cari penyakit! Kita jadi susah begini kan?" Mama Susy terlihat kesal.


"Maaf, Ma," Susy menunduk.


"Sekarang bagaimana kamu dapat lelaki kaya lagi kalau wajahmu saja jelek begini? Apa ada lelaki yang mau kalau wajahmu seperti monster begini?!"


"Ma! Tolong, jangan bikin aku semakin down! Coba Mama tanyakan pada dokter, berapa biaya operasi face off, daripada Mama ngomel-ngomel melulu!" hardik Susy kesal.


"Ya sudah. Mama mau nanya ke dokter!" Mama Susy segera beranjak ke luar ruangan.


Setelah cukup lama Mamanya pergi, Mama Susy kembali ketika Susy sedang terlelap. Karena terdengar pintu dibuka Susy terbangun.


"Ma, Mama baru datang?"


"Iya. Mama sudah tanya ke dokter," jawab Mamanya.


"Gimana Ma, biayanya berapa?"

__ADS_1


"Sekitar 1 Milyar! Apa kamu punya uang sebanyak itu?"


Lemaslah Susy mendengar jawaban dari Mamanya.


"Rumah yang dijual itu harganya 1 M. Sekarang uangnya sudah berkurang untuk biaya hidup kita sehari-hari dan menyewa Bodyguard."


"Perhiasanmu kan masih banyak. Jual aja," saran Mamanya.


"Kalau semua dijual, nanti kita ke depannya bagaimana, Ma?"


"Kau cari lagi laki-laki kaya, beres kan?"


"Ma! Operasi face off itu tidak langsung membuat wajahku jadi seperti semula. Perlu waktu yang lama untuk menormalkannya. Lagi pula, wajahku nanti belum tentu sama seperti dulu. Akan masih terlihat kecacatannya, Ma!"


"Pokoknya Mama enggak mau tahu! Kamu operasi face off dulu. Baru nanti kita pikirkan langkah selanjutnya. Gara-gara begini, musnah semua rencana Mama! Wajah kamu itu aset juga buat Mama! Kamu harus cari laki-laki lain yang lebih kaya!"


Susy mengusap dadanya. Ia merasa tak percaya, Mamanya tidak perduli dengan keadaan dirinya. Yang Mamanya perdulikan hanya harta.


"Sudah. Kamu kalau sudah agak baikan harus cepat-cepat mengurus untuk operasi wajahmu. Mama mau pergi dulu. Mama mau main kartu. Siapa tahu Mama menang," kata Mama Susy bersiap pergi.


"Ma, Mama mau main judi?!"


"Apa lagi? Uang darimu sudah menipis. Mama perlu mengolah uang itu agar bertambah. Kalau Papamu datang bilang saja Mama ada urusan. Hidup dengan si tua renta itu bikin Mama susah saja," gerutu Mama Susy.


"Ma, bukankah dulu Papa kaya? Mama juga kan yang menghabiskan uang Papa?" Susy tidak terima Papanya direndahkan.


"Papa dan anak, sama-sama bodoh! Bikin repot aja! Sudahlah, Mama sedang malas berdebat! Mama mau pergi dulu."


Susy menghela nafas. Ia mengusap wajahnya lagi yang terasa kasar. Ia raba lagi seluruh wajahnya. Susy terisak lagi mengingat wajahnya yang hancur.


Penyelidikan kasus penyiraman air keras pada Susy belum menemui perkembangan yang berarti. CCTV yang ada di klub malam itu rusak. Tepatnya telah dirusak sebelum kejadian itu. Informasi yang didapat dari pata saksi di lokasi kejadian, hanya sedikit. Kendaraan yang digunakan untuk melancarkan aksi para preman itu juga tak dapat dilacak. Sepertinya mereka telah mengganti plat nomor mobil mereka. Barang bukti juga tidak ada.


Erick yang menjadi saksi utama yang melihat penyiraman itu malah menghilang entah kemana. Mungkin sudah kabur ke negara asalnya.


Susy sudah menyampaikan dugaannya pada polisi. Tapi polisi tidak mau gegabah melakukan penangkapan sebelum bukti-buktinya akurat. Pihak kepolisian hanya melakukan pemanggilan pada Ronald untuk meminta keterangan.


Tapi ternyata Ronald punya alibi yang kuat. Sehingga polisi tidak bisa menahan Ronald. Susy hanya bisa geram dan ingin membalas dendam pada Ronald.


Malang bagi Susy, uang yang tersisa hasil penjualan rumah dan dari menjual perhiasan - perhiasannya raib di rumah kontrakannya sebelum sempat Ia setorkan untuk biaya operasi Face off. Rupanya rumah kontrakannya di bobol pencuri.


Susy sampai berkali-kali pingsan setelah histeris mendapati uangnya raib tak tersisa. Ia menyesal menyimpan uang dalam bentuk cash. Pikirnya semula supaya memudahkannya untuk menggunakan uang itu karena banyaknya pengeluaran. Hidupnya kini tak ada yang menjamin. Ia harus membiayai hidupnya dan kedua orangtuanya.


Untuk menyambung hidupnya, Susy terpaksa mendaftar bekerja pada tempat-tempat hiburan malam dengan memakai masker. Tapi ketika pemilik hiburan malam itu ingin melihat wajahnya, mereka terkejut dan langsung mengusir Susy.


"Bagiamana bisa tamu yang datang akan tertarik padamu, sedangkan wajahmu saja seperti monster! Pergilah kau dari sini!" usir pemilik klub malam.


Di tempat lain, Susy mengalami hal yang sama. Semua menolaknya. Miris sekali. Dia dulu jadi rebutan laki-laki, kini malah tidak diinginkan oleh siapapun.


Susypun melamar kerja ke sebuah perusahaan. Walau hanya posisi sebagai OG (Office Girl) tapi demi kelanjutan hidupnya, Ia akan jalani.


Tak disangka, Ia diterima bekerja di sana. Tapi sayang, hari pertama bekerja, Ia banyak melakukan kesalahan. karena Ia belum pernah mengerjakan hal tersebut sebelumnya. Kebijakan perusahaan yang mewajibkan memakai masker selama beraktivitas di kantor, cukup membantunya dari tatapan aneh orang-orang. Susy dapat menyembunyikan kecacatan wajahnya.


Walau Ia menjadi bulan-bulanan kemarahan dan kesombongan kepala OG/OB, Susy berusaha bersabar. Ia sadar, dirinya belum terbiasa karena selama ini belum pernah melakukan pekerjaan seperti asisten rumah tangga.

__ADS_1


Arga tersenyum melihat CCTV di kantornya. Kelinci sudah masuk perangkap. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk eksekusi.


"Mila, kelinci buruanmu sudah datang. Cepatlah kembali ke Indonesia. Aku ingin melihat tontonan gratis drama balas denganmu!" kata Arga di telepon.


"Ya, Kak Arga. Tunggulah sebentar lagi. Masih ada urusanku sedikit lagi yang belum selesai. Nanti aku akan kasih kabar kalau aku akan kembali ke Indonesia," jawab Mila.


Suatu hari Susy sepulang dari bekerja, melihat Jimy sedang berada di sebuah toko bunga. Rupanya Jimy sedang membeli buket bunga untuk istrinya. Setelah selama dua minggu Ia bersembunyi di kota lain dengan alasan ada pekerjaan, Ia harus merayu istrinya agar tidak curiga.


Susy segera turun dari angkot. Ia segera menghampiri Jimy yang sudah lama susah dihubungi.


"Jimy! Kamu kemana saja? Aku rindu padamu!" kata Susy sambil memeluk Jimy dari belakang.


"Hei! Apa-apaan kamu?! Lepas, kataku!" Jimy malah marah. Ia sudah tahu itu siapa dari suaranya.


"Kamu jangan pura-pura lupa padaku. Kita kan pasangan serasi," kata Susy tak tahu malu.


Pemilik toko bunga menatap mereka dengan curiga. Jimy segera membayar buket bunga itu. Ia segera beranjak pergi meninggalkan toko bunga dan Susy ya g mengejarnya.


"Jimy! Aku ada di sini! Kenapa kamu malah pergi?! Itu buket bunga untukku kan?" teriak Susy sambil mengejar Jimy yang berjalan menuju ke mobilnya.


"Jimy, kenapa kamu jadi sombong begini? Aku siap melayanimu kapan saja. Kita akan mencoba gaya-gaya baru di ranjang," kata Susy mencoba merayu Jimy.


"Cih! Kamu tidak juga pergi ya?! Pergilah! Aku tak mau berurusan lagi denganmu! Aku tidak mau lagi jadi sasaran suamimu!" hardik Jimy.


"Jimy! Aku .....," tiba-tiba maskernya terlepas karena Jimy mendorongnya sedangkan Susy berusaha ikut masuk ke mobil.


"Aaaah ....!" Jimy berteriak kaget melihat wajah Susy yang sangat mengerikan.


Susy buru-buru memasang maskernya lagi.


"Jimy, tolonglah aku! Aku cacat gara-gara Ronald si*lan! Bantu aku untuk operasi face off! Kumohon! Sebagai gantinya, aku akan mengabdikan seluruh hidupku untukmu!"


"Kamu mimpi ya? Sejak video itu viral, aku sudah bertekad akan menjauhimu! Sangat memalukan! Ternyata kamu bermain dengan banyak lelaki! Sungguh menjijikan! Aku menyesal telah bersamamu selama ini!Untung wajahku diblur! Tapi suamimu sudah tahu! Dia hampir saja membunuhku!"


"Maafkan aku Jimy. Aku janji kali ini aku hanya setia padamu. Kamu kekasihku yang paling spesial. Bahkan aku punya anak darimu," Susy masih saja berusaha merayu Jimy.


"Bohong! Itu bukan anakku! Aku tak sudi bersamamu lagi! Selama ini aku sudah mengkhianati istriku! Aku akan kembali pada istriku! Cepatlah menyingkir dari mobilku, manusia jelek!" Jimy mendorong Susy hingga terjatuh.


Jimy segera masuk ke mobil dan tancap gas. Susy dibiarkan terduduk merintih kesakitan.


Orang-orang menghampirinya untuk menolong. Tapi Susy malah menghardik mereka.


"Pergilah! Aku tak butuh bantuan kalian!" kata Susy sambil berusaha bangun sendiri.


"Kalian senang ya melihat penderitaanku?! Kalian mentertawaiku ya?! Pergi kalian semua!" Susy malah marah-marah.


"Dasar tidak tahu terimakasih! Masih untung kami peduli! Dasar sombong!" gerutu salah seorang yang akan menolong Susy. Merekapun bubar.


Susy menangis tertahan. Hatinya sakit mendapat penolakan dari Jimy. Kini tak ada lagi harapan baginya. Pada siapa lagi Ia meminta tolong untuk membantunya memenuhi keinginannya untuk operasi wajah. Pada teman-teman kencannya tidak mungkin. Karena mereka hanya untuk happy fun saja. Mereka tidak akan mau bertanggungjawab terhadap masalahnya.


TO BE CONTINUED


Selamat membaca! Baca juga karya saya yang lain ya. Jangan lupa berikan vote, like dan komen serta hadiah ya!

__ADS_1




__ADS_2