KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
(SS 2) BAB 105. AIB ITU MASIH TERASA


__ADS_3

Kemarin Ronald dan Tika menghadiri syukuran atas kesembuhan Richard. Acara syukuran itu diadakan di sebuah panti asuhan. Richard sangat bersemangat membagi-bagikan paket makanan dan pakaian untuk anak-anak panti asuhan. Anak-anak disana senang menerima pemberian dari Richard.


Tika pun dalam kesempatan itu dapat bertemu lagi dengan Mila. Walau merasa sedikit cemburu, Tika menahan diri untuk tidak menampakkannya pada siapapun. Tika tahu, Ronald belum sepenuhnya move on dari Mila. Hal itu terlihat dari cara Ronald memandang Mila dan kejadian waktu setelah bertemu mantan mertua Tika. Ronald sampai menitikkan airmata , mengingat perlakuannya dulu pada Mila. Mila jadi merasa cemburu dan kesal atas sikap Ronald. Perubahan hormon ibu hamil membuatnya sensitif terhadap hal-hal yang sepele sekalipun. Apalagi kalau menyangkut perasaan.


Hari ini Ronald dan Tika baru saja dari dokter obgyn. Mereka telah memeriksakan kandungan Tika. Kondisi bayi di dalam kandungan Tika baik dan sehat. Begitu juga Tika, morning sicknya berkurang. Tika mulai bisa makan tanpa muntah lagi. Tiga minggu lagi akan digelar akad dan pesta pernikahan Erika dan Reyhan. Oleh sebab itu Ronald mengajak Tika untuk ke butik yang berada di sebuah mall. Di butik itu memang sudah terkenal menyediakan pakaian pesta untuk ibu hamil. Tikapun memilih dua potong pakaian hamil untuk acara-resmi. Setelah Ronald membayarnya, mereka mampir ke restoran untuk makan siang.


Ketika mereka sedang asyik menikmati makan siang, serombongan laki-laki yang berjumlah 7 orang, lewat di dekat mereka. Salah seorang dari mereka menyapa Ronald.


"Hai, Pak Ronald! Lama tak bertemu!" sapa salah seorang dari mereka.


"Pak Jaja! Dari mana nih, rame-rame?!' Ronald langsung berdiri dan berjabat tangan dengan orang yang dipanggil Pak Jaja, juga ke yang lainnya. Beberapa diantaranya Ronald mengenalnya. Merekapun berbincang ringan.


"Kami habis jalan-jalan ke Bandung," jawab salah seorang dari mereka.


"Ini siapa, Pak Ronald?" tanya salah seorang sambil melihat pada Tika.


"Oh, ini istri saya yang sekarang!" jawab Ronald


"Hebat, Pak Ronald! Dapat daun muda!" puji yang lain.


"Istrimu yang dulu, siapa tuh namanya?! Mmm ...., oh, Susy! Kemana dia?"


"Pak Zecky kenapa nanya-nanya istrinya Pak Ronald? Kangen ya? Mentang-mentang pernah di servis sama Mbak Susy! Ups!! " kata salah seorang dari mereka sambil terbahak.


"Apa?!" Ronald menatap temannya yang bernama Zecky.


"Sorry! Aku dulu pernah 'jalan' sama istrimu. Tapi itu dulu lho!" kata orang yang bernama Zecky.


"Kalau istrimu yang sekarang, bisa enggak dibawa 'jalan' sama kita? Aku baru tahu lho kalau Susy, istrimu yang dulu itu suka gonta ganti pria!!" kata salah seorang diantara mereka sambil memandang Tika dengan pandangan mesum. Tangan Ronald terkepal. Rahangnya mengeras.


"Iya. Luar biasa! Mbak Susy itu waktu aku lihat di video acara syukuran perusahaanya Pak Ronald, bisa melayani dua pria sekaligus!"


"Br*ngsek kalian!" Ronald tidak dapat menahan amarahnya. Ronald menghajar orang itu. Juga orang yang bernama Zecky.


Tika menjerit. Kegaduhanpun terjadi.


"Persetan dengan kalian yang pernah jalan sama Susy! Dia bukan istriku lagi! Dia juga sudah meninggal! Tapi jangan samakan Tika dengan Susy! Dia wanita baik-baik!" amuk Ronald membabi buta.


Ronald dan kedua orang itu di lerai oleh para pengunjung restoran yang lain.

__ADS_1


"Kudengar kamu sudah bangkrut ya Pak Ronald? Kasihan! Itu karma karena kamu sudah menyakiti hati istri pertamamu. Nyonya Karmila! Ck, ck, ck .... Tuan Edwin lebih berpihak pada Nyonya Karmila daripada pada lelaki ini!"


"Pak Ronald ini menggelar pesta pernikahan meriah dengan p*lacur itu disaat masih terikat pernikahan dengan Nyonya Karmila! Gila bukan?!" kata seseorang yang dari tadi diam dengan sinis.


"Siapa kamu bre*ngsek?! Apa maumu?!" bentak Ronald. Ronald mencoba meronta. Tapi karena banyak yang memeganginya, ia tak berdaya.


"Aku adalah anak Tuan Trihandoyo! Kamu ingat Tuan Trihandoyo? Aku adalah anak pengacara Tuan Edwin. Ayahku sudah lama meninggal. Tapi aku yang kerap membantu Ayah, tahu kasusmu!"


"Bahkan, Tuan Ronald ini mengamuk karena mendapat warisan sedikit! Kalian tahu kenapa? Karena dia bukan anak Tuan Brian! Ibunya selingkuh dengan laki-laki lain! Tuan Edwin tahu itu, makanya warisannya diberikan pada Tuan Brian dan Nyonya Karmila, ha ha ha ... kasihan!" ejek anak Tuan Trihandoyo.


"Diam, b*ngs*t! Kuhabisi kamu!" Ronald berniat melayangkan tinjunya pada anak Tuan Trihandoyo. Tapi orang-orang menahan badannya. Ronald memberontak sambil berteriak-teriak.


Tika sangat terkejut melihat Ronald seperti itu. Baru pertama kali Tika melihat Ronald emosional dan tidak terkendali seperti itu.


"Bang, Bang Ronald!" panggil Tika.


Ronald menoleh, wajahnya terlihat sangar, tak seperti biasanya.


"Kamu lebih baik pulang! Cepat pulang!" bentak Ronald pada Tika. Tika kaget. Itu baru pertamakali juga bagi Tika dibentak Ronald.


Dengan berderai airmata, Tika meninggalkan restoran itu. Ia pulang naik taksi. Sepanjang jalan Tika terisak. Ia bingung harus kemana. Ia sangat sakit hati mendapat bentakan dari Ronald. Ditambah lagi mendengar hal-hal tentang Ronald yang baru ia tahu.


Tika memutuskan tidak pulang ke rumah. Ia akan menenangkan diri. Ia ingin menyendiri.


Dengan perasaan kesal dan marah, Ronald mengendarai mobilnya. Sepanjang jalan, ia memaki, menggerutu dan berteriak seperti orang stres.


"Ini aibku! Gara-gara ini, aku malu seumur hidup! Aku menyesal telah mengenal Susy! Aku menyesal setelah tahu aku bukan anak Papa Brian!" Ronald mengendarai mobil tak tentu arah. Ia hanya berputar-putar keliling kota. Ia mencoba menghilangkan moodnya yang buruk.


Setibanya di rumah, hari sudah sore. Ketika ia mencoba membuka pintu, ternyata pintu masih terkunci. Iapun ingat, kunci rumah masih ada padanya. Pintu rumahpun dibuka. Ronald memanggil-manggil Tika ke setiap ruangan. Tapi tak ada.


"Sial! Kenapa aku seceroboh ini! Dia tidak punya duplikat kunci rumah ini. Kunci rumah ada padaku! Bagaimana mungkin dia bisa masuk? Lalu kemana Tika?!" gumamnya.


Ronaldpun berlari ke rumahnya. Ternyata Erika baru datang.


"Apa Mamamu ada di sini!?" tanya Ronald.


"Mama? Memang Mama enggak ada? Kan Erika baru datang dari kantor," jawab Erika heran.


Ronald menjambak rambutnya sambill memejamkan mata. Ia baru ingat. Tadi ia membentak Tika. Iapun segera menelepon Tika. Tapi ternyata ponselnya tidak aktif. Ronald semakin gusar.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya Pa? Mama kenapa?" Erika semakin penasaran.


Dengan terduduk lesu. Ronald menutup wajahnya. Ronald sangat menyesal.


"Papa ada masalah," Ronaldpun kemudian menceritakan kejadian di restoran tadi siang.


Erika menghela nafas panjang setelah mendengar penuturan dari Papanya. Erika juga pernah mendengar kisah itu dari Mamanya. Tapi ada juga sebagian yang baru didengarnya.


"Erika juga benci Tante Susy. Seperti Mama membenci Tante Susy. Karena apa? Karena Susy adalah wanita yang dicintai Papa. Tepatnya wanita j*lang yang dicintai Papa!"


"Kamu jangan menambah perasaan Papa jadi kian memburuk, Erika!" Ronald merasa kesal.


"Bukannya memberi saran dan solusi, kamu juga malah menghakimi Papa!" gerutu Ronald.


"Papa sudah tidak cinta lagi pada Susy. Kamu pasti tahu siapa yang Papa cintai hingga saat ini."


"Mamaku?!" Erika menebak. Ronald tidak menjawab.


"Papa yakin! Penayangan video Susy di acara Syukuran perusahaan Papa dulu itu adalah ulah Arga, Papa angkatnya Ricky, dan Mila, Mamamu!" kata Ronald.


"Lalu kenapa Papa tidak membalas mereka? Sebentar, Om Arga itu Papa angkatnya Ricky?"


"Papa membiarkan saja kalau hal itu bisa membuat Mamamu puas. Tentang Ricky, makanya Papa benci Ricky, karena dia adalah anak Susy hasil selingkuh dengan laki-laki lain," jawab Ronald


Erika membulatkan matanya karena terkejut. Ia mengerti sekarang.


"Papa masih cinta Mama. Terus ke Mama Tika apa?" Erika bersidekap menunggu jawaban Papanya.


"Papa juga mencintai Tika untuk saat ini dan masa mendatang. Pada Mamamu, biarlah hanya menjadi perasaan yang disimpan saja. Karena Mamamu sudah bahagia dengan Papa sambungmu."


"Oke. Sekarang Papa cari Mama Tika. Selesaikan masalah kalian berdua. Erika yakin, ada hal-hal yang baru Mama Tika tahu tentang Papa. Ternyata Papa itu tidak seperti anggapannya selama ini. Bersiap-siap saja Pa, bila menghadapi hal yang paling buruk karena kejadian ini. Apalagi Papa sudah membentak Mama Tika. Imej Papa di mata Mama Tika sudah hancur!" kata Erika.


"Papa tidak perduli tentang imej. Yang penting Tika memaafkan Papa karena sudah membentak."


"Kamu mengerti tidak Erika? Ada orang yang membuka lagi aib Papa. Papa sudah melupakan hal itu. Tapi ada seseorang yang membuka lagi kenangan pahit Papa, tentu saja Papa jadi marah!" kata Ronald, "Tika kena imbas kemarahan Papa pada orang-orang itu."


"Ya sudah. Papa cari Mama Tika sekarang! Ayo, Erika temani Papa cari Mama Tika ya!"


Merekapun bergegas mencari Tika

__ADS_1


TO BE CONTINUED


Hai Readers! Menjelang Tamat Othor sibuk sekali! Semoga nanti bisa menamatkan Novel ini segera. Terimakasih atas kesetiaan kalian menanti Novel ini. Love you all!


__ADS_2