KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
BAB 31. KISAH TENTANG MONICA


__ADS_3

Vina dan Mayang duduk menghadap Mila. Mereka sengaja meluangkan waktu sore itu untuk memulai cerita semua tentang Monica.


Dimeja telah tersedia coklat hangat untuk menemani cerita mereka. Vina sengaja akan menginap di rumah orangtuanya itu bersama anak-anaknya, karena Clark, suaminya ada meeting di luar kota, dan baru akan pulang besok sore.


Dan merekapun memulai ceritanya ....


Flashback Monica


Monica gadis yang ceria. Ia telah menyelesaikan pendidikan S1nya di usia 20 tahun. Kegemarannya mengutak-atik komputer, membawanya menjuarai berbagai lomba komputer dari mulai sekolah menengah hingga kuliah. Yang menjadi karya terakhirnya dan menjadi penemuan yang sangat bermanfaat bagi para pelajar dan pekerja kantoran adalah sebuah aplikasi komputer untuk memudahkan para penggunanya dalam mengerjakan tugas atau pekerjaannya.


Namun sayang, hasil penemuannya itu di curi oleh tunangannya. Ternyata James telah lebih dulu mendaftarkan dan mempresentasikan penemuan itu ke salah satu perusahaan komputer terbesar di Inggris. Hal itu baru diketahui oleh Monica beberapa hari setelah batalnya pernikahannya dengan James. James yang mendapat royalti atas penemuan Monica. Monica semakin merasa sakit hati dan terluka. Monica semakin terpuruk.


James dan Monica sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Selama itu, Monica tidak mengetahui bahwa dibelakangnya, Carla, sahabatnya, diam-diam menjalin hubungan dengan James. Mereka hanya memanfaatkan kepandaian dan kekayaan Monica.


"Baju pengantin ini bagus tidak, Carla?" tanya Monica ketika fitting baju pengantin.


"Buruk! Itu tidak cocok untukmu!" jawab Carla dengan penuh rasa iri.


"Ini kan bagus! Kata pemilik butik ini juga bagus," kata Monica.


"Ya sudah! Kalau menurutmu bagus, kenapa kamu tanya padaku?" Carla terlihat kesal.


"Kamu itu kenapa sih? Dari tadi kayak yang marah aja?" Monica merasa heran.


"Aku bosan! Aku mau keluar dulu ya. Aku mau ke cafe di seberang jalan," kata Carla.


"Oke," jawab Monica.


Tak lama James datang ke butik itu. Pelayan butik mempersilahkan James untuk masuk ke ruangan Dimana Monica sedang mencoba gaun pengantin.


"Hai, sayang! Kamu cantik sekali! Sudah lama?" James datang dan mencium pipi Monica.


"Belum lama. Ayo, cepatlah kamu coba pakaian pengantinmu," kata Monica.


"Oke," jawab James.


Pelayan butik pun memberikan pakaian pengantin James. James kemudian masuk ke ruang ganti pakaian. Setelah selesai, James keluar.


"Bagaimana, apa ini cocok dan bagus?" tanya James.


"Bagus! Kamu terlihat tampan!" puji Monica. Pelayan butik tersenyum mendengarnya. James terlihat senang.


"Kalau aku bagaimana? Apa ini bagus? Kalau menurutku bagus, tapi menurut Carla, ini buruk," kata Monica.


"Memang ... buruk sih kamu pakai gaun ini. Betul yang dikatakan Carla," jawab James.


"Selera orang kan berbeda, Nona. Tapi ini memang bagus, seperti yang dikatakan oleh Nyonya Amy, pemilik butik ini. Kami tidak mungkin memberikan rekomendasi yang buruk untuk keluarga Mister Alfred," pelayan butik melihat ketidakberesan sahabat Monica dan calon suami Monica.


Carla pun datang. Ia menghampiri Monica dan James.


"Hai, dari mana?" sapa James.


"Aku dari cafe," jawab Carla.


"Menurutmu, Monica lebih baik memilih gaun pengantin yang lain kan Carla?"

__ADS_1


"Ya. Yang itu jelek," jawab Carla.


"Tuh kan kataku juga apa," timpal James.


"Gimana sih James! Tadi waktu baru datang, kamu bilang aku cantik dengan gaun ini?!" tatap Monica.


Carla terlihat kesal mendengarnya. Ia cemburu James memuji Monica.


"Mmm .... Maksudku .....," James jadi bingung menghadapai dua wanita kekasihnya itu.


"Ya sudah, kalau kalian tidak suka! Aku cari lagi gaun yang lain!" dengan kesal Monica memilih-milih lagi gaun pengantin yang lain yang ada di etalase.


"Aku ke toilet dulu," ijin Carla.


"Aku juga mau ganti baju dulu ya sayang," ijin James juga.


Monica mengangguk tanpa melihat mereka, karena ia sibuk memilih-milih gaun pengantin.


Sepeninggal mereka, pelayan butik yang sudah mengenal lama dengan keluarga Alfred, memberanikan diri berbicara pada Monica.


"Nona Monica, maaf kalau saya lancang. Tapi sepertinya ada yang tidak beres antara calon suami anda dan teman anda," kata pelayan itu.


"Apa maksudmu?"


"Maaf. Tapi menurutku, mereka ada affair."


"Lancang sekali mulutmu! Carla itu sahabatku! Dia tidak mungkin mengkhianati aku! Aku juga percaya pada James, dia tidak.mungkin tertarik pada Carla! Karena hanya aku yang dicintainya!" Monica marah pada pelayan itu.


"Maaf, Nona, maaf, atas kelancangan saya! Saya hanya kasihan pada Nona," pelayan itu menundukkan kepalanya berkali-kali sebagai permintaan maaf.


"Aku akan mengadukan hal ini pada pemilik butik ini! Biar nanti kamu dipecat, karena ikut campur urusan pelanggan butik?!" kata Monica yang kemudian mencari pemilik butik.


Akhirnya pelayan butik itu dipecat oleh pemilik butik karena aduan dari Monica. Monica pun menceritakan kejadian itu pada James dan Carla. Mereka mendukung sikap Monica. Tapi dibelakang Monica, Carla tersenyum simpul sambil berpandangan dengan James.


Ketika hari pernikahan tiba, semua menunggu pengantin laki-laki datang ke gereja. Semua gelisah menunggu kedatangan pengantin laki-laki. Keluarga James pun sudah datang di gereja. Mereka yang semalam tiba dari Florida, Amerika, berangkat dari hotel tempat mereka menginap.


Monica sudah menelepon James berkali-kali. Tapi tak diangkat oleh James. Carla pun tampak tidak hadir di gereja. Monica semakin kalut, setelah dua jam menunggu, orang yang ditunggu-tunggu tak menampakkan batang hidungnya.


Dengan nekat, Monica pergi ke apartemen James dengan menggunakan taxi. Setelah sampai, ia menekan password pintu apartemen James yang sudah ia ketahui. Ketika Monica masuk ke dalam apartemen James, terlihatlah botol minuman keras dan makanan ringan yang berantakan di meja ruang tamu. Semalam sepertinya James telah merayakan sesuatu. Tapi entah perayaan apa dan dengan siapa.


Dengan perlahan, Monica mendekati pintu kamar James. Pelan-pelan, dibukanya pintu kamar James. Alangkah terkejutnya Monica mendapati dua orang terdekatnya tidak berpakaian dan ada dalam satu selimut. Mereka tampak tidur nyenyak mungkin akibat kelelahan.


"James! Carla!" teriak Monica nanar.


"Bangun be*ngs*k! Bangun j*l*Ng!" teriak Monica sambil menarik selimut mereka dengan kasar.


James dan Carla bangun dengan terkejut. Mereka sibuk mencari pakaian mereka yang berserakan.


"Jadi ini yang kamu lakukan dibelakangku, p*l*c*r!" kata Monica sambil menampar Carla. Lalu dijambak dan dihempaskannya Carla ke dinding.


Kemudian Monica beralih ke James, James yang sibuk memakai pakaiannya, ditarik oleh Monica kemudian ditendangnya tubuh James hingga terjungkal.


"Sayang, sayang, aku bisa jelaskan!" James berusaha meraih Monica yang .mengamuk membabi buta.


"Terkutuk kau, James! Teganya kamu padaku! Aku mempercayaimu! Aku menunggumu di gereja! Tapi apa yang kau lakukan! Ternyata benar kata pelayan itu! Kalian ada affair dibelakangku!" teriak Monica.

__ADS_1


Carla bangkit, ia berdiri tertatih akibat didorong Monica tadi. Dengan sinis dan tertawa penuh kemenangan Carla membalas ucapan Monica.


"Ha ha ha ....! Baru sadar kamu?! Kamu bodoh! Kami sudah lama menjalin cinta. James sebenarnya tak mencintaimu! Dia hanya mencintaiku! Dia hanya ingin hartamu dan kepandaianmu! Kamu pe - de sekali mau dinikahi!" sinis Carla.


"Monica! Jangan dengarkan dia! Aku selama ini dijebak! Aku harus menuruti semua keinginannya! Maafkan aku, aku ketiduran, aku ....,"


"Cukup! Mulai saat ini, enyahlah kalian dari hidupku! Kalian tega sekali padaku! Apa salahku pada kalian?! Aku mempercayai kalian. Tapi kalian menusukku dari belakang! Aku akan mengingat hari ini sebagai kenangan terburuk dalam hidupku! Semoga Tuhan membalas perbuatan kalian!" Monica pun pergi setelah mengatakan hal itu. Ia berlari sambil menangis.


Ia sangat syok mendapat pengkhianatan dari calon suami dan juga sahabat baiknya. Tak dipedulikannya orang-orang yang melihatnya aneh dengan memakai gaun pengantin.


Monica menyetop taksi. Ia kemudian masuk dan menyuruh supir untuk melajukan mobilnya. Ia pulang ke rumah dengan menangis tersedu-sedu.


Sejak hari itu, Monica mengurung diri di kamar. Papi, Mami,kedua kakak dan kedua kakak iparnya prihatin melihat Monica terpuruk seperti itu. Sebenarnya Alfred sudah memberi pelajaran pada James. Alfred sudah membuat James babak belur ketika James mendatangi rumah Monica untuk minta maaf. Tapi itu tak merubah keadaan. Monica masih tidak.mau berbicara dengan siapapun. Monica menyimpan kesedihannya sendiri.


"Monica! Kamu mau kemana, nak?" kata Maminya ketika melihat Monica keluar seperti akan pergi.


"Aku mau pergi dulu, Mi! Aku akan cari udara segar!," jawab Monica.


"Mami ikut ya sayang! Mami akan menemanimu!" kata Maminya khawatir.


"Tidak usah, Mi, Aku tidak lama kok," kata Monica cepat-cepat pergi.


Sekitar satu jam kemudian, Monica kembali. Ia langsung masuk.ke rumah sambil berteriak-teriak.


"Mami! James telah mencuri karyaku,Mi! James telah mencurinya dariku!" teriak Monica sambil masuk ke rumah.


"Mencuri apa, Monica?" tanya Maminya.


"Dia telah mencuri penemuanku! Aku melihati berita di TV di toko elektronik! Dia mendapat royalti dari penemuanku, Mi!" Monica tersedu sambil memeluk Maminya.


Mamanya bertambah prihatin. Ia sangat geram.pada James. Maminya menelepon Keane memberitahukan berita itu. Karena menantunya itu yang lebih tahu dan paham tentang komputer. Tapi sayang, sebelum mereka melaporkan dan memperkarakan penemuan itu, mereka disibukkan oleh Monica yang membanting semua yang ada dikamarnya. Monica depresi.


Mami dan Papinya sudah berusaha membujuk Monica agar keluar dari kamar. Tapi Monica tidak mau keluar. Akhirnya Maminya hanya meletakkan makanan di meja dekat pintu kamar Monica bila waktu makan tiba.


Dan pada suatu hari, karena sudah tiga hari, Monica tak keluar sama sekali dari kamar, Alfred mendobrak pintu. Alangkah terkejutnya ia melihat anak bungsunya terkapar dengan mulut penuh busa.


Alfred dan Mayang panik. Alfred lalu menelepon Clark dan Nova. Clark dan Nova memeriksa Monica. Mereka memberikan pertolongan pertama pada Monica. Tapi ternyata Monica tidak dapat diselamatkan.


Keane, Vina dan anak-anaknya berdatamgan mendapatkan kabar buruk itu. Karena ada yang harus diambil dari rumah sakit, Nova dan Keane pergi ke rumah sakit milik kakak iparnya itu. Dan ketika dalam perjalanan, mereka menemukan wanita yang sedang hamil besar tergeletak dengan penuh luka di dekat ruang tua yang terbakar.


Flashback off


Mila membaca buku harian Monica yang ditulis sejak sehari setelah kegagalan pernikahannya hingga Monica sebelum meninggal.. Ada banyak kesedihan yang ditulis Monica. Monica juga menceritakan masa-masa indah bersama kekasihnya dan sahabatnya. Juga peristiwa yang menyakitkan di hari pernikahan Monica.


Tiba-tiba angin berhembus dingin serasa menyentuh kulit Mila. Tiba-tiba Mila merasa bulu kuduknya meremang. Mila merasakan ada yang datang.


"Aku tahu kamu datang Monica! Kamu jangan khawatir, aku akan membuat perhitungan dengan orang-orang yang telah menyakitimu! Aku akan buat mereka menyesal telah melukai hatimu," kata Mila sambil pandangannya menyapu ke seluruh ruangan kamar tidurnya.


Tiba-tiba lampu kamar berkelap-kelip. padam-nyala-padam-nyala begitu seterusnya. Mila walau merinding, memberanikan diri untuk berbicara.


"Ya, aku tahu kamu datang Monica! Aku janji, akan membalaskan sakit hatimu secepatnya," kata Mila.


Lampupun menyala kembali. Ditunggu beberapa menit, tidak ada yang berubah. Akhirnya Mila merasa lega. Sepertinya Monica telah pergi.


Tunggulah aku James dan Carla .....!

__ADS_1


TO BE CONTINUED


Berikan Vote, like, hadiah, dan komenmu ya!


__ADS_2