
Susy sudah melahirkan seorang bayi laki-laki. Usianya kini sudah 5 bulan. Waktu menjelang trimester ke tiga kehamilan Susy, sikap Ronald mulai berubah. Dulu Ronald selalu menuruti dan memanjakan Susy. Tapi kini Ronald agaknya mulai bosan. Sikap egois Susy menjadi alasan Ronald untuk bersikap masa bodoh. Susy selalu ingin diperhatikan dan diistimewakan, sedangkan tidak ada timbal balik sikap dari Susy. Susy tidak perhatian dan cuek pada keperluan Ronald. Terutama ketika Ronald sakit. Sering Susy cuek bahkan pergi entah kemana dengan alasan bertemu teman-temannya, walau Susy dalam keadaan hamil.
Sebenarnya Susy menemui Jimmy dan juga laki-laki lainnya teman-teman sesama model. Kehamilannya justru membuat l*b*d*nya naik. Susy merasa tidak puas hanya dengan satu laki-laki. Bahkan anak yang ia kandung pun tidak jelas anak siapa. Karena sebelum Susy tahu hamil, ia telah berhubungan dengan beberapa laki-laki selain Ronald dan Jimmy. Hanya saja Susy mengaku pada Jimmy, bahwa ia mengandung anak Jimmy. Dan kepada Ronald, ia juga mengaku mengandung anak Ronald.
Ronald sudah mengerahkan orang suruhannya untuk mencari Mila kemana-mana. Tapi hasilnya nihil. Hingga suatu hari, Ronald dapat kabar bahwa Mila menjadi TKI ke Inggris.
Entah mengapa, Ronald dihantui rasa bersalah karena telah memperkosa Mila. Ronald juga merindukan Mila. Suatu rasa yang tadinya pantang baginya. Tapi Ronald memang kena batunya. Keangkuhan dan kesombongannya luruh. Ronald benar-benar merasakan jatuh cinta pada Mila, justru setelah Pengadilan Agama meresmikan perceraiannya dengan Mila.
Perhatian dan kebaikan Mila selalu membuat Ronald rindu. Ia menyesal telah bersikap dan berucap kasar pada Mila.
Perubahan sikap Ronald yang Susy rasakan, membuat Susy khawatir. Ia terlalu terlena dengan keleluasaan dan kebebasan yang Ronald berikan, sehingga ia merasa harus mengambil tindakan untuk meraih cinta Ronald lagi. Demi terjamin hidup dirinya dan anaknya di masa depan.
"Aku ada urusan bisnis ke London dengan Papa beberapa hari. Kamu lebih baik menginap saja di rumah Mama," kata Ronald.
Mendengar kata London, Susy jadi terbelalak. Ia takut Ronald akan mencari Mila ke London. Karena ia juga mendengar kalau Mila menjadi TKI ke Inggris
"Aku ikut!"
"Aku ada urusan bisnis, bukannya mau berlibur!" sungut Ronald.
"Tapi aku ingin ke Inggris! Mas bisa menyelesaikan urusan bisnis, aku bisa jalan-jalan, shoping-shoping. Mama juga pasti mau ikut. Nanti aku dibantu Mama sambil mengasuh Ricky," kata Susy.
Ronald tidak menjawab. Sebenarnya ia merasa tidak bebas bila Susy ikut. Karena ia juga berniat mencari Mila selain karena ada urusan bisnis. Ronald pergi begitu saja tanpa menjawab. Ia ada meeting dengan koleganya malam ini.
Susy segera menelepon Mama Jeny.
"Ma, Mas Ronald dan Papa kan mau ke Inggris. Mama bujuk Papa dong, biar ikut ke London. Supaya aku juga diijinkan ikut oleh Mas Ronald. Bahaya Ma! Takutnya Mas Ronald mencari Mila di sana!" kata Susy.
"Itu tidak boleh terjadi, Susy! Oke, Mama akan bujuk Papa supaya Mama bisa ikut ke London!" jawab Mama Jeny.
Teleponpun ditutup. Susy tersenyum senang.
Panggilan telepon terdengar lagi. Terpampang di layar ponselnya nama Aril. Aril adalah teman sesama model.
"Susy, kami sedang ada pesta. Kamu mau ikut tidak? Banyakan nih! Ada model-model baru juga! Katanya kamu mau nyobain yang masih gres, ha ha ha ....!" suara Aril di seberang sana.
__ADS_1
"Hus! Kamu jangan bicara sembarangan! Kalau suamiku tahu, bisa bahaya!" hardik Susy.
"Alah .... jangan munafik! Cepetan ke sini kalau mau! Aku juga udah lama enggak berc*nt* sama kamu. Kangen nih!"
"Iya, bawel! Nanti aku ke sana! Tunggu ya!" ujar Susy riang.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 7. Ricky yang tertidur, diberikannya pada baby sitternya.
"Aku mau beli keperluan Ricky ke supermarket. Kamu jaga Ricky. Aku pergi paling lama dua jam."
"Baik, Nyonya," jawab baby sitter.
Susy segera ganti baju dan berdandan. Kemudian ia naik Gr*b yang sudah dipesannya. Sekitar setengah jam, ia sampai ditempat teman-temannya. Sebuah bar yang sudah dibooking, tempat mereka biasa untuk acara kumpul-kumpul.
"Ini dia Ibu CEO kita!" Aril menyambut Susy. Setelah cium pipi kanan kiri, Susy diperkenalkan pada seorang laki-laki muda sekitar usia 20 tahunan. Sedangkan usia Susy 25 tahun.
Laki-laki muda yang bernama Banu itu menatap Susy dengan penuh arti. Menatap dari ujung kepala hingga ujung kaki walau masih terlihat malu-malu. Mungkin Aril telah memberitahunya. Di sana juga banyak laki-laki dan perempuan yang sedang minum-minum ataupun sedang berc*mb*.
"Aril! Aku mau kalian sekaligus!" bisik Susy.
"Sanggup. Aku mau merasakan sensasi lain!" bisik Susy tersenyum nakal.
Aril memberikan kode pada Banu dan Susy untuk mengikutinya ke sebuah kamar. Setelah mereka masuk ke kamar. Mulailah mereka melakukan aktivitas panas mereka bertiga. Susy yang maniak s*x dapat melakukannya dengan dua laki-laki sekaligus! OMG!
πΊπΊπΊπΊπΊ
Richard sudah beberapa hari mencari Mila. Ia mencari tahu ke klab malam tempat Mila bekerja dulu. Ia mencari wanita Indonesia di sana yang mungkin sesama teman satu penampungan. Tapi ternyata mereka tidak ada yang tahu keberadaan Mila.
Richard khawatir, Mila ditangkap oleh pihak perusahaan penyalur tenaga kerja. Bagaimanapun Mila punya kewajiban untuk menyetorkan sebagian hasil kerjanya sebagai ganti rugi dan komisi biaya memberangkatkannya ke Inggris.
Richard setiap malam sepulang kerja selalu mencari Mila, dari satu klab malam.ke klab malam lainnya, ke diskotik, ke Casino, bahkan ke tempat lokalisasi prostitusi. Tapi Richard merasa sanksi, karena Mila dalam keadaan hamil besar. Tidak mungkin rasanya seorang baj*ngan sekalipun mempekerjakan orang yang sedang hamil besar.
"Mila, dimanakah kamu? Maaf, aku terlambat mengatakannya. Aku mencintaimu, Mila. Aku ingin menikah denganmu. Aku bersedia menjadi Ayah dari bayimu," cairan bening menetes deras dari sudut netra Richard. Hatinya sangat sedih kehilangan Mila. Mengenalnya beberapa bulan, cukup membuatnya yakin kalau Mila adalah wanita yang amat dicintainya.
Richard menyusuri jalanan Kota London, netranya tak henti mencari-cari sosok yang ia rindukan. Ia berharap ada keajaiban menemukan Mila di jalanan.
__ADS_1
"Mila, apa kamu baik-baik saja? Aku merindukanmu .....,"
π»π»π»π»π»
Bukan Susy namanya kalau tidak bisa menaklukan hati laki-laki. Sikap Ronald yang berubah dingin padanya, disiasati Susy dengan memancing Ronald agar tergoda dan tergila-gila lagi padanya.
Susy memakai lingerie warna mencolok ketika Ronald pulang dari kantor sore itu. Ronald terpaku melihat Susy yang terlihat sexy dan menggoda. Dengan lipstik warna merah menyala dan basah, membuat naluri kelaki-lakiannya bangkit.
"Kamu baru pulang, Mas? Ganti bajumu ya Mas ....,* Susy mengambil tas Ronald kemudian disimpannya. Lalu Susy melucuti pakaian Ronald. Susy melakukannya dengan gerakan erotis. Gesekan kulit Susy membuat Ronald menahan nafas. Susy menciumi leher Ronald. Ronald masih diam saja menahan hasratnya.
Dan ketika Susy membuka resleting celana Ronald, barulah Ronald tak kuasa menahan lagi. Karena Susy bermain-main dulu disana.
Ronald dengan penuh nafsu, menindih tubuh Susy ke ranjang. Di sana Ronald menuntaskan hasratnya yang selama beberapa minggu tidak tersalurkan karena sikap dinginnya pada Susy. Pertahanan Ronald jebol untuk tidak menyentuh Susy. Susy merasa menang. Ternyata sangat mudah membuat Ronald kembali dibuat mabuk kepayang. Setelah melakukan pelepasan yang pertama bersamaan, Susy memberikan servis terbaiknya sebagai seseorang yang sudah sangat berpengalaman . Benda itu dihisapnya dan dijilatinya seperti permen lollipop. Ronald menggeram sambil memejamkan matanya. Susy semakin kuat menghisap dengan mulut maju.mundur, hingga keluarlah lahar Ronald diiringi teriakan Ronald. Dipikiran Ronald sewaktu berada di puncak ken*km*tan , terbersit wajah Mila. Ronald menggumamkan nama Mila tapi hanya dalam hati. Ia tak ingin buat kesalahan yang akan membuat Susy marah. Setitik cairan bening lolos dari sudut netranya mengingat kerinduannya pada Mila. Tapi segera dihapus Ronald.
Susy buru-buru melepaskan mulutnya. Ia lalu merebahkan diri di samping Ronald dengan tangan memeluk Ronald. Hatinya puas telah membuat Ronald mau menyentuhnya lagi.
π·π·π·π·π·
Ronald, Tuan Brian, Susy dan Nyonya Jeny berangkat ke kota London dengan menggunakan pesawat pribadi mereka. Ricky juga yang masih bayi diajak. Susy dan Jeny saling lempar senyum karena mereka telah berhasil membujuk suami-suami mereka untuk mengajak mereka ke London.
Setibanya di bandara, mereka telah dijemput oleh taxi yang dikirim oleh kolega Tuan Brian. Mereka memang akan membicarakan proyek kerjasama di London.
Setiba di hotel yang telah disediakan, merekapun beristirahat. Keesokan harinya, setelah melakukan sarapan, Tuan Brian dan Ronald langsung dijemput oleh orang suruhan kolega mereka untuk membawa mereka ke tempat meeting. Sedangkan Susy dan Nyonya Jeny bersiap-siap jalan-jalan menikmati pagi di kota London. Mereka mengunjungi tempat belanja yang terkenal di London, hingga mereka lupa waktu dan hari sudah gelap.
TO BE CONTINUED
Hai, hai ....
Bagi para pengunjung baru yang baru mengikuti Novel ini, cerita Novel ini masih berlanjut ya. Saya akan usahakan up setiap hari. Walau kadang telat sih he he he....
Sambil nunggu up novel ini, baca novel saya yang udah tamat ya.
__ADS_1