
Ronald merasa geram setelah mengetahui Ricky bukan darah dagingnya. Padahal Ia sudah menyayangii anak itu. Mungkin seperti itulah yang dirasakan Papa Brian.
Setelah menerima laporan dari orang suruhannya tentang siapa saja laki-laki yang ada di video itu, Ronald membuat perhitungan dengan orang-orang itu. Selain mencari Susy, Ia juga mengejar semua laki-laki yang ada dalam video itu. Mereka tertangkap orang suruhan Ronald dan dibuat babak belur. Mereka kapok dan memilih meninggalkan Jakarta untuk pindah ke kota lain. Termasuk Jimy, Iapun pergi dari Jakarta, mengungsi ke kota lain untuk sementara. Pada istrinya Ia berdalih ada urusan pekerjaan yang harus diselesaikan di kota lain. Istrinya tak tahu tentang video viral dan perselingkuhan suaminya. Istri Jimy menjadi ibu rumah tangga yang jarang bergaul dengan dunia luar, sejak menyerahkan kepemimpinannya di agency kepada suaminya.
Hanya Susy yang belum tertangkap. Anak buah Ronald terus melakukan pencarian. Dengan uang yang dimiliki Susy dari hasil menjual rumah, Ia juga menyewa bodyguard untuk melindunginya.
Untuk sementara Ia aman. Persembunyiannya pun belum terendus anak buah Ronald. bodyguardnya memang brilian. Susy menjual mobil pemberian Ronald dan menggantinya dengan membeli mobil lain agar tidak mudah terlacak. Susy juga tinggal di pinggiran Jakarta, diperkampungan yang sepi. Mama dan Papanya juga diajak supaya Ronald tidak bisa menyandera mereka.
Saat ini yang bisa dilakukan Ronald adalah menyerahkan Ricky pada ayah kandung Ricky. Dan Ronal pikir Jimy lah ayah kandung Ricky. Karena Jimy lah yang mengantar Susy ke dokter kandungan seperti yang terlihat dalam foto-foto di video itu.
"Papa, iki mau kemana?" tanya bocah laki-laki berusia 4 tahun lebih itu.
"Rickyi mau diajak ke rumah orang yang menyayangi Ricky," jawab Ronald.
"Papa tidak sayang Ricky?"
Pertanyaan anak itu membuat sudut mata Ronald menjadi basah. Hatinya sangat sakit mendengarnya. ia tak tega. Tapi mengingat kelakuan Susy, Ronald merasa tak sudi kalau harus merawat Ricky. Ricky adalah anak hasil perselingkuhan Susy. Bagaimana Ia bisa hidup tenang dengan melihat Ricky setiap hari, maka akan teringatlah Ronald pada kelakuan bejat Susy. Ia merasa menjadi lelaki bodoh yang tidak peka selama bertahun-tahun diselingkuhi Susy. Ronald juga hingga kini masih diolok-olok oleh orang-orang yang bertemu denganya , baik yang dikenalnya maupun yang tak dikenalnya.
Ronald tidak menjawab pertanyaan Ricky. Ronald cuma tersenyum kecut sambil menatap lurus ke jalan raya.
Ketika tiba di rumah Jimy, Ronald segera membawa Ricky ke teras rumah Jimy. Ia tentu saja mengenal Jimy dan istrinya. Jimy adalah pimpinan agency yang menaungi Susy berkipah di dunia model sudah sejak lama. Ronald tak menyangka kalau Susy ada affair dengan Jimy.
Ronald memijit bel. Kemudian keluarlah seorang wanita cantik dari balik pintu.
"Tuan Ronald? Ada apa datang ke sini?" tanya istri Jimy heran.
"Anda sudah tahu kan kalau suami anda berselingkuh dengan istriku? bahkan mereka punya anak. Jadi saya akan menyerahkan anak ini pada ayah kandungnya. Karena ibunya kabur dan belum ditemukan."
"Su-suamiku selingkuh?"
"Apa anda baru tahu?"
"Pantas saja anda diselingkuhi, karena anda mudah dibohongi. Anda juga pasti tidak menjadi pengguna sosial media aktif, sama seperti saya, sehingga tidak tahu kelakuan pasangan kita," kata Ronald.
"Jimy tidak ada di sini. Dia sedang berada di luar kota karena urusan pekerjaan," kata istri Jimy yang bernama Gisel.
"Ha ha ha ... begitu ya katanya? Perlu Nyonya tahu, Jimy telah saya buat babak belur. Dia mungkin menghindari anda karena mukanya babak belur, selain itu mungkin dia takut sama saya," Ronald tertawa puas.
"Ini anak suami anda. Saya tidak mau merawatnya," Ronald mendorong Ricky pada Gisel.
"Papa, Iki tidak mau! Iki mau sama Papa!" rengek Ricky.
__ADS_1
"Ricky harus tinggal dengan Ayah Ricky ya. Kalau Papa, Papa bukan Ayah Ricky," Ronald berusaha menghindari tangan Ricky yang tak mau lepas dari tangan Ronald.
"Kasihan anak ini. Dia bukan barang, yang anda serahkan begitu saja," kata Gisel.
"Karena itulah. Anda rawatlah dia bersama suami anda. Saya khawatir akan melakukan kekerasan pada anak ini kalau masih bersama saya bila teringat kelakuan ibunya," jawab Ronald.
Ronaldpun segera pergi meninggalkan rumah itu. Ricky menangis sambil berteriak-teriak memanggil Papanya. Gisel segera menyuruh ART nya membawa Ricky ke dalam. ARTnya berusaha menenangkan Ricky.
Sedangkan Gisel terduduk lemas di sofa. Ia baru tahu perselingkuhan suaminya dari mulut Ronald. Selama ini Ia dibodohi Jimy dengan tidak diperkenankan aktif di sosmed dengan dalih supaya Gisel tidak digoda laki-laki lain di sosmed. Karena Jimy merasa cemburu. Giselpun jarang bergaul dengan teman-temannya. ia menjadi ibu rumah tangga yang terkurung di rumah dan jauh dari dunia luar. Bodohnya lagi, ia menyerahkan kepemimpinan di agencynya pada Jimy setelah mereka menikah. Gisel terbuai dengan rayuan Jimy yang menginginkan Gisel menjadi ibu rumah tangga yang baik dengan hanya mengurus suami. Padahal perusahaan Agency nya dibangun oleh Almarhum Ayahnya dengan susah payah.
Pernikahannya yang sudah berjalan selama 5 tahun, belum juga dikaruniai anak. Apakah karena hal itu Jimy berselingkuh? Giselpun mulai mencari tahu. Dengan kemarahan yang sudah ingin meledak, Gisel mulai melakukan penyelidikan.
Sementara itu, Susy yang berada di perkampungan sepi mulai merasa bosan. Ia ingin mengunjungi klub malam untuk merefreshingkan pikirannya. Iapun mengajak bodyguardnya untuk menikmati alunan musik sambil minum-minum setelah tiba di sebuah klub malam di Jakarta.
Cahaya yang remang-remang membuatnya aman dari olokan orang-orang yang mengenali dirinya dari video viral dirinya.
"Hai, boleh aku duduk di sini?" seorang pria bule menghampiri Susy. Susy mengangguk. Ia menjentikan tangan pada dua body guardnya agar menjauh dan menjaganya dari kejauhan saja. merekapun patuh dan beranjak dari duduknya.
"Itu temanmu?" tanya pria bule itu.
"Ya," jawab Susy.
Pakaian Susy yang menantang dengan memperlihatkan sedikit belahan buah d*d*nya membuat pria bule itu menelan salivanya.
"Aku Susy. Kamu?"
"Aku Erick." mereka berjabat tangan.
"Kamu s*xy sekali," kata pria itu sambil mengusap paha Susy yang memakai rok pendek sehingga paha putihnya terekspos jelas.
Susy yang sudah lama tidak disentuh pria, merasakan desiran. Gairahnya seakan terpancing dengan sentuhan Erick.
"Oh ya? Terimakasih. Kita bersulang," Susy mengajak Erick bersulang. Segelas Wine telah habis diminum Susy. Tubuhnya terasa hangat.
"Bagaimana dengan bagian tubuhku yang lain? Apakah s*xy juga?" dengan berani Susy duduk dipangkuan Erick.
"Bibirmu s*xy," lirih Erick. Ia segera ******* bibir Susy
yang merekah.
"Bagaimana dengan yang ini?" sambil berc*um*n, Susy mengarahkan tangan bule itu ke buah d*d*nya.
__ADS_1
"Cukup besar dan kenyal," jawab Erick sambil meremas bukit kembar Susy. Susy mengerang nikmat. Suasana yang riuh dan saling tak peduli sesama pengunjng klub malam itu membuat aktivitas mereka tidak terganggu. Semuanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Ketika nafas mereka sudah memburu, dengan gairah yang sudah memuncak Erick mengajak Susy ke sebuah kamar yang disediakan pihak klub malam itu untuk di sewa.
Setelah menutup pintu kamar, mereka yang sudah tidak sabar, lupa mengunci pintu. Bibir mereka bertaut sambil saling membukakan pakaian mereka. Setelah tubuh keduanya polos, mereka bergumul di kasur.
Susy yang baru bercinta lagi, menjadi agresif. tubuhnya yang berada di atas Erick. Dengan nafsu membara, Susy mengecupi seluruh tubuh Erick dari mulai, wajah, leher, turun ke dada, dan akhirnya tiba di inti tubuh Erick.
ia segera memainkan benda itu. Kemudian dikulum, dijilat, dan dihisapnya. Erick menggeram merasakan kenikmatan. Tak lama kemudian Susy digulingkan oleh Erick. Sekarang Erick yang memegang kendali. Merekapun bercumbu dengan panasnya dan melakukan penyatuan. Suara-suara d*sahan dan er*ngan memenuhi kamar itu. Hingga satu jam kemudian mereka memekik bersamaan dan ambruk.
Erick menggulingkn badannya ke samping Susy dengan perasaan puas luar biasa. Baru kali ini ia mendapati wanita yang benar-benar membuatnya sangat puas. Mereka berpelukan sambil mengatur nafas yang masih .belum stabil.
Ketika tiba-tiba sebuah tendangan membuat pintu kamar itu terbuka dengan keras, mereka terperanjat dan buru-buru menutupi tubuh mereka dengan selimut.
"Akhirnya kutemukan juga kau p*lacur!" sebuah teriakan membuat nyali Susy ciut. Suara itu sangat dikenalnya. Tapi wajah orang itu ditutup masker dan sebuah kaca mata hitam yang menutupi matanya
Orang itu menarik Susy dengan kasar, kemudian ditampar dan dihempaskannya tubuh Susy ke dinding. Susy merintih kesakitan. Tidak sampai disitu, orang itu mengeluarkan sebuah botol kecil dari sakunya. Sebuah percikan air disiramkan pada wajah Susy. Tiba-tiba Susy merasakan panas luar biasa. wajahnya terasa terbakar. Rupanya orang itu telah menyiram air keras. Susy berteriak kesakitan.
"Hancurlah kau! Setelah ini tidak ada yang bisa kau banggakan!" teriak orang itu..
Orang itu segera pergi dengan tergesa - gesa. Sebuah seringai jahat tersungging di bibir orang itu.
Erick berpakaian dengan tergesa-gesa, Tak mau terlibat terlalu jauh, dengan segera ia berlari keluar. Orang - orang yang mendengar teriakan minta tolong dari dalam kamar, segera masuk ke kamar.
Mereka melihat seorang wanita telanjang sedang histeris kesakitan dengan wajah memerah dan mengeluarkan asap. Mereka melakukan pertolongan pertama dengan menyiram wajah wanita itu denga air mineral. Setelah menutup tubuh wanita itu dengan selimut, beberapa orang bersama-sama mengangkat tubuh wanita itu, mereka membawa Susy ke mobil untuk di bawa ke rumah sakit.
Susy tak sadarkan diri karena kesakitan yang amat sangat. Dokter segera melakukan tindakan medis. Dua orang bodyguardnya tidak dapat menjaga Susy sekarang. Karena merekapun di buat terkapar tak berdaya dengan dikeroyok oleh sepuluh orang anak buah orang yang melakukan penyiraman pada Susy.
Rupanya kemunculan Susy diketahui oleh salah seorang anak buah Ronald. Setelah melapor pada Ronald, Ronaldpun pergi dengan segera ke klub malam itu. Dengan penuh.dendam, Ia membawa air keras untuk mengganjar Susy. Kemarahan Ronald sungguh mengerikan. Ia tak mengenal ampun pada siapa saja yang membuatnya marah.
Ronald membuang semua pakaian dan perlengkapan yang dikenakannya ke sungai. Ia berganti pakaian di mobil, kemudian segera pulang ke sebuah rumah untuk merayakan keberhasilan balas dendamnya. Ronald mengajak anak buahnya pesta minuman keras di markasnya.
Susy yang sudah dua hari dirawat di rumah sakit, dijenguk Mamanya. Ketika Mamanya datang, dokter sedang membuka kain kasa yang menutupi wajah Susy. Rasa kulit yang terbakar sudah tidak begitu terasa.
Ketika kain kasa sudah terlepas semua dari wajah Susy, Mama Susy memekik kaget. Hal itu membuat Susy segera mencari cermin. Alangkah terkejutnya Susy melihat dirinya di cermin wastafel, wajahnya berbentuk aneh. Wajahnya rusak dan terlihat mengerikan Seperti monster! Satu kelopak matanya melipat sebelah. Bentuk hidungnya tidak karuan, kulit pipinyanya juga terlihat mengerikan.
Susy berteriak histeris. Dokter dan perawat menenangkan Susy.
"Wajahku! Wajahku! Kembalikan wajahku!" teriak Susy sambil menangis. Mamanya Susy juga menangis melihat kemalanganan anaknya. Selama ini anaknya selalu membanggakan wajahnya. Wajahnya yang cantik yang mampu membuat para lelaki bertekuk lutut padanya.
Susy disuntik obat penenang agar tidak mengamuk. Perlahan-lahan Susy merasa mengantuk. Ia berharap ketika bangun ini semua hanya mimpi.
__ADS_1
TO BE CONTINUED
Hai Readers. Maaf telat up. Waktu sore, saya sudah mengetik 600 lebih kata. Tapi karena direcoki bocil, entah bagaimana, tiba-tiba naskah itu hilang semua tanpa sisa. Rasanya pengen nangis. Akhirnya saya mengetik ulang Bab ini. Sehingga dengan ingatan yang tersisa, dapat membuat ulang Bab ini. Tapi tentu saja tidak sama dan jadi lama up-nya. Terimakasih yang sudah setia menunggu up novel ini. Selalu jaga kesehatan ya!