
Tepat setelah kejadian yang mempermalukan Ronald dan Susy beberapa menit yang lalu ....
Arga menutup teleponnya pada orang yang selama ini dibencinya. Obsesinya adalah menghancurkan laki-laki itu. Laki-laki yang dulu sangat berkuasa dan dirinya hanya bisa patuh karena hanya berstatus sebagai supir CEO. SIM Cardnya lalu Ia keluarkan dan dibuang. Nomornya yang tadi jangan sampai terlacak oleh Ronald. Ia mengganti dengan SIM Card yang biasa Ia pakai untuk segala keperluannya.
Sejak Arga dijebak, diadili dan masuk jeruji besi, Arga bersumpah akan membalas Ronald. Hanya karena Ia dekat dengan Mila, Ia harus terseret masalah rumah tangga kedua majikannya itu. Tapi Arga tidak menyesal. Yang Ia sesalkan, kenapa Ronald begitu tega pada Mila. Membuat hidup wanita itu ditimpa kemalangan bertubi-tubi.
Mila hanya seorang gadis dari desa yang hidup sebatang kara dan mendapat kasih sayang dari teman kakeknya yaitu Tuan Edwin.
Tapi Ronald sudah memperlakukan Mila diluar batas. Kasihan wanita itu, butuh sandaran dan dukungan untuk tetap tegar menghadapi hidup yang keras ini.
Walau cinta Arga bertepuk sebelah tangan, Arga tetap menjadi teman Mila berkeluh kesah dan memberi semangat. Apalagi kemudian Mila menganggapnya sebagai kakak. Ia merasa istimewa. Hubungan kakak adik lebih baik baginya. Mila lebih bebas mengutarakan isi hatinya pada Arga. Seperti satu keluarga yang saling mendukung dan saling menyayangi. Apalagi mereka berdua tidak punya keluarga lagi. Mendapat seorang saudara, membuat ia merasa tidak sendirian lagi di dunia ini.
Satu jam berlalu, Arga terbangun dari tidurnya. Ternyata Ia tertidur di sofa meja kerjanya. Ia kurang tidur semalam karena telah membuat skenario mempermalukan Ronald dan Susy, yang melibatkan beberapa orang suruhannya. Rencananya benar-benar sempurna! Semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Ketika dering telepon membuyarkan lamunannya, Ia pun menerima panggilan teleponnya.
"Pak, ada Nona Mila ingin menemui bapak," kata sekretarisnya di telepon.
"Suruh dia masuk!" jawab Arga.
Pintupun diketuk, kemudian dibuka dari luar.
"Masukkan, Mila!" kata Arga.
Mila masuk ke ruangan Arga. Arga berdiri menyambut Mila. Tiba-tiba saja, Mila memeluknya. Mila menangis terisak. Arga kaget. Selama Ia mengenal Mila, belum pernah Ia bersentuhan seperti sekarang. Arga masih merasa canggung dan masih menganggap Mila seperti majikannya dulu.
Dengan ragu-ragu, Arga mengusap punggung Mila.
"Terimakasih Kak Arga! Kak Arga banyak membantuku! Aku tidak akan pernah bisa membalas sakit hatiku tanpa bantuan Kak Arga. Aku puas melihat mereka merasakan apa yang kita rasakan dulu!" kata Mila.
"Itu belum selesai, Mila! Ronald juga harus merasakan dinginnya penjara!" ucap Arga.
Mila melepaskan pelukannya. Mila lalu beranjak duduk di sofa. Arga ikut duduk di sofa. Wajahnya terlihat serius.
"Ronald telah membuat hidupku hancur! Masa depanku hancur gara-gara dia! Aku tidak bisa diterima bekerja dimanapun karena aku mantan narapidana."
"Pembunuhan karakter yang Ia lakukan pada kamu dan aku, membuat aku berputar haluan. Aku tidak mau jadi pria baik-baik. Aku menjadi pria jahat dan bergaul dengan banyak para penjahat. Dengan begitu, aku bisa melawan kekuasaan Ronald. Aku mencari orang yang lebih berkuasa untuk bisa menjatuhkan Ronald. Kalau aku masih jadi pria baik-baik, aku tidak akan pernah bisa melawannya."
"Maafkan aku telah membuat Kak Arga terlibat terlalu jauh pada masalahku," kata Mila.
"Kamu tidak perlu meminta maaf. Itu keinginanku sendiri. Orang seperti dia harus segera disadarkan dari keangkuhan dan keegoisannya. Dunia masih terus berputar. Tidak mungkin kemujurannya selalu berpihak padanya. Ada saatnya Ia harus merasakan nasib buruk," Arga tersenyum.
__ADS_1
"Bagaimana kini perasaanmu? Senang?" tanya Arga.
"Aku senang melihat pertunjukan tadi. Senyumnya langsung hilang begitu film yang diputar membuatnya shock!"
"Aku sudah membayar mahal orang yang menyamar sebagai pelayan hotel. Dia juga langsung kukirim berlibur ke luar negeri agar tidak terkejar oleh orang suruhan Ronald. Mereka tidak akan menyangka itu perbuatan siapa,"
Arga lalu menghampiri kulkas dan mengambil soft drink dari dalam sana. Soft drink itu satu diberikan pada Mila, satunya lagi untuknya.
"Cheers untuk langkah awal kehancuran Ronald!" Arga mengacungkan botol soft drinknya mengajak bersulang pada Mila.
"Cheers!" balas Mila bersulang pada Arga.
Mereka kemudian menenggak minuman itu. Mila kemudian terkikik geli.
"Kenapa?" Arga heran.
"Merayakan keberhasilan dengan minum soft drink?" Mila tersenyum.
"Kamu harus terus menjadi wanita baik-baik, tidak boleh mengenal minuman keras!"
"Oke!" jawab Mila patuh.
"Btw, Kak Arga harus janji. Setelah dendam kita terbalaskan, Kak Arga harus berhenti dari dunia hitam itu. Kak Arga harus memikirkan masa depan. Aku ingin Kak Arga memberiku Kakak ipar dan keponakan yang lucu-lucu," ujar Mila.
"Entah, aku apakah bisa berumah tangga lagi atau tidak. Aku pernah menikah. Tapi cuma seminggu aku merasakan kebahagiaan. Istriku terbunuh ketika terjadi serangan dari gank kelompok musuh bebuyutan Bos sekaligus mertuaku," kata Arga.
"Kak Arga pernah menikah?" Mila terkejut.
Arga mengangguk.
"Sekeluarnya aku dari penjara, aku ikut Papa yang menjadikanku anak angkatnya. Aku menjadi pengikutnya yang setia. Beberapa bulan kemudian, putri semata wayangnya sakit. Menurut dokter, hidupnya tidak lama lagi. Papa ingin mewujudkan keinginan putrinya menjadi pengantin sebelum ajal menjemputnya. Papa pun menawariku untuk menikahi putrinya. Aku ingin membalas jasa Papa angkatku. Aku bersedia menikahi putrinya walau aku diberitahu bahwa hidup putrinya tidak akan lama lagi." Arga menghela nafas.
"Riana wanita yang cantik dan lembut. Siapapun pemuda akan terpesona oleh kecantikan dan kelembutan sikapnya. Begitupun diriku yang langsung jatuh cinta setelah menikah dengannya. Ia wanita yang sangat baik. Walau ia putri seorang Bos, tapi Ia memperlakukanku yang bukan apa-apa ini begitu istimewa. Dia mau berpindah agama mengikuti agamaku ketika akan menikah. Dia menjadi wanita yang Sholehah. Yang taat pada suami dan melayani suami dengan baik walaupun dia sakit."
"Dia keturunan Chinese kan Kak? Karena Papanya berwajah oriental," Mila ingin memastikan.
"Ya. Persis seperti wanita di film - film Mandarin," Arga tersenyum getir.
"Tentunya Ia sangat cantik!" kata Mila. Arga menganggukan kepala.
"Apa Kak Arga punya fotonya?" tanya Mila.
__ADS_1
"Aku menghapus semua foto di hp dan menyingkirkan foto-foto di rumah. Aku tidak ingin larut dalam kesedihan. Aku takut kalau melihat fotonya, aku menjadi lemah. Aku harus fokus pada obsesiku yaitu menghancurkan Ronald! Setidaknya sampai hatiku benar-benar kuat untuk mengakui bahwa ia telah tiada."
Mila menyentuh tangan Arga. Seakan memberi kekuatan pada Arga.
"Riana malah meninggal karena terbunuh. Bukan karena penyakitnya," kata Arga sendu.
"Aku turut berduka cita Kak. Maaf telah mengingatkan kesedihan Kak Arga," Mila jadi merasa bersalah.
"Aku berharap, suatu saat nanti Kak Arga mendapatkan jodoh kembali yang sebaik Kak Riana," ucap Mila tulus.
"Bagaimana dengan dirimu?" Arga bertanya.
"Entahlah Kak. Aku belum berfikir ke arah sana. Aku masih trauma."
"Untuk sementara kita lihat dulu perkembangan kejadian tadi. Mereka pasti akan saling serang. Kita tidak usah repot-repot mengotori tangan kita. Mereka sendiri yang akan menggali kuburannya sendiri," kata Arga merasa yakin.
"Kita hanya akan membumbui sedikit agar lebih dramatis!"
"Kak Arga seorang sutradara yang terbaik!" puji Mila. Arga hanya tersenyum.
"Kak, aku harus ke London! Sepertinya aku harus secepatnya mengembalikan identitas asliku. Aku ingin sekembalinya dari London, akan membuat Ronald terkejut dengan Monica yang ternyata Mila!" kata Mila.
"Ya. Kau pergilah ke sana! Urus identitasmu! Biar aku yang memantau keadaan di sini. Aku nanti akan kasih kabar tentang perkembangan Ronald dan Susy. Kalau Mamanya Ronald, dia sudah KO. Tidak akan dapat berkutik dalam jangka waktu yang sangat lama. Dia akan tetap di rumah sakit jiwa."
💮💮💮💮💮
Richard membawa Papanya berobat ke Inggris sesuai permintaan Papanya. Papanya sekalian ingin minta maaf dan mengunjungi makam Nancy, Mamanya Richard. Mereka naik helikopter milik mereka.
Ronald tidak diberitahu karena Richard merasa geram. Gara - gara video yang memalukan itu, Tuan Brian menjadi shock karena berita tentang perselingkuhan dan ulah Susy yang free s*x, nama baik dan nama besar keluarga Tuan Edwin menjadi tercemar.
Sementara itu, Susy yang telah ditampar dan dicekik oleh Ronald, menjadi ketakutan. Ia buru-buru pulang ke rumah. Mengambil semua perhiasan berharga, sertifikat tanah dan kepemilikan rumah itu untuk dibawa kabur sebagai modal buatnya melarikan diri dan bersembunyi dari kejaran anak buah Ronald. Ia juga mengajak serta kedua orangtuanya karena khawatir akan jadi sasaran kemarahan Ronald juga.
Susy menjual rumah pemberian Ronald itu dalam pelariannya. Juga mobil pemberian Ronaldpun dijual murah untuk ditukar dengan mobil lain agar pelariannya tidak terendus anak buah Ronald.
Ronald yang masih marah dan terus mengerahkan anak buahnya untuk mencari Susy, dibuat tambah marah ketika ada orang yang mengusirnya dari ruang itu. Rupanya Susy telah menjual rumah pada orang itu. Ronald tidak mau pergi dan menawari orang itu agar menjual kembali pada Ronald. Tapi orang itu licik. Tahu situasi yang sedang terjadi pada rumah tangga Ronald, orang itu meminta harga 5 kali lipat dari harga yang Ia beli dari Susy.
Tentu saja Ronald marah-marah. Tapi mau bagaimana lagi. Sertifikat tanah dan bangunan sudah ada pada orang itu. Ronaldpun terpaksa meminta waktu untuk berkemas-kemas. Seluruh pelayannya diberhentikan dan dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Ronald hanya menyisakan satu pelayan yang bertugas tiga hari sekali membersihkan apartemennya. Itu karena rumah pelayan itu dekat, sehingga tidak perlu menginap di apartemen Ronald. Kini Ronald tinggal di apartemennya lagi.
Ronald juga mulai mengerahkan anak buahnya untuk mencari Mila, juga Monica. Ia curiga, Mila berada di balik semua kekacauan ini.
Tentang Monica, Ronaldpun hanya punya sedikit informasi tentang Monica. Sehingga, Ronald kesulitan untuk mencari wanita itu. Mengapa tiba-tiba saja wanita itu menghilang setelah kejadian itu.
__ADS_1
TO BE CONTINUED
Selamat membaca! Jangan lupa selalu tinggalkan jejakmu ya!