KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
BAB 52. PERTUNJUKAN SEGERA DIMULAI


__ADS_3

Susy baru saja datang ke kantor dengan naik angkot. Hari itu ia berangkat lebih pagi. Koordinator OG/OB mengatakan bahwa kantor akan kedatangan tamu istimewa bosnya. Oleh sebab itu seluruh OB dan OG di kantor itu agar mempersiapkan kantor sebaik-baiknya.


Para petugas Cleaning Service pun sudah mulai menyapu dan mengepel lantai di seluruh ruangan. Pekerjaan-pekerjaan yang lainnya pun yang menyangkut kebersihan dan kerapian kantor dikerjakan dengan serempak.


Setelah selesai, Susy ditugaskan oleh Mirna, koordinator OG, untuk membersihkan toilet karyawan. Tentu saja Susy menolak karena itu bukan tugasnya. Tapi tugas Cleaning Service. Akibatnya Susy mendapat hukuman karena sudah membantah perintah atasannya.


"Belagu lu! Kalau enggak mau bersihin toilet, jangan jadi OG. OG itu harus mau melakukan pekerjaan semacam itu. Karena CS sedang sibuk semua. Muka lu sok kaya! Sini, muka lu harus dioles ampas kopi biar cakepan dikit!" Mirna menyambar masker yang menutupi wajah Susy, berniat melumuri wajah Susy dengan ampas kopi yang tak habis diminum karyawan. Perintah membersihkan toilet memang hanya akal-akalan ya Mirna saja yang ingin memplonco OG baru. Mirna memang terkenal sadis pada orang yang dianggapnya lebih rendah dari dirinya.


Ketika masker itu terlepas, Mirna langsung berteriak kaget karena melihat wajah Susy dengan jelas yang mengerikan.


"Arrgh .... monster! Elu monster yang menyusup ke kantor!" teriak Mirna. Kehebohan Mirna, membuat teman-temannya menghampiri mereka.


"Ada apa? Ada apa?!" tanya mereka penasaran.


Susy yang tak ingin jadi bahan tontonan, segera memakai maskernya lagi dan berniat segera pergi dari tempat itu.


"Hei, coba kalian buka maskernya OG baru itu! Wajahnya seperti monster! Mengerikan! Bagaimana dia bisa diterima di perusahaan ini?! Dia monster yang menyusup!"


"Ibu kebanyakan nonton film, Bu!" kata teman-teman OG nya.


Tapi mereka penasaran juga, sehingga ada yang menahan tubuh Susy agar tidak bisa pergi. Seorang OG membuka paksa masker Susy. Semua memekik melihat wajah Susy.


"Kalian percaya kan? Enaknya kita apain nih anak baru? Anak baru, wajah cacat, belagu di tempat kita!" Dengan kasar, Mirna membawa paksa Susy ke ember berisi air di tempat cuci piring. Lalu wajah Susy ditenggelamkan pada air dalam ember itu. Mirna melakukannya berkali-kali hingga Susy gelagapan seperti tenggelam dalam air. Ia berkali-kali minta ampun tapi tak digubris Mirna. Teman-teman sesama OG dan OB tidak perduli, semua pergi karena masih banyak tugas yang harus dikerjakan. Mereka hanya menyemangati Mirna.


"Daaah Bu Mirna! Plonco dia sampai kapok!"


"Sok lah hajar terus! Biar nyadar, jadi OG aja belagu, gak mau diperintah!"


"Terus tenggelamin aja wajahnya! Siapa tahu berubah jadi kuntilanak! Ha ha ha ....!"


"Kuntilanak aja masih cakep! Lha dia, mukanya hancur gitu!"


Setelah Susy terlihat hampir kehabisan nafas. Mirna melepaskannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"I-iya, Pak. Siap, Pak!" kata Mirna kemudian menutup ponselnya.


Dari ruangan Arga, Arga dapat melihat ulah Mirna. Tapi Arga suka. Ia sengaja membiarkan Susy di bully koordinator OG sejak hari pertama bekerja.


Tak lama, datanglah seorang wanita cantik. Ia kelihatan elegan dan berkelas. Sekretaris Arga telah mempersilahkan wanita itu masuk ruangan Arga.


"Selamat datang di perusahaanku. Semoga kamu nyaman. Kita disini dulu sampai orang itu datang," kata Arga. Wanita itu mengangguk.


Sementara itu di pantry, Susy diperintah oleh Mirna untuk membuat minuman untuk tamu CEO PT. Garda Jaya dan mengantarkannya.


Seorang lelaki berpakaian jas tampak memasuki ruang meeting bersama sekretarisnya. Mereka diantar masuk ke ruangan meeting oleh sekretaris CEO PT Garda Jaya.


"Pak, CEO PT Brian Tama dan sekretarisnya sudah datang, Pak," Sektretaris Arga menelepon Arga.

__ADS_1


"Baik. Saya segera ke sana," jawab Arga.


Ketika Arga masuk ke ruangan meeting, CEO PT Bruan Tama tampak terkejut. Ya, Ronald terkejut karena pimpinan PT Garda Jaya adalah Arga, mantan supirnya, yang dulu dijebloskan ke penjara olehnya.


"Selamat datang ke perusahaan saya, Tuan Ronald. Sudah lama tak jumpa, akhirnya kita berjumpa lagi," kata Arga mengajak berjabat tangan.


Ronald tampak ragu-ragu. Antara terkejut, malu dan gengsi, Ronald membalas jabatan tangan Arga. Arga tampak biasa saja walau di hatinya bergemuruh, ingin rasanya memukul mantan majikannya yang telah membuat dirinya di penjara dengan Mila, dan membuat nama baiknya dan Mila jadi jelek dipandang masyarakat gara-gara video penggerebekan di hotel, padahal Ia dan Mila tak merasa melakukan yang dituduhkan.


"Jadi, apa yang akan kalian presentasikan?" kata Arga tanpa basa basi lagi.


"Sekretaris saya akan mempresentasikan tawaran kerjasama dari perusahaan kami. Silvi, silahkan," kata Ronald


"Baik, pak, saya akan mempresentasikan kerjasama yang ditawarkan PT. Brian Tama. Kita mulai dari profil perusahaan ya Pak," kata Silvi sekretaris Ronald.


Lalu mengalirlah penjelasan Silvi, mempresentasikan tentang PT Brian Tama, kelebihan-kelebihan yang dimiliki perusahaan itu, serta keuntungan yang akan didapat bila bekerjasama dengan perusahaan itu.


"Bagaimana Pak? Apa ada yang kurang jelas atau ada yang akan ditanyakan?" tanya Silvi.


"Cukup! Sudah cukup jelas. Sayang sekali perusahaan Tuan Ronald ini sekarang perusahaan yang kecil. Tidak seperti dulu. Saya tidak tertarik bekerjasama dengan perusahaan yang baru berkembang. Karena saya sudah ada investor yang siap memberikan suntikan dana untuk perusahaan saya. Investor itu juga akan hadir ke sini," kata Arga. Lalu Arga terlihat mengetik sesuatu di ponsel.


Tak lama, ada yang mengetuk pintu, kemudian memutar handle pintu. Ketika pintu terbuka, semua yang berada di ruangan itu menoleh.


Ronald untuk kedua kalinya tampak terkejut. Tapi sangat senang. Serasa mendapat kejutan yang menyenangkannya.


"Monica! Kemana saja? Aku mencarimu kemana-mana!" Ronald berdiri menyambut wanita cantik itu yang ternyata Monica alias Mila.


Ronald yang sudah mengulas senyum, berubah menjadi terlihat kecewa. Dengan perasaan malu karena diacuhkan oleh Monica. Ronald duduk kembali.


"Perkenalkan, ini Nona Monica. Beliau adalah calon investor yang akan menyuntikkan dananya pada perusahaan saya. Beliau baru saja kembali dari London. Apa kabar Nona Monica?" Arga bersikap seolah-olah baru bertemu lagi dengan Monica.


"Baik, Pak Arga. Saya sudah mempelajari bisnis perusahaan anda. Saya sangat tertarik. Jadi saya akan secepatnya mengurus investasi saya ke perusahaan anda, Pak Arga," kata Monica bersandiwara.


"Jadi, Tuan Ronald. Sayang sekali, anda terlambat datang ke sini. Coba kalau kemarin-kemarin, mungkin tawaran kerjasama dengan perusahaan anda, sudah saya pertimbangkan," Arga tersenyum palsu.


"Sebelum anda meninggalkan perusahaan ini, saya harap anda menikmati jamuan kecil dari saya terlebih dahulu," kata Arga lagi.


"Maaf Monica. Saya ingin bicara berdua denganmu setelah ini," pinta Ronald.


"Untuk apa Tuan Ronald? Saya rasa tidak ada yang perlu dibicarakan," Monica masih bersikap dingin pada Ronald.


Dengan menahan amarah, Ronald bangkit dan berjalan dengan cepat, menarik Monica agar agak menjauh dari Arga, sekretaris Ronald dan sekretaris Arga.


"Maaf, Pak Arga. Saya ada urusan sebentar dengan Monica," kata Ronald sebelum Arga membuka mulutnya untuk melarang Ronald. Bagi Ronald, yang terpenting Monica kini telah ditemukan. Persetan dengan tawaran kerjasama yang ditolak.


"Mengapa kamu menghilang begitu saja? Apa ada kesalahan yang telah diperbuat tanpa kusadari?" Ronald memegang lengan Monica agar tidak pergi.


Pintu ada yang mengetuk lagi. Ternyata OG yang datang membawa minuman untuk tamu-tamu Bosnya. Susy yang ditugaskan mengantar minuman itu ke ruangan meeting. Berapa terkejutnya karena ia melihat ada Ronald, Monica dan Arga di sana.

__ADS_1


"Letakkan di sini, Susy, minumannya," kata Arga. Susy tidak terkejut mendengar Arga memanggil namanya karena ia memakai tag nama di dadanya. Justru yang membuatnya terkejut, Susy baru tahu kalau Bosnya tempat ia bekerja adalah Arga, mantan supir Ronald.


"Wah, kebetulan sekali! Seperti sebuah reuni yang tak terduga!" kata Monica sambil melirik Ronald.


"Apa maksud dari semua ini?!" teriak Ronald marah.


"Mantan istrimu bekerja di perusahaanku, Tuan Ronald! Mungkin anda rindu, jadi saya panggil dia ke sini," kata Arga dengan tenang. Ronald dan Susy memang sudah resmi bercerai.


"Susy, kamu tidak mau menyapa mantan suamimu?" ejek Monica.


Susy yang telah meletakkan minuman ke meja, tiba-tiba menyerang Monica. Arga dan Ronald tentu saja tidak tinggal diam. Arga menarik Monica, dan Ronald menarik Susy yang sudah bertindak brutal.


"Kau wanita licik! Sudah puas kau menghancurkan rumah tanggaku, j*lang!" teriak Susy.


Ronald menghempaskan Susy ke dinding. Susy menatap nanar pada Ronald. Kini giliran Ronald yang diserangnya. Dengan cepat, Susy menyambar cangkir air kopi dan menyiramnya ke bagian inti tubuh Ronald. Ronald berteriak kepanasan. Tak cukup sekali, Susy menyiram air tehh panas juga pada inti tubuh Ronald sekali lagi.


Sekretaris Ronald dan sekretaris Arga berteriak histeris melihat kebrutalan Susy. Mereka berdua segera berlari ke luar ruangan. Arga juga membawa Monica pergi dari ruangan itu.


Ronald yang menahan sakit akibat barang pusakanya tersiram air panas, membalas Susy dengan menampar Susy hingga Susy jatuh terjerembab. Susy tidak mau menyerah, ia cepat bangkit dan kembali menyerang Ronald dengan mencakar wajah Ronald. Ronald menghindar dan berusaha menangkis serangan Susy.


"Aku bersumpah akan membunuhmu, Ronald! Kamu yang telah membuat wajahku rusak! Kamu yang telah menyiram air keras itu! Aku tahu itu kamu, baj*ng*n!" teriak Susy sambil menyerang Ronald.


"Dasar wanita j*lang! Kamu menuduh sembarangan! Awas kalau terjadi sesuatu pada diriku, akan kutuntut kau!" bentak Ronald sambil meringis menahan sakit.


Security perusahaan berdatangan. Mereka meringkus Susy dan Ronald. Ronald dipersilahkan meninggalkan perusahaan Arga. Sedangkan Susy dibawa ke pos keamanan.


"Kamu telah membuat onar! Tindakanmu menyerang tamu Bos kita sangat memalukan! Bos menyuruhku mengatakan padamu, kalau kau mulai hari ini dipecat!" kata Kepala Security.


"Ampun, Pak! Katakan pada Bos Anda, jangan pecat saya! Saya memerlukan pekerjaan ini untuk menyambung hidup saya, Pak! Tolong Pak , jangan pecat saya!" kata Susy memelas.


Dua orang security menyeret Susy agar keluar dari pintu gerbang perusahaan. Setelah berada diluar, dua orang itu menghempaskan Susy ke tanah. Susy jatuh tersungkur. Tapi ia tak menyerah.


"Tolong, Pak. katakan pada Bos Arga, saya minta maaf. Itu semua karena saya melihat mantan suami saya. Saya dendam.pada mantan suami saya. Saya janji tidak akan berbuat onar lagi!"


Suara Susy yang memohon-mohon tak digubris security itu. Gerbang pun ditutup dan digembok. Susy terkulai lemas karena usahanya sia-sia.


Kini Susy pasrah. Dengan langkah gontai, Susy berjalan untuk mencari angkot menuju ke rumahnya. Dipegangnya dengan erat tas miliknya yang tadi dilemparkan oleh security. Ternyata tas itu diambilkan oleh koordinator OG yang melihatnya dari jauh.


Sementara Ronald, segera dilarikan ke rumah sakit oleh sekretarisnya dengan naik taksi. Wajah Ronald sudah pucat pasi menahan sakit sedari tadi. Rasa perih dan terbakar pada barang pusakanya membuatnya selalu memegangi miliknya itu.


Dengan tanpa malu, Ronald mengaduh kesakitan. Sakitnya sudah tak tertahankan. Ronaldpun pada akhirnya tak sadarkan diri. Setelah sampai di rumah sakit, Ronald dibawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan medis.


Entah apa yang akan terjadi dengan 'miliknya' Ronald. Kita tunggu di bab berikutnya.


TO BE CONTINUED


Maaf ya baru bisa up sekarang. Tetap semangat! Jaga kesehatan!

__ADS_1


__ADS_2