KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
BAB 69 BULAN MADU IMPIAN


__ADS_3

Richard mengajak Mila mengawali jalan-jalannya dengan mengunjungi Tower of London, Big Ben, dan juga London Eye. Mila merasa takjub melihat pemandangan yang indah seluruh kota London dilihat dari ketinggian London Eye. London Eye merupakan sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia dengan ketinggian 135 meter atau 433 kaki yang berputar di atas Sungai Thames London dan mulai beroperasi pada akhir tahun 1999.


Hari-hari selanjutnya mereka mengunjungi Buckingham Palace. Buckingham palace adalah kediaman resmi dari Ratu Inggris yang berada di London. Istana ini menjadi sangat penting dalam berbagai acara pertemuan seperti penyambutan tamu kenegaraan, dan sebagai tempat kunjungan pariwisata.


Selain tempat-tempat wisata lainnya di London, mereka juga naik kapal pesiar di Sungai Thames. Sungai Thames adalah sebuah sungai yang mengalir di sebelah selatan Inggris dan menghubungkan London dengan laut. Sungai ini mempunyai panjang 346 km atau 215 mil.


Sungai Thames menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis karena dengan naik kapal pesiar ini melewati berbagai macam objek wisata terkenal lainnya seperti London Eye, Big Ben, dan Palace of Wesminster selama perjalanan makan siang 1,5 jam dengan 3 macam hidangan.


Tempat terakhir di hari terakhir bulan madu mereka diisi dengan berbelanja di Camden Town . Di tempat belanja yang banyak dikunjungi para wisatawan ini bisa ditemukan berbagai macam aksesoris, furnitur, poster, musik vinyl, dan lainnya. Selain itu, para pengunjung bisa menemukan berbagai macam makanan murah. Mila membeli banyak cedera mata untuk para staf di kantor Richard, seperti miniatur tentara Inggris, asbak London, gantungan kunci telpon box, tempelan kulkas, kaos t-shirt, tas yang bertuliskan London atau gambar Union Jack, dan lain-lain. Makanan untuk oleh-oleh keluarga besar Alfred, untuk sepasang kakek nenek, Karl dan Emma, Mila membelikan aneka coklat dan permen. Untuk Arga serta para ART mereka di rumah, Mila membeli berbagai cedera mata dan juga aneka coklat dan permen khas London yang mempunyai kualitas terbaik.


Kalau untuk Paman Justin, Mila dan Richard sudah memberi oleh-oleh dari Indonesia sewaktu Mila dan Richard mengunjungi mereka waktu itu.


Sudah banyak foto dan video yang mereka abadikan dalam perjalanan bulan madu mereka. Mereka mengirimkannya juga pada Erika, juga pada Arga dan Gisel. Arga dan Gisel juga berbagi kebahagiaan dengan mengirimkan foto-foto mereka sewaktu bulan madu ke Bali.


Mila merasa ini adalah bulan madu impiannya. Dimana ia bisa bepergian ke tempat - tempat indah dan romantis bersama suami tercintanya.


Tak terasa netra Mila basah oleh tetesan air mata haru. Pengalamannya dahulu berbulan madu dengan pernikahan pertamanya yang sangat menyakitkan terbayar sudah dengan bulan madu di pernikahan keduanya.


"Bie, aku ingin suatu saat kita pergi ke Paris. Aku pernah pergi ke Paris, tapi tak kemana-mana, hanya di hotel saja. Padahal waktu itu aku sangat ingin melihat menara Eiffel dan tempat-tempat lainnya di Perancis," kata Mila sambil menyandarkan kepalanya pada dada Richard yang memeluknya. Mereka sedang beristirahat di sebuah kedai di Camden Town.


"Ya, sayang. Nanti kita akan ke Paris setelah urusan proyek kita selesai di Tanah Air. Aku janji, akan menghapus kenangan burukmu di Paris dengan menggantinya dengan kenangan manis yang tak terlupakan bersamaku," jawab Richard.


"Terimakasih, Bie. Aku sangat beruntung mempunyai suami kamu," tangan Mila memeluk erat Richard.


Kaki mereka sangat pegal berkeliling mencari oleh-oleh untuk ke tanah air. Mereka menikmati minuman khas Inggris yaitu Cider. Cider terbuat dari fermentasi buah apel hijau. Jadi tidaklah heran apabila minuman ini memiliki warna bening kekuning-kuningan.


Malamnya mereka habiskan di hotel bintang lima di London. Richard mengajak Mila makan malam romantis di sebuah restoran. Dengan hidangan ala Eropa dan musik klasik dari pemain musik yang disediakan pihak restoran, membuat suasana makan malam itu menjadi makan malam yang tak terlupakan setelah pernikahannya dengan Richard.


Richard mengecup punggung tangan Mila, setelah selesai menikmati makan dan dessert. Richard mengajak berdansa. Dengan sangat romantis, mereka berdansa. Pandangan mata mereka tak lepas memandang pasangannya yang sangat dicintainya.


"Cintai aku selamanya, sayang. Menualah bersamaku, walau apapun yang akan terjadi. Kita hadapi segala ujian cinta dan ujian hidup ini, bersama-sama" bisik Richard.

__ADS_1


"Ya, sayang. Kita akan selalu saling setia dan saling menguatkan," balas Mila.


Richard mencium lembut bibir Mila. Mila membalasnya dengan penuh kelembutan. Tak perduli keadaan sekitarnya mereka larut dalam gejolak cinta. Meraka baru melepaskan tautan bibir mereka, ketika nafas mereka serasa mau habis.


"Kita lanjut di kamar, honey." bisik Richard, yang dibalas anggukan Mila.


Mereka berjalan dengan saling menautkan tangan mereka. Melewati orang-orang di hotel itu yang melihat mereka dengan iri. Mereka tampak serasi. Yang laki-lakinya terlihat tampan dan gagah dengan wajah blasterannya, dan yang perempuannya tampak cantik mempesona. Walau Papanya orang Inggris, tapi wajah yang dimiliki Monica lebih banyak mirip Mamanya yang orang Indonesia. Apalagi tampilan Mila kini lebih Indonesia. Rambut coklat dan mata birunya sudah diganti dengan rambut hitam dan soft lensnya di lepas. Hingga mata hitam milik Mila membuat wajahnya terlihat lebih Asia.


Setelah keluar dari lift, dengan tanpa pemberitahuan, Richard menggendong Mila ala bridal style. Jarak dari lift ke kamar mereka hanya melewati 5 kamar.


Setiap orang yang berpapasan dengan mereka, tampak tersenyum melihat kebucinan mereka. Richard tidak peduli. Mila yang merasa malu dilihat oleh orang-orang yang berpapasan dengan mereka, menyembunyikan wajahnya pada dada Richard.


"Jangan malu, sayang. Tunjukkan wajah cantikmu," bisik Richard. Milapun mau tak mau menuruti perkataan Richard. Mila hanya menatap wajah Richard. Tangannya dilingkarkan pada leher Richard.


Setelah sampai didepan kamar Mereka, Mila yang membuka dan menutup pintu kamar. Richard meletakkan tubuh Mila di ranjang. Richard mematikan lampu utama dan menggantinya dengan menyalakan lampu tidur yang temaram. Richard melepaskan pakaiannya dan menyisakan hanya celana boxer.


Mila beranjak dari ranjang dan mengambil pakaian tidurnya kemudian pergi ke kamar mandi.


"Aku ganti di kamar mandi saja," jawab Mila.


Richard membiarkan saja, karena ia tak mau memaksa. Richard merebahkan tubuhnya sambil menunggu Mila ganti pakaian. Ia melihat langit-langit kamar dengan pikiran yang entah kemana.


Krieeett!


Tak lama pintu kamar mandipun terbuka. Dengan pelan, Mila berjalan menuju ke ranjang. Richardpun menoleh.


Deg!


Richard terperangah melihat penampilan Mila yang menggoda. Mila memakai lingerie warna merah transparan dengan model tali satu pada pundaknya dan memperlihatkan hampir semua aset Mila. Dua bukit kembarnya menyembul diantara renda - renda di bagian dadanya.


Richard langsung bangkit dan menyambut tangan Mila. Mila berhenti tepat dihadapan Richard yang menatapnya tanpa berkedip.

__ADS_1


"Sungguh indahnya ciptaan Tuhan," gumam Richard.


Richard langsung mel*mat bibir Mila. Richard langsung membawanya ke ranjang tanpa melepaskan ci*mannya. Richard menc*mbu tubuh Mila tanpa ada yang terlewat satu inci pun. Membuat Mila Mel*nguh ketika Richard menghisap puncak bukit yang berwarna merah jambu. Setalah puas bermain-main di sana, Richard terus menc*mbu lagi hingga ke bawah. Richard berhenti di sana dan segera.memainkan jari jemarinya di sana. Mila serasa ingin meledak dan sebelum.itu terjadi, Richard mengangkat Mila untuk bangun, dan giliran Richard yang berbaring. Entah sejak kapan tubuh mereka sudah sama-sama polos.


"Sekarang kamu yang memimpin, sayang," katanya.


Dan Milapun menjadi pengendali permainan mereka sekarang. Richard tampak menikmati permainan Mila.


"Oh sayang ....., kamu luar biasa," racau Richard.


"Ini nikmat, Bie," d*sah Mila.


Hingga Mila bergerak cepat, bertambah cepat., dan semakin cepat. Hingga mereka memekik bersamaan dengan perasaan yang luar biasa lega. Mila ambruk diatas tubuh Richard.


Mereka berhenti sejenak mengatur nafas yang memburu. Setelah agak reda. Mila berguling ke samping. Mila langsung memeluk suaminya, sedangkan Richard mengecup puncak kepala Mila.


Bibir Richard sudah mulai menjelajah lagi di leher Mila.


"Mau lagi?" tawarnya.


Mila.mengangguk dengan malu-malu.


"Let's go, baby!" Richard memulai aksinya lagi.


Dan aksi mereka berlanjut hingga beberapa kali dan mereka kelelahan tapi dengan perasaan yang sangat puas.


"Semoga cepat menjadi baby," kata Richard sambil mengecup perut Mila sebelum mereka terlelap.


Pak Suami mana, Pak Suami! Gaskan! Mumpung belum bulan puasa, he he he ...


TO BE CONTINUED

__ADS_1


Sebentar lagi puasa. Maaf lahir bathin. Selamat menjalankan ibadah puasa dan shalat tarawih bagi yang menjalankannya.


__ADS_2