KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
BAB 56 JIMY KAPOK


__ADS_3

Flashback Jimy


Jimy pulang dari perusahaan Gisel dengan perasaan dongkol. Ia belum mau kalah dari kekasih Gisel itu. Ia akan merebut Gisel bagaimanapun caranya.


Jimy melajukan motornya menuju ke kantornya lagi. Mobilnya memang telah dijualnya untuk menutupi biaya hidupnya. Ia harus bayar kontrakan rumah, biaya makan dan kebutuhan lainnya sehari-hari, serta mencari pekerjaan ke sana kemari juga dibutuhkan biaya. Makanya ia menyisakan hasil penjualan mobilnya untuk beli motor seken saja yang penting masih bagus body dan mesinnya.


Ketika berada di daerah sepi yang ada hanya pepohonan tanah kosong, dan bangunan yang terbengkalai, motor Jimy disalip oleh sebuah mobil yang kemudian menghadang jalan Jimy.


Keluarlah dari dalam mobil, 6 orang bertampang seram yang langsung menghampiri Jimy.


"Siapa kalian? Mau apa?!" bentak Jimy.


"Kamu sudah bosan hidup ya? Kamu cari perkara dengan bos kami?!" kata salah seorang dari mereka.


"Oh ...., jadi kalian kacungnya kekasih mantan istriku? Ha ha ha ...! Bisanya cuma mengancam!" ejek Jimy.


"Kamu kira, kita main-main?! Ayo kita kasih pelajaran orang ini!" ajak salah seorang laki-laki bertampang seram itu.


Nyali Jimy jadi ciut. Ia berniat kabur. Tapi motor Jimy dipegang oleh dua orang di sebelah kanan dan dikiri. Jimypun ditarik dan langsung mendapat pukulan di wajahnya. Lalu Jimy mendapat pukulan bertubi-tubi pada wajah dan perutnya.


Setelah Jimy terkapar tak berdaya, salah seorang bertampang seram itu menarik rambut Jimy kebelakang hingga kepala Jimy mendongkak.


"Ini peringatan untukmu! Jangan coba-coba mengusik Tuan Arga dan calon istrinya, kalau kau masih ingin hidup!" bentak orang itu.


Jimy ditinggalkan tergeletak begitu saja. Jimy merintih kesakitan tanpa ada yang menolong. Setelah lima belas menit berlalu, barulah ada kendaran yang lewat ke jalan itu. Kebetulan mobil yang mereka kendarai adalah mobil pick up. Merekapun menggotong Jimy ke mobil pickup bagian belakang yang terbuka. Juga motor Jimy dinaikan pada mobil pick up itu. Jimypun dibawa ke rumah sakit.


Flashback off


Tiga hari kemudian, Jimy diperbolehkan pulang. Sepulangnya dari rumah sakit, Jimy masih memikirkan cara untuk membuat Gisel kembali padanya. Jimy masih penasaran.


"Untuk mendapatkan berlian, tak apa walau harus babak belur berulang kali. Ditolak beberapa kali. Gisel lama-lama akan luluh," gumamnya masih optimis. Jimy kini baru merasakan susahnya mencari pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya. Kini ia hanya menjadi sales perusahaan alat-alat masak. Gajinya tak seberapa dibandingkan dengan dulu waktu menjabat sebagai pimpinan Agency modelling.


Jimy pun teringat pada anak kecil di rumah Gisel waktu itu. Ya, anak Susy. Walau bocah itu bukan anak Jimy, tapi Gisel masih merawat anak itu. Gisel menyayangi anak itu.


"Aku harus membawa anak itu ke suatu tempat. Gisel harus dibuat tak bisa menolak permintaanku," gumam Jimy


Untuk memuluskan niatnya, Jimy menyewa sebuah mobil. Jimypun mengintai rumah Gisel. Setelah Gisel terlihat berangkat bekerja, Jimy melihat salah seorang ART di rumah Gisel membuang sampah di tempat sampah didepan pagar rumah. Karena nanti ada petugas kebersihan yang akan mengambil sampah itu setiap hari.


Rupanya ART itu lupa untuk menutup pintu gerbang rumah. Pintu gerbang dibiarkan terbuka. Hal itu membuat Jimy tersenyum senang. Serasa diberi peluang. Ketika seorang anak laki-laki mengambil bola yang menggelinding dekat pintu gerbang, Jimy memanggil anak itu.


"Boy sini boy! Lihat ini, Om punya sesuatu buatmu!" bujuk Jimy. Jimy memperlihatkan mainan, anak laki-laki itu tertarik. Anak kecil itu keluar dari gerbang .


Tak menunggu lama, Jimy langsung mengangkat Anak laki-laki itu untuk dibawanya ke mobil. Anak itu meronta-ronta.


ART yang baru menyadari Ricky keluar pintu gerbang, panik dan berteriak minta tolong.


Jimy menancap gas. Barulah Ricky menyadari ia telah dibawa oleh orang asing. Ricky pun menangis. Jimy berusaha menenangkan Ricky dengan memberinya permen.


"Jangan nangis ya. Om itu teman Mamamu kok. Nanti kita akan ketemu mamamu. Om punya permen. Nih, makan permennya,"


"Iki mau ke Mama?"


"Iya. Iki mau Om antar ke Mama," jawab Jimy. Tangis Ricky pun berhenti. Ia menerima permen pemberian Jimy. Kemudian memakannya. Jimy tersenyum senang.


Gisel menerima telepon dari ARTnya di rumah, bahwa Ricky dibawa pergi oleh seseorang yang naik mobil K*j*ng. Gisel pun panik. Ia menelepon Arga untuk meminta bantuan. Tapi belum sempat Gisel menelepon Arga, telepon kantornya berdering.


"Bu, Pak Jimy mau telepon ke ibu," kata sekretarisnya.


"Oke. Sambungkan!" jawab Gisel.


Teleponpun disambungkan oleh sekretaris Gisel.


"Hallo, sayang ...., gimana kabarmu hari ini?" tanya Jimy setelah telepon tersambung.

__ADS_1


"Gak usah berbasa basi! Mana Ricky?!" bentak Gisel.


"Wuih, galak banget sih? Tapi makin cantik! Tenang, Ricky aman. Dia senang aku ajak jalan-jalan," jawab Jimy.


"Jimy, kembalikan Ricky! Kamu jangan macam-macam!"


"Aku tidak macam-macam. Kamu sayang banget ya sama anak orang? Sebaiknya kita rujuk, dan program bikin anak sendiri. Aku janji, aku akan rajin bikin anak sampai kamu hamil. Aku enggak akan kemana-mana lagi," kata Jimy menyebalkan.


"Cuih! Jangan mimpi! Aku jijik padamu! Cepat kembalikan Ricky!"


"Ck, kamu harus mau rujuk sama aku. Baru Ricky kukembalikan. Ricky akan kukembalikan jika kita sudah akad nikah lagi, gimana? Kalau enggak mau ya ...., terpaksa Ricky akan di sini terus sama aku, atau Ricky akan aku apakan ya?!"


"Kamu itu dasar B*j*ngan! Awas kalau kamu sampai melukai Ricky! Ricky tidak tahu apa-apa, jangan libatkan Ricky! Lepaskan Ricky, atau kamu akan menyesal kalau Arga turun tangan!"


"Wah ...., kekasihmu itu tidak bisa apa-apa. Dia bisanya cuma nyuruh orang. Coba dia berhadapan langsung sama aku, dia tidak ada apa-apanya!"


"Bualanmu tinggi banget! Kamu belum tahu Arga itu siapa!" Gisel mencibir.


"Sudah, jangan bahas dia! Kalau kamu sayang Ricky, ayo kita bertemu. Kita buat kesepakatan. Baru Ricky aku kembalikan," kata Jimy.


"Jangan harap aku mau kembali padamu! Tidak akan!" teriak Gisel.


"Terserah! Aku tunggu kamu di taman kota dekat laundry. Jangan lupa, dandan yang cantik!"


Klik!


Jimy mematikan teleponnya sepihak. Gisel uring-uringan. Giselpun menepon Arga.


"Arga, Ricky dibawa Jimy! Aku tidak mau Ricky kenapa napa!"


"Dasar B*j*ngan! Dia belum kapok juga! Kamu yang tenang ya, nanti anak buahku akan mencari Ricky. Aku juga akan menjemputmu. Kita cari Ricky bersama-sama, oke?" kata Arga.


"Ya, Arga. Aku khawatir keselamatan Ricky. Jimy mengancam kalau aku tidak mau rujuk, dia akan melakukan sesuatu pada Ricky!" kata Gisel sambil terisak.


"Jimy mengajakku bertemu di taman kota yang dekat Laundry. Dia ingin membuat kesepakatan denganku," kata Gisel.


"Lebih baik kamu pura-pura turuti keinginannya. Nanti aku dan anak buahku akan menyergapnya."


"Ya, Arga."


"Kamu jangan menangis lagi. Aku jemput kamu sekarang ya," kata Arga lembut.


"Baiklah. Aku tunggu."


Setelah menjemput Gisel, mobil Arga pun melaju menuju tempat yang Jimy sebutkan. Mobil Arga diparkir jauh dari taman kota itu. Anak buah Arga pun sudah tiba di dekat taman kota. Arga membiaran Gisel berjalan sendiri menghampiri Jimy. Anak buah Arga yang berjumlah 6 orang sudah bersiap siaga.


"Hai, akhirnya kamu datang juga," sapa Jimy senang melihat Gisel datang sendiri.


"Mana Ricky?!" bentak Gisel.


"Tenang. Dia aman. Ayo duduk," ajak Jimy sambil menunjuk pada bangku taman yang kosong di sebelahnya.


Giselpun duduk.


"Sayang, aku ingin kita rujuk. Aku sadar, tak bisa hidup tanpamu. Kamu begitu istimewa. Kamu tidak seperti wanita-wanita lain yang kukenal. Aku buta selama ini. Tidak melihat kebaikan dan ketulusanku. Aku menyesal telah menyakiti hatimu. Aku janji, setelah kita rujuk, aku hanya mencintaimu dan membuatmu wanita satu-satunya dalam hidupku," kata Jimy sambil mencoba menyentuh tangan Gisel.


Gisel menarik tangannya supaya tidak dapat disentuh Jimy.


"Sudah terlambat. Aku sudah tidak bisa menerimamu kembali di hatiku. Seseorang yang selingkuh, cenderung akan mengulanginya lagi. Jadi aku tidak bisa percaya lagi pada janjimu. Aku sudah menemukan orang lain yang mengisi kekosongan hatiku," jawab Gisel.


"Laki-laki itu cuma memanfaaakanmu! Dia tidak benar-benar mencintaimu!" kata Jimy marah.


"Aku melihat kejujuran dan ketulusannya! Berbeda denganmu! Aku malah melihat kamu tidak tulus! Kamu masih mengincar hartaku kan? Kamu kan kini tak punya apa-apa. Sedangkan dia punya segalanya! Dia tidak kekurangan suatu apapun selain mencintaiku dengan tulus!"

__ADS_1


"Kamu bodoh! Kamu harus mencampakkan laki-laki itu dan kembali padaku! Kalau tidak, jangan harap Ricky masih hidup!" ancam Jimy.


"Jimy! Kamu mengancamku?!"


Dengan geram, Arga yang muncul dari belakang Jimy, langsung menendang Jimy. Jimy terjatuh. Jimy jadi bulan-bulanan Arga.


"Ayo lawan aku, b*j*ngan! Kamu bisanya mengancam wanita saja!" bentak Arga.


Anak buah Arga sudah bersiap. Mereka mengepung Jimy. Arga menyuruh anak buahnya untuk diam dulu. Ia ingin duel dengan Jimy secara laki-laki.


Terjadi perkelahian yang tidak imbang. Arga yang jago berkelahi, membuat Jimy terdesak.


"Sekarang, katakan, dimana Ricky!?!


"Tak akan kukatakan, meskipun kamu membunuhku," ejek Jimy walau sudah tak berdaya.


Arga sudah hilang kesabaran. Ia menyuruh anak buahnya untuk meringkus Jimy dan membawa Jimy ke suatu tempat.


"Kamu pulanglah ke rumah. Tunggu kabar dariku. Do'akan semoga Ricky baik-baik saja. Aku janji, akan bawa pulang Ricky kepadamu," janji Arga sambil memegang kedua pipi Gisel. Gisel mengangguk.


"Kamu hati-hati ya!" kata Gisel. Arga tersenyum. Kemudian bergegas menyusul anak buahnya.


Jimy diikat pada segulung tambang besar yang dikaitkan pada roda katrol besar di atas pohon. Jimy setelah sadar dari pingsannya terkejut ketika ia ternyata telah diikat dan berada diatas kolam buaya. Buaya-buaya itu sudah berkumpul dibawahnya siap melahap mangsa. Jimy berteriak ketakutan. Ia minta tolong untuk dilepaskan. Arga malah menurunkan Jimy hingga satu meter saja jaraknya dari buaya-buaya itu. Sepatu Jimy yang terlepas langsung jadi rebutan buaya. Jimy semakin syok. Mukanya pucat pasi karena ketakutan.


"Tolong, lepaskan aku! Baik, aku akan tunjukkan keberadaan Ricky! Tapi lepaskan aku dulu! Singkirkan aku dari buaya-buaya itu!" kata Jimy memohon.


"Kau harus janji dulu, agar setelah ini pergi dari Jakarta, dan jangan pernah mengganggu kami lagi!" kata Arga.


"Ba-baik! Aku janji tidak akan mengganggu kalian lagi! Aku akan pergi ke kota lain!" janji Jimy dengan badan masih gemetar.


Argapun memerintahkan anak buahnya untuk mengambil Jimy dari atas pohon. Kemudian menurunkan Jimy dan membawa Jimy ke mobil. Tangan Jimy diikat.


Ketika mobil sudah dekat dengan yang disebutkan Jimy. Arga mendobrak sebuah rumah yang terkunci. Rumah itu rumah tua yang tak berpenghuni. Terlihatlah Ricky sedang meringkuk sambil menangis. Melihat ada yang datang, Ricky bangkit.


"Ricky!" panggil Arga.


"Papa!" Ricky berlari memeluk Arga yang berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya. Ricky menangis sejadi-jadinya. Ricky sudah menganggap Arga sebagai Papanya. Jadi Ricky memanggil Arga dengan sebutan Papa.


"Papa! Ricky takut! Ricky mau ke Mama!" tangis Ricky.


"Iya, sayang. Ricky nanti Papa antar ke Mama ya!" kata Arga sambil mengusap kepala Ricky.


Arga mengantarkan Ricky pulang pada Gisel. Sedangkan anak buah Jimy melemparkan Jimy ke dalam rumah tua itu.


"Kamu harus secepatnya pergi dari sini! Kalau sampai kami masih melihat wajahmu, kami tak segan-segan melemparkanmu ke kolam buaya! Kami sengaja tidak memberi makan buaya itu hari ini, karena ada makanan gratis yang akan kami lempar yaitu tubuh kamu kalau kamu masih cari gara-gara!" bentak anak buah Arga.


Mereka pun pergi. Tinggallah Jimy terkapar lemas di dalam rumah tua itu. Jimy akan memulihkan tenaganya terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan Jakarta. Ia merasa kapok berurusan dengan Arga. Ternyata Arga punya pengaruh yang kuat. Anak buahnya banyak. Jimy tidak mau mati konyol. Ia harus menjauhi mereka.


Arga mengantarkan Ricky kembali pada Gisel. Gisel memeluk dan menciumi Ricky dengan terharu. Ricky juga memeluk erat Gisel. Ricky senang dapat kembali bersama orang yang menyayanginya.


"Ricky mau sama Mama saja! Ricky tidak mau ikut Om jahat!" kata Ricky.


"Iya, nak. Ricky akan sama Mama terus. Ricky kan anak Mama!" kata Gisel.


"Iya. Sama anak Papa!" Ricky membawa tangan Arga agar menggenggam tangan Gisel.


Arga menggenggam tangan Gisel. Mata mereka saling pandang. Gisel tersenyum malu mendapat tatapan Arga.


"Siap menjadi Nyonya Arga?" tanya Arga.


Gisel menatap Arga malu-malu sambil mengangguk.


TO BE CONTINUED

__ADS_1


Jangan lupa berikan Vote, like dan komentarmu ya! Juga klik Favorit pada novel ini!


__ADS_2