
Untuk memudahkan pembaca dalam menyimak cerita, Author langsung bahasa Indonesia kan saja percakapan antara orang-orang Inggris itu ya. Pusing soalnya kalau harus bikin percakapan bahasa Inggris dan terjemahannya.
Flashback
"Nyonya, saya melaporkan. Memang benar wanita yang fotonya anda kirim ke saya itu berada di dalam rumah tua itu. Wanita itu tadi masuk ke rumah itu. Wanita itu sedang hamil besar. Dia menjadi tawanan Geng Cobra," kata seseorang yang menelepon Nyonya Jeny.
"Oke. Lakukan tugasmu! Lenyapkan wanita itu! Buatlah kematian wanita itu sealami mungkin. Saya tidak mau ada masalah di kemudian hari," kata Nyonya Jeny.
"Kalau tentang itu, serahkan saja pada saya. Anda tidak perlu khawatir!" seru orang itu.
"Oke. Saya kirim uang mukanya. Sisanya akan ditransfer kalau sudah ada kabar yang menggembirakan saya," ucap Nyonya Jeny.
Percakapanpun diakhiri. Nyonya Jeny segera keluar dari toilet. Ia kemudian berjalan menghampiri suaminya yang sudah menunggunya.
"Lama sekali!" gerutu Tuan Brian. Nyonya Jeny hanya tersenyum. Ia menggandeng tangan suaminya. Merekapun berjalan menghampiri mobil yang sudah menanti mereka. Supir membukakan pintu untuk mereka. Merekapun masuk ke mobil dan kembali ke hotel untuk beristirahat. Ronald dan Susy sudah pergi duluan kembali ke hotel. Acara makan malam telah selesai dengan penuh kesan. Mereka besok akan pulang ke tanah air.
Seseorang yang dihubungi Nyonya Jeny melakukan percakapan di telepon lagi dengan ketua Genk "Devil".
Dua orang anggota Genk yang berada di lokasi selalu melaporkan setiap pergerakan yang terjadi di rumah itu.
"Bos! Ada sebuah mobil datang! Seorang wanita baru saja masuk ke rumah itu!"
"Awasi terus! Tepat tengah malam, kamu boleh beraksi!" perintah sang ketua Genk.
Si anak buah mengiyakan dengan patuh.
Sementara itu di dalam rumah itu, Atasan penjaga rumah itu yang telah memanggil seorang wanita panggilan untuk menemani malamnya, telah menunggu di kamar tidur.
Ketukan di pintu, membuatnya menoleh. Seulas senyum menghias bibirnya.
"Masuk!" perintahnya.
Pintupun dibuka. Tampaklah seorang wanita sexy telah berdiri di depan pintu. Ia kemudian masuk. Menutup pintu kembali, sedangkan si penjaga yang mengantarnya kembali ruangannya. Wanita itu berjalan dengan anggun mendekati laki-laki itu.
Setelah dekat, dilepaskannya seluruh pakaiannya. Laki-laki itu terbelalak. Ia masih tiduran sambil menyandarkan kepalanya di ranjang.
"Aku akan menghangatkan ranjangmu yang dingin, Tuan," kata wanita itu dengan suara manja. Iapun naik ke ranjang.
Si laki-laki langsung meraih tubuh wanita itu dengan tidak sabar. Menjatuhkannya ke ranjang, kemudian menindih tubuh wanita itu.
"Aku aku membuatmu menjerit semalaman, honey," kata Laki-laki itu dengan penuh gairah.
Terjadilah pergumulan antara wanita dan laki-laki itu. Laki-laki itu begitu rakus dan meledak-ledak, karena sudah lama tidak sempat bercinta karena banyaknya tugas dari bosnya.
Setelah mengakhiri aktivitas panas mereka, merekapun merasa letih dan tertidur. Tiba-tiba, tengah malam, sekeliling mereka terasa panas. Begitu mata mereka terbuka, ternyata api menjalar di seluruh ruangan. Asap mengepul, menyebabkan nafas mereka terasa sesak. Dengan kesadaran yang masih belum sepenuhnya, mereka segera berpakaian dan mencoba untuk keluar dari kamar itu.
Mereka berhasil keluar dari kamar. Tapi sayang, di atas mereka, atap bangunan yang terbakar, roboh dan menimpa mereka. Mereka pun meregang nyawa dengan mengenaskan.
Sedangkan satu orang lagi yang berada di sana, terjebak di ruang dapur. Ia sudah berusaha memadamkan api dengan air, dan lap basah, tapi tak berhasil. Malah tabung gas meledak mengenai dirinya. Laki-laki itupun meninggal dengan luka bakar sekujur tubuh.
Anak buah Genk Devil tersenyum melihat api semakin besar. Kemudian segera melajukan mobilnya begitu orang-orang di sekitar rumah itu berdatangan untuk memadamkan kebakaran itu. Satu jam yang lalu, ia telah melemparkan puntung rokok pada tumpukan sampah yang berada di samping rumah itu. Karena sampah itu sampah kering dan juga pengaruh tiupan angin, api menyala dari puntung rokok itu. Apipun berkobar membakar sampah dan merembet ke pohon yang ada didekatnya dan percikan-percikan api, membakar jendela rumah, hingga makin lama makin besar, membakar bangunan dan isinya. Hingga orang-orang yang ada di dalamnya terjebak kobaran api.
Anak buah Genk Devil dari kejauhan telah memfoto, memvideokan dan melaporkan keberhasilannya pada pimpinannya. Melakukan satu aksi dengan mendapat dua keuntungan sekaligus. Menghancurkan markas dan usaha rival mereka, sekaligus mendapat bayaran dari seseorang yang ingin melenyapkan seorang tawanan Geng Cobra.
__ADS_1
Mereka tinggal menunggu berita resmi dari TV dan internet esok pagi. Kejadian kebakaran yang terjadi tengah malam itu, memang terlambat diketahui oleh masyarakat sekitar rumah itu karena terjadi disaat orang sedang terlelap, ditambah lokasi rumah itu berada dikawasan yang sepi. Sehingga setelah api makin besar dan hampir menghanguskan seluruh bangunan, barulah mereka berbondong-bondong memadamkan api sebisanya sambil menelepon Pemadam Kebakaran.
Kebakaran yang terjadi di markas Genk Cobra, membuat Ketua Genk itu meradang. Ia menduga bahwa kebakaran itu ulah rivalnya. Mereka sepertinya tahu, bahwa Genk Cobra menimbun barang selundupan berupa narkoba. Kejadian ini tentu membuat Genk Cobra mengalami kerugian yang sangat besar.
Ia menyesal, meninggalkan markasnya dengan hanya menyisakan dua orang penjaga. Karena seluruh anggotanya sedang beraksi melakukan perampokan, penyerangan, dan transaksi perdagangan manusia di tempat lain.
Selama ini markas mereka berpindah-pindah, sehingga sulit dilacak. Ketua Genk Cobra menduga ada pengkhianat di dalam kelompoknya yang membocorkan informasi tentang markas mereka.
Flashback Off
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
Susy dan Nyonya Jeny yang telah janjian untuk bertemu di Bar X telah berangkat dari rumah masing-masing. Nyonya Jeny dan Susy beralasan akan menghadiri acara amal di sebuah panti asuhan.
Acara itu memang ada. Mereka mendapat undangannya. Tapi mereka malas untuk pergi ke acara seperti itu. Buang-buang uang saja, pikir mereka. Mereka lebih suka bersenang-senang. Memanjakan diri sendiri, walau harus menghamburkan uang cukup banyak.
Nyonya Jeny yang tiba lebih dulu, memesan Vodka pada bartender. Ketika asyik menikmati Vodka yang diberi es, seorang laki-laki memeluk tubuhnya dari belakang. Nyonya Jeny meronta karena belum tahu siapa yang memeluknya dari belakang. Setelah laki-laki itu mengendurkan pelukannya dan memutar kursi Nyonya Jeny menghadap ke arahnya, laki-laki itu tersenyum. Sedangkan Nyonya Jeny terbelalak.
"Adrian! Kapan kau kembali?!" pekik Nyonya Jeny.
"Kenapa? Kaget ya? Apa kabarmu? Bagaimana kabar anak kita?" tanya laki-laki bernama Adrian itu sambil mengusap kedua pipi Nyonya Jeny dengan kedua ibu jarinya. Kedua tangannya memegang kepala Nyonya Jeny.
"Stttt! Pelankan suaramu! Kenapa kamu datang lagi?! Lebih baik kamu pergi dari hidupku!" kata Nyonya Jeny pelan.
"Kamu tidak bisa membuangku begitu saja, Jeny! Aku ingin hakku! Aku merindukanmu, sayang!" Adrian makin berani. Ia mencoba mencium Nyonya Jeny.
"Adrian! Kamu harus jaga sikap! Ini tempat umum!" kata Nyonya Jeny.
"Justru ini tempat umum supaya orang-orang tahu bahwa kamu itu milikku. Aku sudah berkorban cukup lama untukmu! Aku sudah bosan! Kini saatnya aku mengambil hakku kembali!"
"Cukup, Adrian! Pergilah! Nanti aku akan mentransfer lagi. Berapa yang kamu minta?!"
Adrian tertawa sinis.
"Aku tidak mau uangmu! Aku mau dirimu!"
"Adrian dengar! Aku sudah bahagia dengan keluargaku. Carilah kebahagiaanmu sendiri. Dengan uang itu kamu bisa mendapatkan wanita yang kamu inginkan. Kamu bisa bersenang-senang sesukamu!"
"Tidak! Cukup! Aku mau dirimu dan Ronald!" teriak Adrian.
"Mama?! Jadi .... Mas Ronald itu ....?!" Susy tiba-tiba sudah ada berada di dekat Nyonya Jeny.
Nyonya Jeny terkejut melihat Susy. Apalagi Susy sudah mendengar semua rahasianya.
"Susy! Kamu harus tutup mulut! Anggap saja kau tak pernah mendengar apa-apa!" kata Nyonya Jeny dengan tajam.
"Siap, Ma! Tapi Ada syaratnya," Susy tersenyum licik.
"Syarat apa?! Kamu jangan macam-macam!" hardik Nyonya Jeny.
"Mama harus membelaku bila terjadi sesuatu padaku!"
"Membela apa?" Nyonya Jeny tidak mengerti.
__ADS_1
"Pokoknya Mama harus bekerjasama denganku. Kita harus saling membantu!" ucap Susy.
"Hai, siapa ini?!" Adrian menatap Susy.
"Kenalkan Om. Saya Susy, istrinya Mas Ronald!" kata Susy sambil mengajak berjabat tangan.
"Wah! Kau cantik sekali menantuku!" seru Adrian sambil menjabat tangan Susy.
Nyonya Jeny dan Susy membulatkan matanya.
"Omong kosong! Jangan ditanggapi, Susy!" Nyonya Jeny masih merasa malu rahasianya diketahui Susy.
"Hei kau jangan menyangkalnya!" kata Adrian.
"Tenang saja, Ma! Aman pokoknya!" kata Susy sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Oke! Kalian malam ini kutraktir minum! Kau tahu, aku sudah bekerja sekarang!" kata Adrian tepat di telinga Nyonya Jeny.
"Kau jangan dekat-dekat aku!" Nyonya Jeny mendorong Adrian.
"Kau masih jual mahal saja, sayang! Aku jadi ingin tahu, apa sebentar lagi kamu masih begitu? Kau nanti akan memohon-mohon padaku!" kata Adrian menyeringai.
"Dari yang aku tahu, Brian sangat dingin padamu sebelumnya. Dan setelah dia tahu kebenarannya, dia akan kembali dingin!" Adrian terbahak-bahak.
"Awas! Kau jangan macam-macam!" ancam nyonya Jeny. Adrian cuma tersenyum.
Bartender menyuguhkan Vodka pada mereka bertiga. Merekapun bertos ria sebelum meminum Vodka itu. Pengunjung Bar cukup ramai, hingga para pengunjung itu sibuk dengan urusannya masing-masing.
Setelah menghabiskan minumannya, Adrian membayar minuman itu dengan meletakkan uang di meja sambil memberitahu bartender.
Adrian kemudian menarik tangan Nyonya Jeny untuk mengikutinya.
"Susy! Aku pinjam dulu mertuamu!" kata Adrian.
"Sesukamu, Om!" jawab Susy terkekeh.
Nyonya Jeny hanya bisa melotot pada Susy. Sedangkan Ia pasrah dibawa Adrian ke apartemennya. Nyonya Jeny tidak bisa melawan Adrian yang keras kepala. Sudah cukup lama Adrian mengikuti kemauannya..Kini saatnya ia membalas budi Adrian.
"Jimmy! Jemput aku, sayang! Aku ada di Bar X! Iya, malam ini aku milikmu!" kata Susy.
Susy tersenyum senang. Sebuah rahasia mertuanya telah diketahui dirinya. Ia merasa aman akan ada yang membelanya bila suatu saat nanti perselingkuhannya diketahui Ronald.
Iapun teringat Mila.
'Mila ...., Mila ...., tragis sekali nasibmu! Kau tidak akan dapat meraih cinta Mas Ronald. Begitupun sebaliknya! Karena Mas Ronald adalah ATM berjalanku. Kamu tidak akan dapat merebutnya dariku,' gumam Susy.
Sementara itu, di sebuah rumah di London, Mila terbangun dari pingsannya.
Sebenarnya apa yang terjadi pada Mila? Bagaimana reaksinya?
TO BE CONTINUED
Maksud hati tadinya mau up dua bab. Apalah daya pekerjaan di dunia nyata banyak banget! Jadi saya enggak bisa janji. Kalau saya bisa ada waktu ya up dua bab. Kalau gak bisa ya harap bersabar ya Readers. Orang sabar disayang Tuhan, he he he ...., PEACE! LOVE YOU ALL! Tinggalkan jejakmu!
__ADS_1