KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
BAB 32. MEMBALASKAN SAKIT HATI MONICA (PART 1)


__ADS_3

Mila berjalan dengan anggunnya mendekati pasangan yang sedang makan di cafe pinggir jalan. Udara yang cerah, membuat banyak orang yang memilih keluar rumah untuk menikmati hari Minggu.


"Hai, boleh aku duduk di sini?" sapa Mila.


Dua orang itu tampak terkejut. Setelah 5 bulan sejak batalnya pernikahan Monica dan James, Monica baru menampakkan diri lagi di hadapan mereka.


"Kau ..., katanya tidak mau berada dekat-dekat kami lagi," kata Carla sinis.


"Kenapa? Kamu takut aku merebut James?" Mila tertawa mengejek.


"Tentu saja aku mau dekat dengan 'calon istri James' orangnya seperti apa ya? Ngomong-ngomong, perutmu sudah mulai kelihatan besar ya? Sudah berapa bulan? Sebentar aku tebak. Lima bulan! Oh, bukan, enam bulan! Tentu saja affair kalian lebih lama dari itu! Kelihatan sih, bobot tubuhmu terlihat bertambah. Jadi kelihatan seperti kulkas dua pintu, ha ha ha ....," Mila mengejek.


"Kau!" Carla akan menampar Mila. Tapi dicegah oleh James.


"Sudahlah, Carla!" kata James,"Apa maumu?!" tanya James pada Monica.


"Aku cuma mau mengucapkan selamat kepada Carla. Karena dia akan jadi seorang ibu. Tapi gak tahu sih kalau jadi pengantin. Apa iya James mau tanggungjawab kalau itu bukan anaknya?"


"Apa?!" James terbelalak.


"Si*alan kau! Tentu saja ini anak James! Sayang, jangan dengarkan dia! Dia cuma mau mengadu domba kita!" kata Carla.


"Aku cuma mau mengingatkanmu. Semoga saja James benar-benar akan menikahimu. Khawatirnya dia ingkar janji. Padaku saja yang orangtuanya sudah resmi melamar, dia ingkar janji. Apalagi padamu yang cuma diberi janji manis oleh dia," kata Mila tersenyum mengejek.


"Ha ha ha .... kalau padamu, dia memang tidak berniat menikahimu. Kalau padaku, dia benar-benar akan menikahiku. Kasihan sekali dirimu, dibohongi," balas Carla.


"Sudahlah sayang. Ayo kita pergi saja. Jangan dilayani omongannya," kata James sambil menarik tangan Carla supaya pergi


"Aku walaupun tidak jadi menikah, tapi aku masih suci. Jadi aku tidak rugi. Kalau kamu, kamu sudah hamil! Laki-laki mana yang mau bertanggungjawab atas perbuatan orang lain? Tidak ada kan, kalau bukan orang yang melakukannya?!" Mila masih meledek Carla.


"Dan kamu, James! ilmuwan gadungan macam kamu apa tidak malu, mendapat royalti atas penemuan orang lain? Hanya itu kemampuanmu, selain menghamili wanita?"


"Kau!" James marah dan tersinggung atas perkataan Mila alias Monica. Carla juga sangat marah.


"Kamu tidak akan mungkin dapat membuktikan itu penemuanmu. Karena itu sudah dipatenkan oleh James. Kamu bodoh dan teledor. Memberitahu penemuanmu pada James!" kata Carla tertawa sinis.


"Aku cuma memberitahukan James sekilas. Tapi aku tidak mengerti mengapa file penemuanku bisa ada padamu? Kamu telah menyalinnya! Kamu telah mencuri penemuanku, James!"


"Lebih baik kau membuat penemuan lagi. Anggaplah penemuanmu untuk kenang-kenangan diriku. Terimakasih sudah membuat hidupku berkecukupan kini dari hasil royalti," James tersenyum mengejek


"Ya, cukup untuk modal kami berumah tangga!" Carla mencium James dihadapan Mila.


"Baiklah, tertawalah sekarang kalian! Kalian memang orang-orang miskin yang maunya dikasihani. Uangku dan uang orangtuaku masih banyak. Tidak seperti kalian. Ck ck ck .... pasangan yang serasi! Serasi miskin maksudnya, ha ha ha! Jangan lupa, Carla! Minta orangtua James untuk melamarmu! Aku khawatir orangtua James tidak setuju. Mereka masih malu atas kelakuan anaknya di hari pernikahanku. Mereka jadi cibiran orang-orang!"


Mila terkekeh sambil pergi meninggalkan mereka berdua. Mila merasa senang telah membuat mereka kesal. Tangan James mengepal karena geram. Begitu juga Carla. Tapi mereka gagal membalas perkataan Monica karena sudah pergi.


"Dia sudah gila gara-gara gagal menikah denganmu!" kata Carla kesal pada James.


"Pokoknya aku mau orangtuamu segera melamarku! Aku mau kita menikah secepatnya! Perutku sudah semakin besar!" rajuk Carla.


"Iya, sayang. Sabar ya. Cari waktu yang tepat dulu," janji James.


🌼🌼🌼🌼🌼


James membulatkan matanya ketika melihat Monica sedang mengobrol dengan CEOnya di ruangan CEO. James yang bekerja sebagai Kepala bagian pemasaran, merasa serba salah, ingin kembali lagi ke ruangannya, sudah tanggung terlihat Bosnya. Mau terus menemui Bosnya, ada Monica di sana.

__ADS_1


"Maaf Pak, ada yang akan saya laporkan tentang penjualan produk perusahaan kita yang sudah berjalan satu tahun," kata James.


"Simpan saja laporannya di meja. Nanti akan saya periksa dan kita bicarakan. Oh ya Pak James, kenalkan, ini Nona Monica. Dia akan menjadi investor di perusahaan kita," kata CEO itu.


"Saya sudah mengenalnya, Pak. Dia teman lamaku," kata Monica.


"Oh, kalian sudah saling mengenal? Syukurlah. Nona Monica, bagaimana kalau sekarang kita makan siang? Saya punya rekomendasi restoran yang enak menu-menunya, Nona Monica pasti suka," kata CEO yang bernama John.


"Boleh. Bagaimana mungkin saya menolak tawaran CEO tampan dan sukses seperti anda?" kata Mila sambil tertawa.


"Ah, anda bisa saja," jawab John tersenyum senang.


'Kamu itu cuma sebutir debu, James! Tampang pas-pasan, karier cuma jadi bawahan, keluarga? Bukan dari high class. Monica bodoh telah menjadikanmu kekasih, bahkan bertunangan,' gumam Mila dalam hati.


Sementara James hanya tersenyum kecut. Tak dapat dipungkiri, ia merasa cemburu. Ia masih mencintai Monica. Apalagi Monica kini semakin cantik dan sexy. Ada perasaan menyesal telah mempermainkan Monica. Hal itu karena Carla selalu menggodanya. Ia tak dapat menolak godaan Carla yang selalu memberinya kehangatan di malam-malam yang dingin di apartemennya. Sedangkan dengan Monica, ia hanya bisa mencium. Itupun tidak sering, karena Monica gadis yang sangat menjaga diri. Ia tidak mudah di rayu dan ditaklukkan.


Carla memang sahabat Monica dari sejak kuliah. Mereka sangat dekat seperti saudara. Hanya saja lama-lama Carla merasa iri dengan semua yang Monica miliki. Keluarga yang harmonis, kekayaan orangtuanya, kepandaian Monica dan kecantikan Monica. Oleh sebab itu Carla merebut kekasih Monica secara diam-diam, karena hanya itu yang dapat dilakukan Carla agar ia merasa puas, menang dari Monica.


James menatap kepergian John dan Monica yang terlihat akrab dengan perasaan kesal. Ia kembali ke ruangannya dengan hati yang panas terbakar cemburu.


🌺🌺🌺🌺🌺


Pesta dansa yang diselenggarakan perusahaan akan segera dimulai. Para komisaris, jajaran direksi, CEO, staf dan karyawan perusahaan sudah hadir semua.


Mila alias Monica yang diundang oleh John secara khusus pun ikut hadir. Dengan berpakaian gaun panjang warna merah, rambut digeraikan, menggunakan anting panjang, sepatu high heels, lipstik warna senada dengan gaun, menambah kesan cantik dan seksi.


Ketika John menggandeng Mila masuk ke ruangan, semua mata memandang ke arah mereka. Mila jadi pusat perhatian semua yang ada di ruangan. Tidak terkecuali James dan Carla.


Carla berulangkali harus menyikut James karena ketahuan memandang Monica.


Sebelum acara dimulai, John memberikan sambutannya. Sambil berpidato, netranya tak lepas memandang Monica. Monica jadi salah tingkah. Hal itu tak luput dari pengamatan James.


John tampak membisikkan sesuatu di telinga Monica. Tampak mesra dan intim. Membuat James lagi-lagi terbakar cemburu. Musik pun berhenti. Carla yang kelelahan, memilih istirahat sambil menikmati minuman. Sedangkan James merangsek mendekati Monica. Kini saatnya berganti pasangan. James telah lebih dulu memegang Monica. Laki-laki lain tidak bisa berdansa dengan Monica. John bergeser pada wanita yang berada di sebelahnya. Musik pun mengalun kembali.


Jamespun berdansa dengan Monica. Awalnya Monica terkejut, tapi kemudian bersikap tenang kembali.


"Kamu cantik sekali malam ini," bisik James pada Monica.


"Terimakasih," jawab Monica.


James curi-curi kesempatan untuk mencium Monica. Dan ketika ia berhasil mencium Monica, Carla menghampiri mereka dan menarik Monica hingga Monica terjatuh.


Carla yang marah-marah, membuat keributan, sehingga musik berhenti dengan terpaksa.


"Dasar wanita j*l*ng! Kamu mau menggoda kekasihku he?! Kamu pikir aku tidak tahu akal licikmu?! Pergi sana!" bentak Carla.


John yang melihat Monica diperlakukan tidak baik, langsung mendatangi mereka dan membantu Monica berdiri.


"Apa-apaan wanitamu James? Monica tamuku! Tidak ada yang boleh mengusirnya ataupun memperlakukannya tidak sopan begini! Sebaiknya kamu dan wanitamu pergi sekarang juga James! Kamu menghadapku besok pagi! Aku ingin bicara denganmu!" kata John marah.


"Maaf, Pak John. Maafkan kekasih saya!" James panik melihat kemarahan atasannya.


"Security! Bawa mereka keluar! Mereka tidak layak berada di sini!" teriak John. Dua orang security pun datang dan menyeret James dan Carla.


James dan Carla meronta-ronta. Mereka jadi tontonan seluruh yang hadir di pesta dansa. Ada yang berbisik-bisik, ada yang tersenyum sinis, ada juga yang meneriaki "huuuu!" pada James dan Carla.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa, Monica?" tanya John.


"Aku tidak apa-apa, John. Terimakasih," kata Monica.


Musik dilanjut lagi. Tapi John memilih untuk mengajak Monica duduk sambil menikmati minuman ringan.


Diperjalanan pulang, Carla dan James bertengkar. Carla masih emosi karena James masih mencintai Monica. Sedangkan James kesal karena kelakuan Carla yang membuat malu di acara dansa itu. Bahkan membuat Bosnya marah. Carla telah membuat masalah dengan Bosnya. Dan itu membahayakan kariernya.


Karena James tidak fokus menyetir, akhirnya ......


Braaak!


Terjadilah tabrakan antara mobil James dan sebuah mobil sedan yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil James oleng dan jungkir balik kemudian menabrak trotoar.


James tak sadarkan diri dengan luka-luka. Carla apalagi. Selain terluka, darah merembes di pahanya. Ia masih tersadar. Ia mengerang kesakitan.


"Toloooong .....! Toloooong .....!" teriaknya di tengah kesakitan.


Orang-orang pun berdatangan menolong mereka. Merekapun dibawa ke rumah sakit. Mereka dengan cepat dibawa ke ruang UGD.


Ketika perawat akan memasang infus pada James, James siuman. Dokter pun menanyakan pada James keluarga Carla. Dokter perlu persetujuan dari keluarga pasien untuk diajukan operasi. Karena Carla terancam keguguran akibat benturan yang keras. Carla pendarahan hebat.


James pun yang memberikan persetujuan operasi agar nyawa Carla selamat. Dokter pun segera mempersiapkan operasi untuk Carla.


Tapi keanehan. terjadi. Tiba-tiba pintu ruangan operasi terkunci. Padahal belum ada satupun perawat yang masuk. Dokter dan perawat sibuk membuka pintu. Mereka diburu dengan waktu.


Carla masih mengerang-erang kesakitan. Sakit luar biasa. Darah masih mengalir dari v*g*nanya.


"Dokter, cepatlah dokter! Aku sudah tidak tahan! Sakiiiit ....!" lirihnya.


Lima belas menit kemudian, pintu dapat dibuka ketika pintu akan di dobrak oleh security rumah sakit. Selama itu Carla tersiksa kesakitan.


Setelah dibius, Carla pun dioperasi. Bayinya tidak tertolong akibat pendarahan yang hebat. Bahkan akibat pendarahan hebat itu, rahim Carla harus diangkat. Carla tidak akan punya rahim lagi, dan itu artinya ia tidak akan bisa hamil seumur hidupnya.


Ternyata itu hukuman dari Tuhan atas kejahatan mereka. James mengalami patah tulang di kaki kanannya. Kakinya di gif. Ia harus dirawat beberapa hari.


Keluarga Carla pun datang. Begitu juga keluarga James. Keluarga Carla murka melihat kondisi Carla. Apalagi setelah mengetahui Carla keguguran dan operasi pengangkatan rahim.


Terjadi keributan antara keluarga Carla dan keluarga James. Keluarga Carla baru mengetahui kalau Carla sedang hamil, karena Carla sudah tidak pulang ke rumah berbulan-bulan. Carla beralasan menyewa rumah agar dekat ke tempat kerja. Ternyata Carla tinggal di apartemen James. James dan Carla telah hidup bersama tanpa pernikahan alias kumpul kebo.


Ketika Carla siuman, hal yang ditanyakannya pertama kali adalah bayinya. Keluarganya bingung untuk menjawabnya.


Beberapa hari kemudian, iapun menanyakannya pada Dokter yang menanganinya. Dokter pun memberitahukan kebenarannya.


Carla histeris. Ia mencabut selang infusnya dan mengamuk. Semua benda yang ada di ruang perawatannya jadi sasaran kemarahannya.


"Tidaaaaak ......! Aku mau anakku .....! Aku mau anakku kembali! Hiks hiks hiks...., kembalikan rahimku! Kembalikan!"


Seluruh keluarga Carla merasa sedih. Carla yang masih histeris, di giring paksa untuk kembali ke ranjang. Perawat memberikan suntikan agar Carla tertidur. Saat mata Carla serasa mengantuk, ia masih meracau meratapi nasibnya. Dunia Carla serasa hancur. Ia tidak dapat hamil lagi seumur hidupnya.


TO BE CONTINUED


Masih belum selesai ya penderitaan Carla dan James. Apalagi yang akan terjadi? Lanjut episode selanjutnya. Tunggu ya. Jangan lupa berikan Vote, like, hadiah, dan komenmu ya. Juga klik Favorit untuk Novel ini.


Baca juga Novel saya yang sudah tamat. Tinggalkan jejakmu juga di sana ya. Terimakasih!

__ADS_1




__ADS_2