KUBUAT KAU MENYESAL

KUBUAT KAU MENYESAL
BAB 30. WAJAH BARU, IDENTITAS BARU


__ADS_3

Erika kini sudah berusia 5 bulan. Nova merawat Erika dengan penuh kasih sayang. Kerinduannya pada seorang bayi yang belum hadir di rahimnya, ia curahkan pada Erika. Keane pun mendukung Nova. Ia walau tidak pernah mempermasalahkan Nova yang belum juga hamil, ikut mendukung keinginan Nova yang ingin merawat Erika. Kebahagiaan Nova adalah kebahagiaan Keane.


Keane sangat bahagia melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah Nova selama mengurus Erika. Kelelahan Nova setelah pulang bekerja di rumah sakit, langsung sirna begitu melihat tawa Erika. Walau terjadi perubahan dalam pola kebiasaan keseharian mereka dengan hadirnya Erika di hidup mereka, tapi mereka menikmatinya dengan suka cita.


Keane yang bekerja sebagai konsultan ahli di perusahaan komputer ternama di Inggris, ikut merasakan perubahan pada pola kesehariannya. Ia yang biasa serius dan padat dengan jadwal kerjanya, kini sedikit lebih fleksibel. Ia juga membantu istrinya memandikan Erika, menjemur Erika, membantu memakaikan pakaian pada Erika, dan bermain dengan Erika sebelum berangkat bekerja.


Kehadiran Erika yang mereka asuh dari sejak lahir, membuat hubungan Keane dengan istrinya yang hampir renggang akibat kesibukan mereka bekerja jadi lekat kembali.


Mila walau sibuk dengan serangkaian tes sebelum transplantasi masih sempat memberikan ASInya yang dimasukkan pada botol khusus untuk menyimpan ASI. Nanti ada orang suruhan Nova yang mengunjungi perawat Mila untuk mengambil ASI.


Satu Minggu sekali, Erika dibawa berkunjung ke Mamanya oleh Nova. Bayi itu membuat semangat Mila bangkit lagi untuk terus mengikuti prosedur transplantasi wajah yang prosesnya sangat panjang. Begitupun proses pemulihan dan penyesuaian setelah transplantasi wajah.


Setelah operasi berhasil, Mila masih harus tinggal dirumah sakit selama empat minggu. Selama itu, pasien akan dipantau secara intensif untuk dilihat perkembangannya. Apakah wajah mengalami tanda-tanda ketidakcocokan atau tidak. Selain itu, Mila juga dipandu untuk melakukan terapi wajah.


Mila sudah diperbolehkan untuk pulang, tapi Dokter Clark telah menjadwalkan perawatan lanjutan yang diperlukan. Selain itu, Dokter Clark juga meresepkan obat-obatan imunosupresif yang biasanya dikonsumsi seumur hidup untuk mencegah penolakan tubuh terhadap cangkok kulit yang baru di wajah Mila. Mila harus menjalaninya agar tidak menimbulkan masalah yang berarti dikemudian hari.


Mila dijemput oleh Alfred dan Mayang. Mila akan tinggal di rumah mereka. Ketika mereka tiba di rumah, Nova sudah berdiri di teras rumah Mamanya sambil menggendong Erika. Nova baru akan praktek di rumah sakit nanti siang. Sedangkan disampingnya ada Vina, kakak Nova. Vina, adalah istri Dokter Clark. Kakak Nova yang seorang pemilik butik itu sudah dikaruniai dua orang anak, yaitu Alden dan Alice yang sudah berusia remaja.


"Hai, Mama .... ! Selamat datang .... Erika sudah lama menunggu kedatangan Mama ...," Nova menirukan suara anak kecil sambil menggerak-gerakkan tangan Erika.


Mila langsung meraih Erika ketika ia sudah turun dari mobil. Diciuminya wajah Erika dengan penuh sayang. Erika hanya tertawa-tawa mengenali siapa yang menciuminya.


Nova pun memberi pelukan hangat pada Mila. Vina juga memeluk Mila. Mila sangat bahagia dikelilingi orang-orang yang peduli dan baik padanya.

__ADS_1


Mereka pun lalu berkumpul di ruang tengah. Mereka asyik bercengkrama seakan mereka semua adalah keluarga Mila.


"Mulai saat ini, kami memanggilmu MONICA. Kamu sudah mengetahui sekilas kan tentang Monica? Dia adik bungsu kami yang sangat kami sayangi. Dia terpuruk akibat pengkhianatan tunangannya dan sahabatnya. Penemuannya dalam bidang IT di klaim oleh James, tunangannya. James juga ditemukan sedang bercinta dengan Carla, sahabat Monica, tepat di hari pernikahan Monica dan James," Vina menangis terisak mengingat kisah sedih itu lagi. Semua jadi ikut menangis.


"Monica merasa benar-benar hancur! Dia frustasi! Dia memilih jalan salah dengan mengonsumsi narkoba. Dia telah merusak dirinya sendiri hingga over dosis.... dan meninggal!"


Mayang memeluk tubuh suaminya, karena merasa tidak dapat menahan kesedihannya. Sedangkan pundak Vina direngkuh oleh Nova, untuk saling menguatkan.


"Saya turut berduka cita," kata Mila merasa prihatin.


"Pelajarilah semua hal tentang Monica. Ada sebuah tugas yang belum diselesaikan Monica, yaitu merebut kembali penemuannya yang telah di curi James!" kata Vina.


"Buatlah James menyesal telah melukai hati Monica!" kata Mayang.


"Iya, nak. kami mengucapkan terimakasih atas kesediaanmu membantu kami. Nanti kalau tujuan kami sudah tercapai, kami memberikan kebebasan padamu untuk mengambil jalan yang akan kamu pilih. Tetap menjadi Monica atau kau ingin kembali menjadi Mila," kata Alfred.


Mila mengangguk. Setelah mereka menikmati camilan yang telah disediakan, Nova dan Vina pamit untuk bekerja ke tempat masing-masing. Erika untuk malam ini akan tidur dengan Mila. Erika sudah menjadi anak angkat Nova. Tentu saja itu untuk memudahkan administrasi kependudukan Erika. Karena status Monica yang masih belum menikah.


Alfred dan Mayang pergi ke kamar mereka untuk beristirahat. Mila pergi ke kamarnya setelah tadi ditunjukkan kamar untuknya.


Setelah membaringkan Erika, Mila memghampiri cermin besar di kamarnya. Ia tersenyum menatap cermin.


'Cantik!' kata Mila dalam hati mengagumi wajah Monica. Paras Monica yang cantik, mulus dan sedikit berkulit sawo matang, memang cocok dengan badan Mila. Wajah Monica walau berayahkan orang Inggris, tapi lebih banyak mirip dengan Mayang yang orang Indonesia asli. Hanya rambut dan mata Mila yang tidak sama dengan Monica.

__ADS_1


'Hmmm ..., Aku hanya perlu mengecat rambutku menjadi sedikit kecoklatan agar mirip Monica. Juga aku harus menggunakan soft lens berwarna biru untuk mataku. Terimakasih, Monica, telah memberikan wajahmu untukku. Aku janji, tidak akan membuatmu kecewa menjadi dirimu. Akan aku balas orang-orang yang telah menyakitimu! Setelah itu, ijinkan aku untuk membalas sakit hatiku pada keluarga Ronald! Tunggulah kehancuran kalian!" gumam Mila dalam hati dengan mata berkilat penuh dendam.


Hari-hari selanjutnya, diisi Mila dengan mempelajari banyak hal tentang Monica. Alfred dan Mayang memberitahu Mila, nama-nama tetangga mereka. teman-teman Monica dan semua orang yang dikenal Monica. Juga mantan tunangan Monica dan Carla, sahabat Monica yang telah merebut James.


Mayang juga membantu mengecat rambut Mila agar mirip Monica. Juga membelikan soft lens berwarna biru untuk Mila. Mami Monica itu sangat antusias membantu Mila untuk menjadi Monica agar mirip Monica asli. Vina dan Nova pun banyak membantu Mila. Mila juga diajarkan mengenai software sebuah aplikasi yang selama ini digeluti Monica setelah lulus kuliah. Untuk lebih menguasainya, Mila mendapat banyak pelajaran dari Keane yang seorang ahli komputer.


Gaya berbusana, gaya bicara dan gerak gerik Monica, semua dipelajari Mila. Mila menyerap semua pelajaran itu dengan cepat. Mila berusaha menikmatinya dengan santai, tanpa beban.


Tapi memang, disaat malam-malam sedang sendirian di kamar, Mila merindukan dirinya yang dulu. Rindu menjadi Mila yang dulu tinggal di desa bersama Kakek tercinta. Mila kadang menangis tengah malam, teringat Ayah, Ibunya dan Kakek. Juga teringat Kakek Edwin dan Fathir.


"Sabarlah Mila. Kau harus sabar! Pembalasaanmu akan segera di mulai! Kamu bukanlah Mila yang dulu! Mila baru telah lahir dengan wajah Monica. Akan kau buat orang-orang itu hancur! Sehancur-hancurnya!" gumam Mila tersenyum sinis.


TO BE CONTINUED


Semangat hari Senin ....! Selamat beraktivitas! Terimakasih yang masih setia mengikuti cerita novel saya. Saya harap, jaga kesopanan ya dalam berkomentar, seemosi apapun karena ulah tokoh-tokoh yang antagonis ataupun kebodohan atau ketidakberdayaan tokoh protagonis, ataupun tidak suka dengan jalan pikiran Author, sampaikan dengan cara yang baik. Silahkan memberi masukan, tapi masukan yang membangun ya. Merangkai kata untuk membuat sebuah cerita itu dibutuhkan mood yang baik, agar Author lancar dalam menuangkan ide dan imajinasinya.


Salam sehat dan sayang buat semua Readersku. LOVE YOU ALL!


Sambil menunggu cerita ini up, ada baiknya baca Novel saya yang udah tamat. Gak panjang kok. Episodenya dibawah 100. Ini Novel saya yang udah Tamat :



__ADS_1


__ADS_2