
"Aku sengaja meneleponmu untuk memberitahukan, bahwa aku akan menikah besok jam 9 pagi di masjid dekat rumahku. Ini aku lakukan karena ya ... kamu itu satu-satunya MANTAN KELUARGAKU di Indonesia.," kata Richard di telepon.
"Itu juga kalau kamu mau datang. Kalau tidak juga tidak apa-apa. Barangkali kamu mau melihat calon istriku," kata Richard lagi.
"Cih! Begitu bangganya kah ingin memperlihatkan calon istrimu? Yang sudah-sudah, waktu jamannya masih sekolah, semua cewek yang dekatin kamu jadi menjauh, dan malah mengejarku," ejek Ronald
"Itu kan dulu ...., karena cewek-cewek yang kukenal kebanyakan cewek:cewek matre. Mereka tidak mengira aku cucu Kakek Edwin. Mereka mengira kamulah putra mahkota Tuan Brian. Tapi setelah wisuda S1 ku mereka semua menyesal yang telah menghinaku karena mereka baru tahu kalau aku putra Papa Brian dan cucu Kakek Edwin," tegas Richard.
"Kalau calon istriku beda. Dia wanita yang tulus. Aku harap kamu nanti jangan tertarik ya pada calon istriku," ejek Richard.
"Cih! Lagaknya seperti laki-laki yang paling beruntung saja! Aku mau lihat seperti apa calon istrinya! Sombong sekali dia!" gerutu Ronald dalam hati setelah menutup teleponnya.
Esok paginya, Ronald pun menghadiri undangan Richard untuk melihat akad nikah Richard. Bukan karena ingin dianggap keluarga oleh Richard. Tapi lebih pada ingin membuktikan kesombongan Richard tentang calon istrinya.
Ronald tahu, selama sekolah hingga kuliah, Richard tidak dekat dengan wanita manapun karena sikap pendiam dan tertutupnya. Yang Ronald dengar, malah Richard pernah ditolak oleh seorang cewek jurusan lain sewaktu Richard mengungkapkan cinta pada cewek itu. Richard patah hati dan tak pernah mendekati gadis lain lagi.
Hingga Ricard menjelang pergi ke Inggris pun, Ronald tidak pernah mendengar ataupun melihat Richard bersama seorang gadis.
Richard sudah duduk berhadapan dengan wali hakim. Pak penghulu dan petugas dari kelurahan dan saksi-saksi pernikahan dari pihak calon pengantin laki-laki dan pihak calon pengantin wanita pun telah siap. Tinggal menunggu kedatangan calon pengantin wanita.
Ketika calon pengantin wanita memasuki masjid, terdengar kehebohan di teras masjid. Rupanya para hadirin berdecak kagum dengan kecantikan calon pengantin wanita.
Dan ketika calon pengantin wanita itu menghampiri tempat akad nikah dimana mereka semua sudah menunggunya, Ronald melihat dengan jelas siapa wanita itu!
Jantungnya serasa mau copot, setelah tahu wanita itu ternyata Monica! Dengan geram dan amarah yang memuncak, Ronald bangkit dari duduk bersilanya. Ia menghampiri mereka yang akan ijab kabul.
"Stop! Jadi, ini yang akan kamu tunjukkan Richard?! Monica! Jadi kamu memutuskan aku, dan bilang akan menikah itu karena kamu mau menikah dengan Richard?! Tega sekali kamu!" teriak Ronald berapi-api.
Beberapa orang berusaha menghalangi Ronald yang akan memukul kedua calon pengantin itu. Kedua tangan Ronald dipegang dan ditahan agar tidak bisa lepas dari tangan orang-orang itu.
"Aku ingin laki-laki yang jujur! Kamu tidak jujur. Kamu tidak pernah menceritakan tentang istri pertamamu! Kamu juga tidak pernah jujur, kalau kamu berpoligami! Kamu tidak pernah cerita padaku!" jawab Monica alias Mila.
"Aku sudah cerai dengan istri pertamaku! Dan aku juga sudah bercerai dengan istri keduaku! Kamu bisa bertanya baik-baik sebelum memutuskan hubungan kita!"
"Maaf, sebaiknya masalah ini diselesaikan dulu saja, sebelum ijab kabul dilaksanakan. Supaya nanti tidak menimbulkan penyesalan," kata pak penghulu.
__ADS_1
"Tidak, Pak! Lanjutkan saja! Aku tidak akan menyesal. Aku sudah memikirkannya sejak lama," jawab Mila.
"Security! Bawa dia keluar! Aku tidak mau dia mengganggu acaraku!" kata Richard.
"Kau pencuri! Kamu merebut kekasihku! Dasar laki-laki tidak laku! Dasar ....," mulut Ronald dibungkam oleh pihak security. Ronald diseret paksa keluar dari dalam masjid. Hal itu menjadi tontonan gratis bagi para undangan yang menghadiri acara akad nikah Richard dan Mila. Wibawa Ronald sebagai seorang CEO sepertinya sudah tidak diperdulikan olehnya. Ronald benar-benar tidak perduli.
Arga dan Gisel tidak dapat hadir karena mereka sedang dipingit. Tiga hari lagi mereka berduan pun akan melangsungkan akad nikah. Jadi Mila dan Richard memakluminya. Sedangkan Keluarga Alfred dari London yang merupakan keluarga baru Mila ikut hadir menyaksikan akad nikah Mila. Begitu juga keluarga Paman Justin dari St Ives, mereka sengaja datang ke Jakarta untuk melihat pernikahan Richard.
Ronald di tarik-tarik oleh dua orang security keluar dari masjid. Dan ketika mereka sudah berada di halaman masjid, dari pengeras suara terdengar suara wali hakim dan suara Richard. Ya, Mila menggunakan wali hakim sebagai walinya karena ia sudah tidak punya keluarga lagi.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Richard Roderick bin Brian Robertson dengan saudari yang bernama Karmila binti Yahya dengan mas kawin berupa emas batangan seberat 2 kilogram, dibayar tunai," kata wali hakim.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Karmila binti Yahya dengan mas kawin tersebut, dibayar tunai," ucap Richard dengan satu tarikan nafas.
Deg!
'Apa katanya? KARMILA BINTI YAHYA?! Mereka tidak sedang bercanda kan?!' Ronald menoleh ke dalam masjid.
Lalu terdengar suara serempak,"SAH!"
"Tunggu! Apa maksud semua ini?! Bukankah pengantin wanita bernama Monica?!" teriak Ronald.
Semua menoleh pada Ronald.
"Ya, dia KARMILA BINTI YAHYA alias Monica! Orang yang selama ini kamu cari!" jawab Richard.
"Tidak mungkin! Kamu bohong!" kata Ronald.
"Itu benar! Aku Mila, Kar-mi-la! Aku telah Transplantasi wajah karena suatu musibah yang menimpa wajahku. Aku telah bertemu dengan orang-orang baik yang memberiku wajah baru dan membantuku meraih hidup yang baru di London. Kini aku kembali lagi ke Jakarta untuk menjalani lembaran hidupku yang baru, dengan orang yang mencintaiku!" jawab Mila sambil tersenyum anggun.
Tubuh Ronald terasa lemas mendengarnya. Orang-orang riuh mendengar penuturan Mila.
"Ya. Mila berhak bahagia setelah apa yang dilaluinya selama ini! Selamat berbahagia! Selamat menempuh hidup yang baru!" Nova memberikan komentarnya.
"Selamat menempuh hidup yang baru!"
__ADS_1
Lalu bersahut-sahutanlah orang-orang di sana memberi ucapan selamat pada Mila dan Richard. Mereka juga menghampiri pengantin baru itu untuk bersalaman.
Sedangkan Ronald terduduk lemas. Kepalanya menunduk. Ia benar-benar shock. Ia benar-benar tak menyangka orang yang selama ini dicarinya ternyata ada di sini. Dan telah menjadi istri Richard,
'Mereka telah bersekongkol menipuku! Membodohiku! Mereka sengaja membalaskan dendam padaku!' gumam Ronald sambil mengepalkan tangannya.
Lalu tiba-tiba, Ronald pingsan. Ronald oleh beberapa orang dibawa ke tempat yang agak jauh dari kerumunan orang-orang. Asisten Richard membisikkan sesuatu pada Richard. Richard memerintahkan sesuatu sambil memberi alamat rumah Ronald.
Ronald lalu dibawa oleh orang-orang suruhan Richard untuk dibawa pulang ke apartemen Ronald.
Ketika Ronald siuman dari pingsannya, Mamanya ada di kursi roda dekat ranjangnya. ART Ronald sedang menyiapkan makan siang untuk Ronald.
Ronald beringsut bangun dan memeluk Mamanya sambil menahan tangis.
"Ma .... ini hukuman buatku, Ma! Mila sudah lama ada di dekat kita! Tapi kita tidak tahu kalau Monica itu Mila! Dia sekarang menikah dengan Richard sebelum aku meminta maaf dan mengajaknya rujuk,"
Nyonya Jeny seperti akan mengatakan sesuatu. Tapi percuma. Hanya bahasa isyarat-isyarat yang tak dimengerti Ronald.
"Sakit rasanya dikhianati! Mereka sengaja melakukan ini! Membuatku seperti orang bodoh!"
Mama Jeny hanya mengusap lembut pipi Ronald. Matanya pun berkaca-kaca.
'Mama juga sakit melihatmu begini, nak! Kamu dulu selalu hidup bahagia. Dunia tunduk padamu. Tapi kini berbalik. Kini Richard yang menguasai dunia. Kamu hancur segalanya! Bahkan kisah cintamu sangat menyakitkan!" gumam Nyonya Jeny hanya dalam hati.
Sementara itu Susy yang menyaksikan secara live di internet acara akad nikah pengusaha kaya raya, cucu Tuan Edwin yang sah, membelalakkan matanya, setelah mengetahui kalau yang dinikahi Richard itu Karmila. Ya Mila mantan istri pertama Ronald! Yang dulu selalu dihina dan direndahkannya. Terlebih Monica itu ternyata Mila! Itu yang membuat Susy tambah shock.
Itulah sebabnya Monica memprovokasi Ronald untuk memberi hukuman pada Susy waktu itu. Ternyata itu balas dendam Mila.
Susy pun baru tahu kalau Mila telah mendapat Donor wajah. Mila telah transplantasi wajah. Susy iri. Beruntungnya Mila mendapatkan keberuntungan yang tak terkira, mendapat keluarga baru yang baik yang memberinya donor wajah anak mereka, biaya transplantasi wajahnya gratis pula. Sehingga Mila bisa hidup normal kembali.
Sedangkan Susy, untuk operasi Face off saja dia kesulitan keuangan. Mau minta tolong, minta tolong pada siapa. Semua menjauhi setelah Susy tidak punya apa-apa lagi.
"Akhhh ....! Sial! Sial sekali nasibku!" kata Susy sambil melemparkan barang yang ada di dekat nya
TO BE CONTINUED
__ADS_1
Maaf ya segini dulu. Othor sedang sibuk berat dan gak enak body.