Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
13. Memandang Bulan Purnama


__ADS_3

Mereka masih berkumpul di ruangan Kaoh, kecuali Kurosoba dan para polisi bawahan Shiroi Yatsutoka.


"Ini semua laporannya. " Kyile menyimpan tumpukan laporan di meja Kaoh. "Terimakasih. Kalau begitu kita kembali membicarakan hal yang sebelumnya. "


Kaoh melirik ke arah Yui. "Yui, Kau telah mengetahui dimana dia? "


"Sayang sekali, kami belum menemukannya. " Yui mengelus kepala belakangnya. Apa dia? Kaoh menutup setengah wajahnya dengan tangannya yang menempel di meja.


"Baiklah. Kalian bisa kembali. " Semua orang membungkuk memberi salam, dan keluar dsri ruangan itu.


Di ruang UKS khusus Maname masih membantu Mile menangani Tostuka yang masih belum sadarkan diri beserta Sukumori di seberangnya. Tampaknya Sukumori dalam keadaan koma.


"Totsuki memang menyeramkan. " Gumam Kuchisawa yang masih terbaring di kasurnya.


"Bagimana keadaanmu sekarang? " Maname yang memeriksanya.


"Hanya kakiku yang tidak bisa digerakkan. " Kuchisawa menutup matanya dengan sebelah tangannya. Sial! Dalam batinnya.


"Bagian dalam tubuhnya terluka cukup parah. " Mile yang sedang memeriksa Totsuka.


"Sepertinya kita harus mengirimnya ke rumah sakit." Totsuki yang baru datang menghampiri mereka. "Totsuki? " Totsuki memandangi saudaranya yang masoh tak sadarkan diri. Dia menyentuhnya bagian dada Tostuka.


Maname dan Mile sangat tersentuh dengan kasih sayang saudara kembar ini. Tetapi, itu semua terbuyarkan karena Totsuki menarik kerah baju kembaranya itu dan berteriak.


"Bangun, jika tidak aku akan membunuhmu! " Totsuki mengangkat kerah baju Totsuka dan mengoyang-goyangkan tubuhnya. Mile berusaha menghentikan Totsuki. "Totsuki, hentikan! "


Tiba-tiba sesuatu memasuki otak Totsuki, urat-urat dahinya keluar dia berusaha melawannya. Maname sedang memasuki fikiran Totsuki dan dia menyedarinya. Dia bersikeras melawan itu namun Maname tidak berkutik, pada akhirnya Totsuki dikendalikan sepenuhnya oleh Maname.


Totsuki melepaskan genggamannya terhadap Totsuka. Dan duduk dikursi yang berada di sebelah tempat tidur Kuchisawa. "Hm? " Kuchisawa membuka sebelah matanya.


"Maname, kau yang melakukannya?" Maname tidak menghiraukannya.


Maname menghampiri Sukumori yang dijaga oleh salah satu polisi dan di borgol. "Bagaimana dengan dia? " Tanyanya pada Mile.


"Kita harus memberitahu tuan Kaoh terlebih dahulu. "


****


Di dalam ruangannya Kaoh sedang menyajikan teh untuk Arylin. "Tuan? " Lichita masuk ke ruangannya.


"Lichita, mau teh? "


Lichita tidak menghiraukannya karena melihat ada Arylin. "Arylinchan, kau disini?! " Lichita mengangkat sedikit gaunnya dan duduk di sebelah Arylin.


"Ya. " Jawab Arylin. "Sayang, teh untukku? "


Kaoh menyajikan teh untuk Lichita. "Untuk yang paling cantik. " Kaoh mengedipkan sebelah matanya. "Terimakasih. " Lichita menyeruput teh buatan Kaoh bersama Arylin.


Tiba-tiba, ada seseorang yang mengetuk pintu. "Masuk! " Maname masuk ke dalam. Dia membungkukkan badannya memberi salam. "Tuan, ada pesan dari Dokter Mile. "

__ADS_1


"Apa itu? "


Maname menjelaskan semuanya. Dia menyampaikan pesan dari Mile bahwa keadaan Totsuka yang cukup parah karena beberapa pembuluh darah di tangannya pecah dan harus segera di larikan ke rumah sakit.


Begitu pula dengan keadaan Sukumori yang mengalami patah tulang di bagian rusuk, dan tangannya.


Kaoh segera menghubungi Azami dan menyuruh Maname dan juga Mile untuk segera membawa mereka secara rahasia.


Tidak begitu lama dua mobil hitam datang. Suasana tampak sepi karena hari ini hari libur sekolah dan ini tengah malam. Ini menguntungkan keaadaan yang tak akan menjadi ricuh.


Dalam salah satu Mobil itu sudah ada Shiroi yang mengawasi Sukumori. Dan Mile ada di mobil satunya membawa Totsuka.


"Maname, aku serahkan UKS padamu. "


"Ya. Berhati-hatilah, Nyonya. " Mereka pun pergi ke rumah sakit milik keluarga Azami.


Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya mereka telah tiba di rumah sakit. Azami dan para petinggi rumah sakit serta para dokter sudah menunggu mereka di pintu rumah sakit.


"Tuan Azami. " Shiroi yang duluan keluar dari mobil.


"Bawa mereka ke dalam! " Azami menyuruh para dokter dan perawat membawa Totsuka dan Sukumori.


"Aku akan membantu." Mile bergabung dengan dokter lainnya. "Itu membantu kami. " Jawab Sawatori salah satu dokter bedah disana.


"Shiroi Totsuka pecah pembuluh darah dan Sukumori Kurumi patah tulang rusuk, akan segera di operasi! " Operasi pun dimulai. Shiroi masih menunggu di depan ruang operasi mereka yang bersebelahan. Sementara Mile membantu para dokter di IGD.


Sementara itu Arylin pergi meninggalkan Kaoh dan Lichita. "Aku yang akan mencarinya. " Arylin pergi seperti bayang-bayang . "Tolong. "


****


Sementara itu Nabari yang masih berada di China terus mengawasi kediaman keluarga Shen. Dia melihat seorang gadis yang diam-diam melompat dari benteng belakang rumahnya.


Gadis itu lalu berlari di tengah malam sendirian. "Mau kemana dia? " Saat akan mengikuti gadis itu, Nabari menghentikan langkahnya karena dia melihat satu sosok yang sangat dia kenal masuk ke dalam kediaman Shen disambut hanya oleh dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan.


"Hisui. "


****


Di dalam ruangannya Kaoh masih bekerja hingga tengah malam ditemani sang istri.


"Akhirnya selesai juga! l Kaoh meregangkan tubuhnya. Lalu dia melihat Lichita yang telah tertidur di sofa. Dia membenarkan posisi tidur Lichita dan menyelimutinya dengan jasnya.


Kaoh berjalan ke arah jendela, cahaya bulan yang begitu bersinar membuat malam ini terasa panjang . "Sepertinya akan sangat rumit. " Kaoh memandang bulan itu.


Di langit yang sama Arylin berdiri di atas sebuah gedung. "Nabari, dimana kau? "


NGKG!


Nabari cegukan beberapa kali membuatnya tidak nyaman. "Air hangat, aku ngkg butuh ngkg air hangat. " Nabari yang terburu-buru berlari ke arah kedai kecil di ujung jalan.

__ADS_1


Nenek pemilik itu menyodorkam segelas teh panas pada Nabari. "Terima ngkg kasih ngkg."


Nabari mengambilnya.


"Pelan-pelan. " Nabari pun minum dengan lahap.


"Ahh, leganya!" Nabari mengelap bibirnya yang basah. "Terima kasih, nek. " Nabari tersenyum lebar.


"Ya , sama-sama. " Namun senyuman itu tak berlangsung lama, dia menyadari seseorang telah melewatinya. Dia pergi. Dalam batinnya


"Anak muda? " Nenek itu membangunkan lamunannya.


"Hm, nenek aku ingin pesan satu mangkuk mie juga tanpa daging! "


"Apa kau seorang vegetarian? "


"Hmm.. " Nabari mengangguk.


"Aku akan membuatkanya, tunggulah sebentar. "


"Terimakasih! "


Sementara itu di Rumah Sakit. Sawatori telah keluar dari ruang operasi setelah mengoperasi


Sukumori.


"Penyidik Shiroi, Operasi berjalan dengan baik. "


"Ah, iya. " Shiroi terus melirik ke arah ruang operasi putranya.


"Operasi pembuluh darah cukup memakan waktu yang lama. " Sawatori menepuk pundak Shiroi. "Aku akan segera kembali. "


Sukumori di bawa ke ruang VVIP dengan di kawal oleh para polisi.


"Mile sensei, Operasi pria itu sudah selesai. Kau disuruh untuk mengawasinya. "


"Kalau begitu aku akan kesana, terimakasih ya Angel. " Mile pun meninggalkan IGD menuju ke kamar Sukumori dirawat .


"Ah, Dokter Mile! "


"Profesor Sawatori , terimakasih atas bantuannya. "


"Tidak usah sungkan, ini sudah jadi tugas kami. Dia akan segera sadar paling cepat 24 jam, kalian bisa langsung menanyainya. "


"Aku akan menyampikan pada tuan Yatsutoka. Lalu bagaimana dengan operasi putranya?"


"Aku harap berjalan dengan baik. " Sawatori memandang ke arah jendela yang memantulkan sinar rembulan.


"Ya, aku juga. "

__ADS_1


__ADS_2