Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
70. Hadiah Perpisahan


__ADS_3

Acara perpisahan tengah berlangsung. Banyak orang yang tampil untuk menampilkan bakat mereka masing-masing diatas panggung.


Banyak yang bertukar kado, foto dan surat. Hingga pelepasan kancing yang diminta oleh para adik kelas mereka.


"Kancingmu masih banyak. " Sindir Yui pada Kento.


"Sialan, sombong sekali tuan yang kehilangan semua kancingnya! Apa kau mau mengubah genre ini jadi erotis?"


"Tidak akam sejauh itu! "


Shiren terbahak-bahak mendengar itu. "kalian berdua memang sangat akur ya. "


"Tidak! " Mereka menjawab secara bersamaan.


Ya ampun, apa yang mereka lakukan? Dalam batin Sana. Dia melihat mereka dari seberang.


"Sana, jangan merindukanku. " Celetus Hyunjin. "Kenapa? " Tanyanya.


"Berat, biar aku saja. " Hyunjin tersenyum lembut pada Sana.


Sana memberikan wajah datarnya. "Kaya yang pernah denger tuh. " Gumam Sana yang terdengar Hana yang disampingnya .


"Benarkah? " Bisik Hana. Sana mengangguk.


"Hah, wajah polosmu itu membuatku semakin terpana." Tidak, ini wajah jengkelku. Maunya sih bilang begitu, tapi... Sana melihat wajah Hyunjin yang terlihat bahagia tetapi raut matanya berbeda.


"Gak jadi deh. " Itu keluar tanpa dia sadari sebelumnya. "Apanya yang gak jadi? " Tanya Hyunjin.


"Tak ada. "


"Uhm, ayo katakan saja.. "


"Kataku tidak ada! " Hyunjin tertawa puas setelah membuat Sana marah. Dalam batinnya dia berkata, mungkin ini pertemuan terakhir kita.


"Hyunjin, pasti sangat sedih. " Bisik Aoyama ke Miura. "Itu karena dia... " Belum selesai miura bicara, Inomiya muncul dengan tergesa-gesa.


"Sen... pai. "


"Inomiya-kun, kenapa lari-lari gitu? "


"A-aku ingin kancingmu."


"Aku? " Miura dan Aoyama berbarengan.


"Eh yang mana? " Sambung Miura. "Katabaki senpai, aku harus..."


"Inomiya! " Ine datang dengan wajah garangnya membuat bocah itu bergidik takut.


"Lama se... Mi-miura senpai? " Miura melambaikan tangannya dan tersenyum kepada Ine. "Totsukawa-chan. "


"Kyaaa! Mi-miura senpai menyapaku! "


"Eh? hehe. "


"Senpai, berikan kancingmu padanya cepat. " Bisik Inomiya, dia meminta tolong.


Miura melepas satu kancingnya, dia mendekati Ine lalu memegang tangan kanannya. Membuka tangannya, itu membuat ini tertegun mematung. "Untukmu. " Miura menyimpan kancingnya diatas telapak tangan Ine.


"Senpai, benarkah aku boleh menyimpannya? " Miura mengiyakan. Ine mengelap aor matanya. "Kenapa menangis? "


"Aku senang. "


"Syukurlah."


"Senpai, apa a... ku bo... leh meme...luk...mu? " Ine malu-malu.


"Ya. "


Ine langsung memeluknya sambil berteriak. "Kyaww, aku berpelukan dengan Miura senpai! "


"Inomiya-kun, apa kau juga mau melkukannya denganku? "


"Tidak, terimakasih. Aku normal. "


"jahatnya, kau fikir aku begitu? "


"Tidak. "


"Iyakan? Jahat sekali !"


"Ala, apa kau akan kembali ke Laos? " Tanya Hana.

__ADS_1


"Uhm, benar juga. " Louis berhenti minum minuman kalengnya.


"Aku akan kuliah di inggris, baru pulang ke Laos. "


"Wahhh, apa sudah keterima? " Tanya Sana.


"Belum, doakan saja. "


"Tentu! "


"Bagaimana dengan kalian, Louis, Hyunjin?"


Hyunjin menjawab duluan. "Aku akan pulang,tapi aku akan kesini jika liburan. " Sambil melirik Sana yang ada disampingnya.


"Aku akan tetap disini, aku akan mencoba masuk kepolisian bersama Suichi dan Tsuchiya. "


"Eh, Kau tidak Totsuki? " Tanya Kento.


"Merepotkan. "


"Apa kau tidak mau meneruskan pekerjaan ayahmu? " Tanya Shiren.


"Aku bukan Totsuka."


"Benar juga. " Semua kompak menyahut hal yang sama.


"Lalu, apa rencanamu? " Tanya Tsuchiya .


"A... ku ingin... " Semua menunggu dengan penasaran. "Hei, kalian terlalu dekat! " Mereka mundur beberapa langkah. "Aku ingin belajar memasak dan jadi pro chef. Kenapa kaliam jadi diam? "


"aku tidak menyangka kau menyukai hal itu. " Semua setuju dengan Sana. Totsuki tersipu malu dengan wajah dinginnya.


***


"Tidak kusangka kita akan jadi kelas dua,akan seperti apa ya adik kelas nanti? " Ola terus membayangkan.


"Semoga saja ada yang tampan.."


"Penyakit penyuka berondongnya kembali. " Yamamoto menyindir Maya.


Maya asik dengan dunianya tanpa menyinggung sindiran sahabat kecilnya itu.


"Apa kalian sudah siap? " Tanya Sora. Mereka mengangguk.


"Dimana Kaoh-san? " Lichita yang baru datang, dia duduk diantara Kurosoba dan Kyile.


"Nonq dan Tuan Araumi kursi kalian... "


"Tidak apa... ya aku juga tidak melihatnya dimana dia? "


"Tadi dia izin ke toilet." Sahut Kyile.


Kuchisawa berjalan ke atap sekolah mendatangi Nabari yang sudah menunggunya.


"Naba. "


Sementara itu, Kaoh datang untuk menemui Fubuki yang telah menghubunginya.


"Fubuki-san, ada perlu apa? Kenapa tak masuk dan melihat? "


Kuchisawa menyakui satu tangannya, dan satu tangannya lagi menggaruki keplanya.


"Kenapa malah disini? Ayo kita masuk dan lihat drama rapunzel kesukaanmu."


"Mae, berhentilah. "


"Uhm? "


"Biar aku saja yang menanggungnya. "


"Apa maksudmu? "


"Anak-anak dibangau putih, kau kan yang menghapus ingatan mereka kemarin lusa. "


Dua hari sebelumnya, saat Nabari kembali dari guatemala dia melihat markas bangau putih telah hancur dan anak-anak tidak ada disana satupun. Rui telah kembali ke rumah bersama Izanami, dan itu membuat keluarga besar Hitsuziaki ricuh.


Nabari mencari mereka, ternyata mereka ada ditempatnya masing-masing dan melupakan dia dan Kanazawa.


"Sepertinya ingatan mereka dihapus. " Nabari berfikir kalau itu adalah ulah kuchisawa.


"Kenapa terburu-buru? "

__ADS_1


"Aku tak mau kau di segel. "


"Jangan salah paham! Itu Tomoe, bukan aku. "


"Kau fikir aku tidak tahu bahwa kalian telah menyatu? Aku tidak mau kau menghilang."


Syuty!


Jarum-jarum es yang dilempar Nabari menggores wajah dan lengan Kuchisawa. "Naba, kau... Jadi begitu ya, kalau begitu aku akan segera mengalhkanmu. "


"Kau tidak akan bisa melakukannya. "


"Kau takkan bisa membuatku berhenti. "


Kuchisawa dan Nabari bertarung hebat. Kekuatan mereka jauh berbeda, Nabari lebih unggul. Tapi, kegigihan Kuchisawa untuk menghentikan Nabari tetap gigih walau tubuhnya telah babak belur.


Kuchisawa mengeluarkan alat-alat esper yang dia curi dari para pengikutnya. Semua berhasil ditangkis oleh Nabari, hingga alatnya pun hancur menjadi debu.


Pertarungan ini telah berlangsung selama sepuluh menit. Hingga akhirnya..


GYUKH!


Kuchisawa muntah darah. "Na.. ba. " Wajahnya yang pucat dengan tatapan kosongnya memandangi wajah Nabari yang dekat dengannya.


Nabari melepaskan tangannya dan membuat lubang ditubuh Kuchisawa. Lima menit sebelumnya. Semua orang merasa tubuhnya seperti kesemutan, dan merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.


Disisi lain, Kanazawa Yuriko telah melepaskan Aoi dari sel tahanannya setelah meretas keamanan dan membuat semua penjaga tak sadarkan diri.


"Kau tidak akan pergi menemuinya? " Mereka telah berada di belakang gedung sekolah.


"Aku akan melihat dari balik bayang-bayang. Terimakasih, Yuri-kun. Tolong jaga dia. " Kanazawa pun pergi, dan Aoi masuk kedalam kegelapan hutan dibelakang gedung sekolah.


Ada apa ini? Dalam hati Midori. Ah, sudahlah! "Mari kita lihat video kenangan kita dan para senpai! " Seru Midori.


Namun, semua tertegun. Bahkan Fubuki yang baru saja ingin memeluk Kaoh menghentikan aksinya saat melihat semua layar yang ada di gedung telah diretas.


Video itu bukan video kenangan, tetapi video yang membuat mereka tercengang. "Apa ini? " Gumam Midori.


Mereka melihat kenampakan tak masuk akal. Nana, Nishimiya, dan Ichi tanpa fikir oanjang berlari keluar aula menuju tempat mereka.


Video itu menampilkan pertarungan terakhir Kuchisawa dan Nabari. Ini yang terakhir. Sebelum kuchisawa memakai alat esper terakhirnya, Nabari sudah menghancurkannya lalu menusuknya hingga dia muntah darah.


Semua tercengang. Arylin pun pergi menyuslnya. "Dia! "


Nabari melepaskan tangannya yang masuk ke perut sisi kanan Kuchisawa, hingga dia jatuh tergeletak .


"Ah, sudah terekam ya. "


"Apa itu? " Gumam Fubuki. "Nabari apa yang kau lakukan? " Gumam Kaoh.


"Kau tidak mengetahuinya? "


"Tidak. "


"Kakak! " Arylin datang ke tempat Kaoh. "Sedang apa kalian disini ? Apa kau melihatnya? "


"Ya. "


Nabari membalikkan wajahnya menatap kamera drone yang terbang didepannya. "Apa kalian merasakannya? " Yui mengangkat kedua telapak tangannya. Jangan-jangan. Dia dan Kento yang bersebrangan saling bertatap mata.


"Ya, aku sudah mengembalikan kekuatan kalian. " Para orang baru berdatangan dan bersatu dengan Nabari, salah satunya Kanazawa dan lima oramg baru.


"Kami kelompok ******* baru Kucing hitam, menantang kalian para esper duet maut memperebutkan kekuatan! Tentunya kalian juga akan kubuat saling bertarung."


"Apa? " Arylin tercengang.


"Menyenangkan bukan? Kalian tahu, mengambil dengan mudah itu membosankan. Tapi...aku membuat syarat special untuk klan Hitsuziaki yang sudah hancur. Jadi, aku tidak akan mengembalikannya pada kalian. "


"Sudah kuduga. " Gumam Arylin. "Fubuki, kau kenapa? "


"Ti-tidak apa-apa. "


"Aryl-chan, panggil dia dengan sebutan tuan. dia itu kan..."


"Sudah, sudah, tidak apa-apa. Yang lebih penting adalah..." Fubuki menoleh ke arah layar.


"Nah, Fubuki-san... "


"Aku? "


"Bagaimana? Menyenangkan kan? Di akhir nanti aku ingin sekali bertarung denganmu. " Nabari menyeringai dan tertawa keras.

__ADS_1


"Sudah segitu saja, selamat bertemu di pertarungan maut tiga hari yang akan datang. "


"Tunggu! "


__ADS_2