
"Imutnya! Imutnya sekali! " Nabari begitu sumringah melihat para panda itu, membuat para panda sedikit takut. "Ni hao! " Ibu Panda memeluk anak panda yang ketakutan.
"Senpai."
"Attch!" Kiyoshi memilin telinga Nabari. "Baik, baik, aku akan berhenti! Ampun! " Kiyoshi melepaskannya.
"Kau ini sudah seperti Nanashan saja, Yocchi. " Nabari menggembungkan kedua pipinya. Kiyoshi meninggalkan tempatnya. "Tunggu, Yocchi! "
"Kenapa terburu-buru sih? " Nabari melipat kedua tangannya dan menempelkannya di kepala belakang. "Kita harus segera bertemu mereka, kau taukan bagaimana lufy senpai dan urakata senpai jika disatukan?" Kiyoshi yang berjalan cepat di depan Nabari.
"Mereka akur kok, bilang saja kalau kau merindukan pacarmu iyaka..."
PLAK!
Kiyoshi menampar mulut Nabari. "Senpai, kau dengar? "
Mata Nabari membesar. "Sstt! " Kiyoshi menempelkan telunjuknya di bibirnya.
Terdengar suara langkah kaki dan retakan dedaunan kering. Mata Kiyoshi menajam, Tatapan Nabari menjadi kosong dan mulutnya masih di bungkam. "Senpai, lakukan..."
"Ahh! " Seorang gadis berteriak didepan mereka. "Lufy senpai?" "Lbfw? " Kiyoshi baru sadar kalau dia membungkam mulut Nabari dengan tangan kanannya. Dia pun melepaskannya dan mengelap tangannya yang sedikit basah ke baju Nabari. Nabari hanya terpaku diam.
Lufy yang tubuhnya gemetaran menghampiri kedua temannya itu. "A-anu, aku..."
"Kau? "
"Aku tersesat, aku kehilangan mereka , bagaimana ini bagaimana kalau mereka mati, Inui, Inui juga terluka! Hah, bagaimana jika itu terjadi? Kyaaa!" Ehh? Melihat Lufy yang paniknya setengah mati. Mereka tidak dapat menghentikan celotehan Lufy jika di dalam mode panik. "Bagaimana? Bagaimana? Hwaa!"
"Senpai?" Kiyoshi melirik kebelakangnya. Nabari yang mengerti maksud Kiyoshi lalu dengan sigap menjetikkan jarinya dan tatapannya berubah tajam. Membuat Lufy terdiam membeku dan tertidur, dengan cepat Nabari pun menangkapnya dengan tubuh kecilnya.
"Ya ampun. " Keluh Kiyoshi. "Bisa-bisanya harus seperti ini. " Protesnya.
"Yocchi, bisakah kau menggendongnya untukku?" Nabari yang matanya mulai basah dan wajahnya memerah karena keringat.
Kiyoshi pun mengambil alih tugasnya Nabari, dia menggendong Lufy dipunggungnya. Kiyoshi memang memiliki tubuh bongsor di bandingkan Nabari.
"Ayo! " Kiyoshi mulai menggendong Lufy dan memulai meneruskan perjalanannya dengan Nabari sembari mencari kedua temannya yang lain.
Mereka menelusuri kebun binatang itu dengan hati-hati, alih-alih agar tidak bertemu orang-orang yang mencurigakan.
__ADS_1
"Kenapa mereka harus memilih tempat ini?" Gumam Kiyoshi. "Karena banyak hewan lucu. " celetuk Nabari dengan jawaban konyol yang membuat Kiyoshi kesal.
Tiba-tiba mereka mendengar suara langkah kaki yang dipenuhi aura kewaswasan mendekati mereka, membuat mereka pun bersiaga.
Bayang-bayang manusia mulai terlihat namun samar, Nabari berjalan ke depan Kiyoshi yang masih menggendong Lufy. Terdengar suara merintih pelan seorang pria. Dia seperti berjalan sempoyongan, memegangi perutnya.
Pria itu semakin mendekat, Nabari mulai sadar dan mengetahui bahwa orang tersebut adalah salah satu temannya. "Inui?" Saat mendengar ucapan Nabari, Kiyoshi sedikit melangkahkan kakinya.
"Kau ya, Nabari. Kiyoshi juga... " Nabari sigap menangkap Inui dan memapahnya.
"Bertahanlah! " Inui hanya terkekeh. "Maaf merepotkanmu. " Nabari memejamkan matanya satu detik.
"Mimi?" Wajah Kiyoshi begitu khawatir melihat kekasihnya yang terluka di bagian perut.
Nabari memapah Inui dan Kiyoshi menggendong Lufy, mereka menuju ke sudut sana. Menyimpan teman-teman mereka, menyenderkannya ke sebuah dinding di sudut yang agak tersembunyi.
"Mimi, apa yang terjadi?" Kiyoshi bertanya dengan suara lirih. Tetapi Inui mengalihkan pembicaraan dan menoleh ke arah Lufy yang masih tertidur. "Apa yang terjadi pada Mei? "
Nabari yang sedang melakukan pengobatan pada Inui untuk menutup lukanya berkata. "Tidak perlu mengkhawatirkannya. " Inui menyenderkan kepalanya ke dinding. "Jadi perbuatanmu ya. " Dia terkekeh sendiri. "Mimi! "
"Maaf Kiyo, aku membuatmu sangat khawatir. " Kiyoshi menggeleng. "Aku senang kau selamat."
"Apa kau sudah bisa bicara? " Nada Nabari berubah menjadi tegas. "Senpai, biarkan dia beristirahat dulu! "
"Tidak. Jika ini wilayah perang, kau tidak boleh menyebar perasaanmu. Dimana Yuka dan apa yang terjadi? " Inui tersenyum kecil menatap Nabari yang sudah sangat serius.
"Kau memang tidak pernah berubah sejak saat itu. Baiklah, aku akan bicara. Nabari, mereka telah keluar sekarang mereka telah memulainya. " Nabari mengerti betul apa maksud perkataan Inui, namun disisi lain Kiyoshi kebingungan dan hanya diam memperhatikan. "Lalu? "
"Urakata, dia... " Inui memegang tangan Nabari. "Bawa dia kembali dengan sela..."
"Mimi... Inui! " Inui tak sadarkan diri.
Lufy mulai membuka matanya sedikit. Dia melihat Nabari yang terlihat murung, berdiri dan memeras kedua genggamannya. "Nabari." Nada lemas Lufy. "Senpai. " Kiyoshi yang berada disampingnya.
Tatapan kosong yang tajam dari Nabari membuat Kiyoshi sedikit khawatir, dan mai mengerti apa maksud perkataan Inui.
"Midori?" Lufy yang tercengang ketika bangun melihat Inui disampingnya tak sadarkan diri. "Ehh, a-ada apa? Dia kenapa? "
"Kau sudah bangun Lufychan. " Lufy memandang Nabari yang berdiri didepannya. "Nabari-kun? "
__ADS_1
"Midori hanya pingsan karena lukanya, Nabari Senpai telah mengobatinya tidak usah khawatir. " Kiyoshi menyela.
"Ah, begitu. Lalu Yuka, dimana dia? "
"Soal itu..." Kiyoshi kembali melirik ke arah Nabari yang masih membisu. Lufy pun meliriknya.
"Yocchi, Lufy, bisakah kalian bawa Inui kembali sendiri?" Mendengar itu Kiyoshi meregangkan urat dahinya. "Kau berencana pergi sendirian? Kau bercanda? "
"Ini berbahaya buat kalian dan juga berbahaya bagi kondisinya jika dibiarkan lebih lama! Dia harus segera di rawat oleh Mile Sensei. " Nabari menoleh ke arah Inui yang masih tak sadarkan diri.
"Tapi..." Kiyoshi kehabisan kata-kata.
"Tolonglah."
"Bagaimana kalau aku ikut bersamamu, Nabari-kun?" Lufy menawarkan dirinya. Namun, Nabari menolaknya mentah-mentah.
"Tidak, akan berbahaya jika Yocchi yang membawanya sendiri. Kau harus membantunya. Aku tidak apa-apa sendiri, ditambah mereka itu tidak terduga. " Nabari menatap langit.
Nabari melirik Lufy, melihat wajahnya dan juga Kiyoshi yang memelas dan kesal kepadanya.
"Tidak usah khawatir, aku kan kuat hehehe. " Nabari tertawa renyah, tapi itu hanya sebentar.
PUK!
.Kiyoshi memukulnya. "Arghh!" Teriak Nabari. "Yocchi kenapa?" Nabari merengek. Kiyoshi tak menjawab hanya membuang muka. Lufy terkejut melihatnya.
Kini mereka telah sepakat dengan rencana Nabari. Mereka berdua memapah Inui bersama. "Aku telah melapor pada Kakakku lewat Asumuri, sekarang Mile Sensei telah sampai di China bersama Ichi. Datanglah ke... "
Kiyoshi menangkap angin dengan telinganya. "Aku tahu. "
"Hati-hati, kalian berdua. "
"Baik!"
"Senpai, jika kau tidak kembali aku akan membunuhmu dua kali!"
"Yang kuharapkan darimu, Yocchi. " Nabari tersenyum lebar. Kiyoshi dan Lufy pun pergi membawa Inui yang terluka ke tempat Mile.
Setelah mereka pergi jauh, Nabari memakai tudungnya dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya. "Keluarlah! " Seorang pria keluar dari balik bayang-bayang. Pria itu menyeringai padanya, dan Nabari pun membalasnya .
__ADS_1