
"Tapi jika harus, mungkin kalian harus membunuhnya. " Sambung Fubuki.
"Jangan bercanda! " Seru Izanami.
"Itu benar ketua, karena ia sudah mendeklarasi perang. Dalam permainan ini, bisa saja orang biasa akan terluka bahkan terbunuh. "
"Kaoh. "
***
Tiga hari berlalu...
Semua layar dan media sosial orang-orang telah teretas. "Permainan pertama akan dimulai dalam waktu sembilan jam. lagi pada jam 19.04 nanti. Semoga kita bertemu. "
Nabari menghentikan siaran langsungnya. Dia memegangi kepalanya. "Tuan. "
"Oroi, suruh semuanya untuk melindungi warga sipil jangan sam... "
"Tuan?! " Nabari jatuh tak sadarkan diri.
"Biar aku dan Sebastian yang menjaganya, sebentar lagi Yuri-san kembali. "
"Aku serahkan padamu, pak Tua. Karena aku tidak mempercayai wanita itu. " Oroi pun pergi bersama empat lainnya.
"Dia curigaan sekali. Paman, aku akan beres-beres dulu, tidak apa aku tinggal? "
"Ya. "
"Saya akan membantu nona. "
"Kalau itu maumu. "
Elize dan Sebastian pun keluar dari kamar Nabari meninggalkan chovez sendiri untuk mengawasi bocah itu. Kau terlalu memaksakan diri, tuan muda.
***
Permainan maut telah dimulai. Pertandingan pertama dengan misi memburu esper sebanyak-banyaknya. Mereka dipisahkan ke setiap blok didalam kubus waktu.
Para esper yang telah tertangkap pun dibebaskan dan dibiarkan untuk berburu. Mereka menjadi liar.
"Asia-chan? " Apa pertandingannya telah dimulai? Lichita menelpon Kaoh untuk memberitahu bahwa Eurasia telah hilang dimakan jam waktu.
"Begitu ya, jadi sudah dimulai. " Setelah Kaoh menutup teleponnya dari Lichita, Arylin datang bersama Yakuze.
"Semua telah dipindahkan, kecuali aku... "
"Baru saja dibicarakan, langsung menghilang. "
"Kakak, aku mendapat kabar dari bibi jika video itu membuat para ******* dari non esper juga beraksi tetapi mereka tidak menyerang warga sipil atau menyandera, mereka langsung menyerang serikat dan pemerintah. "
"Jadi tujuan mereka begitu ya. "
"Bukan, tapi...
"Ada apa, Aryl-chan? "
"Para warga sipil tertidur di waktu dan dimensi yang berbeda. Walau kita bersinggungan, kita tidak akan saling bertemu. Sepertinya dia telah memisahkan dimensi waktu. "
Kaoh termenung ketika mendengarkan penjelasan Arylin. "Itu saja, aku akan kembali."
Apa yang sebenarnya kau fikirkan, Nabari...
***
"Padahal aku baru saja akan tidur nyenyak. Huwaaa! " Kento menggosok-gosok matanya. "Apa aku bisa mengembalikan ban... " Bantal yang dipeluknya menghilang, kecuali piyamanya.
__ADS_1
"Ahahahaha, aku mendapatkan mangsa yang bagus! " Teriak pria kurus dengan kaos oblongnya.
"Ya ampun orang dinegara ini tidak ada yang sopan." Seorang wanita yang memakai baju kerajaan prancis berhadapan dengannya.
"Kenapa ga sama piyamanya? Hah, yasudahlah sepertinya aku harus mengalahkan kalian."
Pertarungan mereka bertiga dimulai. Pria kurus itu bergerak dengan brutal dan tak terarah. Kento bisa terus menghindari serangannya dan melemparnya ke wanita yang berada dibelakangnya.
Wanita itu dapat menangkis serangan mereka hanya dengan menggunakan kipas kecil yang dia bawa.
"Huwaa, membosankan. " Wanita itu duduk disebuah bangku yang berada diseberang jalan. "Aku istirahat dulu. "
"Ehh? "
"Bwahahha, aku akan memangsamu murid Hanabari! " Pria kurus itu terus menyerang dengan mengendalikan debu-debu yang adda disekitar mereka.
Kekuatannya merepotkan. Kento terus menangkis para jarum debu itu dengan kedua tangannya.
"Peraturan pertarungan pertama adalah membuat goresan pada lawan. Siapapun yang berhasil menggores lawan duluan dialah pemenangnya. Piyuuhh!"
Mengingat itu membuat Kento tersenyum sendiri. Dia membuat peraturan yang konyol. Kento terus bertarung hingga membuat pria kurus itu berada dijarak yang sangat dekat dengannya.
Kento langsung menendang perut pria itu dan menusuknya dengan tulang lututnya. Pria itu memuntahkan darah. "Uhm, apa aku berlebihan? "
"Sial... an... "
GBRUK!
Kento melempar pria itu hingga terpental. Kubus meneriaki kemenangan kento. "Asawaki Dino vs Kuchisawa Kento. Pemenangnya Kuchisawa Kento!"
Wanita dibelakangnya berdiri dan memberi tepuk tangan padanya. "Kau hebat, hanya dengan satu serangan kau... "
"Tidak. "
"Aku telah melukainya berkali-kali. Dia bisa menyembuhkan lukanya dengan debu disekitarnya, tapi dia membutuhkan waktu lima menit. Makanya aku membuat kesempatan agar kami sangat dekat dan membuatnya tidak dapat menyembuhkan lukanya untuk sementara waktu. Mungkin sekarang dia... Eh?! "
Kento terkejut atas perbuatannya sendiri. Luka Asawaki belum pulih. Dia tergagap sendiri.
Wanita itu menepuk pundaknya. "Kau terlalu bersemangat. " Kento langsung waspada. Dia ,bagaimana bisa hawa keberadaannya...
Liliana Damien vs Kuchisawa Kento.
Akan bagaimakah pertarungan mereka?
"Mari kita selesaikan dengan cepat, Mr. Kuchisawa. " Wanita itu terkekeh.
***
Yui dipanggil ditempat yang berbeda. "Lulus dengan damai sepertinya tidak berlaku untukku. " Saat dia datang ke bloknya, dia sudah ditunggu oleh banyak esper yang ingin memperebutkan dirinya.
"Aku tidak suka banyak fans. " Gedung-gedung dan bangunan yang ada disekelilingnya bergerak bersama nafas dan tubuhnya mengeluarkan suara radioaktif yang mengalahkan semua keroco-keroco itu.
Disisi lain, Alaula telah dikalahkan dan saat sekelompok berandalan itu akan melecehkannya. Seseorang menodong tombak kepada mereka. "Peraturannya bukan begitu. " Mereka semua kabur dengan tak bertanggung jawab.
"Senpai. "
"Kiyo... shi-chan? " Kiyoshi membangunkan Alaula dan menggandengnya. "Aku akan membawamu ke pihak medis. "
Pertarungan pertama ini menjadi pertarungan persahabatan untuk mereka. "Aku tak menyangka akan langsung melawanmu, Hana. "
"Aku takkan segan, Sana. "
Hana dan Sana saling kejar-kejaran dan adu fisik mereka. Mereka bertarung dengan adil dan gerakan mereka semakin lama semakin cepat, namun tetap berimbang.
Lama kelamaan mereka semakin kelelahan, luka mereka pun imbang sehingga belum ada yang kalah ataupun menang diantara mereka.
__ADS_1
Dengan tubuh lemas dan kehabisan tenaga, mereka melancarkan serangan terakhir mereka dan Sana berhasil mengalahkan Hana dengan satu tendangan.
"Hei, Hana... Hana? Yah, dia pingsan. " Pemenangnya Kurosochi Sana! Seru Kubus waktu.
"Lelahnya. Istirahat dulu deh. " Setelah sepuluh menit beristirahat ,sebenarnya dia tertidur dan saat terbangun Hana sudah tidak ada.
Sana bangkit dan berjalan kembali. Siapa yang akan ku lawan selanjutnya ya? Dalam batinnya. Tak lama dia berjalan, seseorang memanggil namanya.
"Sayangku. "
"Siapa yang mau jadi sayangmu?! " Protes Sana.
Pria itu terlihat sedih dan terus menatap gadis yang dicintainya. "Idih. Kau membuatku merinding, berhentilah menatapku. "
"Aku tidak mau melawanmu, aku akan meny... " Sana langsung menyerang Hyunjin dengan tendangannya. Dengan refleks, pria itu menangkisnya.
"Ouh, kau mau melawanku kan.. " Hyunjin meggelengkan kepalanya. Sana terus menerus menyerangnya dengan tendangan dan pukulan membuat Hyunjin terlempar mundur perlahan-lahan.
Hingga dia berkeringat. Gawat! Hyunjin lalu melompat mundur menjauhi Sana, namun Sana terus mengejarnya. Dia pun terus kabur dari Sana karena dia takut keringatnya mengenai Sana dan melukainya. Karena Kemampuan Hyunjin adalah peptokinesis, kemampuan mengubah cairan apapun yang dia keluarkan atau yang ada disekitarnya menjadi cairan asam.
Di tengah jalan mereka bertemu musuh baru Erika Juan dan Hell bounder. Erika Juan adalah pemilik kekuatan fisik, sedangkan Hell bounder adalah seorang pyrokinesis.
Mereka bertarung satu lawan satu. Erika melawan Sana dan Hell melawan Hyunjin.
***
"Ayo kita selesaikan, Mr. Kuchisawa. " Wanita itu hanya diam berdiri saat Kento terus menyerang, tapi serangannya selalu tak mengenainya.
Kipas itu, terbuat dari apa dia? Batin Kento. Wanita itu terkekeh sendiri. Dia bisa membalikkan kekuatan kento dan terus menghindar.
Dia tidak berbuat banyaj dan terus seperti itu. Apa kemampuannya? Hingga Kento terfikir hal yang konyol dan agak erotis.
Dia mulai membuka kancing piyamanya. Baru satu kancing yang ia buka, dia melihat wanita itu memerahnya mukanya. Dia membuka semua kancing bajunya dan memperlihatkan otot perutnya. Lalu, semakin ke bawah ,wanita itu pun menutup matanya dan wajah makin merah.
Sudah kuduga. Kento menghentikan langkahnya, tapi terua berfikir erotis dan membuat celah diantara mereka. Kento menggunakan kesempatan itu untuk menyerangnya dari jauh.
Kento melepaskan beberapa tulang jari-jarinya ke Liliana dan membuat rok gaunnya sobek. Liliana yang sadar akan itu langsung berteriak dan menutupi pahanya.
"Dasar mesum! "
"Maaf, aku ga sengaja. "
Pemenangnya Kuchisawa kento!
"pembohong!"
PLAK!
Liliana menampar Kento dengan keras hingga wajahnya membiru. Tetapi, saat dia melihat dada kento dia berteriak lagi.
"Hah, ya ampun. " Kento menghela nafas. Dia memakai atasan piyamanya kembali, lalu memegang kepala Liliana.
"Kau sudah boleh membuka matamu. " Liliana perlaham membuka mata dan wajahnya, dia menengadah ke atas menatap Kento lalu meninjunya.
"Argkh! Kenapa kau memukulku? "
"Humph! Lagipula kau sudah menang, jadi jangan khawatir kalah. "
"Hidungku berdarah nih! "
Pertandingan pertama selesai. Permainan ini dimenangkan oleh Azami Nanami, Meiyaka Lufy, Nishimiya oburi, Asumuri Imou, Nozami Ichi, Lamia Beirn, Dunki shen, Bella yuan, Hichimiya Nao, Shim Ahn soo, Akayaru hidetoki, kurosoba danzu, Yamamoto Aigawa, Monari Kyile, Hitsuziaki eurasia, Fleur zeverin, kanazawa yuriko, taiga denki, zutsuyu udon, Shibuyaki ebitsu, Totsuki Shiroi, Ikuta Yakuze, Miyamoto Yui, Kurosochi Sana, Oroi, El bestar Lawliet, Wiles dorman dan Hitsuziaki Nabari.
"Na... ba. "
"Hentikan. Anda sudah kalah, Sensei. "
__ADS_1