Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
73. Rehat


__ADS_3

"Pertandingan pertama telah selesai. Kita akan bertemu di pertandingan kedua lusa nanti! Uhuy! "


Keesokan harinya..


"Kubus ini berisik sekali. Hei, Asumuri kenapa kau bisa menang? " Tanya Lucas.


"Kenapa kau kalah? "


"jangan membalas pertanyaan dengan pertanyaan ,bodoh! "


"Kalau aku sih mempermainkan fikirannya, lalu dia malah menginjak kulit pisang hingga pingsan. "


"Ehh!"


"Kenapa kau kalah? " Bulu kuduknya langsung berdiri ketika mengingat pertandinnya kemarin.


"Uhm.. Siapa yang kau lawan? "


"K-k-k-k-kyile sensei. " Mendengar itu Asumuri pun langsung bergidik lemas. "Pantas saja."


***


"Aku dengar dia terluka parah? " Yui mengiyakannya. Saat mereka akan menuju ruangan Shiren dirawat, mereka bertemu dengan Louis yang berjalan memakai tongkat.


"Louis, mau kemana kau? " Tanya kento.


"Kalian, aku bosan terus diam. kalian mau melihat Shiren ya? " Mereka mengiyakan. "Aku juga tadi kesana, sepertinya Suichi juga masih ada. "


"Suichi? "


Suichi yang terus duduk termenung memandangi gadis tomboy yang dia sukai itu. "Shiren. "


Terdengar suara pintu yang terbuka, Yui dan Kento masuk kesana. "Suichi."


"Yui-kun, Kento. kalian datang."


"Bagaimana keadaannya? "


"Dia belum sadarkan diri. "


"Kau juga babak belur. " Kento mengacak-ngacak rambut Suichi. Suichi tersenyum masam.


"Uhmm. Aku kalah darinya."


"Ehh, kalian salimg bertarung? " Suichi mengangguk. "Dia melempari wajahku dengan bola basketnya. " Suichi terkekeh murung.


"Tak kusangka. Tapi, siapa yang ia lawan sampai seperti ini? "


"Aku juga penasaran. "


***


Nana masuk kedalam ruang tunggu ICU untuk melihat keadaan Kuchisawa, ternyata disana sudah ada Ichi dan Nishimiya.


"Ichi, Nishi. "


"Nananyan!" "Nanamin. "


"Kalian ternyata menang. "


"Kau menyindir kami? " Nana tersenyum kecil.


"Jangan senang dulu, mungkin nanti kita akan menjadi lawan. "


"Kau benar, Nishi."


"Ehh, aku tidak mau itu terjadi! Tapi kayaknya seru sih.."


"Aku tidak mengerti jalan fikiranmu. " Sahut Nana. Nishimiya terkekeh. "Untung sekali dia. " Nishimiya memandang Kuchisawa.


"Kau benar. "


***


"Kalian semua kalah? " Lamia melipat kedua tangannya. "Kau membuat mereka murung. " Bisik Shen.


Kuzuki, Lufy dan Yuka juga si kembar A mereka semua menunduk murung karena kekalahan mereka.


"Jangan murung, jika kalian kalah itu bagus. "


"Kenapa bagus?! " Protes Aiman. "Karena nyawa kalian tidak akan dalam bahaya. Kalian coba mengeluarkan kekuatan kalian. "


"Eh? " Amanda mencoba memakai kemampuannya, tetapi tak berhasil. Dia langsung melirik ke Lamia.


"Orang-orang yang kalah otomatis akan kehilangan kekuatan mereka. "


"Jadi itu rencananya dari awal ya. " Shen menutup mulutnya dengan kipasnya.


"Ya. "

__ADS_1


"Aku dengar, Shiren senpai terluka parah. " Sahut Yuka.


"Tidak hanya dia, beberapa esper dari luar juga. Salah satunya ulah Kento senpai. "


"Ya ampun, kakaknya nusuk orang adiknya ketusuk. " Sindir Kuzuki. "Aw! Amanda kenapa kau memukulku? "


"Senpai, kau tidak sopan! "


"Ehh.. "


"Semoga mereka baik-baik saja. "


"Kau memang gadis baik, Lufy."


"Lamia-chan."


"Aku harus pergi. "


"Uhm, tunggu aku..Kalian semoga cepat sembuh ya. Hei, tunggu! " Shen mengejar Lamia.


"Mereka berdua itu."


"Kau sedih ditinggal mereka, Kuzuchan? " Goda Yuka. "Tidak juga. "


***


"Begitu ya, Yota telah dikalahkan olehnya. " Yakuze mengangguk.


"Bagaimana dengan keadaan kalian? " Tanya Kurosoba.


"Para ******* itu telah semua tertangkap, bahkan para buronan yang selama ini mera cari datang sendiri ke kandang macan. " Jelas Kaoh.


Kyile pun datang menyusul. "Para medis masih berjuang mengobati para esper...bukan, tapi para peserta yang kalah. "


"Jadi yang kalah kekuatannya menghilang ya. Lalu, bagaimana dengan Isane dan Maname?"


"Mile dan gadis bernama Haruko yang memiliki kemampuan penyembuhanmu yidak diikutsertakan, tetapi mereka dijadikan sandera. Ditangan mereka dipasang gelang yang sulit dibuka. Kaoh-san, aku ingin bertanya padamu... "


"Apa itu? "


"Bukankah kekuatan Rui-san bukan penyembuhan? "


"Bukan, dia memang seorang dokter tapi kemampuannya bukan penyembuhan, kekuatannya afalah mengetahui segala yang terjadi tapi karena kami keluarga Hitsuziaki jadi... "


"Kaoh-san, apa mungkin dia diberi kekuatan penyembuh atas ganti kekuatannya yang diambil? Karena ditangannya juga terpasang gelang itu. "


"Apa Profesor Azami tahu itu? "


Kaoh mengerutkan dahi, mengelus janggutnya.


***


"Kerja bagus, kalian. "


"Terimakasih, tuan. "


"Aku akan beristirahat, jika Yuriko datang suruh dia ke ruanganku. "


"Baik. "


Nabari masuk kedalam kamarnya.


"Akhirnya aku bisa beristirahat. "


"Wiles, kau sudah lelah hanya dengan itu?"


"Bukannya lelah, tapi aku ingin membaca buku. Hei, lawliet, kau juga pasti akan melakukan pencarian istri dan anakmu kan? "


"Jangan berisik. "


"Mereka itu. " Keluh Oroi. "Kau terlalu serius, sebaiknya kau juga mencari hiburan. "


"Aku tak akan mendengarkan wanita sepertimu. "


"Elize benar, kau tidak boleh memaksakan dirimu nanti Tuan muda khawatir padamu. " Sambung Chovez. Oroi tak mengelak Chovez dan pergi. "Aku akan ke kamarku. "


"Dasar anak remaja. Paman, aku akan mengganti pakaianku dulu. "


"Uhm, silahkan. " Chovez menikmati lagi teh panasnya sembari menonton tv.


***


"Dia akan segera sadar. " Sana menepuk pundak Midori yang terus termenung melihat Kiyoshi terbaring tak sadarkan diri.


"Maaf, karena aku lemah... Heukheuk. " Sana memeluk Alaula. "Ini bukan salahmu, ini salah yang membuat permainan ini. "


"Kalian be... risik sekali. " Dengan suara seraknya Kiyoshi langsung memprotes teman-temannya padahal baru sadarkan diri.


"Kiyoshi-chan! " Alaula menangis lagi. "Senpai, jangan menangis. "

__ADS_1


"Siapa yang kau lawan? "


"Pokoknya wanita itu kuat sekali, aku jadi sebal. "


***


"Pertarungan selanjutnya besok ya, hah siapa yang akan kita lawan lagi ya? " Celetus Hyunjin.


"Padahal tadi nangis karena hampir ngelawan Sana. " Sindir Miura.


"Yang kalah jangan berisik! "


"Pasti kau akan melawannya lagi ya kan.. " Goda Tsuchiya.


"Kagak mau! Pokoknya jangan! "


Totsuki yang berdiam diantara mereka hanya menghela nafas panjang.


"Sungguh kisah romansa yang tragis. "


"Kami bukan romeo n juliet, hei Aoyama! "


"lHah. " Totsuki menghela nafas.


***


"Kouta, kemarin aku... " Kouta merangkul pundak Hichimiya.


"Jangan begitu, Nao. Kau harus lebih lercaya diri. "


"Uhm, mm, mm, walau kita pernah menjadi musuh tetapi jangan memutuskan pertemanan kita." Sahut Yuan.


"Hidetoki! "


"Hah?! "


"Aku akan menunghumu dipertarungan selanjutnya! "


"Kau berani denganku hahh, Soo!"


"Apa yang mereka lakukan? "


"Kau tidak mengerti, sora? Mereka sedang melakukan pertarungan yang adil. " Maya mengangkat satu tangannya.


"Yang idiot muncul lagi satu. Agkh!" Maya mencubit kedua pipi Sora.


"Lelaki tak boleh mengatakan itu pada wanita.. "


Ishiyama dan Olabisi yang melihatnya hanya menghela nafas, dan duduk manis. "Maaf aku terlamabat! " Yamamoto mengehentikan senyumnya, lalu dia masuk ke kelas itu dan duduk dibelakang Ishiyama.


"Apa aku tertinggal? " Mereka menganggukan kepalanya.


"Meriah sekali."


***


Para anak perempuan kelas satu berkumpul dirumah Eurasia untuk bermain sambil kursus bahasa inggris ke Lichita.


"Semoga Kiyoshi dan Amanda baik-baik saja ya. " Celetus Arisa.


"Pasti mereka baik, apalagi kiyoshi yang keras kepala. " Sahut Shibuyaki.


"Kalau Ebichan bilang gitu, pasti benar. "


"By the way, apa yang anak laki-laki lakukan ya? Kudengar Aiman juga terluka dan Kanazawa-kun juga Denki -kun tidak ada kabarnya. " Mereka terdiam setelah mendengar perkataan Arisa.


"Jangan pedulikan anak laki-laki,lebih baik kita fokus saja pada diri kita! Ebichan, Fleur dan Asia-san kalian harus menang!" Seru Ine.


"Aku tak yakin. " Fleur dan Eurasia berbarengan.


"Ehh? "


"Kalau aku asal lawannya sesama kita sih ga masalah. " Celetus Shibuyaki


"Itulah yang kumaksud. Kita tidak akan tahu siapa lawan kita nanti. " Eurasia melipat kedua tangannya.


"Asia benar."


"Maaf, aku terlambat! " Lichita yang baru datang.


"Tidak juga. " Jawab Eurasia.


"Kalau begitu ayo kita mulai! " Lichita mulai mengajarkan mereka bahasa inggris.


"Kudengar para gadis pergi ke rumah Eurasia. " Celetus Udon.


"Pasti belajar dengan Lichita sensei. " Sahut Lucas.


"Hei, anak ingusan kenapa kau gabung bersama kami? "

__ADS_1


"Asumuri senpai mengusirku? " Udon merengek.


__ADS_2