Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
66. Kejutan


__ADS_3

"Bagaimana dengannya? " Tanya Fubuki.


"Dia dikantorku. "


"Aku mendengarnya, tentang anak-anak. "


"Uhm, aku menyuruh mereka untuk kembali kesini. Sisanya tinggal membuat rencana. "


***


Bocah lelaki itu pergi menyusuri sebagian dunia untuk mencari para esper dan menghapusnya.


Di ruang bawah tanah Hanabari, Aoi masih dirawat dengan kantung-kantung darah yang menancap ditubuhnya.


"Kenapa Nabari-kun melakukannya padamu, tuan? "


"Kau fikir aku akan memberitahukannya pada kucing penurut sepertimu? Ah, aku salah... Kau bukan kucing, tapi rubah. " Mile melirik tajam Aoi.


"Isane, bagaimana keadaannya? " Kaoh yang baru datang.


"Tuan Fubuki sudah pergi? " Kaoh mengannguk. "Aku baru saja mengganti kantung darahnya, tapi itu yang terakhir. "


"Begitu ya. "


"Bagaimana dengan wanita itu?"


"Tidak ada masalah. Kau boleh kembali. "


"Baik. "


Setelah Mile pergi, Kaoh membuka sel Aoi dan masuk mendekatinya. "Sekarang hanya kita berdua, tidak usah berpura-pura lagi. "


Aoi terkekeh. "Padahal pamanmu ini sedang sekarat. "


"Kau bisa menghilangkannya bukan? " kaoh menyakui kedua tangannya. "Jadi, apa rencana selanjutnya? "


Dua hari kemudian, Kaoh telah mengirim Rui ke tempat yang ingin dia tuju secara diam-diam. Rui sangat tidak sabar untuk membuat sebuah kejutan.


Dia menaiki pesawat itu, terbang ke sebuah pulau yang ia tuju. Tetapi saat akan sedikit lagi tiba diatas laut terdengar suara ledakan yang sangat dahsyat.


Izanami dan Azami yang mendengar itu langsung mengarah ke jendela kamar mereka. "Apa itu? " Izanami terkesiap.


"Tidak usah pedulikan itu, bibi. "


"Naba? "


"Yo, paman. " Nabari menoleh ke sampingnya melihat gadis itu dengan selang oksigen dan jarum infusan.


Nabari mendatangi Nana yang terbaring lemah diranjang. "Nana. "


"Tuan, apakah kita bisa mulai? " Nabari mengiyakan. Anak-anak itu mengelilingi Nana.


"Apa yang kalian lakukan... " Azami menahan Izanami. "Lihatlah. "


Anak-anak itu mengeluarkan kekuatan psikis yang diperkuat oleh alat esper. Anak-anak kecil yang berusia dari 7-9 tahun.


Mereka berusaha mematahkan kutukan yang berada dijantung Nana.

__ADS_1


"Baiklah, selagi mereka bekerja. Mari kita bicara, paman dan bibi. "


***


Rui melihat ke arah jendela menghirup udara pesawat ."sepertinya diatas laut. " Kesenangan itu tidak berlangsung lama, dia mencium bau mesiu yang sangat kuat.


DUAR!


Pesawat yang dinaikinya meledak diatas laut Aloita. Ledakan itu terdengar hingga ke pulau.


"lSepertinya sudah terjadi. " Celetus Aoi yang terbaring lemah. "Rupanya kau sadis juga. "


"Semuanya hanya mayat yang aku gerakan. Semoga saja dia tepat waktu. Jadi, apa rencana selanjutnya."


Beberapa minggu sebelumnya, Kaoh yang baru saja mendengar pengakuan dari Kuchisawa mulai memikirkan hal-hal yang mustahil. Ditambah pekerjaannya yang tiada habisnya menumpuk diatas meja.


Tiba-tiba, dia merasa ada yang memperhatikannya dari balik jendela. Jendela itu terbuka oleh angin yang kencang.


"Kenapa kalian suka sekali dengan jendela? "


"Kakak. " Kaoh memberhentikan candaannya ketika melihat tampang Nabari.


Nabari berjalan dan berhenti didepannya. "Aku akan mengenalkan seseorang. " Tomoe keluar dari menggantikan Nabari. Kaoh terbelalak.


Tomoe memegang wajah Kaoh. "Kau akan jadi yang pertama. "


"Jadi aku yang akan pertama diambil? "


"Hoo, kau sudah mengetahuinya? Sejak kapan? "


"Jangan pedulikan sejak kapan. Aku hanya menelaah kemungkinan yang bisa saja terjadi. Karena ibuku dan ibunya sudah tidak ada berarti hanya bersisa Arylin atau anak ini. " Kaoh menempelkan kedua tangannya didagunya.


"Lalu, kenapa kau tidak mengambil kekuatanku?"


"sayangnya adikmu yang manis memiliki rencana yang lain. Ah, dan Tora dia sudah tiada. "


Kaoh membetulkan infusan Aoi. "Dia lebih terlihat mirip denganmu daripada ayah."


"Karena kalian keponakanku. Tapi, bukankah dia sangat mirip Tora? "


"Itu karena sifat kalian mirip. "


"Tch! "


"Tapi wajahnya sangat mirip bibi tsubomi yang membuat sangat cantik, manis dan mempesona! " Kaoh terbunga-bunga.


"Pantas saja dia membencimu. "


"lHacwi! " Nabari mengelap ingusnya. "Kau sedang flu? " Tanya Azami. "Tidak. "


"Apa yang mau kau bicarakan? "


"Ikut kami, tempat ini sudah tidak aman. Mereka telah mengetahui tempatmu. Tenanglah, kami sudah meretas cctv dikamar ini. Sisanya kita bicarakan disana, karena... "


Terdengar suara langkah kaki yang menggebu-gebu diluar. "Mereka sudah disini ya. " Gumam Nabari. "Kita harus cepat. Apa disana sudah selesai?"


Anak-anak mengiyakan, mereka pun menghilang dari sana. ketika orang-orang itu masuk, tidak ada jejak siapapun disana.

__ADS_1


"Mereka kabur. Laporkan ini ke kapten! "


"Siap, pak! "


Mereka telah tiba di markas bangau putih bersamaan dengan Yuriko yang membawa Rui. Melihat itu Izanami dan Azami kehabisan kata-kata setelah melihat putri mereka yang telah hilang selama belasan tahun ada didepan mata mereka.


"Tidak mungkin." Gumam azami. Izanami menutup mulutnya. Tanpa sadar dia berlari mengarah ke Rui yang tak sadarkan diri.


"Paman, sebaiknya obati luka dia dulu banyak peralatan diruang kerjanya. " Azami mengerutkam dahi saat Nabari menoleh. "Dia juga seorang dokter. "


Lima menit sebelumnya, sebelum ledakan itu sampai ke bagian tengan tempat kursi Rui berada Kanazawa datang tepat waktu dan langsung membantingkan tubuh mereka keluar dengan memecahkan jendela terjun ke laut, lalu berenang ke tepi.


Kanazawa beristirahat selama dua menit untuk sedikit memulihkan tubuhnya dan kembali ke tempat mereka.


"Tanganmu juga terluka, sebaiknya diobati. " Saat mendengar ocehan Nabari itu dia teringat dengan kata-katanya yang menngelikan saat itu.


"apa kau akan tetap bersamaku jika aku menjadi penjaha?" Tanya Nabari. "Aku akan memberikan nyawaku. "


"Kenapa malah tertawa? Mau aku ci... "


BDUk! "


Pukulan Kanazawa mengenai hidung dan wajah Nabari. "Jangan bercanda denganku. "


"Bwbaibk. "


Momo yang melihat mereka hanya bisa menghela nafas. "Momo. "


"Dia akan segera sadar dalam waktu tiga hari, itu yang dikatakan anak-anak."


"Terimakasih. " Nabari menepuk pundak Momo. "Apa reuninya bisa ditahan sebentar? Ada yang harus aku lakukan. " Saat Izanami dan Azami menoleh ke arah Nabari. Matanya mulai memerah terang, tubuh mereka seperti berhenti dalam waktu lalu kembali.


Mereka merasa pusing dan lemas. "Apa yang kau lakukan? " Izanami memegang kepalanya.


"Maaf, tapi kalian harus kehilangan kekuatan psikis kalian. "


Azami mencoba menguarkan pyrokinesisnya tapi tidak berhasil. "Benar. "


"Bibi Tamao tidak mengatakannya padamu kalau nene Tomoe... "


"Sial, kenapa dia tidak bilang apa-apa! "


"Tenanglah sayang, wajahmu jadi merah. "


"Bagaimana aku bisa tenang?!" Ternyata paman juga. Wanita keluarga kami memang menakutkan. Keluh Nabari dalam hatinya.


"Tapi, kalau kau terus... "


"Makanya, aku tidak menghapus kekuatan anak-anak ini. "


"Apa yang kau rencanakan? " Nabari menoleh dengan senyum sinisnya.


***


Malam yang dingin, sang raja mulai ketakutan dengan malam yang ia lewati. Pria itu mendekatinya dengan aura membunuh yang sangat kuat.


"penjaga, penjaga! "

__ADS_1


"Itu takkan Berhasil, mereka semua sudah mati. "


Dia meringis ketakutan. Teriakan terdengar dengan lirih dalam balutan angin malam.


__ADS_2