
Gadis berkepang dengan poni itu berdiri ditengah-tengah kerumunan bunga yang bermekaran. Kelopak dan daun yang terbang terbawa angin menambah kecantikan mereka.
"Rui. "
"Tuan muda, apa yang kau lakukan disini?"
"Berhentilah menyebutku begitu. "
"Meski kau sudah masuk keluarga Hitsuziaki, kau tetaplah tuan muda dari keluarga Azami yang mewarisi Rumah Sakit Ark... "
"Sudah, sudah, aku mengerti. " Rui menggembungkan sebelah pipinya. Azami mencubit bagian itu.
"Apa yang kau lakukan?! " Protes gadis itu. "Tidak boleh, ini tidak benar! "
"Kenapa? Apa aku salah jika menyukaimu? "
"Tentu saja! Itu karena kau adalah calon tunangan nona Izanami. " Azami tersenyum kecil. "Jadi aku ditolak. "
Rui menatap dia tajam. "Baiklah, aku berhenti. " Rui membuang badan dan berjalan ke arah pohon sakura disisi sungai yang mengalir pelan.
Azami mengikutinya. "Sebaiknya kau kembali, jangan mengikutiku."
"Aku merasa meski aku menyukainya, dia tidak akan menyukaiku karena... " Rui berlari dengan satu telunjuknya. Dia menempelkan telunjuknya dibibir Azami untuk membungkamnya.
"Semakin lama bersama, maka akan bersemi. Itulah cinta. "
Azami membuang pelan telunjuk Rui dari bibirnya. "Aku tidak percaya itu. "
"Hmp! Suatu hari kau akan percaya, aku yakin! "
Azami teringat masa-masa itu dan kini dia hanya dapat menatap langit bersama secangkir kopi kesayangannya.
Dia juga terngiang akan perkataan satu bocah yang kurang ajar. "Kalian saling menyukai tapi kalian saling membodohi, bukan...Tapi, kalian memang bodoh. " Heuheu, bocah lima tahun yang tidak beres. Azami terkekeh sendiri saat teringat itu.
Kembali ke masa itu, mereka telah tiga tahun lebih dewasa. Ini hari dimana sang kakak tertua daru keluarga inti yang telah lama dipingit akan dipertemukan jodohnya dari keluarga sisi yang dulu dikucilkan.
"Padahal disaat aku... Saat itu, karena mereka dari klan rendah aku selali dilarang. Tora-kun. " Tubuh Izanami panas dingin ketika mengingat masa lalunya dengan pria yang dia sukai. Tapi kini dia melihat pria itu menikahi putri yang lain.
Tora adalah teman pertama Izanami. Karena sejak kecil dia berlaku tomboy, dia seringkali diam-diam kabur dari kediaman utama. Saat itu dia merasa dunia membosankan, dengan etika dan strata.
Dia masuk ke lingkungan dari perbatasan yang dilarang , dia menemukan suatu tempat yang seprtinya tidak dijamah manusia. Dia masuk kesana, dan betapa dia terkejut disana pemandangan yang sangat indah.
Dia berlari merasa bebas hingga dia terjatuh, dia menangis ketika melihat lututnya berdarah. Izanami memang anak yang cengeng meskipun dia seperti anak laki-laki.
"Jangan cengeng! " Seorang anak lrlaki menarik lengannya. Anak itu membawa sebuah daun dan buah merah yang sangat kecil lalu menggilingnya dengan kedua telapak tangan hingga halus. Lalu dibalurkan ke luka Izanami.
"Dengan ini, akan sem... Eh? Kenapa kau memelukku? Lepaskan! "
"Tidak mau! "
"Lepaskan! "
"Tidak mau! pokoknya tidak! "
Dua anak berusia enam tahun pun bertengkar di pertemuan pertama mereka.
__ADS_1
"Siapa namamu? Aku Izanami. "
"Tora."
Semenjak itu mereka jadi sering bertemu dan Tora adalah teman pertamanya. Saat itu dia tidak mengetahui kalau Tora adalah anak tertua ketua keluarga sisi. Tapi, Tora sebaliknya.
Hingga waktu pernikahan ini tiba, saat pengantin laki-laki datang. Izanami terkesiap melihat pria yang sudah lama dia sukai muncul sebagai calon pengantin kakaknya.
Jadi, karena ini aku dilarang datang keacara pertemuan juga pertunangan mereka. Apa mereka telah mengetahuinya sejak lama? Dalam batinnya.
Dalam fikiran Izanami tersirat untuk melakukan pemberontakan, tapi dia tidak dapat bergerak dari tempatnya. Dari sisi lain, Tora melirik kearahnya.
Rasa cemburunya membuatnya terus membeku. Lalu, Orcha datang dari belakangnya. "Bagaimana? " Izanami bingung dengan pertanyaan itu.
"Apa maksud ayah?"
"Bagaimana perasaanmu setelah dapat bertemu lagi dengannya? Tora. " Izanami menelan ludah.
"Kau pasti bertanya kenapa aku tahu... Aku telah mengetahui itu sejak kalian berusia enam tahun. " Tubuh Izanami menjadi dingin.
Izanami tertawa sesak. "Begitu ya. Kurasa rencana ayah bagus, dengan begitu kesuksesan keluarga sisi akan menjadi milik kita. "
Telah lima tahun ini keluarga sisi sangat maju dan menjadi makmur, bahkan ketenaran mereka mulai menyusul kuarga inti. Ini membuat Orcha menjadi gerah, dan menikahkan Tamao dengan Tora.
Dipertemuan pertama mereka, Tamao langsung jatuh cinta pada Tora. Dia seperti tokoh manga yang keluar dari bukunya. Itu adalah pandangan pertama. Dan itu, membuat Orcha lega.
Disisi Furamitsu pun sama. Dia ingin keluarganya dapat bersaing dengan keluarga inti.
***
"Ayah, kau memanggilku? "
"Uhm. Iza, kau akan menikah bulan depan. "
"Apa? Kenapa kau merencanakan itu sendiri, harusnya... "
"Sudah dua tahun kalian bertunangan, ini saatnya kalian menikah. "
"Bukankah dia menyukai gadis lain, yang namanya Rui. "
"Itu bukan apa-apa." Apa maksudnya? "pokoknya bersiaplah untuk bulan depan, jangan berpergian kemanapun! "
Izanami keluar meninggalkan ruangan itu, dia mengepal kedua tangannya. Dia berencana untuk menyatukan Rui dan Azami agar dia tidak menikah, karena rasa cintanta hanya untuk Tora.
Tapi, rencananya selalu gagal hingga kematian Rui. Ketika itu Rui harua dioperasi karena gagal jantung, tapi tidak ada dokter yang tidak sibuk sehingga Azami yang masih magang harus melakukannya tapi gagal.
Saat itu Azami sangat frustasi, lalu Orcha mendekatinya untuk menghiburnya. Dia bilang. "Beristirahatlah, ini bukan salahmu. Aku akan memundurkan waktunya. " Bisik Orcha.
Azami menahan bengisnya. Dia melirik Izanami yang begitu terkejut saat datang ke acara pemakaman Rui. Azami tahu bahwa semua ini adalah rencana Orcha, namun bukan Izanami.
Sesosok bayangan pun muncul, dia selalu memperhatikan semuanya diam-diam. Satu-satunya putra Orcha yang tidak dia anggap karena autismenya. Orcha menganggap dia bukan apa-apa.
Tapi, dia adalag anak penurut. Ibu mereka meninggal ketika melahirkannya. Dia berbeda delapan belas tahun dengan kakak kembarnya. Aoi adalah anak yang sangat pendiam.
***
__ADS_1
Lima tahun kemudian...
Disaat Izanami harus kehilangan anak kembar untuk kedua kalinya, Orcha mengumunkan kehamilan Tamao dan merayakannya dengan meriah.
Berbeda dengan Izanami, ketika dia hamil tidak ada perayaan apapun dan hanya kasih sayang dari suaminya. Itu karena Izanami adalah salah satu jenderal militer dan persenjataan, dia sangat sibuk sehingga sering kelelehan.
Berbeda dengan Tamao sebagai sang penerus klan.
"Kakak. " Aoi menyodorkan sekantung plastik berisi banyak eskrim vanilla strawberry kesukaaannya.
"Kenapa kau membeli banyak sekali? "
"Kalau montok kaka... "
PLAK!
Aoi mendapatkan stempel Izanami diwajah kirinya. Mata Izanami mengeluarkan api.
Aoi menundukan kepalanya. "Maaf. "
Izanami menghela nafas. "Jangan lupa mengerjakan PR. " Izanami membuka satu bungkus eskrim dan memakannya, lalu pergi.
"Aku kerja dulu. "
Aoi mengkhawatirkan keadaan kakaknya. "Mereka kembar, tapi tidak akur. " celetusnya.
"Aoi! " Tamao berlari lalu memeluk Aoi dari belakang. "Ayo ikut aku! " Tamao membawa adik kecilnya ke kamar dan memakai sweter hasil rajutannya. "Ini hadiah musim dingin. "
"Wahhh! "
"Kau senang? " Aoi mengangguk.
***
Sembilan tahun telah berlalu, Kaoh sudah berusia delapan tahun dan Arylin berusia tiga tahun.
Saat itu Aoi mengajar di sekolah menengah atas sebagai wali kelas dikelas tiga. Disana ada murid unggulan bernama Tsubomi. Walau dari keluarga tidak mampu, dia sangat pintar dan beretika.
Dia adalah teman pertama dan sahabat Aoi. Dia pernah menyelematkannya dari perundungan karena dijauhi teman-temannya karena dia seorang pengidap autisme.
Tetapi, sebenarnya itu tidak benar. Karena tubuhnya yang kecil dan dia terkadang lamban untuk belajar. Dan, karena kekuatan yang menakutkan bagi Orcha yang ia rasa akan berbahaya untuknya.
Aoi selalu berpura-pura polos dan bodoh, tapi sebenarnya dia jenius. Tsubomi adalah cinta pertamanya.
Tapi, seiring berjalannya waktu dia melihat pemandangan yang mengejutkan yang membuatnya geram.
Sejak saat itu, dia sangat membenci Tora dan sikapnya pun berubah. Pada akhirnya, dia memberanikan diri.
"Ada apa, Aoi? "
"Senpai, aku menyukaimu. " Tsubomi terkejut, dia mendekati bocah itu dan memeluknya. "Terimakasih, tapi aku hanya ingin kau menjadi adikku."
Hatinya rapuh dan terbelah. Aoi berubah menjadi pemurung. Perubahan sikapnya terlihat oleh Tamao dan juga Izanami.
"Apa kau ada masalah? " Tanya Tamao. "Ceritalah padaku. "
__ADS_1
"Aku baik-baik saja. "