Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
81. Raja Sesungguhnya


__ADS_3

Saat tubuhnya tertusuk diantara es yang tajam, matanya terbuka. Dia berharap Oroi kalah juga, tapi dia tercengang karena yang berada diatasnya tertusuk oleh katananya adalah Shen yang sedang terbelalak.


Sejak kapan a... ku.


STGRK!


Pisau-pisau yang terbang itu terjatuh menembus seluruh tubuh Yuan yang telah tertusuk diujung palung es.


Tubuh Shen yang telah tertusuk katana milik Yuan pun jatuh ke bawah dengan cepat dan memecahkan sebagian tubuhnya.


Angin berhembus dengan kencang ketika bongkahan es dan tubuh kedua gadis itu menghilang. Suhu udara disekitar menurun menjadi dingin.


Oroi turun ke tanah, berjalan menuju singgasana raja yang telah disediakan. Sembari merasakan aura disekitarnya.


"Jadi, itu rencanamu ya. " Oroi menoleh ke belakang, ia melihat Kento yang berdiri dengan bugar dan sehat menyakui kedua tangannya.


Dia tidak dapat membaca aura Kento. Seperti yang anda duga. Dia memang...


"Kau merencanakan ini sejak awalkan? "


Oroi membalikkan tubuhnya. "Jadi begitu ya. " Oroi terkekeh kecil.


"Apanya yang lucu?"


"Bukankah kau juga telah merencanakan sesuatu. Misalnya kematian palsumu?"


Kento menyeringai. "Bukankah kita itu sama... Ingin saling menghabisi tanpa gangguan. "


"Sialnya, itu benar. "


"Ternyata kau orang yang ambisius."


"Soalnya aku telah berjanji pada seseorang untuk memenangkan pertandingan ini, agar dia tidak malu dikalahkan olehku. Dia itu akan merasa malu jika telah dikalahkan oleh pecundang. "


Suara itu menggema hingga wajah layar. Pasti yang dia maksud... Semua melirik ke adah Yui yang mulai jengkel.


"Kau hanya ingin menikmati inikan? "


"Apa maksudmu? "


"Lupakan saja. "


"Ehh? " Kento memiringkan wajahnya. Hei, apa aku boleh bertanya? " Oroi mengangkat wajahnya. "Apa kau tahu tujuan permainan ini dan apa keuntungannya jika menang?"


"Humph. Maaf tapi aku juga tidak tahu. "


Oroi membuka kembali roda nasibnya. "Tychokinesis. " Oroi mengaktifkan kemampuannya.


Dia mengubah arah jalur serangan Kento, tetapi serangan baliknya tidak mempengaruhi Kento. Hingga secara tiba-tiba dia merasakan dadanya sangat sesak. Nafasnya tidak dapat diatur olehnya.


"Kau mulai merasakannya ya. " Kento mendatanginya.


"Apa maksudmu? "


"Kemampuan pneumakinesis milik Bella bukan hanya sebatas mengatur dan memanipulasi nafasnya saja, tapi juga nafas orang lain."


Oroi setengah terjatuh, dadanya semakin sesak dan sakit. Diluar arena, Yuan telah membuka matanya. Dia melihat Shen telah bangun lebih dulu.


"Kau bangun. " Yuan memgangkat tubuhnya yang berbaring, lalu duduk dan melihat pertarungan yang belum usai.


"Kekuatanmu masih berdampak padanya. "


"Kenapa bisa? Padahal... "


"Itu karena bukan kemampuan psikis kita yang hilang , tapi hanya keluar dari tubuh kita saja. " Elize menyela.


Oroi mulai meringis sakit, dia merasa seperti dicekik keras. Nafasnya terbata-bata. Tubuhnya tak bisa bergerak bebas, bahkan ia pun tak dapat berbicara.


Kento telah berdiri tepat dihadapannya, ia jongkok dan menepuk bahu Oroi. "Kau harus segera dibawa ke bagian medis. "


Oroi menatapnya tajam. Kento berdiri membalikkam tubuhnya, berjalan meninggalkan Oroi. Semua tulang didalam tubuhnya keluar.

__ADS_1


"Argkh! " membuat Oroi berteriak dan mati. "Kemampuan osteokinesisku pun memiliki kinerja yang sama. " Kento menoleh beberapa detik.


Pemenang permainan maut ini adalah... Selamat Kuchisawa Kento! Potongan kertas warna menjatuhi tubuhnya.


Kuchisawa Kento silahkan naiki tahtamu! Kento berjalan ke arah kursi emas itu, lali duduk diatasnya. Tiba-tiba, diataa kepalanya muncul sebuah mahkota dan jubah terbang yang hinggap ke punggungnya .


"Permainan telah selesai. Ayo, kita bicarakan soal korban yang baru saja ditemukan, Shiroi."


"Baik, Tuan Kaoh. "


Mereka membahas tentang pembantaian yang terjadi diantara warga sipil, dan juga menyatunya kembali dimensi mereka kecuali arena permainan berlangsung.


"Ya ampun, aku seperti masuk film disney. Apa aku si buruk rupa? " Keluh Kento. "Merepotkan. "


Yui terus memandangi wajah temannya itu dari layar. "Teman-teman! " Suichi yang baru datang. "Shiren, telah sadar! "


Semua menjadi sumringah terlihat dari wajah mereka. "Syukurlah. " Sahut Sana.


"Sisanya tinggal dia seorang. " Celetuk Nishimiya. Semua langsung terdiam lagi.


"Senpai, sebaiknya kaliam segera menemuinya. Biar kami saja yang tetap disini. " Sahut Nana.


Mereka pun pergi ke rumah sakit, kecuali Totsuki dan Yui. "kalian tidak ikut? " Tanya Hana.


"Kami akan menyusul. " Jawab Yui.


"Ya, aku memiliki firasat tidak enak. " Sambung Totsuki.


"Hei, jangan bilang gitu dong! " Sana menampar punghung Totsuki. "Dasar. "


***


"Kita harus segera menangkap mere... " Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. "Permisi. "


"Aku yang akan membukanya. " Araumi membuka pintu itu.


"Maaf Tuan, ada paket yang dikirimkan untuk perdana menteri. "


"Aku? "


"Kalau begitu saya permisi. "


***


"Makanan? " Kento terbelalak dengan banyaknya makanan mewah didepannya.


"Aku jadi lapar. " Gumam Udon. "Dasar. " Sindir Shibuyaki.


Nabari dan Yuriko berpisah untuk mencari kedua orang itu. Lawliet nampaknya menemukan Wiles yang sedang asik duduk diatas sebuah gedung.


"Kau disini rupanya. "


"Kenapa kau slalu mencariku? "


"Kita dapat misi baru darinya. "


"Begitukah. "


Saat mereka akan pergi menuruni gedung itu, Nabari telah berada dihadapan mereka. "Yo! "


Setelah adanya pertarungan diantara mereka, akhirnya Nabari dapat menyelesaikannya.


"Jawaban mereka benar-benar naif. " Nabari menghilang seperti angin.


Gelang-gelang yang terpasang ditangan para Sandera telah terlepas. "Akhirnya selesai ya, Rui-san. " Rui mengangguk. "Tapi... " Haruko menunduk lemas.


"Ada apa? "


"Kita tidak akan bisa bertemu dia sekarang bukan? " Haruko menatap langit.


Seorang perawat berteriak kecil membuat mereka terkejut. Haruko berlari menghampirinya. Yuan dan Shen terjatuh seperti mau mengejar sesuatu, tapi karena tubuh mereka lemah jadi tidak bisa.

__ADS_1


"Menghilang. " Gumam Haruko. "Apa yang terjadi? " Rui yang menyusul.


"Mereka menghilang. " Jawab lerawat itu.


Oroi dan Elize menghilang sebelum kemenangan mereka.


***


"Kau memesan sesuatu? "


"Tidak. "


"Apa kita boleh membukanya? "


"Ya. "


Fubuki dan Araumi membuka kotak paket itu bersama. Betapa terkejutnya mereka saat melihat isi paket tersebut.


"Ada a... " Izanami pun ikut tercengang bersama Shiroi yang berada disebelahnya.


Kaoh yang penasaran pun ikut melihat. Matanya membesar dan ia langsung menahan mulutnya.


"Kakak... " Arylin yang baru datang. "Ini data yang kau butuhkan. Apa yang sedang kalian lih... " Kaoh cepat-cepat menutup mata dan mulut adiknya .


"Jangan berteriak. " Arylin mengangguk.


Izanami melihat secarik kertas surat dan ia mengambilnya, lalu membacakannya.


"Aku telah membereskan tersangka pembunuhan. tertanda, ketua Kuroneko. "


"Nabari. "


"Aku benarkan! " Kai menyeru dari muka pintu.


"Tuan Nishimiya, sejak kapan anda... "


"Shiroi, senang bertemu denganmu. Tapi, kurasa kau tidak menyukainya, Perdana menteri? " Fubuki menatapnya sinis.


"Apa kau kecewa karena aku masih hidup? "


"Apa yang ia maksud, Fubuki? " Izanami menyela.


"Aku hanya menganggap ia berhianat, jadi aku sedikit mengamcamnya. Tapi, sepertinya kau berhasil lolos, Nishimiya Kai. "


Kai tersenyum masam. "Kepala itu bukti dari sang raja yang dihianati anak-anaknya. "


"Ra... ja? "


"Ada apa Arylin? "


Kai menyeringai.


BLuBK!


Yui dan yang lainnya yang berada di kursi penonton tercengang melihatnya. Arylin cepat mengidupkan kembali televisi didalam ruangan itu.


Membuat mereka semua kaget. "Sudah kuduga. " Gumam Arylin. "Karena semenjak Kento menang, ia hanya disebut pemenang bukan raja. Raja sesungguhnya adalah... "


Sepuluh menit sebelumnya. "Wah, aku harua makan dari mana ya, bingung sekali." Saat Kento telah memilih buah apricot untuk ia makan terlebih dahulu, tiba-tiba dia merasa mual dan mau muntah.


Seseorang berbisik dari belakang ke telinganya. "Halo, senpai. "


HUGK!


Kento muntah darah, dia melihat kebawah. Tubuhnya telah dilubangi oleh tangan bocah iru. Kento melirik ke belakang. "Na... " Kento mati dan menghilang.


Bocah itu duduk disinggasana, menyilangkan kakinya. "Kita sambut sang raja sesungguhnya! " Nabari menyeringai.


"Nah, bagaimana kalian yang bukan esper menangkapku sekarang? "


Fubuki menerima telfon dari nomor tidak dikenal, namun dia tahu itu siapa. Fubuki mengangkatnya. "Tuan, ini gawat! "

__ADS_1


"Shunji, ada apa? " Semua menoleh ke arah Fubuki.


"Perangkapnya telah hilang. "


__ADS_2