Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
60. Pengakuan Teman


__ADS_3

"Siapa kau? Kenapa kau ada didalam tubuhku?! "


Tomoe yang melayang memegang wajah Nabari. "Sstt. "


"Apa kau hantu? "


"Bukan. "


"Kau ada dilukisan kamar kakek! Kakek, ada hantu! " Nabari merengek, membuat Tomoe mulai jengkel.


Tomoe melipat kedua tangannya dan turun dengan kedua kakinya. "Kau menganggapnya kakek saat ketakutan ya. "


"Kakinya napak! "


PLAK!


Nabari merengek lagi. "Heu, kenapa kau menamparku? " Bocah ini benar-benar merepotkan.


"Tomoe-san, kau jahat padahal kau cantik. "


"Jadi kau tahu aku?! Huh! " Tomoe menghrla nafas dengan emosi. Keasabarannya hilang.


Tomoe duduk menyila dibawah Nabari tepat dihadapannya, menunggu dia berhenti merengek.


"Kenapa kau memilihku? Karena aku anak ibuku? Heugh."


"Bukan ibumu yang terpilih, tapi Tamao. Kakek kedua kakakmu, Orcha. Dia mengetahui itu saat Tamao berusia dua belas tahun, saat itu Tsubomi yang masih bayi dibawa oleh ibunya yang seorang pekerja untuk menjadi wadah pengganti karena ia tahu tubuh itu akan diambil alih olehku. "


"Jadi kau mau mengambil tubuhku? Pergi sana! "


"Diam dan dengarkan dulu! "


"Galaknya. "


"Huh." Tomoe mengikat rambutnya, lalu mengangkat wajahnya sembari melipat kedua tangannya.


"Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya padamu. Sejak kapan kau mengetahui tentangku? "


"Aku tahu kau, karena setiap hari kakek selalu membicarakanmu. Kau adalah model buku sejarah keluarga Hitsuziaki. "


"Jadi karena itu. " Tomoe membuang wajah. "Kenapa kecewa gitu? Soal lainnya, aku baru menebak tadi. " Cuma tebakan?


"Ekh-hm. Aku memang akan mengambil alih tubuh wadahku, tapi aku tidak akan melakukannya padamu. Siapa juga yang mau menyatu dengan bocah seperti... Jangan menangis! "


"Padahal kalau aku jadi montok, aku bisa... "


BBUK!


Tomoe memukul kepala Nabari dengan tinjunya. ,Tomoe menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.


"Lalu, kenapa ibuku dipilih? " celetuk Nabari.


"Itu karena bagi Orcha, aku adalah ancaman baginya. Dan jika itu bukan tubuh putrinya, dia akan dengan mudah untuk membunuhku dan wadahku. Tapi, sepertinya cerita ini bukan didalam areanya. "


Nabari membungkam dengan wajah yang serius menatap Tomoe. Dia...


"Aoi mengetahui kalau Tsubomi diam-diam dijadikan percobaan selama hidupnya agar pemindahan wadah sempurna, tetapi saat itu belum selesai dia meninggal karena melahirkanmu. Membuat Orcha, harus mencuri jasadnya. Setelah dua hari, Tamao pun meninggal dan mayat keduanya dipertemukan. "


"Apa kematian nyonya Tamao... " Tomoe mengangguk. "Itu rencana Orcha. Dia lebih baik melihat putrinya juga mati, agar ketika mereka mati, dia dapat mengeluarkan aku dan menyegelku. Lalu, dia membakar jasad keduanya ditempat yang dirahasiakan. "


"Jadi, yang dimakamkan... "


"Ya, itu jasad imitasi. Jasad asli Tamao sebenarnya..."


"Aku mengerti. Lalu, apa hubungannya dengan Aoi dan kenapa kalian bisa hidup lagi?"


"Orcha tahu kalau Aoi selama ini selalu mengawasinya, dia membunuh ayah Tsubomi yang dijadikan sebagai pengawalnya agar ditemukan oleh Aoi dan membuatnya menjadi tersangka."


Nabari menahan tawa. "Apanya yang lucu?"

__ADS_1


"Maaf, tapi aku tidak pernah membayangkan psikopat sepertinya menyelrmatkan orang. "


"Tapi, dia menyelamatkanmu. " Tomoe membungkam Nabari dengan pernyataannya. "Dia bukan Psikopat. "


Nabari terdiam. "Alasan kenapa kami kembali, kau tahu Sasaki kan? Namanya sekarang adalah Karazaki. "


"Ya. "


"Karena dia bebas dari segel itu membuatku juga lepas, tapi karena wadahku sudah semuanya mati aku tidak bisa keluar dan akhirnya melihatmu diusia lima tahun, kukira kau adalah anak perempuan. "


"Jadi waktu itu ya. " Nabari membuang wajahnya yang terkekeh kesal. Kenapa dia? "Dan, ternyata kau adalah anak lelaki. "


"Maaf, tapi apa kita bisa melewatkan itu. sembilan tahun lalu, itu sudah lama. " Aku tidak akan membiadkan aibku terbuka.


Tomoe mengangguk. "Dan, lima tahun yang lalu Tsubomi tiba-tiba muncul. Dia diselamatkan oleh Han shuji dan dijadikan bawahannya. "


Nabari tertegun. "Lima tahun katamu? "


"Dia tidak menceritakannya?" Nabari menggelengkan kepalanya. "Tapi, dua tahun yang lalu dia menemukan rahasia Han shuji dan mulai mencari Tora, tapi dia malah bertemu orang lain. Dia memiliki tato kalajemgking diwajahnya. " Itu Yakuze. Batin Nabari.


"Mereka pun bekerja sama sebagai mata-mata. Tsubomi tau tentangmu darinya, karena Tsubomi bertanya tentang anaknya apakah masih hidup. " Tomoe berhenti sejenak, melirik Nabari yang menunduk. Dia pun melanjutkan ceritanya.


"Lalu setelah dia mati, Tamao pun muncul dari sel genetikku yang tertempel ditubuh Sasaki. Penelitian gagal Han shuji yang dikatakan tak akan berhasil, tiba-tiba saja hidup karena kematian seseorang. Mungkin itu ada kaitannya karena mereka berdua pernah jadi wadahku. "


"Lalu, apa tujuanmu? "


"Apa kau tahu Sasaki telah mati?


"Mati? Dia? "


"Siapa yang membunuhnya? Kau berfikir begitukan? "


Nabari menatapnya tajam. "Sasaki sebelum dia menghilang, keparat itu menemuiku. Dia bilang aku harus menghapus semua kekuatan psikis dari bumi ini. "


"Menghapus kekuatan psikis? Kau bercanda!"


"Aku fikir juga itu lucu pada awalnya, tapi setelah aku lihat, ada seseorang yang lebih berbahaya dari keparat itu. Orang yang berpengaruh di zaman ini. "


"Kalau begitu, aku akan mengambil alih tubuhmu sampai kau mengerti. "


"Apa? Hei kau mau kemana?, berhenti! "


"Oya, aku lupa. Tolong jaga barang-barangku ya sebelum aku datang, atau bisakah kau mengantarkannya ke kelompok bangau putih... "


"Hah? "


"Kau bisa menanyakannya pada Mae. " Nabari terbungkam. Mae?


***


Disisi lain, Tamao dan Tora telah membawa Aoi pergi dari gedung Hanabari.


"Kau hidup. "


"Tentu saja. aku tidak akan mati ditangan mereka. "


"Mengecewakan. "


"Apa?! "


"Nabari." Tora menyela pertengkaran mereka.


Nabari menolehkan wajahnya. "Tomoe. "


"hei, apa maksud... Dia masih dikendalikan? "


Tomoe tersenyum. "Kau cekatan. Aku menjadi putramu dulu sebentar, aku harus pergi ke suatu tempat. "


"Suatu tempat? Dimana? " Tanya Aoi.

__ADS_1


"Aku takkan memberitahumu. "


Tora menarik tangan Nabari, tidak itu Tomoe. "Kenapa kau tidak merubah ke penampilanmu?"


"Putramu sama kerasnya seperti dirimu. " Tomoe melepaskan genggaman Tora. "Sudahlah aku takkan lama, aku hanya akan ke bangau putih. " Tomoe pun pergi dengan telerportasinya


"Hei, kau membiarkannya pergi? Hei! " Tora mengabaikan Tamao. "Sialan! "


"Tenanglah, kakak. Tidakkah kau lihat wajahnya?"


Nabari apa kau lihat itu? Tomoe tersenyum. "Semuanya, aku datang! " Semua tertegun melihat kedatangan Nabari.


"Jangan kaget, ini aku. "


"Suara itu... Yang mulia? " Tanya Rui. "Lihatlah yang buta lebih cekatan, maaf. "


"Tidak masalah. Aku memang tidak bisa melihat wajahmu. "


"Kenapa anda berpenampilan... " Belum selesai Momo bicara, Kuchisawa datang dengan perasaan membeku.


Tomoe menoleh dan mendatanginya. Dia berubah menjadi Nabari kembali. "Mae. "


"Eh, suaranya berubah? "


"Nabari."


Kuchisawa mengajak Nabari ke ruangannya untuk berbicara.


"Ini minumnya. " Gadis berpita itu mentatakan kedua cangkir teh untuk mereka.


"Cocok untukmu, pilihan nona Tomoe memang bagus. Kau cantik. " Wajah gadis itu memerah. "Kau terlalu berlebihan, terimakasih. "


"Kau bisa kembali Aya, terimakasih. " Aya pun keluar dari ruangan itu.


"Nabari, aku... "


"Sejak kapan? " Nabari menyeruput teh yang sudah disajikan didepannya.


"Sejak pertama. "


"Jadi semua kejadian alat esper itu..."


"Ya. Aku yang membagikannya. Awalnya aku berniat untuk membuat esper dikenal tanpa mereka takut. "


"Makanya kau menjual info tentang kami. " Kuchisawa mengangguk. "Aku hanya ingin persepsi mereka untuk kita... Tapi... "


"Tapi? "


"Ada yang mengacau, aku masih mencari tahunya. Lalu, aku menemukan kebenaran alat esper yang dianggap sebagai produk gagal, aku mencurinya, aku tahu dari situ bahwa ini membutuhkan energi dari esper asli. "


"Lalu Kau mencuri data kami? "


"Tidak hanya aku dan kalian, tapi para esper tikus jalanan itu juga. Lalu, aku bagikan ke mereka yang menderita karena esper untuk membalas dendam. Tapi, tidak kusangka semua itu juga akan kacau. "


"Seharusnya kau tahu bagaimana orang dewasa. Mereka akan serakah setelah mereka kuat."


"Aku lengah. " Nabari menyilangkan kakinya, dan memajukan dadanya. "Kau dibawah perintah siapa? "


"Ayahmu. Dia sebenarnya sudah mati, dia yang sekarang adalah dia dari masa lalu saat kau baru berusia satu minggu."


***


"Kakaku sudah pergi? " Fubuki terkesiap. "Nabari, apa yang... " Nabari menodongkan cutternya.


"Apa yang kau lakukan? "


"Fubuki-san, sepertinya kau terlalu jauh mencari yang kau cari. "


"Apa maksudmu? "

__ADS_1


"Kenapa tidak mencari tahu sendiri. Kau membuat kakaku kesulitan. Ah, festival sekolahku akan segera datang, maukah kau mengajukan diri untuk berjaga? Firasatku mengatakan, akan ada tamu yang datang memberi kejutan. "


Saat Nabari akan pergi dari temoat Fubuki. Dia merasa Nabari berbeda dari biasanya. "Kau bukan Nabari kan? " Nabari menoleh dengam senyumannya. "Entahlah. "


__ADS_2