
"Kau? Tidak mung... kin! " Shunji berusaha melepaskan genggamannya, tapi itu terlalu keras.
"Aa! " Kuchisawa menarik Shunji dengan keras. Dia terbangun dan menahan Shunji dengan tubuhnya, lalu melepaskan selang oksigen yang terpasang padanya.
Kuchisawa tersenyum sadis. Shunji terbelalak. Wanita itu akan menyerang Kuchisawa dengan pisau yang tertempel di sepatu haknya, tapi Kuchisawa telah bergerak lebih dulu. Dia mencekik Shunji.
"Sudah kami duga. "
***
Nana datang bersama dengan Aoi dan Nabari ke pemakaman Eurasia dan Wiles.
Tangan mereka diikat dengan tali dan digiring oleh Nana. "Ehh? " Kaoh dan Arylin terkejut.
"Kakak Lin, pasti anda ingin menanyai tentang para gurukan? " Kaoh terkesiap langsung menoleh ke adiknya itu.
"Apa yang kau rencanakan? "
"Kau sudah sembuh ya. "
"Aku tidak sakit. " Arylin meliriknya sinis. "Uhm. " Kaoh membuang muka.
"Aku sudah membawa mereka. " Nana menarik tali yang mengikat kedua lelaki itu.
"Dia sangat mirip dengan... ugk. " Izanami menutup mulut Azami.
Ketika acara pemakaman telah selesai. Arylin memanggil Nana. "Kalian apakan mereka?"
Nana terkekeh. "Mereka sedang mabuk. "
"Ehh? "
Kaoh menghela nafas. "Sangat mir... " Kaoh langsung membuang wajah setelah berpapasan dengan mata Izanami yang telah menatapnya tajam.
"Ayo kita temui mereka! " Suruh Izanami. Mereka pergi ke ruang bawah tanah, kecuali Araumi yang kembali ke tempatnya Lichita.
"Bagaimana? "
"Sudah. "
"Syukurlah."
***
Mereka terkejut ketika kembali melihat Aoi dan Nabari yang telah berubah menjadi Oroi dan Denki.
"Denki-kun? " Nana dan Kaoh bersamaan. Mereka pun saling bertatapan. "Ehh? "
"Kalian pasti terkejut. " Yahiko datang secara mendadak di antara mereka. "Aku beri kalian satu orang lagi. " Yahiko melempar tubuh Yota yang masih tertidur.
Kaoh menangkapnya. "Aku titip mereka. " Yahiko pun pergi.
"Tu... tunggu ... Dia pergi."
Arylin menampar Yota hingga terbangun. "Aku akan membunuhmu! Ehh. "
"Membunuh siapa? " Arylin melipat kedua tangannya. "Katakan. "
Tubuh Yota merinding dengan tatapan itu. "Na... Nabari. Dia telah membunuh Yuriko!"
__ADS_1
"Kanazawa Yuriko lah yang telah mengambil. jalan itu. " Oroi menyela. "Benar, Kanazawa-kun sangat setia pada Tuan muda. " Sambung Denki.
Yota bangun dan langsung melabrak. keduanya yang terkurung. Dia memukul sel kaca khusus anti pecah itu dengan tinjunya.
"jangan bicara sembaranga... Akh! Arylin-san kenapa anda memuk... Eh, No.. na Izanami. "
"Kau berisik. Jika kau tidak tahu apa-apa jangan asal bicara. "
***
"Sudah kami duga. " Aoi datang bersama Shiroi setelah melaporkan kenjanggalan dirumah sakit tempat Kuchisawa dirawat.
Awalnya dia tidak percaya sehingga Aoi harus benar-benar meyakinkannya. Tetapi akhirnya Shiroi percaya berkat Totsuki, Yui dan Kento yang datang membantu Aoi.
"Kenapa kalian membantuku? "
"Maeta adalah adikku. Ditambah..." Kento mengingat saat dimana dia ditusuk disinggasana raja dalam permainan maut babak terakhir.
"Maaf, tapi ini rencana Tuan Nabari. " Yahiko menjelaskan rencana bocah itu pada Kento. "Lakukanlah. "
"Ini telah kalian sangka sebelumnya bukan? Jadi, inilah saat yang telat untuk kalian melakukan rencana itu. " Yui menempelkan sikutnya dibahu Kento.
"Woy, berat tahu."
"Ayah, Tuan Fubuki itu... "
***
Shiroi masuk ke ruang inap Kuchisawa dan dia terkejut saat melihat bocah itu telah bangun dan menahan Shunji.
Shiroi langsung menangkap Shunji dan membawanya ke kantor polisi untuk diinterogasi.
"Jadi kau cuma pura-pura? " Kento datang menemui adiknya. Kuchisawa membalikkan tubuhnya.
Ketika asap dan kabut beracun yang menyerang desa mereka, Saat itu Putra sulungnya sedang sakit parah. Diantara warga desa hanya merekalah yang tersisa.
Karena sakit Kento yang semakin parah dan tak dapat berjalan, wanita itu meninggalkan anak bungsunya yang tertidur dan membawa Kento ke desa sebelah untuk mencari dokter.
Setelah mereka menemukannya dan Kento telah dirawat dia menitipkan putranya kepada pihak rumah sakit dan kembali ke desa. Awalnya mereka melarang Okkotsu karena keadaannya juga yang harus dirawat, namun dia bilang kalau putranya ada yang tertinggal.
Tetapi saat dirinya datang ke desa kembali dan akan membawa Maeta pergi, dirinya tidak dapat menobang tubuhnya lagi dan dia pun mati mengenaskan.
Saat itu Aoi menemukan bayi Maeta dan membawanya hingga Tora yang mengadopsinya.
Sepuluh tahun kemudian, saat Kento berusia lima belas tahun dan Maeta tiga belas tahun. Ketika itu, Kento yang sedang membolos dari kelasnya Kyile pergi ke taman hutan yang berada dibelakang sekolah.
"Kau yang disana! " Kento menghentikan langkahnya, dia melihat bocah SMP yang mendatanginya.
"Kau sedang membolos ya, murid Hanabari? "
"Bukannya kau juga, anak SMP? " Kuchisawa tersenyum jahil. "Siapa namamu? "
"Kau tidak punya sopan santun... Aku Kento, Kuchisawa Kento. "
"Kuchi... sawa? "
"Kenapa? Namaku seaneh itu? "
"Tidak, bukan... Tapi, nama kita sama. " Kento mengerutkan dahinya. "Aku Kuchisawa Maeta. " Mendengar itu Kento terbelalak.
__ADS_1
"Kau berasal dari mana? "
"Aku muridnya master. Dia bernama Hitsuziaki Tora, ayah Tuan Kaoh. Aku tidak begitu tahu, tapi dia bilang aku adalah satu penyintas yang selamat dari sebuah desa. "
Kento langsung mendekati dan memegang kedua pundaknya. "Kenapa menatapku seperti itu? "
"Kau... Apa kau adalah adik... "
"Mae! " Teriak Nabari yang berlari kearah Kuchisawa. "Ketemu! Ehh... siapa dia? "
***
"Aku tidak pernah menyangka akan bertemu di Hanabari walau anak itu menganngu kisah haru kita dengan aksi konyolnya. Dan... Ah, aku tidak ingim dia datang hanya untuk menendang punyaku. "
Kuchisawa terkekeh. "Itu karena dia sangat membenci sifat Kaoh yang seperti itu. "
"Hachwi! " Kaoh mengusap ingusnya. "Kau kenapa? " Tanya Arylin.
"Hidungku gatal. "
Kento duduk dikasur pasien dan menyuruh adiknya juga duduk disebelahnya. Kento merangkul Maeta. "Jadi kau berpura-pura?"
"Itu sangat sakit. "
"Jadi sungguhan. Menurutmu, apa yang sebenarnya dia rencanakan? "
"Dia itu keras kepala. "
***
Kaoh menerima telefon dari Fubuki bahwa Shunji ditangkap karena ingin melukai Kuchisawa. Dia kaget dan menceritakannya pada Izanami dan Arylin.
"Sudah kuperingatkan. " Tanpa mempedulikan protes dari kedua wanita itu, Kaoh pergi ke kantor Shiroi.
Disana Aoi bergabung dengan Shiroi mengintrogasi Shunji. "Dia tak mau bicara apapun. " Sahut Shiroi.
"Dimana Han Shunji yang asli? "
"Apa maksudmu, Aoi? "
Shunji menyeringai. "Menerutmu dimana. "
Kento datang berbarengan dengan Fubuki dan turun dari mobil mereka. Masuk kedalam. kantor Shiroi.
Saat mereka masuk sedang ada kericuhan. asap mengepul didalam. ruangan.
"Ada apa?? " Tanya Kaoh kepada salah satu polisi disana. "Dia melakukan bom bunuh diri."
"Apa? "
Shiroi terbangum dibawah Aoi yang melindungi untuk melompat keluar. Dia bangun dan membalikkan tubuh Aoi.
Dia melihat Aoi yang telah terluka dan kakinya setengah menghilang. "Kau... ba... ik-baik s.a..ja? " Dia berbicara lirih dengan darah yang mulai mengucur.
"Aoi! "
Kaoh dan Fubuki yang mendengar itu langsung berlari mendatangi mereka. Kaoh terbelalak melihat keadaan Aoi yang parah.
"Paman. " Aoi terkekeh . "Jangan memasang wajah seperti itu, Ohkun. "
__ADS_1
"Panggil ambulan! " Seru Fubuki.
"Sudah, mereka sedang dalam perjalanan. "