
"Kami adalah Kelompok ******* Kucing Hitam, akan membuat kalian saling bertarung memperebutkan kekuatan. "
Aoi menyeringai sambil menikmati segelas kopi di kedai itu. "*******? Ini bahaya! " Celetus salah satu orang disana.
Karakter utama yang menjadi villain. Nah, akan bagaimana dirimu Kaoh?
Kaoh termenung melihat itu. "Kakak, bagaimana ini kekuatan kita... "
"Walau kekuatan Hitsuziaki tidaknkembali, tapi kalian masih bisa bekerja sama dengan kami dalam persenjataan. Walau itu adik kalian, apa kalian akan melakukannya? "
"Tentu saja. "
"Kakak... "
Arylin menundukan kepalanya, merenung dan mengepalkan kedua tangannya, menggigit antar gerahamnya.
"Tunggu! Nabari! " Teriakan itu menghentikan Nabari. "Tuan." Bisik pria yang memakai topeng. "kalian duluan saja. "
"Naba!" Nabari membalikkan badannya. Disana telah ada ketiga sahabatnya.
Nabari memasang wajah datar dan dingin. "Nabari, kenapa kau melakukannya pada Mae?!" Teriak Nana.
Ichi dan Nishimiya memastikan keadaan Kuchisawa. "Dia belum mati, tapi nadinya semakin melemah. Kita harus segera membawanya. " Sahut Ichi.
Nabari terkekeh. "Apa yang kau tertawakan, Naba! " Seru Nishimiya. "Bawalah dia kalau kaliam tidak ingin dia mati. "
"Kami yang akan membawanya! " Morita dan Lamia, Lucas juga Asumuri telah menyusul mereka.
"Tolonglah. " Mereka membawa Kuchisawa yang terluka, kecuali Lamia. Lamia menyerang Nabari dengan kekuatannya, tapi dikalahkan dengam sekejap mata. Tubuhnya terpental jauh.
"Lamia-chan! " Lamia berdiri dengan perlahan. "A...ku baik-baik sa... ja. "
Nishimiya disusul Ichi menyerang Nabari dan pertarungan mereka cukuo hebat. Tubuh besi Nishimiya dan angin Ichi adalah kombinasi kuat untuk melawan Nabari.
Nana membantu memapah Lamia ke sisi dinding dan menyenderkannya. "Pergilah, bantu mereka."
Nana diam-diam mengirim viniksnya tetapi Nabari bisa mendeteksinya dan menghilangkannya bahkan shuriken angin Ichi juga.
Nabari juga dengan mudah menahan semua hantaman dari Nishimiya hanya dengan satu tangannya. Tiba-tiba, Nabari menghilang lalu muncul diantara mereka bertiga dan mendorongnya jauh.
Yamamoto datang membawa beberapa orang kepadanya. Kento yang menangkap Ichi, Yui menangkap Nana dan Totsuki yang menahan Nishimiya.
"Senpai. "
"Diamlah disitu. "
Buk!
"Ehh, kenapa kau melempar orang yang babak belur? " Sindir kento.
"Berisik. "
"Nabari! " Nabari menahan tinju Aiman yang menyerangnya dari belakang tanpa melihat. Lalu, dia mendorongnya namun Shiren datang tepat waktu.
"Kutangkap! " Shiren dengam senyum lebarnya. "Sial!" Bisik Aiman.
"Semua datang?" Nabari menjetikkan jarinya. Sebuah bola energo yang sangat besar meledak seperti angin ****** beliung dan membuat pandangan orang tertutup.
Nabari pun hilang dari hadapan mereka. Kita bertemu lagi. Suara itu pun menghilang.
Izanami memukul meja kantornya. "Ibu, tenanglah.."
"Bagaimana aku bisa tenang? " Rui kembali duduk dikursimya.
"Apa yang dia fikirkan? " Gumam Izanami.
Rui mengerutkan dahinya. Nabari, kenapa
aku...
***
__ADS_1
"Tuan muda. " Pria bertopeng bawah itu membungkukkan tubuhnya.
"Oroi, apa dia sudah datang? "
"Belum, mungkin sebentar lagi. "
"Aku akan keruanganku, suruh Elize menyiapkan susu dan pasta fusili untukku. "
"Baik, tuan muda."
Oroi pun menyuruh Elize untuk menyiapkan pesanan Nabari.
"Uwow! Baiklah, segera kubuatkan spesial untuk tuan tampan!" Elize sangat bersemangat.
Oroi menarik rumbai di lengan baju Elize. "Jika kau berani meracuninya, aku akan membunuhmu."
"Uhh, bukankah itu kau? " Oroi melepaskan cengkramannya. "Pokoknya cepat. "
Elize merapikan pakaiannya. "Oy! "
Nabari yang sedang santai membaca buku diruangannya telah kedatangan seorang tamu. "Tuan muda. "
"Bagaimana? "
"Mereka tidak mengetahui apapun dan mengira semua baik-baik saja. Mereka sangat menikmati liburannya. "
"Tetap awasi mereka, khususnya Sang Putri. "
"Baik. "
"Kau tidak akan berhenti, aku sudah jadi penjahat sekarang ini Mr. Chovez. "
Chovez tertawa. "Aku sudah sejak awal dijadikan kambing hitam. " Nabari tersenyum kecil.
"Tuan, pesanan sudah siap!Uh,ada pak tua ternyata. "
"Elize, simpan disini. " Nabari menunjuk ke mejanya.
"Oy! " Elize menyimoan semua hodangan itu didepan nabari.
Elize memandamgi wajah Nabari dari dekat, lalu chovez berbisik. "Dia sangat manis kan? " Elize mengiyakan. "Uhm, uhm, dia sangat menawan. "
"Pergilah, kalian meganggu makan siangku. "
***
Azami bertemu Aoi secara rahasia. Mereka saling duduk membelakangi dan berbicara. "Benarkah hanya ini satu-satunya cara?"
"Dia sih bilang begitu." Aoi menyendoki es Parfait nya. "Uhmm, sudah lama aku tidak memakan ini! "
"Enak kan? "
"Uhm. "
Para tetuah telah mengundang semua anggota keluarga Hitsuziaki. "Bagaimana? Lihatlah, anak haram itu beraksi. Kita harus segera melakukan sesuatu agar nama keluarga kita tidak terus tercemar, ketua.. "
"aku mengerti. " Izanami melipat kedua tangannya.
"Aku yang akan membunuhnya sendiri. " celetus Kaoh.
"Tuan. " "kakak. "
"Kaoh, kau terlalu berlebihan. " Sahut Izanami.
"Itu ide yang bagus! " "Ya! "
"Tch. " Izanami mendesis. "Aku keberatan! "
"Ketua,kenapa? "
"Dia tidak membunuh siapapun, jadi kita cukup menangkapnya dan menahannya saja. "
__ADS_1
"Itu ide bagus. " Fubuki datang menyela.
"Pe... perdana menteri? "
"Aku punya kenalan yang bisa membuat alat penahan dan penghukum esper. "
Seorang wanita datang dari belakangnya, membungkukkan tubuhnya. "Perkenalkan namaku adalah Han Shuji. " Dia tersenyum kecil.
Kaoh, Izanami dan Arylin berdiri tertegun. "Fubuki... apa maksudnya ini? " Izanami terbelalak.
"Tuan, dia adalah buronan dan musuh kita, dia... " Fubuki menghentikan protes Kaoh.
"Kita akan menangkap penjahat oleh penjahat. "
***
Nabari menjatuhkan gelasnya, membuat Elize dan yang lainnya terkejut. Oroi langsung menarik Elize dan membentaknya. Dia curiga Elize meracuni Nabari.
"Apa yang kau masukan kedalamnya?! "
"Sabar dulu Oroi.." Lawliet mencoba memisahkan mereka.
"Aku tidak memberi apapun. "
"Kalian tung... " Kepala Nabari terasa berat dan pusing, tubuhnya seperti tertekan.
Kanazawa datang memisahkan mereka dengan mendorong mereka hingga terpental dengan perpaduan aerokinesis dan telekinesisnya.
"Diam. " Mereka semua langsung bungkam ketakutan.
"Naba, kau baik-baik saja. " Nabari memegang tangan Kanazawa. "Bawa aku ke kamar. "
"Fyuh. " chovez dan Pelayannya membuang nafas. "Jantungku hampir copot. Kenapa kalian membuat pak tua ini ketakutan? "
"Itu sih salahmu ada disini!"
Kanazawa membaringkan tubuh Nabari dikasurnya. "Naba. "
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya harus beristirahat sebentar. "
"Apa sudah semakin dekat? "
"Sepertinya. "
Nabari melihat ke langot-langit kamarnya.
"Hei paman, kenapa kau bisa menjadi penjahat? Bukankah kau penguasa wilayah? " Tanya bocah bernama Wiles Dorman itu.
Chovez terkekeh besar. "Kenapa malah tertawa? "
"Pertanyaan yang lucu. Ya, mungkin nasibku memang sial. "
Beberapa tahun sebelumnya. Saat itu Chovez berhasil diselamatkan ketika kelompok Karazaki menyerang tempatnya.
Dia pun disembunyikan dan dirahasiakan keberadaannya agar Karazaki tidak dapat menemukannya. Yang hanya tahu keberadaan dia hanyalah Nabati, Kanazawa, Izanami ,Kaoh, Araumi dan Fubuki.
Selain mereka, tidak ada yang tahu termasuk putrinya sendiri. Tetapi dalam satu bulan, fia tiba-tiba dituduh oleh Fubuki dan perdana menteri sebelumnya menjadi dalang yang mempersenjatai para ******* dan berpura-pura menjadi korban.
Izanami, Araumi, Kaoh tidak percaya begitu saja. Namun, karena tidak diketahui oleh mereka bahwa dia akan dibunuh, dia pun diselamatkan Nabari dan dibawa kabur bersama pelayan setianya walau pada awalnya dia menolak.
Tapi setelah Nabari menjelaskan, dia pun siap menjadi seorang buronan untuk membantunya agar semua terungkap.
"Tragis sekali. "
Chovez tertawa. "Tragis ya.. Mungkin begitu. "
"Yuri. "
"Uhm. "
"Kurasa aku tidak bisa melakukannya nanti. "
__ADS_1
"Padahal kau telah melakukannya pada Kuchisawa senpai. "
"Itu hanya bualan."