
"Rui-san. " Haruko memegang tangan Rui. Dia mengoleskan krim. penghangat ke tangannya.
"Terimakasih. "
"Namaku Haruko. "
"Haruko-san ya. "
"Kau sepupu Nabari kan? " Rui mengangkat wajahnya. "Kalian saling kenal? "
"Ya. "
"Kalian berdua, bantu aku cepat! " Suruh Maname.
Dua jam sebelumnya...
Pertarungan kedua telah dimulai. Para pemenang yang kemarin memenangkan babak pertama akan dibagi menjadi beberapa kelompok.
"Pertarungan kelompok ya. " Gumam Nishimiya.
Permainan kali ini adalah petak umpat.
"Petak Umpat!" Seru para peserta.
"Ini memang permainan yang dibuat olehnya. " Kurosoba menggaruk kepalanya.
Petak umpat yang dimaksud adalah setiap anggota kelompok harus mencari anggota lainnya yang terpisah dari mereka agar tidak ditangkap oleh lawan. Anggota harus saling mencari dan menemukan sembari bersembunyi dari lawan.
Artinya, kaliam harus cepat menemukan teman kalian sebelum teman kalian ditemukan lawan. Tentunya, untuk kalian yang menemukan musuh kalian segeralah bunuh mereka dengan alat esper yang telah disediakan untuk mencuri kemampuan psikis mereka menggunakan alat itu.
Siapa kelompok yang anggotanya masih sempurna hingga akhir atau pun paling sedikit anggotanya hilang, dialah yang akan jadi pemenangnya.
Setiap anggota kelompok akan diberi informasi dan profil setiap anggotanya masing-masing, maka jika kalian menemuka orang yang tidak tertera pada foto anggota kelompok kalian. Otomatis dia adalah musuh.
Pembagian kelompok dimulai! Kelompok pertama ada Wiles dorman.
"Aku? "
Lalu, Azami Nanami bersama Fleur Zeverin , Zutsuyu udon, hichiyama Nao dan Park hyunjin.
"Aku tak bersama Sana? Kyaa! " Protes Hyunjin.
"Senpai. " Hyunjin tersadar karena pesan dari Hichiyama didalam kepalanya. "Aku ada di dekatmu. "
"Baik, kita segera bertemu. " Mereka pun mulai bergerak diam-diam dari tempatnya.
"Tidak ada yang ku kenal... Uhm, dia cukup menarik. " Wiles melihat foto Nana. "Sebaiknya, aku segera mencari kakak cantik. "
"Fleur, Nao, Udon, dan Hyunjin senpai aku beruntung. Tapi dia... " Nana berhenti bergerak dan terbelalak setelah mengingat wajah anak itu. "Diakan... "
kelompok kedua ada Monari Kyile, Nozami Ichi, Shim ahn soo, Akayaru Hidetoki...
"Hahh, kita sekelompok ?!" Protes Hidetoki.
"Kita harus menang agar bisa bertarung dibabak selanjutnya. Ayo kita cari anggota yang lain, Hide-kun. " Ajak Ahn soo.
Shibuyaki Ebitsu dan Taiga denki.
"Denki-kun. " Shibuyaki sedang bergerak diam-diam.
"Anak-anak manis datanglah pada mama. " Kyile mengeluarkan pecutnya.
Kelompok ketiga ada Kanazawa Yuriko, Hitzuziaki Eurasia, Lawliet, Miyamoto Yui, Kurosachi Sana dan Ikuta Yakuze.
"Yuriko. " Yui dan Eurasia berbarengan ditempat yang berbeda. Mereka mulai bergerak dari tempat mereka masing-masing.
"Aku dengan Yuriko? Hah, aku bahkan tidak tahu dia dimana." Keluh Lawliet.
__ADS_1
"Sensei, untunglah kita bertemu. " Sana mendatangi Ikuta.
"Kurosachi, dimana yang lainnya? "
"Aku belum menemukan mereka. Sensei, tentamg mereka berdua... "
"Maksudmu Kanazawa dan kramg bernama lawliet itu?" Sana mengangguk. "Tidak masalah, sekarang bukan waktunya kita banyak tanya. "
Kelompok keempat ada Kurosoba Danzu, Kuchisawa Kento...
"Wah...kebetulan sekali kita bertemu dan kita satu kelompok, sensei!"
"Yah, kau benar. Jika kita musuh aku akan segera mengalahkanmu. " Kento terkekeh mendengar itu. "Nah, kita dengarkan siapa teman kita selanjutnya ."
"Ya. " Sahut Kento.
Bella yuan, Dunki Shen, Olabisi bast, dan Hitsuziaki Nabari. Dia menyeringai.
Semua anggota terdiam, mereka mulai bergerak dari tempatnya masing-masing, tapi berhenti saat Nabari mengirim pesan pada mereka lewat telepati.
"Sensei." Kento melirik Kurosoba. "Ada apa? "
"Aku akan memberitahu dimana posisi yang lain, jadi berpencarlah dan bersembunyi. aku akan melindungi kalian. "
Kelompok yang terakhir ada Nishiyama Oburi, Oroi, Beirn Lamia, Asumuri Imou, Elize dan Totsuki Shiroi.
Mereka langsung bergerak kecuali Elize dan Totsuki yang masih berada ditempat mereka masing-masing.
"Naba. " Totsuki menolehkan wajahnya ke belakang.
"Yo, kakak. "
Permainan dimulai! Nampaknya Tiap kelompok sudah mulai berkumpul dengan tiap anggotanya seperti Nao dan Hyunjin yang telah menemukan Fleur, lalu Nana bertemu dengan Udon yang sedang meringkuk takut dan dijahili oleh Wiles.
"Kalian sedang apa? "
"Kakak can... " Nana menggoyangkan wajahnya. Dia mendatangi mereka berdua.
"Tolong jangan berisik, sst!" Bisik Udon. Nana tengah berada didepan mereka.
"Ada apa? "
"Dia menyuruhku untuk tidak berisik, kenaoa ya? "
"Kita kan harus bersembunyi. "
"Kenapa kau takut sekali? Jika ada musuh tinggal langsung bunuh saja. " Wiles tersenyum sadis.
Anak ini... "Sudahlah, sebaiknya kita pergi menemui yang lain. Tetapi harus tetap hati-hati agar tidak... "
Sepertinya ada yang telah bertemu dengan musuh.
"Nanamin. "
Refleks Nana menoleh ke belakang. "Nishi? "
Kelompok kedua, Kelompok Kyile telah berkumpul bersama dengan sang ibu. "Sudah berkumpul semua? " Kyile menyeringai sambil memegang pecutnya. "Ayo waktunya kita berburu. " Semua anak-anak bergidik merinding.
"B-baik!"
"Yosh, kita berburu Kalajengking! "
"Maksudnya Ikuta sensei? " Tanya Hidetoki. Ahn Soo dan yang lainnya mengangguk iya.
"Tidak, tidak, tid... " Kyile membuat Hidetoki pingsan. "Taiga, rasuki dia! "
"B-baik. "
__ADS_1
Disisi lain, Ikuta mengorek kupingnya yang terasa panas dan gatal. "Sensei, kenapa telingamu merah sekali? "
"Ada yang mmembicarakaku ditempat lain. "
"Ehh, tak kusangka sensei percaya tahayul seperti itu. "
"Ada yang datang. " Suara semak-semak yang gemericik dengan angin yang berhembus kencang dibarengi langkah kaki yang pelan.
Mereka sudah bersiap siaga untuk menyerang, saat dia muncul orang itu mengangkat tangannya. "A.. aku Lawliet! "
"Uhm? "
"Aku Lawliet yang satu kelompok dengan kalian. " Sana memeriksa profil anggota kelompoknya. "Ternyata benar. "
Lawliet mengha nafas lega. "Kau lebih tamoan difoto. " Celetus Sana.
"Eh? "
Ditempat lain Yui telah bertemu Eurasia dan mereka bertemu Kanazawa ditengah perjalanan mereka. Yui dan Eurasia menatapnya tajam.
"Kalian membuatku takut. " Tak ada respon dari mereka. "Aku sudah tahu dimana yang lainnya, sebaiknya kita kesana sebelum ada yang menemukan kita. Lebih bagus jika kita bersama Ikuta sensei, kita akan aman. "
"Bukankah kau juga bisa melawan mereka, Tuan *******. "
"Kau memang menyeramkan, Nona Eurasia. "
"Dia benar, akan lebih aman jika kita bergabung dengan Ikuta sensei. "
***
"Uhm, kalian anak-anak yang manis sekali! " Elize mengelus-elus kedua wajah anak yang ada didepannya, mereka adalah Lamia dan Asumori.
"Nona, bisakah kau ber... "
"Ya ampun, kau cantik sekali...kulitmu sangat putih danlembut!"
"Hehe, benarkah? "
"Kenapa anda juga memperlakukan saya, padahal wajah saya tidak lembut?"
"Kau sangat imut! "
"Te-terimakasih. "
"Apa kau bisa berhenti mennganggu mereka? " Sindir Oroi yang sedang mengawasi sekitarnya.
"Kau yang menganngguku, tetaplah awasi sekitar! " Oroi mulai jengkel. Urat dahinya membesar. Dasar wanita ******!
"Tapi, kenapa yang dua lagi belum datang menemuiku ya? " Elize masih mengelus wajah Lamia dan Asumuri.
Oroi yakin mereka dalam masalah. "Aku akan... " Elize menghentikan Oroi. "Jangan pergi. " Sial, tubuhku tidak bisa digerakkan.
***
"Nishi? " Nana membalikkan tubuhnya dan bersiap untuk bertarung dengan Nishimiya, tetapi disalip oleh bocah itu.
Wiles bergerak sangat cepat bahkan hawa keberadaannya tidak dapat terdeteksi dan dapat melukai Nishimiya dengan kilat.
Nana terbelalak. Dia menghalangi Wiles dengan apinya, membuat Wiles menoleh dengan tatapan kosong.
"Kakak cantik, kenapa kau menghalangiku? " Nana mendatangi Wiles yang masih menusuk Nishimiya dengan darahnya. Nana memisahkan darah mereka berdua.
"Aku tidak ingin kau jadi pembunuh, adik. " Nana menatap Wiles lembut dan sangat lama hingga anak itu berhenti dan menurut. lBaiklah. " Dia melepaskan Nishimiya. Nishimiya langsung ditangkap dan ditolong oleh segerombolan monyet dan dibawa oleh mereka ke tempat yang aman.
Itu pasti temannya Udon. Nana melirik ke Udon yang masih meringkuk. "Monyet... " Nana memegang wajah Wiles untuk mengalihkan perhatiannya.
"Anak manis, terimakasih telah membantuku. " Wajah Wiles terseyum lebar dan sumringah. "Kakak!" Dia memeluk Nana dan Nana membalas pelukannya.
__ADS_1