Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
35. Satu Per Satu


__ADS_3

Mereka yang telah disebar ke berbagai negara untuk meringkus markas Han shuji yang berada Di Ishigaki, Oklahoma, Kenya dan Sempu.


"Apa kalian sudah siap? "


Penyergapan dimulai. Kurosoba memimpin kelompok Oklahoma, Kyile memimpin kelompok Sempu, Kanazawa memimpin kelompok Ishigaki, sedangkan Ayakashi memimpin kelompok kenya.


Mereka menyergap markas-markas itu menangkap dan menahan semua pekerja, dan mengambil penelitian mereka.


"Yoshino! "


"Siap grak, Kurosoba sensei! " Pria muda itu tersenyum lebar.


"Nona Kyile."


"Aku tahu, kita bawa pada tuan Kaoh. " Maname mengangguk.


"Isane, sudah selesai? "


"Sebentar lagi. "


Namun, di laboratorium Kenya tidak ada satupun. Laboratorium itu telah kosong. "Apa? " Ayakashi menjadi panik.


"Tenanglah, Sensei. "


"Tapi... "


***


Tenanglah, Nabari. Mereka berhasil kami kecoh, tapi mungkin hanya bertahan tiga hari saja. Pesan terakhir dikepala Nabari dari Kanazawa.


"Hei, kau yang disana! "


"Hmm? "


"Dimana Karazaki yang asli?" Karazaki palsu yang ada didepan Nabari tertawa renyah. Dia menutupi wajahnya, mengusapnya. "Jadi kau sudah tahu, ya. Apa anak itu yang memberitahumu? " Karazaki palsu itu perlahan membuka wajahnya.


Suaranya perlahan berubah. Wanita? Sontak Nabari teringat seseorang yang pernah dia dengar. "Perkenalkan namaku adalah Kanazawa Yahiko, kau pasti sudah mengenalku. "


Nabari tiba-tiba tersedak ketika melihat lekuk tubuh yang berubah menjadi wanita. Besar. Dalam benak Nabari. Yahiko mulai menyadari maksud tatapan Nabari.


"Sesuai yang aku dengar. "


"Hm, apa maksudmu? "


"Kau memang bocah mesum. "


"Me... mesum? Ahhh, aku tidak dengar! " Nabari menutup kwdua telinganya. "Tidak! "


Yahiko membuang nafas. "Dasar bocah." Yahiko menyerang Nabari dengan cepat.


Semua kelompok pembasmi esper penyerang telah berkumpul kembali di kantor Fubuki. Semua telah kembali bersama tahanan mereka, kecuali Shiren dan Kouta yang hanya datang berdua.


"Dimana Aoyama? " Tanya Tostsuki, tetapi saat Shiren akan menjawab dia dan Kouta dipanggil oleh Shiroi masuk ke ruangan Fubuki.


Mereka masuk dan memberi salam. "Kalian bisa menjelaskan sekarang. "


"Aoyama pergi ke gedung yang berada tidak jauh di depan gedung yang dipasangi bom untuk menjemput Kento yang terluka, itu sepertinya bangunan terbengkalai. Namun setelah itu sinyal mereka menghilang, satu kalimat terakhir yang kami dengar dari Kento adalah menyuruh Aoyama pergi. "


"Menyuruhnya pergi? " Shiren mengangguk. "Kami menyusul mereka kesana setelah itu, tapi tidak ada jejak mereka dimanapun. Ini penculikan. "


Fubuki dan Shiroi merenung. "Shiroi, bukankah di rumah sakit Azami juga ada masalah?"

__ADS_1


Rumah sakit? Shiren dan Kouta saling melirik. Disana kan... Dalam benak Kouta.


"Ya, aku telah mengirim putraku Totsuka bersama Ikuta. "


Di sisi rumah sakit. Api biru milik Azami telah sampai ditempat persembunyian, disana para pasien dan perawat telah diungsikan bersama Tsubomi.


"Nanamichan, Maekun, kalian tidak apa-apa? Nanamichan... "


Nana memgangkat wajahnya. "Uhm, apa ada yang bisa saya bantu? "


"Ah, iya. Perawat Satomi butuh bantuan di bangsal dua puluh. " Nana berdiri dan langsung bergegas menuju bangsal dua puluh.


"Satomi-san."


Tsubomi menatap Nana dari jauh, Kuchisawa menyadari itu. " Tidak perlu mengkhatirkannya. "


"Eh? "


Kuchisawa tersenyum. "Dia wanita yang kuat, bahkan saking kuatnya kami sering dibuat babak belur. "


Pernyataan itu membuat Tsubomi sedikit terkekeh. "Kau benar. Aku pernah mendengarnya dari Nabari. "


"Aku jadi penasaran ekspresinya saat bertemu dengan anda. Aku akan pergi membantu. "


Arylin telah berdiri di depan Kaoh yang sedang beristirahat dimejanya. "Semua telah digrebek."


"Aku sudah mendengarnya. Pak Ayakashi terkena jebakan lagi, iyakan? "


"Ya. Tapi, apa kau sudah tahu hal ini... "


"Apa? " Kaoh menutupi matanya yang lelah.


Lalu, Kaoh membuka kedua matanya dan menegakkan tubuhnya. "Apa kau bisa pergi membawa Yakuze? "


Ikuta datang dari muka pintu. "Aku bukan seekor kucing. "


"Aku tidak menyebutmu begitu. "


"Tapi konteks itu... Membawa... Itu seakan aku adalah seekor hewan peliharaan. "


"Uhm, jadi kau adalah anak anjing yang lucu? " Kaoh memiringkan wajahnya.


Urat saraf Ikuta meregang. "Sudah kubilang... "


"Hentikan Kalian berdua! " Seru Arylin. "Yakuze, ayo kita pergi. "


"Baiklah. "


***


Yahiko dan Nabari telah mandi keringat. Mereka telah bertarung kurang lebih dua puluh menit. "Kau memah bocah kuat, sedikit. " Nabari tersenyum ke ujung bibir. Dia mulai bergerak kembali ke arah Yahiko, dan wanota itu pun telah bersiap.


Di tempatnya, Nishimiya masih tergeletak ditanah. Terduduk tak berdaya. "Nishi? " Dia mengenal suara itu.


"Maname Sensei, aku disini! "


"Sensei, aku mendengar suaranya dari sana. " Yuan menunjuk ke arah kanannya. Mereka pun belok kesana, dan menemukan Nishimiya yang tergerai lemah disana.


"Nishikun! "


"Bellachan. "

__ADS_1


"Kami akan membawamu."


"Mohon bantuannya. " Mereka pun pergi darisana. Nabari masih melaksanakan pertarungannya dengan Yahiko.


Yahiko memiliki kemampuan meniru dan memperbanyak diri seperti yang orang itu katakan pada saat itu.


Yahiko mengubah dirinya menjadi lawannya dengan berlipat ganda, bahkan kemampuannya juga. Sekarang Nabari melawan banyak Nabari.


Pertarungan makin sengit, para Nabari adu elemen dan kekuatan. Ini seperti dunia akan berakhir. Sangat banyak dirinya disana. Bahkan sesama bayangan Nabari saling bertarung.,


Nabari asli tidak ada diantara mereka, dan Yahiko mulai kehilangan jati dirinya. Dia menjadi linglung, dia bingung dengan banyaknya klon Nabari.


Apa dia juga... Tiba-tiba matanya terbelalak. Seseorang menyerangnya dari belakang, menendangnya dan Yahiko terhempas jauh dari tempatnya.


Tidak mungkin! Dia terus menerus menggertak dalam batinnya. Sebanyak apa yang dia sembunyikan? "Tch." Yahiko mendecit.


Semua klon yang ada diantara mereka, semuanya pun menghilang. Disekelilingnya telah luluh lantah.


"Waahh, untung saja ini lapangan udara terpencil. Padahal pemandangannya bagus, sayangnya! " Nabari mengoceh sendiri.


Yahiko bersikeras bangkit berdiri, menatap bocah itu dari jauh. Lalu tertawa keras.


Nabari jadi merinding mendengarnya. "Dia kenapa? Apa dia langsung gila karena terbentur kepalanya? " Nabari bergumam sendiri.


Yahiko berjalan agak sempoyongan, namun berusaha tegak. Dia berjalan ke Nabari dengan tatapan yang tajam. Dia mengeluarkan senjatanya, dua buah pedang yang bersilamg di punggungnya telah dia buka.


"Bersiaplah. " Yahiko berlari lambat ke arah Nabari. Dia berniat menebas bocah itu dengan kedua mata pisaunya yang panjang itu.


Tetapi, dia telah sadar bahwa dirinya telah tergeletak di tanah dalam keadaan setenfaj sadar. Tubuhnya sulit bergerak.


Nabari berdiri disisi kirinya, menatap dia dengan tatapan kosong. Yahiko meliriknya, lalu terkekeh sendiri. "Kau memang kuat. "


Nabari hanya diam dan masih berdiri disana. "Tolong jaga adik manisku, mereka itu... " Belum selesai berbicara, Yahiko jatuh pingsan karena kehabisan tenaga.


Nabari mengangkat setengah tubuh Yahiko dan membawamya ke sebuah tempat yang sebenarnya dia tak mau datangi.


Pria itu sedang asik bermain catur dengan dirinya sendiri. "Kau sudah gila? " Nabari membaringkan tubuh Yahiko di sofa itu.


"Nabarichan! " Aoi membuang kuda caturnya dan berlari untuk memeluk pipi Nabari yang kembung. Aoi menggoyang-goyangkan pipi Nabari yang kenyal dan empuk.


Nabari mulai kesal dia membuang kedua tangan Aoi dari wajahnya. "Hwentikwan! "


"Uhm, siapa itu?" Aoi melirik ke belakang Nabari sembari menangkap kedua pipi Nabari lagi.


Nabari menurunkan kelopak mata dan alisnya. Aoi menekan lembut kedua bakpau itu. "Akwu menwemukannyha pingsyan dwi jyalawn. "


Aoi menatap Nabari. "Siapa yang mengajarimu berbohong? " Ekspresinya menegas.


"Kau. " Aoi pun tak dapat menahan tawanya. Nabari menghela nafas.


Sebuah tempat yang gelap itu seseorang telah membuka matanya. Dia terdengar kaget dan bertanya-tanya.


"Kau sudah sadar? "


"Aoyama, itu kau?"


"Ya. "


"Sebenarnya kita dimana? "


"Aku baru mau bertanya soal itu. "

__ADS_1


__ADS_2