Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
69.Berita yang tersebar.


__ADS_3

Waktu yang terus berjalan seperti roda yang berputar. Para kelas tiga telah menyelesaikan ujian kelulusan mereka.


Ini waktunya acara perpisahan dimulai, para Osis masih mempersiapkannya selama para kelas tiga rehat sebentar.


Masih ada waktu karena mereka harus mengurusi kelulusan mereka dan nilai-nilai yang masih kurang.


Tetaapi disaat-saat itu, ada kabar tak sedap yang telah menyebar. Kabar bahwa kematian perdana menteri Daigo dan hilangnya sang raju dan ratu serta sang putri yang belum ditemukan.


"Kenapa bisa?! " Fubuki memukul meja itu dengan keras.


"Tuan. "


"Apa saja kerja kalian?! "


"Maaf, tuan. "


"Maaf? Heh, kata itu tidak akan mengubah apapun. Lihatlah sekarang semua orang telah mengetahuinya. Ini akan membuat para penghianat memanfaatkan momen ini. "


***


"Ini mengejutkan."


"Ya, bahkan ayahku juga baru mengetahuinya. " Lichita menikmati kopi panas paginya.


"Ayahmu juga? Ya, mau bagaimana lagi itu pasti berat untuknya."


"Tuan, maaf jika kata-kataku tidak sopan. "


"Ada apa, Lita? "


"Bukan Nabari kan yang melakukannya? " Kaoh menghentikan tangannya yang bekerja.


"Aku tahu kalau pdm itu adalah orang yang sudah hidup lama, tapi dia memakai wajah orang lain agar tidak diketahui. "


"Darimana kau tahu? "


Lichita berdiri dan memandangi Kaoh. "Tuan, kau mencin... "


KRAK!


jendela itu terbuka keras. "Jangan dengarkan dia, kakak! "


"Naba? "


"Tch. "


"Ehh? " Kaoh belum mengerti. " Nona Lita yang asli sekarang sedang berada di ruang OSIS. "


"Jadi dia palsu? "


"Dia adalah mata-mata, iyakan Ayakashi saru Sensei. "


"Ayakashi-san? " Wanita itu telah berubah menjadi lelaki paruh baya.


"Aku sudah ketahuan ya." Ayakashi terkekeh.


"Tapi kemampauannya..."


"Zoankinesis memang kemampuan Ayakashi saru, tapi orang itu telah meninggal tiga tahun yang lalu dan sekarang ini, dia adalah Ayakashi Mahito putranya. " Lelaki paruh baya itu membuka topengnya. Dia adalah seorang pemuda yang tampan.


"Ayakashi Mahito salah satu hasil ekaperimen manusia menjadi esper, dia yang membunuh ayahnya sendiri. Merebut tubuh dan kekuatannya untuk sebuah topeng. "


"Membunuh? "


"Tenanglah, Kaoh-san, istrimu adalah manusia biasa seperti ibuku jadi dia masih hidup. Manusia biasa itu sangat mudah untuk dicopy. "Mahito menyeringai.


Nabari mendorongnya keras ke tembok, lalu menghilang. "Naba?! " Sial, aku lupa kalau sudah tak punya kekuatan! Kaoh menggigit gerahamnya.

__ADS_1


Nabari membawa Mahito jauh dari gedung Hanabari. "Uhm, kenapa jauh-jauh kesini? " Mahito menyeringai.


Nabari tersenyum kecil. "Aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu. " Nabari memutar ulang waktu dari kejadian itu.


Dimana saat Mahito menghancurkan pabrik penelitian itu, dia melihat seorang gadis yang menjadi salah satu bahan percobaan disana.


"Kau mau tahu gadis itu siapa? Dia datang setelah kau pergi. " Nabari kembali memutar waktu. Dia memperlihatkan indentitas sebenarnya gadis itu.


Seorang wanita tua mendatangi Han shuji dan beberpa pria di pabrik itu. "Tolong aku, jadikan aku juga seorang esper! " Wanita itu memohon.


"Kau sudah terlalu tua, nenek! "


"Tolong, tolong! "


"Apa alasanmu ingin menjadi esper? "


"Aku ingin mencari putraku. "


"Putramu? " Wanita itu mengangguk. "Namanyq Mahito, Ayakashi Mahito. "


Han shuji menyela. "Aku punya cara. Buat dia jadi muda dulu. "


"Hah, emang bisa? "


"Benarkah itu bisa? "


Shuji mengiyakan pertanyaan kedua pria didepanya. "Nyonya, kau mau kan? "


Mahito tercengang dia melihat ibunya menjadi kelinci percobaan mereka dan seiring waktu berganti dia kembali muda dan masih tersimpan rapih ditabung.


Pria itu menyuruh Mahito mengahncurkan lab dan pabrik. Dia membunuh semua manusia disana termasuk gadis itu.


Dia meronta-ronta mencoba menghentika dirinya dikala itu, tetapi dia tidak dapat menyentuh apapun.


"Jangan, jangan, jangan bunuh dia. Dia itu Ibu... jangan! "


Mahito menjatuhkan tubuhnya saat menyaksikan dirinya sendiri membunuh ibunya.


waktu kembali ke masa kini. Nabari jongkok didepan pemuda itu. "Kau sudah mengingatnya? "


Mahito mengangkat wajahnya dengan tatapan tajam. "Kau psiko... Argkh!" Mahito diambil kekuatannya dengan paksa.


Itu membuatnya menjadi kosong dan hanya mengingat kisah dirinya membunuh ibunya. "Hiduplah menderita setelah kau membunuh kedua orangtuamu, dan satu hal lagi kau tidak akan pernah bisa kembali menjadi esper, karena... "


Nabari pun menghilang bagai angin.


Disisi lain Kaoh masih menunggu kabar Nabari hingga Lichita asli datang.


"Aku da... uhm, tuan kau kenapa? " Kaoh mencubit, memegang wajah dan tubuh istrinya secara berkala. Itu membuatnya kesal hingga Lichita meninju wajah Kaoh.


"Kyaa! Kenapa kau memukulku? "


"Lagian apa yang kau lakukan padaku? Ini bukan waktunya melakukan itu! Dasar mata keranjang!"


Hati Kaoh bagai terpukul palu, remuk hingga menjadi bulir-bulir debu. Arylin dan Nana yang melihat itu dari balik pintu hanya membuang nafas.


"Kami baru saja membicarakan tentang acara perpisahan,tapi kau malah begini! " Kaoh mengelap air matanya. "Berhentilah menangis!"


"Kau memang Litaku yang asli. "


"Eh? "


"Apa maksudmu? " Arylin dan Nana bersamaan.


Kaoh pun menceritakan apa yang terjadi padanya tadi. "kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal? " Arylin langsung pergi dengan telerportasinya.


"Kenapa dia masih punya... "

__ADS_1


"Kenapa anda tidak bertanya padanya langsung?" Sahut Nana.


"Uhm... Apa yang sebenarnya kalian bicarakan? " Bulu kuduk Nana dan Kaoh berdiri.


"Anu..."


"Jadi begitu... " Mata Lichita terbuka lebar. "Kekuatan kalian hilang? " Mereka mengangguk.


"Ehh... Sejak kapan? "


***


Fubuki tela mebuat pernyataan tentamg kematian perdana menteri. Tetapi dia menyanggah bahwa raja dan keluarganya menghilang.


"Mereka bukan menghilang, tetapi sedang kami lindungi karena ditakutkan mereka akan jadi target selanjutnya. "


Tentu itu adalah kebohongannya, agar semua orang tidak terlihat panik dan menghindari resiko penyerangan dari kelompok-kelompok yang mencurigakan.


"Kenapa tidak memberitahukannya pada kami?!" Sakuchi memukul meja didepannya.


"Tenanglah Sakaguchi, Fubuki pasti memiliki alasan."


"Tch."


"Terimakasih atas pengertiannya, Araumi-san. Dan mohon maafkan aku, Sakaguchi-san."


"Humph. " Sakaguchi menggerutu.


"Itu tidak masalah. "


"Maaf, saya terlambat. " Kaoh yang baru datang.


"Tidak seperti kau yamg biasanya, Kaoh. " Sindir Izanami.


Kaoh duduk ke kursinya. "Aku sibuk diculik para osis kecilku." Kaoh terkekeh.


"Begitu ya. Acara perpisahan sebentar lagi, aku berharap bisa datang tapi sepertinya aku akan banyak pekerjaan. " Celetus Fubuki.


"Kalau begitu kita mulai rapatnya." Fubuki memberitahukan bahwa raja telah menaikkan jabatannya untuk menggantikan perdana menteri yang meninggal.


Dia juga mengatakan bahwa jasad lerdana menteri sudah lama diberikan kepada kekuarganya dan telah dikremasi.


"Tadinya aku hanya akan membiarkan ini jadi masalah kami saja, tapi aku tidak menyangka kabar itu akan tersebar. Kami masih mencari tahu siapa dalang yang menyebarkan berita ini. "


"Mungkim saja salah satu dari anak buahmu atau anak buahnya. " Sela Izanami. "Benar bukan? "


"Aku belum tahu pasti, tapi aku sedang menyelidikinya. hanya itu yang dapat aku sampaikan, rapat kali ini selesai. "


Setelah rapat selesai, Fubuki mendatangi Izanami. "Izanami-san. " Izanami membalikkan tubuhnya.


"Boleh bicara sebentar? "


"Ada ap... " Tiba-tiba, Fubuki memegang tangan dan pundak kirinya. "Berhentilah menyentuhku."


"Ah, maaf atas ketidaksopananku. " Fubuki mengibas bahu Izanami. "Aku melihat kotoran dibajumu. "


"Lalu, apa yang mau kau bicarakan? "


"Apa Nabari belum ditemukan? Tadi aku lupa bertanya pada Kaoh. "


"Sepertinya belum. Kalau sudah pasti dia akan memberitahuku. "


"Pastinya ya. "


"Iya. "


"Kalau begitu, saya pamit. "

__ADS_1


__ADS_2