Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
67.Kematian Raja Palsu


__ADS_3

Fubuki bergegas untuk memeriksa ke tempat itu. Seorang jasad yang hangus terbakar ditemukan disana. Hanya pihak mereka yang ada disana.


"Bawa dia, tetap rahasiakan ini. "


"Ya. "


"Bagaimana dengan Ratu dan Tuan putri? "


"Mereka menghilang."


"menghilang? "


***


Azami sudah kembali dari liburannya dan kembali bekerja di rumah sakitnya. Sedangkan Izanami, masih berada di temoat kelompok Bangau Putih.


"Mereka telah datang, nyonya. " Serine mengabari Izanami.


Izanami langsung datang ke ruangan itu. Dia masuk dan memberi hormat. "Selamat datang, Yang Mulia Ratu. Selamat Datang, Tuan putri. "


Dua hari sebelumnya, pria tua itu dijemput oleh pria tua lainnya untuk berlibur ke sebuah pulau pribadi yang tidak banyak diketahui orang-orang.


"Ini akan sangat menyenangkan. "


***


"Menghilang? " Fubuki tertegun. "Segera cari mereka dan jangan sampai orang-orang tahu tentang ini. "


"Baik! "


Di Hanabari, Para murid telah kembali ke sekolahnya begitupun keluarga mereka. Tapi, keluarganya ditempatkan dikediaman Araumi dan Lichita.


"Keluarga kalian untuk sementara akan kami beri tempat untuk tinggal hingga masalah ini selesai. "


Tiba-tiba, Shiroi datang dan berdiri dibelakang para murid. Setelah mereka bubar, dia didatangi Kaoh.


"ada apa? "


Dia dan Kurosoba mendekat. "Sudah ditemukan. "


"Benarkah? " Mereka saling berbisik.


"Tapi, keadaannya telah hancur seperti yang telah dihancurkan dengan sengaja." Jelas Kurosoba.


"Kami juga mendapatkan beberapa mayat manusia yang mati karena eksperimen mereka dan mati karena dibunuh. Mereka mendapat luka tusukan dan benturan ditubuh mereka. "


"Jadi benar ya, mereka melakukan penelitian terhadap manusia. " Dia benar.


Saat itu, Aoi mengatakan. "Nabari dan aku telah melakukan penyelidikan tentang pabrik itu, disana dilakukan eksperimen manusia yang akan dijadikan esper. Dan itu ilegal."


"Ilegal? "


"Ya. Tapi, itu dirahasiakan. Sepertinya seseorang yang sangat berpengaruh yang memilikinya. "


"Apa itu... " Aoi membenarkan dugaan Kaoh.


"Kita keduluan ya. "


"Dugaanku adalah ada mata-mata diantara kita. " Ucap Kurosoba dan Shiroi.


Kaoh mendatangi Aoi di kamar tahanannya. "Kau sudah datang... Kapan aku dikeluarkan? minimal jangan disini, apa tidak ada kamar kosong?"


"Tempatnya telah dihancurkan, dan mereka dibunuh. " Aoi menghentikan candaannya saat mendengar perkataan Kaoh.


"mata-mata ya. "


"Kau juga menduga itu. "


"Lalu, apa lagi? "


"Bukan perbuatannya? "


"Dia tidak akan melakukan itu, kau lebih tahu itu bukan? "


"Ya. Tapi... "


"Apa kau mulai meragukannya? "

__ADS_1


"Jujur, iya. "


***


Di markas bangau putih Rui telah sadarkan diri. "Bagaimana keadaanmu? "


"Momo-chan? "


"Uhm. "


"Kenapa aku... "


"Kau tidak ingat sudah selamat dua kali, Rui. " Rui terbelalak. Dia mulai mencari-cari sumber suara itu. Dan saat dia akan terjatuh karena tubuhnya masih lemas, Izanami menangkapnya.


"Ibu. "


"Kenapa tidak segera menemui kami? "


Mereka pun berpelukan. "Bagaimana dengan Nana? "


"Dia belum sadar. " Sahut Momo.


"Begitu. Ah, dimana pria yang menyelamatkan aku sepertinya dia juga terluka."


"Dia sudah pergi."


***


Keesokan harinya, Fubuki telah menerima hasil DNA mayat itu. Tetapi ,mereka beleum menemukan lokasi ratu dan putri .


Dia membuka amplop itu dan terkejut karena hasilnya membingungkan, dia sedikit meremas kertas itu dan menjatuhkannya lalu pergi.


Kaoh dan Aoi masih berbincang. "Kalau kau melakukan itu, lalu siapa yang harus mempercayainya kalau bukan keluarganya. " Sahut Aoi.


"Wanita itu, gara-gara dia..."


"Kau tidak tahu? Mengapa dia dengan lugas menemuimu dan mengakuinya?"


"Apa maksudmu?"


"Karena setelah itu, Tora benar-benar mati. Kau kira itu hanya bualan saja, dia mengatakan bahwa Tora akan mati? Tidak, itu nyata! Itu karena Tomoe telah menghilang, bahkan Nabari pun hampir tewas jika aku tidak cepat. "


"Bukannya dia tahu dan telah mengekstrak datanya ke tubuh Nabari? "


"Untungnya. Dan tidak diketahui. Karena Nabari masih wadahnya, dia mungkin sekarang entah di belahan dunia mana. "


***


"Jadi, kalian disini? " Semua merinding takut, menjerit kecil. Nabari mengambil kekuatan mereka satu per satu hingga mereka kembali menjadi manusia biasa.


Dia melihat keadaan disana sebelum itu, dan kembali ke jepang setelah Aoi memberitahunya.


Dia melihat semua kacau. Dia pun mencari mata-mata itu disekolahnya.


Di markas bangau putih, Nana telah membuka matanya. "I... bu. "


"Dasar anak keras kepala. " Mendemgar itu Rui jadi tertawa renyah. "Syukurlah. "


"Siapa anda? " Tanya Nana dengan suara seraknya.


Di ruangan Ratu, Nabari duduk minum teh bersamanya untuk mengetahui keadaan Nana dan ia sangat senang.


"Tidak kusangka kau begitu tampan, tamoaknya putriku menyukaimu. "


"Ibu! "


Ratu tertawa renyah setelah menggoda putrinya.


"Suamiku baik-baik saja kan? "


"Yang mulia tidak usah khawatir, mereka orang terpercayaku. "


***


Satu minggu kemudian, Nana telah kembali ke sekolah mengejutkan semua temannya.


"Nana-san!"

__ADS_1


"Kalian tidak buat masalahkan saat aku pergi? "


mereka pergi untuk memeluknya. "Syukurlah... "


"Jangan cengeng, aku sehat walafiat. "


"Mae-kun dia masih ditahan! " Lufy menutup mulutnya, dia meminta maaf telah keceplosan lewat sorot matanya.


"Aku tahu. "


"Ehh? "


"Nabari memberitahuku, lewat mimpinya. "


Semua bingung dengan maksud Nana itu. "Naba? Dia... "


Nana pun menceritakan semua yang disampaikan Nabari padanya. Satu minggu yang lalu, saat Kaoh dan Aoi sedang berbincang dengan cepat Nabari kembali setelah memeriksa temoat itu.


"Kau benar."


"Naba kau... "


"Aku tidak masalah kakak, jika kau meragukanku. " Nabari dengan senyum khasnya yang lebar.


"Aoi, kakak. Bolehkah... "


"Aku akan mempercayaimu."


"Yosh, lakukanlah! " Nabari telah mengambil kekuatan mereka setelah sebelumnya Azami, Rui, Nana dan Izanami.


***


"jadi, kau... " Nana menganghuk. "Sekarang aku bukan lagi seorang esper. "


"Tapi, kenapa dia selalu melakukannya sendiri?!" protes Ichi.


"Aku juga marah soal itu, dan kenapa dia tidak datang langsung padaku. Tapi, setelah kufikir lagi kita telah membantunya meringankan kesepiannya dengan kekuatan kita bukan? "


"Apa tuan juga akan mendatangi kami? " Tanya Shen. Nana menepuk bahunya. "Kalian tunggu saja. "


Kanazawa mendatangi Nabari yang sedang merenung sendirian di atas sebuah menara. "Tuan. "


"Kaku sekali. "


"Nabari. "


"Ityu baylu Yulikoku! "


"Najis! " Nabari tertawa keras.


"Aku sudah mengambil semua dikelas satu, kecuali Aiman dan Amanda, mereka sulit dimasuki meski aku telah menjadi dirimu."


Nabari terkekeh. "Biar aku saja. " Mereka memandangi langit didepan mereka yang cerah berwarna biru.


"Yuriko, ini tugas terakhirmu. Kau tidak us... "


"Sudah kukatakan aku akan melakukannya hingga akhir!"


"Yuri... " Nabari menatap kanazawa dengan wajah sedih.


"Jangan cengeng! Sudah kubilang hidupku hanya untukmu. "


Nabari jadi merengek. "Segitunya kau menyukaiku ?"


"Tidak, bukan itu. .maksudku."


"Akyu jyuga mencintaimyu! "


"Sudah kubilang bukan.."


Nabari memeluk Kanazawa. "Jangan malu-malu. "


"Siapa yang... " Nabari memajukan bibirnya akan menembak wajah kanazawa. "Le... Lepaskan berengsek! " Kanazawa menahan dan berusaha menjauhkan wajah Nabari darinya.


"Aku normal!"


Nafas kanazawa tersengal-sengal. Nabari dengan puas menertawainya hingga dia harus mengelap air matanya.

__ADS_1


"Tenanglah aku juga normal. "


"Berengsek! "


__ADS_2