Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
75.DeadGame II : Kryfto bagian 2


__ADS_3

"Yo, kakak. "


"Nabari. "


"Tidak kusangka aku akan langsung bertemu denganmu. "


Totsuki langsung melancarkan serangan fikirannya. Kemampuan Totsuki adalah chaotikinesis ,yaitu kemampuan untuk mengacaukan mental seseorang agar mereka panik, takut hingga depresi.


Tetapi kemampuan tidak lagi berat bagi Nabari. Kemampuan itubmenyerang tuannya sendiri. Tubuh Totsuki jatuh ketanah, fikirannya mulai kacau.


Nabari mendekati Tostuki yang teruduk lemas ditanah. Dengan wajah sedihnya ,Nabari mengeluarkan alat itu dan mengambil kembali kekuatan chaotikinesisnya. "Saatnya kau tidur, kakak. " Totsuki benar-benar tertidur.


***


Para monyet itu mengantarkan Nishimiya ke kelompoknya. "Nishimiya! " Seru Lamia yang langsung mendatanginya.


"Lamia...chan."


"Monyet? " Elize dan Oroi waspada. "Ah, itu milik teman kami. Tapi, sepertinya dia kelompok lawan. "


"Mereka menolong lawan? Mereka terlalu baik. " Cetus Elize.


"Bukan baik, tapi naif. " Oroi menghampiri Lamia dan Nishimiya. "Minggir! "


Oroi membuka sarung tangan kirinya dan mulai mengobati Nishimiya. "Kau bisa melakukan penyembuhan? " Tanya Lamia.


"Pasti itu ulah salah satu kenalan kami. Wiles, bocah itu memang tidak bisa diatasi. Masih untung dia hidup, sepertinya ada yang bisa mengatasi tingkah kekanakan wiles. Aku jadi penasaran siapa.. " Tingkah kekakan? Seperti ini? Dalam batin Asumuri. Dia melihat ke arah Nishimiya yang benar-benar tertusuk.


"Bisakah kalian diam? Aku tidak bisa konsentrasi! "


Lamia tersenyum kecil. "Kau orang baik ya. " Bisik Lamia padanya. "Tch. " Oroi mendesis membuang wajah, menyembunyikan wajah malunya. Lamia terkekeh.


"Uhm, mereka sedang... " Elize memegang kedua pinggangnya dan tersenyum kecil. Dasar anak muda.


Sekelompok semut datang mendatangi kelompok Nana. "Semut. "


"Berhemti! " Wiles menghentikan gerakan kakinya dan menoleh ke arah Udon yang membuat udon takut. "ihh. "


Nana menggendong Wiles dan memindahkannya. "Lihat, dia bawa alat itu untuk kita. " Bisik Nana.


"Benar. "


"M-me-mereka temanku. "


"Kakak, dia penakut sekali aku jadi sebal. "


Nana menghela nafas dan mengambil alat esper itu. "Pergilah, terimakasih. " Para semut pun berlari pergi dengan cepat.


"yosh, kita menang! Makasih Wiles... Makasih Udon. sekarang ayo kita berangkat! "


"Yo! " Sahut Wiles.


"Euh ,a-ayo. "


***


"Ketemu. " Kyile menyeringai dari balik pepohonan membuat Ikuta merinding. Dia menolehkan badannya ke belakang. "Kyile? "


"Kyile sensei?!" Mereka telah disergap disekeliling mereka.


"Aku dimana?! " Hidetoki telah sadar. Ahn soo menurunkan tubuh Denki dari punggungnya.


"Eh?"


"Kau sudah sadar? "


"I am ready ma'am!"


"Yosh, ayo kita serang mereka!"


Kelompok Ikuta dan Kyile pun bertarung. Sana dan Lawliet melawan Ahn soo dan Denki. Sedangkan Ikuta melawan Kyile dan hidetoki juga ebitsu.


"Bukankah ini tidak adil?!" Protes Sana.


"Kalau begitu kita buat adil. " Kanazawa datang bersama Yui dan Eurasia.


Pertarunagan satu lawan satu pun dimulai. Eurasia menyerang denki terlebih dahulu. Denki dapat menghindari tanaman-tanaman bergerak itu. Dia juga mengeluarkan pisau yang ia perkuat dengan kekuatan psikisnya.


Disisi lain, Ichi melawan Yui dan pertarungan mereka sangat sengit. Yui terus membalikkan angin-angin milik Ichi dengan gelombang radioaktif miliknya.


"Aku sudah lama sekali sangat ingin bertarung denganmu. " Kyile meluruskan pecutnya.


"Mau bagaimana lagi. "

__ADS_1


Pertarungan yang dahsyat ditempat yang cukup berjauhan dengan para murid mereka. Kyile terlihat begitu menikmati pertarungannya bersama Ikuta. Kekuatan fisik, kecepatan, kemampuan psikis mereka terlihat seimbang.


Hidetoki melawan Lawliet yang berkemampuan mengendalikan uap. Hidetoki sendiri memiliki kemampuan yang disebut atmokinesis atau pengendali cuaca.


Awalnya hidetoki membuat musim hujan dan itu mengenai semuanya. "Itu baru anakku! " Kyile semakin bersemangat.


Namun, hujan itu dibuat jadi kabut dan uap oleh Lawliet. "Kemampuanku adalah atmidokinesis." Ujar Lawliet.


"Membuat uap ya, kalau begitu. "Hidetoki memgubah cuaca jadi panas tetapi dia tiba-tiba terfikirkan salju, jadilah badai salju yang datang.


"Anak bodoh, jangam buat kami kedinginan! " Teriak Kyile. Ikuta menyerangnya. "Kau lengah, Kyile. "


"Hum. "


Disisi lain, semua peserta kedinginan. "Hidetoki, sadarlah. " Nabari mentelepatinya.


Hidetoki pum tersadar dan langsung mengubah cuaca menjadi panas dan cerah. Kabut-kabut pun menghilang.


"Kau fikir aku hanya bisa membuat uap dari air hujan saja, bocah? "


Shibuyaki bertarung melawan Kanazawa, tetapi baru lima menit dia sudah kelelahan karena kekuatan Kanazawa yang jauh lebih kuat darinya.


Dia mendapat kekuatan sebanyak itu dari mana... tidak sejak kapan. Bahkan setelah aku mengecilkan kuantitasnya, itu tetap besar. Ebitsu merasakan seluruh tubuhnya berat.


Disisi Denki, dia terus berusaha merasuki Eurasia tetapi gadis itu terus kembali terbangun. "Sial! "


***


"Kau fikir aku hanya bjsa membuat uap dari air hujan saja? Hei bocah, apa kau lupa kalau disekitarmu bahkan tubuhmu mengandung air? "


"Hide, hentikam keku... " Lawlieg membuat semua orang dam tumbuhan disekitarnya menjadi kering dan lemas mengubah air disekelilingnya menjadi uap.


"Anakmu bahkan mengenaimu. " Sindir Kyile pada Ikuta yang sama-sana terjatuh.


Shibuyaki yang berencana untuk menurunkan kuantitas kekuatan Lawliet tidak dapat melakukannya karena terlalu lemas, lalu Yuriko datang untuk menghentikannya.


"Hentikan. " Lawliet pun terjatuh ke tanah. Lalu, dia mengumpulkan semua kelompok Kyile. "Eurasia. " Mereka pun diikat oleh tanaman yang telah kembali tumbuh dan diambil kemampuannya.


"Tak kusangka aku akan kalah. "Keluh Kyile.


***


Elize dan Oroi langsung membalik ke belakang mereka. "Tuan. "


"Nabari!" Seru Lamia.


"Hei, Layla-chan. "


"Sudah kubilang namaku Lamia! Huh. Hei, kau kemana sa..." Elize menarik kedua anak itu ke belakangnya.


"Meski kau adalah tuan kami, sekarang kita adalah musuh. Aku akan melindungi kedua anak ini. "


"Jadi kau mau melawanku, Elize? "


Oroi yang selesai mengobati Nishimiya pun berdiri dan menghampiri Nabari.


"Oroi. " Nabari melirik ke arah Nishimiya. "Na.. ba. " Nishimiya membuka sebelah matanya.


"Tampaknya kaliam telah kehilangan satu anggota. "


"Maaf Tuan, saya yang akan melawan Tuan. " Oroi telah mengeluarkan roda nasibnya.


Nabari tersenyum kecil karena tersanjung dengan keberanian para bawahannya. "Aku tidak tertarik. "


"Eh? "


"Yang harus kalian lawan ada dibalik sana. " Nabari menunjuk ke seberangny tepat dibelakang mereka. Nabari pun menghilang seperti angin.


...Dibalik sana, Hyunjin dan Nao telah bertemu dengan Fleur, tanpa mereka tahu kalau dibalik sana ada musuh yang sedang mengintai....


"Mau menunggu atau menyerang? " Tanya Elize pada Oroi.


"Kita serang, mereka cuma bertiga. "


"Apa itu? "


"Sst! " Nao menempelkan telunjuknya.


Mereka dengan cepat dapat menghindari serangan itu. "Meleset. " Keluh Elize setelah melihat kristal-kristal mungil tajamnya tak mengenai mereka.


"Hyunjin Senpai. "


"Lamiachan, ternyata itu kau. " Lamia menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Jadi kalian lawan kami. "


"Diam kau cowok kelas B, aku sedang bicara dengan hyunjin senpai. Iyakan, sen... pai?"


"Eheheuheheu." Hyunjin terkekeh. Elize menyerang mereka lagi dengan kristalnya. Angin berhembus dan sesuatu menggelitiki tubuhnya.


Kristal-kristal itu dilelehkan dengan cairan asam milik hyunjin. "Kau tidak bisa mengganggu emosiku, bocah kelas b. " Hichimiya menjadi jengkel mendengar itu.


Tubuhnya jadi merinding karena sebal.


Bocah kelas b katanya...


"Lah, malah emosinya yang terganngu. " Dengan santai Asumuri mengangkat kwdua tangannya, melipatnya lalu menemoelkannya dibelakang kepalanya.


"Uhm, kau pengendali virus dan bakteri ya. " Kenapa dia bisa tahu? Elize menjetikkan jarinya. Semua virus dan bakteri itu berubah menjadi kristal dan keluar dari tubuh elize satu per satu.


"Dia monster. " Celetus Asumuri. Elize langsung mencubit kedua pipinya. Elize terseyum. "Kau bilang apa tadi, bocah imut? "


"Kwamyu mbwoknstwer. Akh! " Elize menarik sebelah telinga Asumuri.


Apaan itu?


"Berhentilah bercanda. " Oroi maju ke depan. "Ayo kita mulai. " Oroi telah mengeluarkan roda nasibnya.


Fleur terus menyerang mereka dengan virus dan bakterinya, dengan paksa Ekize membuat tubuh mereka mengkristal untuk mengeluarkan itu dan mengembalikannya pada mereka.


Hyunjin melelehkan semua kristal-kristal itu. "Senpai. " Asumuri memasuki fikiran hyunjin.


"Apa Sana senpai masih hidup? " Hyunjin langsung membuka matanya dan menatap Asumuri.


"Apa dia baik-baik saja?" Hyunjin mukai mengkhawatirkan Sana dan memikirkannya.


"Senpai, jangan panik. Dia hanya... " Nao berusaha mengontrol emosi Asumuri tapi tak bisa. Apa dia tidak punya emosi? Nao terbelalak melihat Asumuri mengupil.


Lamia langsung menyerang fikiran dan fisik mereka dengan Psycokinesis miliknya, membantu Oroi mengulur waktu. Dan disaat, Roda nasib telah berhenti. Nasib mereka ada ditangan Oroi.


"Ini yang terakhir. " Lamia mengambil kemampuan Hyunjin yang sedang mengigau dalam tidurnya. " Sayang. " Kok merinding ya.


"Dia Sana maniak. "


"Berhentilah mengupil!"


"Uhm, kenapa? "


"Asumuri-kun. "


"Ya. "


"bersihkan tanganmu dan bekerjalah. " Elize memberi Asumuri tisu basah anti bakteri. Setelah membersihkan tangannya, dia pun mengambil kemampuan Fleur.


Kelompok Nana yang sedang dalam perjalanan berhadapan dengan kelompok Ikuta dan mereka saling bertarung. Namun agar adil mereka satu lawan satu.


"Ahahaha, sudah lama aku mendambakan pertaruanganku denganmu, Yuri-kun!" Wiles berteriak senang.


Udon melawan Eurasia dan langsung tertangkap, tetapi ulat-ulat menyelamatkannya dan membuat dia geli. Lalu, Wiles melempar satu pisaunya, namun ditangkis oleh Ikuta.


Nana berhadapan dengan Yui. Karena ingin segera menyelesaikan ini, Kanazawa mengalahkan Nana dan Udon lalu menyerap kekuatan mereka.


Itu membuat Wiles marah, dan terus menyerang Kanazawa.


"Mau sampai kapan kita menunggu? Aku sudah mengantuk, padahal aku mau melawan Yui. "


"Tidur saja, senpai. " Yuan menoleh ke orang yang menyelimuti tubuhnya yang kedinginan dengan jaket yang tebal. "Jaket untukmu. "


"Terimakasih. "


"Kalau begitu aku akan tidur. "


Kanazawa mengehentikan Wiles dengan kekuatan Psycokinesisnya. Membuatnya jatuh dan tak dapat bergerak,lalu dia mengambil kemampuan Wiles.


Saat Kanazawa sedang melakukam itu, Wiles melukai tangannya dengan pisau hingga berdarah. Wiles menyeringai. "Meski kemampuan psikisku diambil, kemampuanku takkan berkurang. "


Permainan telah berakhir. Pemenangnya adalah kelompok Nabari yang masih sempurna. Disusul Kelompok Kanazawa yang hanya kehilangan dirinya dan Eurasia


"Tidak kusangka luka dan bentol juga membuat seseorang gugur." Yui menghela nafas.


Eurasia masih menangis karena rasa gatal dari bentol yang disebabkan ulat-ulat tadi. "Kita harus segera membawanya ke medis, tapi aku sudah mengoleskan salep anti gatak untuk sementara. "


"Lalu, bagaimana dengan lukamu?"


"Ini hanya goresan kecil. " Kanazawa mengangkat tangannya membuat mereka semua tercengang, karena lukanya bergenerasi.


Dan kelompok yang terakhir menanga dalah kelompok Oroi dengan kehilangan dua anggotanya.

__ADS_1


Semua peserta telah dipulangkan dari zona permainan. "Ini saatnya aku pergi. " Nabari berteleportasi.


__ADS_2