
"Jika ada masalah, ceritakan padaku. " Tamao mengelus punggung adik bungsunya.
"Lucu sekali, melihatmu bersikap lembut. " sindir Izanami yang baru datang.
Tamao dan Izanami saling bertatap tajam. Ya ampun, kapan mereka akur? Keluh Aoi dalam hati.
"Jadi, kau kenapa? " Aoi menangkap lemparan sekaleng kopi dari Izanami.
"Aku baik-baik saja. Terimakasih! " Aoi mengangkat kaleng minuman itu. "Aku kekamar dulu, aku harus mengerjakan tugas. "
"Berhentilah minum kopi, kalau ingin punya anak!" Izanami menarik baju Tamao dengan keras. "Berengsek! "
Tora datang menahan Izanami, dan Azami melepaskan cengkraman itu dari istrinya.
"Kenapa kau kasar pada istriku? "
"Shio. "
"Dia yang duluan mengancam istriku. "
"Ekhckhm. " Orcha datang untuk menengahi. "Apa kalian anak kecil? "
"Maaf. "
***
Waktu kelulusan tiba, Tsubomi berencana memberi kenang-kenangan untuk Aoi tapi dia tidak menemukan jejaknya dimanapun.
Tsubomi merasa sedih dam canggung. Apa karena waktu itu? Tora mendatangi Tsubomi. "Sedang apa disini? "
"Sensei. "
Tora menyentil jidat muridnya itu. "Aw! Sensei! " Tsubomi memukulnya pelan.
"Cepat pulang. "
"Sensei, aku sudah lulus. "
"Ya, aku tahu. "
"Lalu, mana janjimu untuk menikahiku? "
__ADS_1
"Apa aku pernah bilang begitu? "
"Pernahlah! "
"Kau serius sekali. "
"Ja... di, itu hanya gurauan? Kenapa malah tertawa?! "
Dari balik pepohonan Aoi mendengarkan mereka diam-diam.
***
Setelah setahun mereka menikah, pernikahan itu terdengar ke telinga Tamao. Membuatnya mengamuk dan tak sengaja menyakiti putrinya Arylin karena depresi.
Karena saat itu Tsubomi tengah mengandung anak dari Tora, Furomitsu membawanya ke keluarga sisi. Itu membuat keluarga inti geram dan menghasut Orcha.
Tetapi Orcha, memiliki caranya sendiri. Dia membiarkan itu semua, dan hanya fokus pada Tamao dan Arylin saja.
Hal itu membuat Aoi dan Izanami juga terkejut. Saat itu, Izanami pun tengah mengandung Lima bulan lebih dulu dari Tsubomi.
"Tora. "
"Jenderal. "
"Kalau begitu, mantan jenderal apa maumu?"
"Aku sedang tidak ingin bergurau denganmu. Heh, kau mengacuhkanku menikahi Tamao hanya untuk memilih seorang gadis kecil? Kau lolicon sejati. "
"Kau marah karena tidak bisa menyampaikan perasaanmu padaku, atau kau sedang cemburu? "
"Jangan salah paham. "
Tora terkekeh kecil . "Kenapa kau marah? Padahal ibumu juga istri kedua. "
"Itu beda cerita, karena nyonya Himari tidak bisa memiliki anak, tapi kau... Tamao..."
"Sejak kapan kau mempedulikan dia? "
"Aku selalu peduli padanya, tidak seperti dia padaku."
"Bukankah kau agak senang, melihat luka yang kau rasakan ada padanya sekarang? "
__ADS_1
"Ya. Tapi, entah mengapa aku juga merasa iba dan marah."
Tiba-tiba, mereka masuk kedalam dunia lain. Banyak boneka beruang, badut dan fantasi anak-anak lainnya.
"Tora! " Aoi bergerak cepat dengan pisaunya kearah Tora. Namun, Tora berhasil menghentikannya dengan satu gerakan bela dirinya.
"Kau masih harus banyak berlatih. "
"Sialan! "
"Aoi. "
***
Sepuh bulan kemudian, Tsubomi dinyatakan meninggal setelah melahirkan bayinya. Kematian itu bersamaan dengan Furomitsu dengan lengsernya keluarga sisi dari Furomitsu.
Itu membuat Tora harus membawa bayi kecilnya ke keluarga inti. Ini adalah rencana Orcha.
Aoi mengetahui kalau kedua kematian itu tidak beres setelah mayat Tsubomi menghilang , dan mecari tahu. Ia mengikuti jejak-jejak Orcha dan menemukan sesuatu yang tidak biasa. "Apa ini? "
Itu membuat dia dikejar oleh keluarganya sendiri dan menjadi buronan. Saat itu, Tora membantunya.
"Apa kau mau selamat? Jika iya, turuti aku. " Aoi pun terpaksa menurutinya setelah mendengar rencananya.
"Saat waktunya tiba, tolong selamatkan dia. "
"Baiklah."
Orcha sedang mengawasi bayi kecil Tsubomi, Sedangkan Tora menemui Tamao yang sedang dirawat. "Tamao. "
"Enyahlah. "
"anak-anak tidak bersalah. Aku yakin mereka akan akur."
"Enyahlah! "
Tiga tahun berlalu, Tamao pun meninggal dunia karena penyakitnya. Kisah tiga saudara pun berlanjut.
***
Tabung manusia itu menyala berwarna biru. Wanita itu sangat menikmati tontonan didepannya. Tabung itu berisikan Sasaki yang sedang dipulihkan.
__ADS_1
"Akankah jadi apa nantinya? "