Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
59.Mimpi Yang Terulang


__ADS_3

Kuchisawa bangun dengan sedikit tersedak. "Mimpi itu lagi. " Apa karena pengumuman Sana senpai kemarin?


Kuchisawa bersiap untuk ke sekolah, dia pergi dengan berjalan kaki. Saat tiba digerbang sekolah, Lucas merangkulnya untuk mengagetkan.


"O... hayo! " Lucas tersenyum lebar. "Lu, selamat pagi. Asumuri juga. " Asumuri melambaikan tangannya.


"Kenapa tidak bersemangat? Masih sakit? " kuchisawa menggelengkan kepalanya.


"Aku sehat. "


"Yosh! Hei, Asumuri-kun cepat kita ke kelas. "


Lucas menggiring kedua temannya. Didalam kelas sudah ada Nana, Nishimiya, Lamia, Morita dan Shen.


"Tumben baru datang." Nishimiya menyindir Kuchisawa yang biasanya datang lebih awal dari pada dirinya.


"Ichi juga. "


"Kalau dia sih, sudah biasa. "


"Hacwhi! " Ichi yang berdiri didalam kereta tiba-tiba saja bersin, membuat seisi kereta memandanginya. "Maaf. " Ya ampun, siapa yang membicarakanku?


"Bisakah tubuh kalian yang bekerja? " Lamia menyindir para pria.


"Dia kenapa? " Bisik Lucas.


"Mungkin pms. " Gumam Asumuri.


"Nami, apa itu akan dipasang disana? " Hasil hiasan dari origami dan juga balon yang telah ditiup oleh kerja keras Morita menekan si pompa akan ditempel disudut-sudut langit kelas.


"Ya. "


"Sini biar aku. "


Mereka semua bekerja keras untuk mempersiapkan festival sekolah tahun ini. Hingga dua minggu kemudian, waktunya telah tiba.


Festival berjalan lancar hingga siang hari disaat ramai dengan banyaknya pengunjung. Tiba-tiba saja, orang-orang menodongkan senjata kepada para tamu dan juga para murid.


Kericuhan dimulai, Bawahan Fubuki dan Shiroi yang bertugas mengawasi pun bergerak. Tetapi, diantara mereka adalah esper. Banyak polisi yang kalah dan terluka.


"Bwahahaha, aku akan membunuh kalian! "


Semua orang menjerit dan berlari.


"Tidak akan kubiarkan!" Teriak Sana.


"Gadis sepertimu tidak akan bisa melawanku!"


"Bukan aku, tapi kami. " Hana keluar dengan kacamata barunya bersama Inomiya dan Kiyoshi.


"Semuanya pergi. " Suruh Hana. Semua pun pergi dari tempat itu.


"Hmm. " Wanita tua itu terbahak-bahak, dia membuat banyak bayangan .


"Serius? " Mata Hana terbelalak.


"Inomiya. "


"Ayo. "


Sana dan Hana mundur dari tempat pertarungan menyisakkan Kiyoshi dan Inomiya. "Teman kalian kabur? Pengecut! "


Para bayangan itu menyerang mereka Inomiya dapat menghindarinya dan Kiyoshi yang terus menyerang mereka satu per satu.


Kiyoshi memiliki kemampuan untuk menciptakan benda yang ada dalam fikirannya. Dia mengeluarkan senjata-senjata untuk menyerang para bayangan itu.


Inomiya memiliki kecepatan bayangan dan ilusi yang bisa mengilusi orang seakan dia bergerak dengan cepat.


Ditempat lain, Ola yang sedang bersama Bella dan Amanda juga Fleur melawan seorang pria dengan kekuatan umbrakinesis yang mengendalikan bayangannya dan bayangan orang lain.


Dia membuat para gadis itu saling bertarung. Amanda membuat sebuah gerakan untuk memberi sinyal lewat nafasnya, Bella membaca pesan itu.


Mereka mengetahui dia akan datang, setelah dia memotong bayangan dari Amanda, Bella dan Ola. Ola menyipratkan pasir ke mata pemuda itu dan saat celah itu terbuka Fleur membuat penawar untuk teman-temannya dan melempar virus itu ke tubuh lawan lewat bayanganya yang masih terhubung.


Pertarungan antar wanita tua dengan Inomiya dan Kiyoshi masih berlanjut. Hana sebagai pengarah menghubungi mereka lewat earphone.


Sial, para bocah itu bisa melihat pergerakanku! Dalam benaknya. Hingga Inomiya ketahuan mamakai earphone ditelinganya. "Jadi itu. "


"Sial,kita ketahu..." Inomiya melirik Kiyoshi.


Wanita itu telah mengetahui tempat persembunyian Hana dan Sana, dan akan menyerang mereka.


"Senpai!"


"Gukh! " Wanita itu muntah darah. Sana dan Hana terkejut. "Yang ini kan, Sana? "

__ADS_1


"Hyun jin? "


"Si... alan...Apa yang... "


"Aku hanya membuatmu kelebihan asam lambung. Tenanglah, kau tidak akan mati cepat. Maname-san. "


"Aku datang. "


"Hilang? " Kiyoshi dan Inomiya bersamaan. "Senpai! " Mereka berlari ke tempat Sana dan Hana.


"Yui senpai... sensei juga. "


"Yo, kalian baik-baik saja kan? "


"Ya. "


"Aku sudah menyembuhkannya dan membuatnya tertidur. "


"Aku juga mengikat bibi itu dengan kasar. "


Kaoh dengan mudah mengalahkan pria kurus sang pyrokinesis. "Lichita, kau tidak terluka? "


"Tidak, Tuan. "


"Ayah...Ibu! " Eurasia berlari ke arah mereka.


"Asiachan, kenapa kau kemari? "


"Gawat, tapi... "


Disisi lain, ada dua esper lagi yang masih bertarung di dua tempat berbeda. Rusui sang pengendali fikiran melawan Lamia, Shen dan Morita.


Sial, Shen dan Morita telah tumbang! Lamia dan Rusui saling mengadu kekuatan Psycokinesis mereka. Lamia tidak lebih kuat darinya. "Anak sepertimu, belum bisa mengalahkanku. "


Saat Lamia akan dibuat tumbang, tiba-tiba ada yang menyerang Rusui ddan membuatnya terpental jauh ke belakang.


"Jangan sentuh murid-muridku. "


"Kuro sensei."


"Istirahatlah di belakang. " Lamia mengangguk.


"Angkuh sekali, padahal baru datang. " Rusui mengelap darah disudut bibirnya. Dia menyerang Kurosoba dengan menambah kekuatan tapi tetap dikalahkan.


Rusui mulai kesal, dia mengekuarkan seluruh energinya hingga wajahnya mulai memerah. "Jangan lakukan itu. "


"Kau bisa mati. "


"Apa pedulimu! " Rusui menyerang dengan energi penuh. Tekanan yang sungguh dahsyat, itu hampir membuat Kurosoba terpental tetapi dia masih dapat menahannya walau kakinya bergeser sedikit demi sedikit.


"Aaaaa! " Tiba-tiba, Rusui berhenti seperti melamun. Totsuki datang mengosongkan emosinya.


"Totsuki!"


"Totsuki.. senpai ."


Totsuki terjatuh, hidungnya mengeluarkan darah. "Kau bisa berdiri? "


"Kekuatan yang dahsyat. " Totsuki terkekeh.


"Kau ini memang ceroboh seperti ayahmu. "


Di kelas 1A Ichi, Nishimiya, Asumuri dan Lucas melawan saudara kembar yang merepotkan.


"Ahaha jelek... jelek... "


"Anak-nak itu membuatku jengkel! " Seru Nishimiya.


"Namanya juga anak-anak. " Cetus Asumuri.


"Sampai kapan kau akan sesantai ini. " Sindir Ichi.


Bocah kembar itu memiliki kemampuan mengendalikan gravitasi dan mind reading.


"kalian kerepotan? "


"Kyile sensei. "


"Mau apa kau bibi tua? "


Kyile mengeluarkan pecutnya, membuat sikembar bergidik takut.


"Saatnya bibi tua ini menghukum. kalian. "


Disisi lain, Kuchisawa berlari bersama Nana untuk kembali ke sekolah setelah mengevakuasi para pengunjung.

__ADS_1


Tiba-tiba, panah es muncul menusuk Nana didepannya. Kuchisawa berteriak. "Nami! " Darah menggelimpang keluar dari tubuh Nana. Kuchisawa menangis sejadi-jadinya.


PLAK!


Seseorang menamparnya. "Arylin-san? "


Arylin menarik kerah baju Kuchisawa. "Nana, nana dan Nana dia tidak ada disini! Kau sejak tadi bersamaku! "


"Eh? "


"Kau lupa? Nana sedang koma sejak satu bulan yang lalu. "


Ingatan Kuchisawa kembali, dia menjatuhkan tubuhnya. "Benar. " Apa anak ini terke... Tiba-tiba, Arylin mendapat penglihatan kematian lagi. Dadanya sesak.


"Arylin-san? "


"Cepat, kita harus segera kembali! "


***


"OaaaaaOaaaaa! "


"Berisik! " Kyile yang marah malah membuat tangis sikembar semakin jadi.


"Huh, ayo kita buat mereka tidur. " Maname menyemprotkan cairan tidur.


Para esper yang telah ditangkap, dikumpulkan diaula sekolah. Sedangkan, para ******* telah di bawa oleh pihak berwenang.


Kaoh dan Fubuki datang ke aula untuk melihat para esper yang ditangkap.


"Elize heart, Rusui kensei, Start colin, Curly bersaudara Elle dan Belle, juga Damian park. Mereka semua adalah para buronan yang hilang, tapi..." Fubuki berhenti menjelaskan.


"Tapi? "


"Seharusnya mereka bukanlah seorang esper. "


Kaoh kaget. "Apa kalian menemukan alat esper? "


Semua menggelengkan kepala mereka. "Itu jelas mereka benar-benar seorang esper. "


"Aneh. "


Saat mereka sedang lengah berunding, Hana dan Inomiya melihat pergerakan aneh dari para tahanan itu.


Lalu Amanda berteriak. "Awas mereka akan meledak!" Mereka tak sempat untuk mengevakui diri. Kaoh melindungi Fubuki kurosaba dan Kyile juga Maname berusaha melindungi muris mereka dan juga Lichita.


Lalu, sekelompok orang berjubah hitam datang memasang sebuah perisai diantara mereka.


DUAR!


para tahanan itu meledak meledakkan aula hi hingga dentuman itu terdengar hingga keluar membuat mereka yang berada diluar terkecoh.


Mendengar itu dan setelah melihat asap yang mengepung Arylin semakin mempercepat langkahnya. "Hei, kau belum. bisa langsung kesana membawaku? "


"Kekuatanku belum sepenuhnya pulih, maaf. Tapi kurasa tidak apa-apa."


"Apa? "


"Hanya perasaan.. Perasaanku mengatakan mereka baik-baik saja. "


***


"Alat esper? " Gumam Kiyoshi yang menyadari itu. Dia berdiri dan memberi tahu semua orang bahwa yang melindungi mereka adalah pengguna alat esper.


Para orang berjubah itu berencana langsung pergi ketika tekanan udara dan asap itu menyebar. Tapi Kaoh menahan mereka.


"Tunggu! "


Seorang gadis berhenti, sedangkan yang lainnya pergi. Gadis berkacamata dengan bintik jerawat dikedua pipinya itu mengangkat wajahnya. "Halo, tuan Kaoh. Salam kenal. "


"Kau masih anak-anak? "


"Kalian baik-baik saja, jadi tenanglah. " Tiba-tiba dia pun menghilang dengan cepat seperti debu.


"Dia pergi?"


"Huh!" Semua menghela nafas.


"Tapi kenapa mereka membantu kita? Padahal sebelumnya menyerang kita." Pertanyaan Fubuki membuat paraduga baru untuk Kaoh.


"Sensei, sepertinya orang-orang yang meledak itu ada hubungannya dengan pembunuh Totsuka. "


***


"Sepertinya mereka telah bergerak. "

__ADS_1


"Begitu ya. Jadi, harus bagaimana, Yang mulia? "


__ADS_2