Lair : psycho heroes

Lair : psycho heroes
88. Dugaan Yang Benar


__ADS_3

"Kenapa kalian terus menahanku? "


"Karena dia bilang kau bisa menghalangi rencananya. " Oroi menggingit gerahamnya, mencengkram kedua tangannya.


***


Yahiko menjatuhkan tubuh Yota ke atas sofa kecil. "Kenapa tidak dikasur? " Tanya Nabari.


Yahiko berbalik menatap bocah itu. "Lebih baik anda segera tidur dan besok kita tinggalkan dia. "


"Ehh? "


"Jangan banyak alasan! Jika dia masih melihatmu, dia akan menyerangmu lagi nanti. Pria keras kepala sepertinya, aku memang membencinya. " Aku jadi teringat wanita di keluargaku. Nabari teringat akan Nana, Izanami, Arylin, Tsubomi dan Tamao.


Apa semua wanita begini? Nabari mengecilkan matanya.


Nabari pun dipaksa tidur olehnya, jika tidak dia akan disuruh belajar oleh Yahiko.


***


Aoi bertemu dengan chovez disebuah pondok kecil yang terpencil. "Kenapa kau mencariku, Chovez? Inginku sebarkan keberadaanmu? "


Chovez tertawa girang. "Tch. " Aoi mendesis.


"Selera humormu tidak berubah, nak. "


"Jangan panggil aku begitu, aku... "


"Kau mau mencarinya bukan? Kalau begitu ayo bekerja sama. "Chovez menatap tajam Aoi. Aoi memegang sebelah pinggangnya.


Dari sisi Arylin dan Hanabari telah diam-diam membuat pergerakan. Karena sekolah belum masuk, tetapi para orangtua murid masih berada disana. Agar murid dan orangtua tidak tahu ini, mereka bergerak secara rahasia.


Izanami sulit menemui Kaoh, dia tidak ingin menemui siapapun selain Lichita dan Eurasia.


Namun, Araumi memaksa masuk kamarnya dengan alasan mengajaknya untuk menengok Lichita dirumah sakit.


Kaoh membukakan pintu kamarnya. "Bagaimana? Mau ikut? " Tanya Araumi. Kaoh mengangguk. "Tapi, Asia-chan... Tunggu dirumah ya, tidak apa-apa?" Aku harus membujuknya.


"Asia, tunggulah dirumah. Jangan kemana-mana. Ayo kita segera menemui Lita. "


"Oya, Ohkun. Wiles telah kami kuburkan bersebelahan dengan temannya itu di makam keluarga kita. "


"Oh. "


Fubuki dan Han shunji telah memiliki rencana baru untuk memancing Nabari muncul dan membunuh anak itu.


"Anda yakin soal itu? "


"Ya, itu bukan masalah. Tapi, kita masih harus bersabar. "


Beberapa murid datang menemui Arylin. Mereka adalah teman-temannya Eurasia.


"arylin-san, mengapa pak kepala selalu melarang kami untuk menengoknya, eurasia dan keluarga anda? " Tanya Fleur.


"Apa kalian mau tertular dengan Asia? Untuk Nona Lichita, anak-anak tidak boleh masuk ke ruang ICU. Bahkan orang dewasa pun dibatasi. Kalian berdoa saja untuk kesehatan mereka. Mengerti? "


***


Satu minggu berjalan begitu cepat. Kaoh yang bosan dengan hidupnya membawa Eurasia. Dia terus termenung memandangi wajah Lichita.


Satu jari Lichita bergerak, Kaoh menyadari itu. Dia langsung memanggil namanya. Lichita perlahan membuka mata. Dia menoleh ke arah Kaoh.


"Asia, lihat ibumu sudah bangun! Dokter kemarilah! " Mereka menjawab, namun mereka tidak kunjung datang.

__ADS_1


"Kenapa lama sekali? "


Lichita yang terus menatap ke sampingnya, lalu memanggil Kaoh dengan lirih. Kaoh mendekatkan wajahnya ke wajah Lichita.


PLAK!


Lichita menampar suaminya itu, dia melepaskan selang oksigen dari mulutnya. "Sadarlah, ohkun! "


"Lita? "


"Semua orang takut, kau tahu?! Seharusnya kau memakamkannya bersama saudaranya! "


"Sau... dara? "


"Sadarlah, Asia telah wafat didepan kita. Buat apa kau... Kau kenapa menambah deritanya? "


Kaoh terjatuh dari tempat duduknya, dia terkejit saat melihat kesebelahnya. Bau busuk mulai menyebar diruangan itu. Kaoh berteriak kecil, histeris. Dia buru-buru menelfon Shiroi, namun mereka kedatangan orang yang tak diduga.


Dia memegang tangan Kaoh. "Mereka sedang dalam perjalanan." Ruangan sedikit jadi lebih dingin. Es itu membekukan tubuh Eurasia yang sudah tak bergerak. Membuat kembali cantik dan menghilangkan wangi busuknya.


"Naba. "


"Nabari-kun. "


"Kakak. "


Kaoh tiba-tiba menarik jaket Nabari. "Naba, tolong, tolong ambil penyakit Lichita. Aku mohon!"


Nabari dengan kuat melepas cengkramannya. "Aku tidak bisa. " Kaoh semakin kencang menarik bajunya. "Kau! Argh!" Nabari mematahkan satu tangan Kaoh.


Yahiko yang baru membuka matanyadan ditemukan lagi oleh Yota yang berteriak mengetuki pintu penginapannya.


"Apa kau tidak bosan?!"


"Katakan dimana bocah itu!"


Nabari mendorong kakak laki-lakinya itu. Lichita mulai sesak nafas. Shiroi dan anggotanya terdengar sudah berada diluar dan akan masuk.


Nabari pun pergi. Saat mereka telah membawa jasad Eurasia bersama Araumi dan Izanami, para dokter pun masuk memeriksa Lichita.


Kaoh hanya duduk menunduk sambil tangannya diobati. "Sebaiknya anda ronsen tangan anda, tuan. "


"Aku baik-baik saja."


Nabari berhenti ditengah jalan. Gejala itu kembali muncul hingga Aoi menahannya jatuh dan memapahnya.


"Kau berhasil memata-mataiku. "


"Bukan saatnya mengatakan itu. "


Aoi memapahnya, membawanya ke sebuah mobil yang telah ditunggu oleh Sebastian sebgao supir mereka.


"Sebastian. "


Pelayan itu memberi hormat. Dia mempersilakan mereka masuk dan menyetir. Membawa mereka ke tempat Chovez.


Disana pria tua itu telah menunggu. "Tuan muda. "


"Paman. "


Tiba-tiba, ada yang memukul kepala Nabari dari belakang. "Hei, kenapa memu... kulku. "


Lamia, Nana dan Ichi sudaj berada dibelakangnya. "kalian. "

__ADS_1


"Kami menemukanmu. "


***


"apa? " Arylin sontak melonjak. "Kalian sudah keduluan? " Ikuta dan Kurosoba mengangguk lemas.


"Kenapa bisa? "


"Maafkan kami. "


"Ini bukannya waktu untuk ribut, sebaiknya kita segera menyusul mereka. "


Han shunji telah masuk ke dalam rumah sakit atas bantuan Fubuki dan koleganya. Tak ada yang mencurigai dirinya. Dia masuk ke sebuah ruangan.


Disana ada seorang remaja laki-laki yang terbaring tak sadarkan diri. "Ini dia. " Shunji tersenyum kecil.


***


"Pergilah, tuan. Temani dia menggantikan aku. " Suruh Lichita. Tanpa berkata apapun dia pergi untuk memakamkan putri mereka.


Karena, mereka telah menerima kabar bahwa Araumi akan segera memakamkannya bersama Izanami dan Rui.


"Kemana saja kau? " Tanya Izanami. Azami tak menjawab dan langsung membantu proses pemakaman.


"Dia itu. "


Kaoh datang dengan mobil kesayangannya. "Bisakah kalian membongkar makam Wiles dorman dan membantuku mengurus surat namanya dan juga surat adopsinya. Aku ingin merubah semua. "


"Kakak. " Arylin memegang tangan Kaoh.


"Aku akan membantu. " Sahut Izanami. "Aku juga. "


Ditempat yang berbeda mereka mengingat saat dimana Kaoh mengadopsi Eurasia. Saat itu, dia sedang berada di kota Bringmingham dan bertemu seorang wanita hamil yang tiba-tiba pingsan.


Kaoh memanggil ambulan untuk membantu wanita itu dan ikut bersama ke rumah sakit. Kaoh menunggu wanita itu hingga sadar dan menanyakan dimana keluarga dan suamimu saat itu, tetapi dia hanya sendirian.


Beberapa hari itu Kaoh merasa tak bisa meninggalkannya. Dia masih membantu wanita itu. Saat hari keempat, dokter memanggil Kaoh yang berada diluar menemui Arylin yang menyusulnya.


Staf rumah sakit bilang bahwa wanita itu akan melahirkan, namun salah satu harus dikorbankan. Kaoh terkejut dengan ucapan wanita itu yang telah disampaikan oleh mereka.


Kaoh menceritakan semuanya pada Arylin dan mereka pergi kesana.


"Apa yang anda maksud, nyonya Eurasia? "


Wanita itu memegang Kaoh dengan tatapan memelas. Dia memohon. "Tolong selamatkan putri... ku. "


Detak jantung wanita itu semakin melemah. "Kita harus segera menyelamatkan bayinya. Tuan Kaoh, ini adalah permintaan terakhirnya."


Bayi perempuan dengan berat dua kilo enam ons itu lahir dengan kulit yang sangat putih seperti ibunya, namun disayangkan Eurasia pun meninggal dunia.


"Ini bayinya. " Suster memberikan bayi cantik itu pada Kaoh. Dia menggendongnya, bayi itu memegang wajahnya dengan tangan mungilnya dan tersenyum .


"Dia menyukaimu. " Arylin menyiku Kaoh.


Setelah mereka mengurusi kremasi Eurasia dan menaburkan abunya ke laut dalam. perjalanan pulang ke jepang.


Kaoh juga telah mengadopsi putri kecilnya dan menemainya dengan nama ibunya Eurasia.


Saat kembali ke jepang, Eurasia disambut oleh keluarga Hitsuziaki. Terutama Tora. "Naba, lihat kau punya teman. " Awalnya Arylin tidak menyetujui bahwa bayi itu harus dipertemukan dengan bayi Nabari. Tapi setelah melihat reaksi mereka yang menarik. "Tidak buruk juga. "


Eurasia dimakamkan dalam satu peti yang besar yang cukup untuk dua orang bersama dengan Wiles. Dan Wiles telah berganti namanya menjadi Hitsuziaki Wiles disaat kematiannya.


Selamat tinggal anak-anakku..

__ADS_1


***


"Ini dia. " Han shunji menyeringai ketika dia akan melepas selang oksigen itu, seseuatu membuatnya tercengang. Dia mencengkeram pergelangan tangan Shunji.


__ADS_2