
Shyutt!
BYRG!
CLING!
Nabari dan Daigo saling bertarung memperebutkan kematian dari salah satu mereka.
Daigo menyembunyikan rasa sakitnya akibat virus yang ada didalamnya. Nabari mengeluarkan lima elemen secara bersamaan. Api, es, angin, listrik dan air asam secara bersamaan untuk menyerang Daigo.
Daigo dibuat mundur beberapa langkah. "Fubuki-san. "
"Kau telah megetahui jati diriku. "
"Fubuki-san. "
"Tch. terserah saja. "
"Fubuki-san, bangun sekarang... juga! " Nabari meluncur ke arah Daigo dan pria itu menahan gerakan Nabari dengan tubuhnya.
Kawazaki Fubuki adalah cucu laki-laki Asazaki Daigo. Saat putrinya Asazaki Marina dan menantunya Kawazaki Mahito meninggal akibat kecelakaan saat Fubuki masih berusia delapan belas bulan.
Putra tunggal mereka Fubuki dirawat olehnya. Mereka membuat sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh mereka berdua.
Saat kematian Daigo, karena Fubuki tidak ingin kehilangan sang kakek dia merelakan dirinya menjadi wadah kebangkitan sang kakek saat usianya yang keseblas.
Dan saat Fubuki meranjak usia dua puluh sembilan tahun, ketika dia menjabat sebagai wakil perdana menteri. Ketika itu dia yang telah menjadi angkatan laut, karena ketelatenannya dia dipilih menjadi wakil perdana menteri.
Setelah acara pelantikan, malam itu Fubuki tiba-tiba merasa pusing dan mendengar sebuah suara. Itu hari pertama dia mengetahui bahwa dirinya telah menjadi Daigo.
***
Daigo mementalkan tubuh bocah itu ke belakang. Nabari berhasil memgerem dirinya diudara.
Tubuh Daigo mendadak gemetar seperti ada yang berjalan didalamnya. Disaat yang bersamaan tubuh Nabari juga merasakan hal yang sama. Dan tiba-tiba, mereka muntah darah.
Mereka meludahkan sisa darah yang ada didalam mulut mereka dan mengelap tetesan yang menempel di ujung bibir mereka.
Bocah dan pria itu kembali bertarung sengit. Mereka saling adu jotos dan psikis. Bergerak cepat bagai kilatan cahaya terus menerus.
Bumi bergetar hebat, tanah bergoncang membelah lautan dan gunung. Api didalam perut bumi muntah ke atas tanah, lalu menghilang.
Tubuh Daigo yang diselimuti air berlapis es dan kristal, dan Nabari yang melapisi dirinya dengan api biru yang dingin.
Saat lava api itu menghilang, mereka turun ke atas tanah yang menaik. Tubuh Daigo telah sedikit terluka, sedang bocah didepannya tidak terluka sedikitpun.
Entah regenarasinya yang cepat atau pelindungnya yang tak dapat ditembus. Tubuh Daigo masih beregenerasi dan luka-lukanya mulai menutup.
Sebelum luka Daigo menutup seluruhnya, Nabari menyerangnya kembali sehingga menambahkan luka baru. Daigo yang mulai jengkel mulai membabi buta.
Dia berlari ke arah Nabari ,membakar tinjunya dengan api. Tapi Nabari menghentikan langkahnya dengan mengeluarkan suara yang keras. Daigo menutupi telinganya.
"Suaranya keras sekali. " Suaranya telah berubah. Nabari membuka perutnya yang berubah bentuk menjadi speaker.
__ADS_1
Nabari mendudukan tubuh Daigo dengan satu telunjuknya. "Fubuki-san, kau kembali. "
Fubuki mengangkat bola matanya menatap tajam Nabari. "Bocah, kau salah sangka. "
"Kenapa kau ingin menjadi kakekmu? Padahal kau lebih keren darinya. "
BRKG!
Nabari terpental jauh oleh tendangan atletis Fubuki dan tergeletak diatas pasir. Nabari bangkit dan menumbuhkan banyak tanaman untuk memperangkap Fubuki.
Tanaman-tanaman itu mengikat tubuh Fubuki hingga ia terperangkap. Nabari berada didepan wajahnya memukul perut Fubuki.
Fubuki mendorong Nabari dengan memanjangkan tiang tanah hingga menjulang ke atas dan melempar tubuh Nabari ke langit.
Dari atas, Nabari menyerangnya dengan tekanan angin dan atmosfer yang menekan Fubuki setelah dia terbebas dari cengkraman para tumbuhan.
Tubuh Fubuki tertekan. Suaranya berubah. Itu Daigo. Dia menghujani tubuh Nabari dengan hujan asam sehingga tubuh bocah itu terkoyak.
GBURK!
tubuh bocah itu terjatuh keras dilindungi pasir-pasir. Daigo terbebas dan pergi mendatangi bocah malang itu.
Dia sangat kesal melihat kenyataannya. Itu hanyalah tubuh boneka tiruan yang diisi oleh astrakinesis.
"Humph, tapi dia pasti sedang merasa sa... " Daigo terbelalak mengetahui bocah itu telah tepat berada di belakangnya.
"Itu memang sakit. " Daigo melompat dan membalikkan tubuhnya. "Kenapa takut begitu? "
Dia meremaskan jari-jarinya meremas tubuh Nabari yang berdiri diseberangnya. Tubih Nabari remuk, tulang-tulangnya keluar dari tubuhnya. Berterbangan, lalu maju menyerang Daigo.
Pasir melindungi sekitar tubuh Daigo. Namun, dibalik tulang-tulang itu terselip beberapa senjata tajam yang menembus dan menggores tubuhnya.
Kedua kakinya pun mulai mengkristal dan semakin menaiki tubuhnya. Gravitasi disekiran mereka menghilang, namun karena perbuatannya Nabari pun ikut tak bisa bergerak.
Nabari menusuk tubuh Daigo yang sesang membungkuk untuk menghancurkan kristal dikakinya dengan tombak es yang muncul dari bawah tanah. Menembus jantungnya.
Namun, Daigo malah terbebas dari jeratan itu. Pakaian atasnya terbuka. Membuat Nabari terkejut dengan keadaan tubuhnya.
"Woahh, keren! "
"Jangan meledekki, bocah!"
"Tidak, itu benar-benar keren. Jadi jantungmu masih ada empat termasuk yang asli? "
"Aku tidak akan memberitahumu. "
"Untuk melindungi sebuah jantung pendonor, yaitu ibumu. " Mata hijau pria itu menatap kosong. kemudian dia meluncur, lalu menghilang.
Dia mengelilingi tubuh Nabari menyerangnya dengan Psycokinesis yang tak berpengaruh pada bocah itu.
CLANG!
SHUNG!
__ADS_1
DRKR!
Pertarungan mereka membuat badai menerpa. Para hewan berlari takut dan berpindah tempat dengan terburu-buru. Pohon-pohon bertumbangan, ombak laut membesar.
Angin pasir menerjang mereka sehingga mata mereka kelilipan. Tetapi, dua lelaki itu tak menghentikan pertaruangan mereka.
***
Disisi lain, dihampir selurih dunia bulan besar itu bercahaya terang lalu meredup dan kembali bercahaya dan terus begitu.
Nana menatap langit sambil berdoa. Orang-orang ditempat mereka masing-masing pun menatap bulan itu dengan seksama.
***
Daigo memuntahkan darah lagi setelah Nabari memecahkan pembuluh darah dikedua tangannya. Sehingga dia tidak lagi dapat menggunakan kedua tangannya.
Nabari terus menerus menyerangnya. Kekuatan fikiran dan fisik juga elemen yang menyerang Nabari bagai jarum yang menembus air.
Daigo telah terbawa kedalam mimpi buruknya. Lalu, pria itu mematahkan lehernya hingga mati agar keluar dari mimpinya.
Dia terbangun tergeletak diatas gurun yang luas itu, bangun dengan tubuh lunglainya. Kepalanya menyenggol tubuh bocah itu.
Nabari menarik tubuh Daigo kebawah melemparkan semua kemampuannya membuat senjata tajam dari itu semua. Menusuk semua jantung Daigo.
Tubuh Daigo terkapar, namun dia masih sadar karena ada satu jantung yang dibiarkan bocah itu.
"Kenapa tak membunuhku? "
"Fubuki-san, kembalilah. Aku sudah membunuhnya. "
"Dasar naif. "
BRUAK!
Tubuh Nabari tertusuk banyak duri-duri bumi yang menancap diseluruh tubuh mungilnya.
"Hahahahha. " Fubuki bangkit sambil tertawa puas.
Fubuki mendatangi Nabari. "Saat kau masih sekarat, aku akan mengambil semuanya dan menjadi sempurna dan abadi. "
Nabari mengangkat sedikit wajahnya dan menatap Fubuki dengan sinis. Saat pria itu akan memegang tubuh Nabari, anak itu meleleh menjadi cairan kimia yang lengket dan bau mengenai kakinya.
Nabari menendang Fubuki jauh, lalu datang untuk terus memukulinya hingga babak belur. Nabari mematahkan satu telunjuknya, lalu semua darah keluar dari tubuh Fubuki.
Nabari melempar tubuh pria itu ke bawah. Nabari turun mendekatinya. Dia mengangkat setengah tubuh Fubuki.
"Kau akan mati. "
BLuBK!
Jantung Nabari tertusuk, mulutnya mengeluarkan darah. Fubuki menyeringai.
"Kalu begitu ikutlah bersamaku ke neraka. "
__ADS_1