Langit Hawa

Langit Hawa
agresif.


__ADS_3

Langit menghampiri mereka yang sedang ngobrol, tidak berdua karena disitu juga ada Mimin..


"sayang...... udah pulang belum?"


ucap langit menghampiri dan berdiri di samping Ezi.


keduanya saling menatap satu sama lain,


Ezi menoleh pada Hawa yang terpaku.


Sarah dan Mimin pun terdiam melihat ketiga anak muda yang berada dalam situasi tak menentu.


"be.. belum bang!


sebentar lagi...!"


Ucap hawa tersenyum pada Ezi.


"kak...ini langit....M.m....!"


"pacar nya hawa.....!"


ucap langit mendahului hawa yang Seperti nya tidak enak untuk mengucapkan hal itu.


Sarah dan Mimin terkekeh kecil di belakang nya.


"oh....... baru pacar!"


"maksud Lo ...!" ucap langit sedikit naik pitam.


"bang .....!"


ucap hawa menahan tubuh langit.


"ya emang bener kan,baru pacar belum jadi suami... istri!


jadi gak usah sombong!"


ucap Ezi Kemudian pergi, kecewa dengan kenyataan itu, karena ia terlanjur menyukai gadis itu.


bukan Ezi kalau menerima begitu saja.


hawa mematung sendiri menatap punggung Ezi yang menjauh.


Sarah ingin melihat jelas wajah pria yang mengaku pacar pegawai nya itu, karena saat itu langit memakai masker wajah.


entah kenapa Sarah penasaran dengan anak itu.


Alis matanya seperti seseorang yang sedang ia cari keberadaan nya...


"Bu Sarah...hawa udah boleh pulang kan?"


ucap hawa melihat jam menunjukkan pukul lima lewat sepuluh menit.


"boleh hawa....ini uang makan kamu!"


ucap sarah memberikan uang sepuluh ribu tiga lembar.


"terima kasih Bu ..!"


"ya Sama-sama hawa,kamu hebat bisa membuat kedua Lelaki itu memperebutkan kamu"


ucap Sarah tersenyum, ia tahu hawa anak yang baik.


hawa hanya tersenyum menanggapi.


hawa menghampiri langit yang sedang duduk di atas motor nya..


langit Tersenyum saat hawa sampai di depan nya, namun hawa memalingkan wajahnya sambil menunjukkan bahwa ia tidak suka dengan sikap nya tadi.


"kamu marah?"


ucap langit meraih tangan Hawa, namun cepat Hawa menghindar.


"kenapa sih mesti ngomong begitu bang?"


ucap Hawa menilik wajah langit.


"biar dia gak deketin kamu terus?"


"siapa yang deketin sih bang?"


"kenapa sih kamu gak peka hawa?"


"peka Apa?"


"aku tuh cemburu tahu gak lihat kamu sama dia?"


ucap langit membuat hawa menautkan alisnya.


"dia itu suka sama kamu!"


ucap langit menarik pinggang hawa agar merapat pada tubuhnya.


namun Cepat hawa memundurkan langkahnya.


"langit......!"


ucap hawa sambil melotot,, kesal karena mereka sedang berada di luar. belum lagi dengan langit yang selalu bersikap agresif padanya, membuat hawa kembali memanggil Langit dengan nama nya.


"kenapa sih?"

__ADS_1


"aku mau pulang sendiri?"


ucap Hawa kemudian beranjak pergi namun cepat menarik tangan hawa.


"wa ...tunggu!


jangan marah dong?


aku bersikap seperti itu karena aku gak suka dia deketin pacar aku...!"


"ya tapi gak mesti begitu juga bang?"


ucap hawa sambil berjalan.


"tunggu yang....!"


ucap langit menahan langkah gadis itu.


"aku minta maaf......!"


ucap langit meraih tangannya.


"pulang sama aku ya!"


ucap langit menuntun tangan hawa menuju motor nya.


Sarah memperhatikan mereka berdua, tersenyum dengan tingkah kedua anak muda itu.


Mungkin jika ada, anak nya pun sebesar pacar nya Hawa.


Sarah menghapus air mata nya, ia begitu merindukan bayi kecil nya yang hilang.


"aku mau main futsal.. kamu ikut ya!"


ucap langit membuat Hawa tertegun.


"ngapain? aku pulang aja bang!"ucap hawa melunak..


"ya kasih aku semangat dong wa!


sebentar cuma satu jam...!"


ucap langit kemudian memakaikan helm di kepala Hawa.


langit menarik tangan hawa agar memeluk tubuh nya, namun hawa Langsung menarik nya.


"kenapa?"


ucap langit menoleh ke belakang.


"jangan ngambek Terus, nanti aku cium disini mau?"


ucap langit Tersenyum,


'kenapa sih punya pacar agresif banget....'


ucap hawa sendiri.


hawa tak menolak saat langit kembali menarik tangan nya, memeluk punggung kokoh itu.


angin berhembus menerpa wajah nya saat hawa membuka helmnya.


namun cepat ia memakai masker.


"kenapa?"


ucap langit menyentuh Rambutnya, Merapikan nya sedikit.


"gak apa-apa... nanti apa kata teman kamu?"


"gak ada teman sekolah, cuma Ibra!


aku main futsal sama temen temen komunitas motor sport!"


ucap langit sambil menuntun tangan hawa masuk ke gedung futsal tersebut.


"asik...bawa cewek nya dia sekarang?"


ucap Ilham teman satu komunitas yang memang sama sama memiliki hobi Bermain bola, kemudian terkekeh.


sebelum nya langit tak pernah membawa teman perempuan apa lagi pacar.


hawa menunduk tak berani menghadap teman teman nya langit.


"ya dong ..... emang cuma Lo doang yang bisa!"


ucap langit Santai kemudian berjalan menghampiri Ibra yang sedang duduk bersama lili sang pacar.


"hai......Lo ajak hawa?"


ucap Ibra tersenyum melihat hawa yang menunduk.


"ya....!"


ucap langit kemudian menoleh pada Hawa.


"awas ada yang bucin..."


ucap Ibra terkekeh kecil sambil berlalu pergi.


"kamu tunggu sini sama lili ya...!"

__ADS_1


ucap langit menyuruh hawa untuk duduk satu meja bersama lili.tak memperdulikan ucapan Ibra yang meledek nya.


hawa terdiam melihat lili yang tampak cantik tak seperti dirinya, jujur saja ia minder.


"sini....!"


ucap lili tersenyum ramah.


"terima kasih....!"


ucap hawa duduk di samping lili.


"ya udah Abang sana ya....!"


"cie .... Abang!"


ucap Ibra terkekeh geli mendengar ucapan langit. ia kembali menitipkan ponselnya pada lili.


terlihat wajah hawa pun memerah.


"sialan Lo ah...!"


ucap langit kemudian pergi meninggalkan hawa dan lili...


"udah lama pacaran sama langit?"


tanya lili membuka obrolan.


"HM... belum lama kak!"


"kamu kelas berapa?"


"kelas dua kak ...!"


"oh kamu adik kelas nya langit!"


ucap lili tersenyum, ia sendiri sekolah di tempat yang berbeda dengan Ibra dan langit.


jadi lili tak mengetahui perihal hawa yang baru di jumpai nya.


berbeda dengan lili , hawa merasa bosan menunggu langit bermain bola, beberapa kali langit pun menoleh pada gadis itu yang sejak tadi sibuk dengan ponselnya.


tak seperti lili yang asik menonton Ibra bermain sambil sesekali memberikan support.


hingga permainan usai, hawa tetap sibuk dengan ponselnya sampai tak menyadari langit yang berada di hadapan nya.


"eh.....!"


ucap hawa terkesiap saat langit mengambil ponsel nya.


hawa mendongak kemudian berdiri,


langit menatap hawa dengan tajam kemudian meraih pinggang perempuan itu,


Hawa langsung gelagapan dan melepaskan pelukan langit, namun langit menahan nya.


"kamu tuh dari tadi chatting sama siapa sih?"


ucap langit dengan jarak yang begitu dekat.


"Langit......!"


ucap hawa mendorong nya sekuat tenaga.


namun langit menahan tangan nya.


"langit kamu?" ucap hawa dengan mata tajam.


"apa?"ucap langit mendekati.


"sini handphone ku!"


ucap hawa memundurkan tubuhnya.


"aku perhatikan dari tadi kamu main handphone terus?"


"ya terus aku mesti kayak gimana?


aku bosen nuggu kamu!"


"bosen....?"


"ya aku bosen langit..!"


"kenapa kamu gak seperti lili yang fokus nonton dan kasih suport untuk Ibra!"


Ibra tertawa melihat tingkah laku pasangan yang sedang bertengkar itu.


Hawa sendiri menganga mendengar penuturan langit,


ia tak menyukai permainan sepak bola,mana bisa ia seperti lili yang asik Nonton, ia sendiri tidak tahu dengan jelas permainan itu.


"aku gak suka bola, aku bukan suporter bola...!"


ucap hawa membuat langit menarik tangan Hawa.


"meski gak suka... tapi setidaknya kamu kasih aku semangat dong!"


ucap langit membuat hawa tertegun.


"apa sih dia... udah cemburuan, agresif... sekarang minta aku jadi suporter..?"

__ADS_1


ucap hawa sendiri dalam benaknya.


bersambung....


__ADS_2