
keduanya sama sama membersihkan dapur setelah percakapan singkat itu.
"kenapa sih mesti kerja segala?!"
ucap langit membuka obrolan kembali, Karena sejak tadi kedua nya fokus membersihkan dapur.
"hawa....?"
ucap Langit tiba tiba menyentuh tangan Hawa.
"apa sih langit?"
ucap Hawa geram menarik tangan nya, langit benar benar membuat nya lelah, setelah seharian beraktivitas sekarang harus membersihkan dapur akibat kelakuan nya itu.
"kalau kamu terus kerja, berarti aku tiap hari makan mie instan begitu?
emang kamu gak di kasih duit sama Ayah kamu?"
tanya langit menghentikan aktivitas nya.
"aku kerja buat nambah tabungan aku,aku gak mau selama nya bergantung sama ayah ku!
aku capek kalau terus menerus ikutin ayah, aku mau tinggal menetap di suatu tempat, tanpa harus memikirkan dimana nantinya setelah ini aku akan tinggal!"
ucap hawa langsung menyimpan lap dengan kesal.
"kenapa sih gak beli makanan di luar aja?"
ucap Hawa kemudian beranjak namun langit menarik tangan nya.
"ya terus buat apa dong bahan makanan yang udah kita beli,,, mubajir kalau di biarkan begitu saja,lama kelamaan pasti basi..dan berbau, kalau kamu waktu itu bilang kalau kamu kerja, aku gak akan ajak kamu belanja!"
ucap langit kemudian pergi meninggalkan hawa yang mematung.
hawa merebahkan tubuhnya di ranjang, Apa Yang dikatakan oleh langit memang benar!
tak lama hawa memejamkan matanya karena ia lelah dan mengantuk.
subuh menjelang terlihat jam menunjukkan pukul setengah lima pagi, hawa bergegas bangun mencuci mukanya dan melangkah menuju dapur.
hawa melihat tumpukan baju kotor di atas mesin cuci, sudah di pastikan itu pakaian langit.
bergegas hawa memasukkan nya ke dalam mesin cuci, biarlah bajunya besok saja agar tak menyatu dengan pakaian langit.
sambil menunggu cucian hawa memasak nasi, kemudian mengambil beberapa olahan untuk di masak.
ayam goreng kremes dan capcay yang menjadi menu nya kali ini,tak perlu terlalu banyak karena mereka hanya makan berdua.
pekerjaan hampir selesai dari mencuci baju, membersihkan dapur, sarapan juga sudah siap termasuk makanan untuk nanti makan siang.
hawa melihat langit yang masuk ke dalam rumah dengan kaos polos dan celana training pendek, entah kapan Langit keluar ia sendiri tidak mengetahui nya.
Langit Tersenyum menghampiri nya,
hawa terlihat gugup karena penampilan nya saat ini yang belum mandi.
"Dari mana kamu?"
ucap hawa menghindari langit.
"olahraga.....!"
ucap langit mengambil gelas lalu menuangkan air minum.
hawa memalingkan wajahnya tak ingin melihat hal itu, langit tampak seksi dengan keringat yang mengucur dari pelipisnya di tambah janggut nya naik Turun saat sedang minum.
"eh mau kemana?"
ucap langit saat melihat hawa melengos pergi.
"mandi.....aku udah siapin sarapan!"
ucap hawa berlari kecil.
Langit Tersenyum melihat tingkah hawa, kemudian beralih ke sebuah Tupperware yang berada di atas meja lalu membuka nya.
nasi putih, ayam goreng kremes dan capcay.
"kenapa ya kok hawa bisa tahu makanan kesukaan ku?" tutur langit dalam hati sambil tersenyum sendiri, gegas langit ke kamar untuk mandi.
__ADS_1
"sarapan apa?" tanya langit yang sudah siap dengan seragam sekolah nya, langit tampak tampan dengan rambut nya yang masih basah.
"bubur.....kamu suka gak?"
ucap hawa memalingkan wajahnya cepat, khawatir ia mengagumi pria itu.
hawa memang sengaja membuatkan bubur ayam untuk sarapan mereka berdua,ia suka bubur!
"ini buat bekal aku makan siang?"
ucap langit menyentuh benda persegi panjang itu.
"itu punya aku....!
emang kamu mau bawa bekal juga?"
tanya hawa sambil menyodorkan mangkuk berisi bubur yang sudah diberikan kerupuk dan juga sambel seperti permintaan Langit.
"mau lah,itu kan makanan kesukaan aku wa, kamu kok tahu?"
"gak tahu aku bikin itu cuma kepikiran aja!
jangan geer"
ucap hawa tersenyum manis, membuat langit membeku.
Hawa mengambil Tupperware di kitchen set, kemudian menyiapkan bekal untuk langit.
"nih...!"
ucap Hawa menyodorkan benda persegi panjang itu.
"Masih ada makanan yang lainnya,aku simpan di lemari penghangat buat kamu makan nanti sore, cuma menu nya beda takut kamu bosan jadi nanti kamu gak perlu masak mie instan lagi...!"
"makanan nya apa?"
ucap langit yang sudah habis menyantap bubur ayam yang dibuat oleh Hawa, enak dan bikin nagih.
"ada udang saus tiram sama kentang balado..!
aku pasti pulang malam lagi, nanti kalau pulang angkat jemuran...!"
"kenapa senyum senyum kayak gitu?"
ucap Hawa menautkan kedua alisnya melihat langit seperti itu.
"hawa......!"
ucap Langit mendekati hawa yang berdiri tak jauh dari lemari es.
"apa...?"
ucap hawa menahan Langit untuk tidak mendekat, namun langit malah semakin mendekat.
hawa terdiam saat jarak keduanya semakin dekat, Jantungnya berdetak kencang..
"terima kasih....!" bisik langit ditelinga Hawa, membuat bulu kuduk nya berdiri, hembusan nafas langit begitu terasa..
drtt...drtt..
ponsel Langit bergetar hingga membuat nya menjauh dari hawa, kemudian menerima panggilan masuk tersebut entah dari siapa.
hawa membuang nafas, lega!
Untung lah ada yang menelepon nya, kalau tidak entah apa yang akan terjadi selanjutnya.
hawa terkesiap saat langit kembali masuk ke dalam rumah.
"mau berangkat sama aku?"
ucap langit sambil memasukkan bekal nya kedalam tas.
"gak lah...cari masalah!"
ucap hawa melengos pergi namun cepat langit menarik tangan nya.
"apa lagi?"
ucap hawa berbalik.
__ADS_1
"aku janji akan turunin kamu di depan Ruko yang jauh dari gerbang sekolah!"
ucap Langit menuntun tangan hawa menghampiri motor nya.
"gak mau nanti kalau ada yang lihat gimana?"
"gak lah hawa ini masih pagi...!"
ucap langit memberikan helm untuk hawa.
"dari pada naik ojek... bayar!
uang nya kan bisa di tabung!"
ucap langit menyuruh hawa untuk naik.
terpaksa hawa naik kemudian memakai helm yang diberikan oleh langit,,
hawa terdiam menatap punggung langit yang kokoh, setan Terus berbisik untuk mendekap nya, namun Cepat hawa menggeleng kan kepalanya menjadi kan tas sebagai pembatas di antara keduanya.
langit tersenyum saat merasakan tas hawa berada di punggung nya, memahami kalau perempuan itu tengah menjaga jarak.
tak lama mereka sampai, langit menurunkan hawa di ruko yang jarak jauh dari gerbang sekolah.
"aku kerja disini....!"
ucap hawa menunjuk laundry yang masih Tutup itu.
baru saja langit hendak bertanya tapi hawa sudah lebih dulu memberi tahu nya.
"oh gitu....ya udah aku duluan ya!
kamu hati hati.....!"
ucap langit kemudian melajukan motornya menuju gedung sekolah.
jantung hawa berdetak kencang, kenapa rasanya begitu senang mendengar penuturan langit, seperti hal nya semalam...
benar kah pria asing itu mencemaskan nya?
rasa apa ini?
hawa sendiri tak begitu memahami.
waktu berjalan seakan melambat, keduanya Sama-sama saling memikirkan satu sama lain, sampai tiba jam istirahat langit masih saja memikirkan gadis berambut keriting itu..
"ke kantin gak?"
ucap Ibra membuyarkan lamunannya.
"HM, gak bra, gue bawa bekal dari rumah...!"
ucap langit kemudian mengambil benda berbentuk persegi panjang dari dalam tas, sama seperti yang di bawa oleh hawa.
"wih....tumben...!"
ucap Ibra Kemudian terperangah melihat isi dalam Tupperware itu.langit tersenyum lalu mengambil sendok dan memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya.
langit Tersenyum merasakan kenikmatan yang luar biasa dari makanan itu, enak, gurih dan lezat...!
hawa ternyata pintar memasak.
"gue mau dong ! siapa yang masak Lang? kayaknya enak...?!"
ucap ibra menilik makanan tersebut,Kemudian mengambil nya sedikit.
"enak banget lang...!"
ucap Ibra kemudian berebut makanan dengan langit.
"ah Lo mau aja!"
ucap langit menjauhkan makanan itu dari ibra, namun cepat Ibra menarik Tupperware tersebut, lalu ikut menikmati masakan gadis itu.
"hawa....!"
ucap langit dalam hati sambil tersenyum membayangkan wajah perempuan berambut keriting itu.
'rasa apa ini?'
__ADS_1
bersambung..