
beberapa hari kemudian...
waktu berjalan tak terasa, saat ini hawa tengah di rias oleh Perias pengantin, rasanya seperti mimpi.
"hawa kamu cantik banget... pangling!"
ucap Winda duduk di samping Hawa.
hawa hanya tersenyum menanggapi penuturan saudara tiri nya itu.
beberapa hari ini Winda dan Arumi lah yang mempersiapkan acara pernikahan itu. Surya masih saja bersikap dingin, namun Arumi selalu menasehati Hawa untuk tidak memikirkan Surya, cepat atau lambat semua akan kembali seperti semula.
"sudah siap belum?"
ucap Arumi yang tampil cantik dengan gamis berwarna moccha dan kerudung besar yang menutupi sepinggang.
"langit sudah datang..?"
hawa menoleh dengan jantung yang berdetak kencang, rasanya begitu gugup.
"tenang hawa...!"
ucap Winda terkekeh melihat ekspresi wajah Hawa yang menegang.
langit terdiam melihat Surya yang tampak dingin tak bersahabat, namun Langit tak menghiraukan hal itu. Rizal selalu berada di dekat nya memberikan kekuatan,Langit bersyukur dengan keadaannya saat ini,Rizal tak pernah Lelah memberikan nya semangat, seperti ini kah rasanya memiliki seorang ayah?
Esa sendiri bergabung dengan kerabat nya yang lain.
beberapa kerabat berbisik membicarakan kejadian tempo lalu di hotel.
langit sendiri tak mengetahui kejadian itu, Sarah meminta Rizal untuk tidak menceritakan hal itu pada langit, dan melupakan kejadian itu.
Dena tidak bisa ikut menghadiri acara tersebut, karena memang kondisi nya semakin parah.
"langit mami doakan kamu dari jauh nak.."
ucap Dena di telpon tadi pagi.
langit merasa iba dengan kondisi kesehatan Dena yang semakin menurun.namun ia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Sarah juga sudah memberikan pengobatan terbaik untuk Mami nya itu.
**
langit dan Esa tertegun melihat Hawa keluar dari kamar bersama Winda dan Arumi.
hawa tampak pangling dan cantik dengan gamis berwarna putih, Hawa yang meminta untuk memakai gamis saja. meskipun Sarah memilih kan kebaya pengantin muslimah Namun Hawa memilih gamis cantik berwarna putih.
langit sendiri tak mempermasalahkan soal itu karena hawa selalu tampil cantik memakai pakaian apapun.
Esa memalingkan wajahnya melihat hawa dan langit yang berjalan menuju kursi di mana kedua nya akan menikah.rizal yang mendorong kursi roda langit menuju meja tersebut.
"aku mencoba untuk menepis rasa ini, aku harap kalian bahagia......"
ucap Esa tersenyum duduk di belakang Rizal.
"sayang kamu cantik sekali....!"
ucap Sarah mendekati hawa.
"terima kasih mi....!"
ucap hawa senyum.
jantung nya berdetak kencang, rasa nya semua seperti mimpi, jalan Tuhan yang berliku mempersatukan kedua nya di hadapan penghulu.
*
Acara dimulai, Surya meminta penghulu saja yang menikahkan mereka.
Arumi menggeleng kan kepalanya mendengar penuturan Surya yang menyerahkan hal itu pada penghulu, padahal hal ini sekali seumur hidupnya menikahkan anak perempuan satu satunya, hanya karena Surya tak menginginkan langit, ia meminta penghulu saja yang menikahkan mereka berdua.
jantung langit berdetak kencang menghadap penghulu, langit masih tak percaya dengan kenyataan ini, Melihat Hawa tersenyum manis di samping nya.
mimpi indah yang menjadi kenyataan.
"saya terima nikah dan kawin nya, Hawa Rizkia islami dengan mas kawin Emas lima puluh gram di bayar tunai...!"
ucap Langit dengan satu tarikan nafas.
"sah .....!"
"sah......!"
ucap semua yang berada di tempat itu serentak.
"Alhamdulillah......!"
ucap semua serentak.
langit Tersenyum Kemudian meraih tangan hawa dan memakaikan cincin putih di jari manisnya secara bergantian.
__ADS_1
Langit menatap wajah cantik istri nya itu,hawa tersenyum kemudian mencium tangan langit.
"terima kasih bang..."
"Abang yang terima kasih sama kamu"
ucap Langit lirih kemudian mencium kening istrinya itu.
tak ada hal yang membahagiakan saat tuhan mempersatukan kedua insan yang saling mencintai.
"berkahilah rumah tangga kami ya Allah."
ucap hawa memeluk erat tubuh langit, keduanya terisak dalam pelukan.
bersyukur karena kini mereka bisa bersama, setelah Apa Yang di lalui penuh dengan air mata, tapi air mata kali ini adalah air mata kebahagiaan.
Arumi dan Sarah pun menitikkan air mata nya melihat kedua pasangan itu menangis.
*
"i love you so much.. hawa"
"love you to!"
ucap hawa tersenyum sambil menghapus air matanya.
"terima kasih ya Allah..."
ucap kedua nya dalam hati
*
acara tersebut di lanjut dengan pembaca doa dan pengajian yang di pimpin oleh ustadz abu Haidar.
Surya sendiri hanya diam melihat keduanya bersanding, yang Surya pikirkan adalah setelah ini Hawa akan kerepotan mengurus langit yang duduk di kursi roda.
"kenapa yah?"
ucap Arumi mengahampiri Surya di dalam kamar.
"tidak apa-apa...!"
"yah, Seharusnya ayah yang menikahkan hawa dan langit...!"
"tidak ada bedanya, sama saja Bun..."
ucap Surya menunduk.
ucap Arumi meninggalkan Surya sendiri.
***
"selamat ya lang...gue turut bahagia, akhirnya kalian Bisa bersatu!"
ucap Ibra menepuk pundak langit.
Zaki pun ikut hadir di acara tersebut, sesekali melirik pada Winda yang duduk tak jauh dari Arumi, namun Winda sendiri bersikap cuek tak menghiraukan hal itu.
"terima kasih bra... selama ini Lo selalu bantuin gue!"
"ya lah Lo itu sahabat gue..!"
ucap Ibra senyum.
"selamat ya langit, Hawa...!"
ucap esa menghampiri kedua nya dan memberikan sebuah amplop putih.
"terima kasih Bang....!"
ucap langit dengan mata berkaca-kaca melihat Esa yang begitu baik padanya, bahkan ia merelakan hawa untuk nya.
"Anggap saja selama ini Abang menjaga hawa untuk kamu.. kamu harus semangat untuk sembuh dan bahagia kan hawa"
ucap Esa semalam saat keduanya berada di ruang keluarga.
Esa tersenyum kemudian memeluk adik nya itu.
hawa tersenyum melihat hal itu, rasa nya lega karena keduanya tetap akur.
"apa ini Bang..?"
ucap langit menatap amplop berwarna putih itu.
"nanti di bukanya kalau di kamar ya!"
ucap Esa terkekeh kecil.
ikhlas itu bukan bermakna tiada tangisan, tetapi penerimaan tanpa persoalan terhadap apa yang telah ditentukan oleh Allah.Apabila kita ikhlas Atas sesuatu yang mengecewakan hati kita,Maka percaya lah Allah akan menggantikan kekecewaan itu dengan sesuatu yang tak di sangka..
__ADS_1
"ya dong, sekarang kan udah halal...!"
ucap Zaki menimpali membuat yang berada di sekitar mereka ikut terkekeh.
*
"wa ...!"
"kenapa bang?"
ucap hawa menyimpan ponselnya karena sejak tadi banyak pesan yang masuk memberikan selamat.
"kita tinggal di apartemen saja!"
"oh ya udah.... hawa ikut kemana pun kamu pergi bang?"
ucap hawa tersenyum menatap wajah langit.
"terima kasih Hawa..!
kamu mau menerima aku yang seperti ini..
mungkin setelah ini aku akan banyak merepotkan kamu!"
"tidak apa-apa, hawa akan merawat kamu sampai sembuh bang!
kamu harus yakin, kalau kamu bisa jalan lagi"
ucap hawa tersenyum menggenggam tangan Langi.
"aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, kan ku hapus Luka mu, memberi mu segenap cinta"
ucap hawa dalam hati nya.
*
setelah acara selesai, hawa dan langit memutuskan untuk tinggal di apartemen, Sarah tadi nya ingin langit tinggal bersama dirumah nya, namun Sarah juga paham karena langit ingin menjaga perasaan Esa, meski pun esa tak keberatan jika langit dan hawa tinggal di rumah itu.
"yah.....hawa mau pulang sama langit!"
ucap Hawa berpamitan pada Surya.
Surya mengangguk sambil menitikkan air mata nya, melepas putri nya pergi.
"kamu baik baik ya, jujur Ayah mengkhawatirkan kamu...!"
ucap Surya memeluk hawa kemudian masuk ke dalam rumah.
hawa tertegun melihat Surya yang pergi begitu saja.
"kamu sabar ya Hawa...?"
ucap Arumi dan di angguki oleh hawa.
Rizal membuang nafas melihat hal itu, kemudian mendorong kursi roda langit untuk beranjak pergi. Rizal tak memikirkan sikap Surya, yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan langit dan hawa.
"kamu sabar ya Langit...papih akan selalu ada untuk kamu!"
ucap Rizal dan di angguki oleh langit.
langit tahu sampai saat ini Surya tidak sepenuh hati memberikan hawa pada nya, apa lagi dengan keadaan nya yang seperti sekarang.
namun ia bertekad akan membuktikan pada Surya, ia bisa membahagiakan hawa.
setelah itu mereka Memutuskan untuk pulang setelah berpamitan pada Arumi dan winda.
Ezi sendiri tak hadir di acara pernikahan Hawa, karena saat ini ia tengah berbulan madu di Paris bersama rindu.
****
"kamu yakin mau Tinggal disini?"
ucap Sarah masuk ke dalam apartemen bersama Rizal, Esa sendiri tidak ikut karena harus mengantar beberapa kerabat nya pulang kerumah.
"ya, kita tinggal di sini saja Mi..!"
ucap langit Menatap perempuan yang beberapa hari ini merawat nya dirumah sebelum pernikahan ini.
"ya sudah... tidak apa-apa, kalau ada apa-apa kalian harus hubungi Mami"ucap Sarah senyum.
tak lama ponsel Sarah berdering, pihak rumah sakit memberi tahu kondisi Dena yang semakin lemah.
"kenapa mi..?"
ucap Rizal bertanya.
"kita kerumah sakit sekarang ya... kondisi Dena semakin parah!"
ucap Sarah dan di angguki oleh Langit dan Hawa.
__ADS_1
bersambung...
terima kasih yang udah mampir 😘😘😘